Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 25 [QS. 13:25]

وَ الَّذِیۡنَ یَنۡقُضُوۡنَ عَہۡدَ اللّٰہِ مِنۡۢ بَعۡدِ مِیۡثَاقِہٖ وَ یَقۡطَعُوۡنَ مَاۤ اَمَرَ اللّٰہُ بِہٖۤ اَنۡ یُّوۡصَلَ وَ یُفۡسِدُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ ۙ اُولٰٓئِکَ لَہُمُ اللَّعۡنَۃُ وَ لَہُمۡ سُوۡٓءُ الدَّارِ
Waal-ladziina yanqudhuuna ‘ahdallahi min ba’di miitsaaqihi wayaqtha’uuna maa amarallahu bihi an yuushala wayufsiduuna fiil ardhi uula-ika lahumulla’natu walahum suwuddaar(i);
Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi;
mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahanam).
―QS. Ar Ra’d [13]: 25

Daftar isi

But those who break the covenant of Allah after contracting it and sever that which Allah has ordered to be joined and spread corruption on earth – for them is the curse, and they will have the worst home.
― Chapter 13. Surah Ar Ra’d [verse 25]

وَٱلَّذِينَ dan orang-orang yang

And those who
يَنقُضُونَ (mereka)merusak

break
عَهْدَ janji

the covenant
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
مِنۢ dari

from
بَعْدِ sesudah

after
مِيثَٰقِهِۦ diikrarkan dengan teguh

contracting it,
وَيَقْطَعُونَ dan mereka memutuskan

and sever
مَآ apa

what
أَمَرَ yang diperintahkan

(has been) commanded
ٱللَّهُ Allah

(by) Allah
بِهِۦٓ dengannya

for it
أَن supaya

to
يُوصَلَ dihubungkan

be joined
وَيُفْسِدُونَ dan mereka membuat kerusakan

and spread corruption
فِى di

in
ٱلْأَرْضِ bumi

the earth.
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu

Those –
لَهُمُ bagi mereka

for them
ٱللَّعْنَةُ kutukan

(is) the curse,
وَلَهُمْ dan bagi mereka

and for them
سُوٓءُ seburuk-buruk

(is) an evil
ٱلدَّارِ tempat/kediaman

home.

Tafsir

Alquran

Surah Ar Ra’d
13:25

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 25. Oleh Kementrian Agama RI


Ada beberapa perjanjian antara Allah dan manusia, di antaranya adalah manusia wajib mengakui kemahaesaan Allah serta kodrat dan iradat-Nya, beriman kepada para nabi-Nya dan wahyu yang diturunkan-Nya, dan sebagainya.
Allah ﷻ telah memberikan bukti-bukti dan dalildalil yang nyata atas semua itu.

Akan tetapi, pada kenyataannya ada di antara manusia yang telah merusak perjanjian tersebut, dalam arti:


a.
Mereka tidak memperhatikan janji-janji tersebut, sehingga mereka tidak dapat melaksanakan kewajiban yang merupakan akibat yang timbul dari perjanjian itu.

Misalnya, bila mereka benar-benar berpegang teguh kepada tauhid, mereka tentunya tidak akan beribadah kepada selain Allah.
Allah memberikan bukti-bukti yang nyata tentang kemahaesaan-Nya.

Akan tetapi, mereka tidak memperhatikan sehingga mereka tetap menentang landasan tauhid tersebut.
Mereka senantiasa menganut kepercayaan syirik, mempercayai dan menyembah selain Allah.


b.
Pada mulanya mereka memperhatikan janji-janji yang telah mereka ikrarkan dan dalildalil yang telah diberikan.

Mereka telah mengakui dan meyakini kebenarannya, tetapi kemudian mereka menyangkal kebenaran itu, dan tidak lagi bersedia mengamalkannya.


Orang yang suka memungkiri dan menyalahi janji yang telah diikrarkan dinamakan
"munafik".

