Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Ra'd

Ar Ra’d (Guruh (petir)) surah 13 ayat 25


وَ الَّذِیۡنَ یَنۡقُضُوۡنَ عَہۡدَ اللّٰہِ مِنۡۢ بَعۡدِ مِیۡثَاقِہٖ وَ یَقۡطَعُوۡنَ مَاۤ اَمَرَ اللّٰہُ بِہٖۤ اَنۡ یُّوۡصَلَ وَ یُفۡسِدُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ ۙ اُولٰٓئِکَ لَہُمُ اللَّعۡنَۃُ وَ لَہُمۡ سُوۡٓءُ الدَّارِ
Waal-ladziina yanqudhuuna ‘ahdallahi min ba’di miitsaaqihi wayaqtha’uuna maa amarallahu bihi an yuushala wayufsiduuna fiil ardhi uula-ika lahumulla’natu walahum suwuddaar(i);

Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).
―QS. 13:25
Topik ▪ Neraka ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka ▪ Keburukan kaum Luth
13:25, 13 25, 13-25, Ar Ra’d 25, ArRad 25, Ar Rad 25, Ar-Ra’d 25
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra'd (13) : 25. Oleh Kementrian Agama RI

Ada beberapa perjanjian dengan Allah dan manusia, yaitu bahwa manusia wajib mengakui kemahaesaan Allah serta kodrat dan iradat-Nya, dan bahwa manusia wajib beriman kepada Nabi-nabi-Nya dan kepada wahyu yang diturunkan-Nya dan sebagainya.
Untuk ini Allah subhanahu wa ta'ala telah memberikan pula bukti-bukti dan dalil-dalil yang nyata atas semuanya itu.

Akan tetapi dalam kenyataannya ada sebagian manusia telah merusak perjanjian tersebut, dengan arti:

a.
Bahwa mereka tidak memperhatikan janji-janji tersebut sehingga mereka tidak dapat melaksanakan kewajiban yang merupakan efek atau keharusan yang timbul dari adanya perjanjian itu.
Misalnya bila mereka benar-benar berpegang teguh kepada tauhid, maka mereka tentunya tidak akan beribadah kepada selain Allah.
Dan Allah memberikan bukti-bukti yang nyata tentang kemahaesaan-Nya.
Akan tetapi mereka tidak memperhatikan, sehingga mereka tetap melanggar dasar tauhid tersebut maka mereka senantiasa menganut kepercayaan syirik, yaitu mempercayai dan menyembah juga kepada selain Allah.

b.
Dan adakalanya pula mereka mula-mula memperhatikan janji-janji yang telah mereka ikrarkan itu, serta dalil-dalil yang telah diberikan, dan mereka telah mengakui dan meyakini kebenarannya akan tetapi kemudian mereka menyangkal kebenaran itu, dan tidak lagi bersedia untuk meyakini dan mengamalkannya.

Orang-orang yang suka memungkiri dan menyalahi janji yang telah diikrarkannya dinamakan "munafik".
Dalam hubungan ini Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Dari Abu Hurairah r.a.
dari Nabi ﷺ.
beliau bersabda: "Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam, yaitu apabila ia bercerita ia selalu bohong, dan apabila ia berjanji ia selalu mungkir, dan apabila ia dipercayai ia khianat."
(H.R.
Muslim, Turmuzi, dan Nasa'i)

Dalam menafsirkan ayat ini, Abu Al-Aliyah seorang mufassir menyebutkan bahwa ada enam macam sifat terdapat pada orang-orang munafik, apabila mereka merasa mempunyai kekuatan dalam masyarakat, maka mereka menampakkan sifat-sifat tersebut, yaitu:

1.
Apabila berbicara mereka berbohong.
2.
Apabila berjanji mereka mungkir.
3.
Apabila diberi kepercayaan mereka khianat.
4.
Mereka suka memungkiri janji Allah yang telah mereka ikrarkan sebelumnya.
5.
Mereka suka memutuskan silaturahmi yang oleh Allah diperintahkan untuk dihubungkan dan dipelihara.
6.
Mereka suka berbuat kerusakan di bumi ini.

Selain suka merusak janji yang telah diikrarkannya, orang-orang munafik itu suka memutuskan apa-apa yang diperintahkan Allah subhanahu wa ta'ala untuk menghubungkannya, yaitu:

1.
Keimanan kepada Allah dan kepada nabi-nabi-Nya yang telah datang membawa kebenaran, mereka hanya beriman kepada sebagian Nabi-nabi tersebut dan mereka kafir terhadap sebagian yang lainnya.
2.
Allah menyuruh mereka menghubungkan silaturahmi antara sesama manusia, tetapi mereka memutuskannya, mereka bermusuhan terhadap orang-orang mukmin dan memberikan bantuan kepada orang-orang kafir.
3.
Mereka menghalang-halangi setiap usaha yang menuju kepada pembinaan kehidupan yang harmonis dan penuh kasih sayang.
Mereka tidak sudi melihat terwujudnya persatuan dan kesatuan antara orang-orang mukmin, seperti yang dianjurkan Rasulullah:

Orang mukmin terhadap orang mukmin yang lain haruslah seperti suatu bangunan, bagian yang satu menguatkan bagian yang lainnya.
(H.R.
Bukhari, Muslim, dan Turmuzi dari Abu Musa Al-Asyari)

Dan sabda Rasulullah ﷺ:

Orang-orang mukmin itu adalah seperti satu tubuh apabila salah satu anggotanya menderita sakit, maka anggota-anggota yang lain pun rela pula menderita karena berjaga dan merasa demam karenanya.
(H.R.
Bukhari)

Sebab itu, umat Islam haruslah hati-hati dalam menjaga kesatuan dan persatuan antara mereka jangan sampai dimasuki hasutan dan usaha-usaha kaum munafik untuk memecah belah persatuan itu.

Selain orang-orang munafik itu suka melanggar janji dan memutuskan silaturahim, mereka juga suka berbuat kerusakan di muka bumi ini, baik dengan kelaliman yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri, maupun dengan kelaliman yang mereka lakukan terhadap hak milik orang lain dengan jalan yang tidak sah, atau pun dengan menimbulkan fitnah dan bencana dalam masyarakat Muslimin, dan mengobarkan permusuhan peperangan terhadap mereka.

Pada akhir ayat ini Allah menetapkan hukuman yang layak untuk ditimpakan kepada orang-orang munafik itu mengingat jahatnya kelakuan dan perbuatan-perbuatan mereka.
Hukuman tersebut ialah berupa laknat Allah subhanahu wa ta'ala, yaitu menjauhkan mereka dari rahmat-Nya sehingga mereka tersingkir dari kebaikan dunia dan akhirat, dan mereka akan menemui kesudahan yang sangat buruk, yaitu azab neraka Jahanam sebagai balasan dari kejahatan dan dosa-dosa yang telah mereka perbuat.

Ar Ra'd (13) ayat 25 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Ra'd (13) ayat 25 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Ra'd (13) ayat 25 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sifat-sifat baik orang-orang Mukmin itu berlawanan dengan sifat-sifat buruk orang-orang musyrik.
Orang-orang musyrik tidak menepati janji Allah yang secara fitrah telah mereka ucapkan dahulu.
Mereka melawan fitrah dan akal mereka sendiri dengan menyembah batu-batu yang tidak dapat memberikan keuntungan dan kerugian apa-apa.
Mereka juga melanggar perjanjian mereka kepada sesama manusia, kemudian memutus tali kasih sayang dengan mereka, dan tali perhubungan mereka dengan Allah.
Mereka tidak mematuhi perintah-perintah Allah dan tidak mengesakan-Nya dalam beribadah.
Mereka juga melakukan tindak perusakan di muka bumi dengan melancarkan sikap permusuhan dan tidak memperbaiki serta memanfaatkan sumber daya alam.
Allah subhanahu wa ta'ala sungguh tidak menyukai kesia-siaan dan perusakan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi) dengan melakukan kekafiran dan perbuatan-perbuatan maksiat (orang-orang itulah yang memperoleh kutukan) yaitu dijauhkan dari rahmat Allah (dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk) akibat yang buruk di kampung akhirat nanti, yaitu ditempatkan di neraka Jahanam.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Adapun orang-orang yang celaka maka mereka disifati dengan kebalikan sifat-sifat kaum Mukmin.
Mereka adalah orang-orang yang tidak menepati janji Allah untuk mengesakan-Nya dengan peribadatan setelah mereka mengukuhkan (mengikrarkan)nya pada diri mereka.
Mereka memutuskan apa yang Allah perintahkan supaya disambung, yaitu menyambung rahim dan selainnya, dan mereka membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan.
Orang-orang yang bersifatkan dengan sifat-sifat yang buruk ini, mereka dijauhkan dari rahmat Allah, dan mereka mendapatkan adzab keras yang menyakitkan mereka di negeri akhirat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Demikianlah keadaan orang-orang yang celaka dan sifat-sifat mereka.
Disebutkan pula apa yang mereka peroleh di hari akhirat dan tempat kembali mereka yang membeda dengan apa yang dialami oleh orang-orang mukmin.
Sebagaimana mereka pun memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan orang-orang mukmin ketika di dunianya.
Orang-orang mukmin mempunyai ciri khas selalu menunaikanjanji Allah dan menghubungkan apa yang diperintahkan oleh Allah agar "mereka menghubungkannya, sedangkan orang-orang celaka adalah:

Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi.

Di dalam sebuah hadis disebutkan:

Pertanda orang munafik ada tiga, yaitu: Apabila bicara, berdusta, apabila berjanji, ingkar: dan apabila dipercaya, khianat.

Menurut riwayat lainnya:

Dan apabila berjanji, melanggarnya, dan apabila bersengketa, curang.

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan:

...orang-orang itulah yang memperoleh kutukan.

Yang dimaksud dengan kutukan atau laknat ialah dijauhkan dari rahmat Allah.
.

...dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).

Yakni akibat dan tempat kembali yang sangat buruk, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: dan tempat kediaman mereka ialah Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
(Ar Ra'du:18)

Abul Aliyah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Orang-orangyang merusak janji Allah., hingga akhir ayat.
Bahwa ada enam macam pertanda yang ada dalam diri orang-orang munafik.
Apabila mereka mendapat angin di kalangan masyarakat, maka mereka menampakkan ciri-ciri khas ini, yaitu: Apabila berbicara, dusta, apabila berjanji, ingkar, apabila dipercaya, khianat, mereka merusak janji Allah sesudah diikrarkan dengan teguh, memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan gemar menimbulkan kerusakan di bumi.
Apabila mereka dikalahkan, maka yang tampak dari mereka adalah tiga ciri khas, yaitu: Apabila berkata, dusta, apabila berjanji, ingkar, dan apabila dipercaya, khianat.

Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan "Ar Ra'd" yang berarti "guruh" karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya",
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta'ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur'an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do'a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo'akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.


Gambar Kutipan Surah Ar Ra’d Ayat 25 *beta

Surah Ar Ra'd Ayat 25



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Ra'd

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah13
Nama SurahAr Ra'd
Arabالرعد
ArtiGuruh (petir)
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu96
JuzJuz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat43
Jumlah kata854
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Yusuf
Surah selanjutnyaSurah Ibrahim
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (27 votes)
Sending







✔ surah arraad ayat 25