Dalam hubungan ini Rasulullah ﷺ telah bersabda:


Abu Hurairah  meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,
"Tanda-tanda orang munafik ada tiga macam:
apabila ia berkata, ia selalu bohong, apabila ia berjanji selalu ingkar, dan apabila ia dipercayai berkhianat."
(Riwayat Muslim, at-Tirmidzi dan an-Nasai)


Dalam menafsirkan ayat 25 ini, Abu al-Aliyah, seorang mufasir, me-nyebutkan bahwa ada enam macam sifat orang-orang munafik yang mereka tampakkan jika mereka merasa memiliki posisi yang kuat dalam satu masyarakat, yaitu:
1. Apabila berbicara, mereka berbohong.
2. Apabila berjanji, mereka ingkar.
3. Apabila diberi kepercayaan, mereka berkhianat.
4. Suka mengingkari janji Allah yang telah mereka ikrarkan sebelumnya.
5. Suka memutuskan silaturrahim yang diperintahkan Allah untuk di-hubungkan dan dipelihara seperti hubungan dengan para Nabi-Nya yang telah datang membawa kebenaran.
Mereka hanya beriman kepada sebagian dari para nabi tersebut, dan kafir terhadap sebagian yang lainnya.


Mereka juga memutuskan silaturrahim antara sesama manusia terutama dengan orang-orang mukmin, tetapi mereka tetap menjaga hubungan dan memberikan bantuan kepada orang-orang kafir.
Di antara contohnya adalah mereka menghalang-halangi setiap usaha yang menuju kepada pembinaan kehidupan yang harmonis dan penuh kasih sayang.
Mereka tidak sudi melihat terwujudnya persatuan dan kesatuan antara orang-orang mukmin, seperti yang dianjurkan Rasulullah:


Orang mukmin terhadap orang mukmin yang lain haruslah seperti suatu bangunan, bagian yang satu menguatkan bagian yang lain.
(Riwayat Bukhari, Muslim, dan at-Tirmidzi dari Abu Musa al-Asyari)


Dan Sabda Rasulullah ﷺ:
Orang-orang mukmin itu adalah seperti satu tubuh, apabila salah satu anggotanya menderita sakit, maka anggota-anggota yang lain pun rela pula menderita karena tidak tidur dan merasa demam karenanya.
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari an-Numan bin Basyir)


Oleh sebab itu, umat Islam haruslah hati-hati dalam menjaga kesatuan dan persatuan antara mereka, jangan dimasuki hasutan dan usaha-usaha kaum munafik untuk memecah belah persatuan itu.


c.
Mereka suka berbuat kerusakan di bumi, baik berupa kezaliman yang mereka lakukan terhadap diri sendiri maupun kezaliman yang mereka lakukan terhadap hak milik orang lain dengan jalan yang tidak sah, ataupun dengan menimbulkan fitnah dan bencana dalam masyarakat Muslimin, dan mengobarkan permusuhan dan peperangan terhadap mereka.


Pada akhir ayat ini, Allah menetapkan hukuman yang layak untuk ditimpakan kepada orang munafik mengingat jahatnya kelakuan dan perbuatan-perbuatan mereka.
Hukuman tersebut ialah berupa laknat Allah, yaitu menjauhkan mereka dari rahmat-Nya, sehingga mereka tersingkir dari kebaikan dunia dan akhirat.
Mereka akan menemui kesudahan yang sangat buruk, yaitu azab neraka Jahanam, sebagai balasan dari kejahatan dan dosa-dosa yang telah mereka perbuat.

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 25. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sifat-sifat baik orang-orang Mukmin itu berlawanan dengan sifat-sifat buruk orang-orang musyrik.
Orang-orang musyrik tidak menepati janji Allah yang secara fitrah telah mereka ucapkan dahulu.


Mereka melawan fitrah dan akal mereka sendiri dengan menyembah batu-batu yang tidak dapat memberikan keuntungan dan kerugian apa-apa.
Mereka juga melanggar perjanjian mereka kepada sesama manusia, kemudian memutus tali kasih sayang dengan mereka, dan tali perhubungan mereka dengan Allah.


Mereka tidak mematuhi perintah-perintah Allah dan tidak mengesakan-Nya dalam beribadah.
Mereka juga melakukan tindak perusakan di muka bumi dengan melancarkan sikap permusuhan dan tidak memperbaiki serta memanfaatkan sumber daya alam.


Allah subhanahu wa ta’ala sungguh tidak menyukai kesia-siaan dan perusakan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Adapun orang-orang yang celaka maka mereka disifati dengan kebalikan sifat-sifat kaum mukmin.
Mereka adalah orang-orang yang tidak menepati janji Allah untuk mengesakan-Nya dengan peribadatan setelah mereka mengukuhkan (mengikrarkan)nya pada diri mereka.


Mereka memutuskan apa yang Allah perintahkan supaya disambung, yaitu menyambung rahim dan selainnya, dan mereka membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan.
Orang-orang yang bersifatkan dengan sifat-sifat yang buruk ini, mereka dijauhkan dari rahmat Allah, dan mereka mendapatkan azab keras yang menyakitkan mereka di negeri akhirat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi) dengan melakukan kekafiran dan perbuatan-perbuatan maksiat


(orang-orang itulah yang memperoleh kutukan) yaitu dijauhkan dari rahmat Allah


(dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk) akibat yang buruk di kampung akhirat nanti, yaitu ditempatkan di neraka Jahanam.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Demikianlah keadaan orang-orang yang celaka dan sifat-sifat mereka.
Disebutkan pula apa yang mereka peroleh di hari akhirat dan tempat kembali mereka yang membeda dengan apa yang dialami oleh orang-orang mukmin.
Sebagaimana mereka pun memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan orang-orang mukmin ketika di dunianya.
Orang-orang mukmin mempunyai ciri khas selalu menunaikanjanji Allah dan menghubungkan apa yang diperintahkan oleh Allah agar
"mereka menghubungkannya, sedangkan orang-orang celaka adalah:

Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi.


Di dalam sebuah hadis disebutkan:

Pertanda orang munafik ada tiga, yaitu:
Apabila bicara, berdusta, apabila berjanji, ingkar:
dan apabila dipercaya, khianat.

Menurut riwayat lainnya:

Dan apabila berjanji, melanggarnya, dan apabila bersengketa, curang.

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan:

…orang-orang itulah yang memperoleh kutukan.

Yang dimaksud dengan kutukan atau laknat ialah dijauhkan dari rahmat Allah.
.

…dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).

Yakni akibat dan tempat kembali yang sangat buruk, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
dan tempat kediaman mereka ialah Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
(QS. Ar-Ra’d [13]: 18)

Abul Aliyah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Orang-orangyang merusak janji Allah., hingga akhir ayat.
Bahwa ada enam macam pertanda yang ada dalam diri orang-orang munafik.
Apabila mereka mendapat angin di kalangan masyarakat, maka mereka menampakkan ciri-ciri khas ini, yaitu:
Apabila berbicara, dusta, apabila berjanji, ingkar, apabila dipercaya, khianat, mereka merusak janji Allah sesudah diikrarkan dengan teguh, memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan gemar menimbulkan kerusakan di bumi.
Apabila mereka dikalahkan, maka yang tampak dari mereka adalah tiga ciri khas, yaitu:
Apabila berkata, dusta, apabila berjanji, ingkar, dan apabila dipercaya, khianat.

Unsur Pokok Surah Ar Ra’d (الرعد)

Surat Ar-Ra’d ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan "Ar-Ra’d" yang berarti "guruh" karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya, "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya",
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Dan lagi sesuai dengan sifat Alquran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

▪ Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya.
▪ Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.
▪ Adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah.
▪ Hanya Allah yang menerima do’a dari hamba Nya.
▪ Memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

▪ Manusia dilarang mendoakan yang jelek-jelek untuk dirinya.
▪ Kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

▪ Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

▪ Beberapa sifat yang terpuji.
▪ Perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah berhala dan orang-orang yang menyembah Allah.
▪ Allah tidak mengubah nasib suatu bangsa sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Ra’d (43 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Ar-Ra'd (13) : 1-43 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 43 + Terjemahan Indonesia

QS. Ar-Ra'd (13) : 1-43 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 43

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ar Ra'd ayat 25 - Gambar 1 Surah Ar Ra'd ayat 25 - Gambar 2
Statistik QS. 13:25
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Ra’d.

Surah Ar-Ra’d (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra’d, “Guruh”) adalah surah ke-13 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra’d yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya …dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta’ala, dan lagi sesuai dengan sifat Alquran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah 13
Nama Surah Ar Ra’d
Arab الرعد
Arti Guruh (petir)
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 96
Juz Juz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 43
Jumlah kata 854
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Yusuf
Surah selanjutnya Surah Ibrahim
Sending
User Review
4.5 (27 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

13:25, 13 25, 13-25, Surah Ar Ra'd 25, Tafsir surat ArRad 25, Quran Ar Rad 25, Ar-Ra’d 25, Surah Ar Rad ayat 25

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Ar Ra’d

۞ QS. 13:1 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 13:2 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 13:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 13:4 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 13:5 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 13:6 • Siksaan Allah sangat pedih • Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 13:7 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 13:8 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 13:9 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Kabir (Maha Besar) • Al Muta’ali (Maha Luhur) •

۞ QS. 13:10 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 13:11 Hukum alam • Tugas-tugas malaikat • Kebenaran dan hakikat takdir • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafir

۞ QS. 13:12 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 13:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 13:14 Tauhid Uluhiyyah • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Kelemahan tuhan selain Allah • Siksa orang kafir

۞ QS. 13:15 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 13:16 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah

۞ QS. 13:17 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 13:18 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan • Nama-nama surga

۞ QS. 13:19 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 13:20 • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 13:21 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 13:22 Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 13:23 • Tugas-tugas malaikat • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga •

۞ QS. 13:24 • Tugas-tugas malaikat • Sifat ahli surga

۞ QS. 13:25 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 13:26 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 13:27 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 13:28 • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 13:29 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Iman adalah ucapan dan perbuatan •

۞ QS. 13:30 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 13:31 • Allah menepati janji • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Malikul Mulk (Maha Pemilik kerajaan) • Kebenaran hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 13:32 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 13:33 Tauhid Uluhiyyah • Keluasan ilmu Allah • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 13:34 • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 13:35 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga • Azab orang kafir

۞ QS. 13:36 Tauhid Uluhiyyah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 13:37 • Al Wali (Maha Pelindung) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 13:38 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 13:39 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 13:40 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 13:41 • Sifat hari penghitungan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 13:42 • Keluasan ilmu Allah • Kekuatan umat Islam di dunia • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 13:43 Al Syahid (Maha Menyaksikan)

Ayat Pilihan

Dia Pencipta langit & bumi.
Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri.
Dia menciptakan segala sesuatu,
dan Dia mengetahui segala sesuatu.
QS. Al-An’am [6]: 101

Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan.

Dan bumi Allah itu adalah luas.

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
QS. Az-Zumar [39]: 10

Jika Allah timpakan sesuatu kemudharatan padamu, maka tiada yang dapat hilangkannya kecuali Dia. Jika Allah kehendaki kebaikan bagimu, maka tiada yang dapat menolak kurnia-Nya.
Dia berikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya
QS. Yunus [10]: 107

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman & bertakwa,
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit & bumi,
tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu,
maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
QS. Al-A’raf [7]: 96

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Benar! Kurang tepat!

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Kamus

Al Mu’izz

Apa itu Al Mu’izz? Allah itu Al-Mu’izz . Allah itu Al-Mu’izz yaitu yang Maha Memuliakan makhluk-Nya. Dia bisa memuliakan siapa saja yang Dia kehendaki sesuai dengan kebijaksanaan-Ny...

Tahun Qomariyah

Apa itu Tahun Qomariyah? Kalender qomariyah menggunakan sistem perhitungan bulan (qamariyah), yang ditandai oleh bulan sabit (hilal), biasanya diterapkan dalam ajaran Islam sebagai penentuan waktu bag...

Al Muntaqim

Apa itu Al Muntaqim? Allah itu Al-Muntaqim . Artinya adalah Allah itu Maha Penuntut Balas/Dzat Yang Maha Mengancam. Allah tidak akan segan untuk menghukum orang-orang yang bersalah dan tidak mau bert...