QS. Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 24 [QS. 13:24]

سَلٰمٌ عَلَیۡکُمۡ بِمَا صَبَرۡتُمۡ فَنِعۡمَ عُقۡبَی الدَّارِ
Salaamun ‘alaikum bimaa shabartum fani’ma ‘uqbaddaar(i);

(sambil mengucapkan):
“Salamun ‘alaikum bima shabartum”.
Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
―QS. 13:24
Topik ▪ Malaikat ▪ Tugas-tugas malaikat ▪ Setiap nabi menerima ujian
13:24, 13 24, 13-24, Ar Ra’d 24, ArRad 24, Ar Rad 24, Ar-Ra’d 24

Tafsir surah Ar Ra'd (13) ayat 24

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 24. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini disebutkan bahwa para malaikat itu datang kepada mereka yang berada di surga itu sambil mengucapkan salam: “Semoga kamu aman dari segala hal yang tidak diinginkan dan segala yang ditakuti yang senantiasa merusak orang-orang selain kamu.
Keberuntungan ini kamu peroleh berkat kesabaran dan kesengsaraan yang kamu alami selama menjalani kehidupan di dunia.”

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Para malaikat itu berkata, “Selamat dan damai abadilah untuk kalian, karena kesabaran kalian menahan derita dan cobaan, serta kesabaran kalian dalam memerangi keinginan nafsu.” Betapa baiknya akibat yang kalian peroleh ini! Surga yang merupakan negeri kenikmatan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Malaikat-malaikat itu mengucapkan (Kesejahteraan buat kalian) yakni pahala ini (berkat kesabaran kalian) sewaktu kalian di dunia (maka alangkah baiknya tempat kesudahan ini) akibat dari perbuatan kalian itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Malaikat mengatakan kepada mereka :
Salam alaikum, salam penghormatan yang khusus bagi kalian, dan kalian selamat dari segala keburukan, karena kesabaran kalian dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah.
Maka alangkah baiknya akibat negeri surga.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), “Salamun ‘Alaikum Bima Sabartum.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

Yakni para malaikat masuk ke tempat mereka dari setiap pintu untuk mengucapkan, “Selamat masuk surga,” kepada mereka.
Dengan kata lain, apabila mereka masuk ke dalam surga, maka para malaikat datang berduyun-duyun mengucapkan selamat atas apa yang telah mereka peroleh dari Allah, yaitu kedudukan yang dekat dengan-Nya, limpahan nikmat dari-Nya, dan masuk ke dalam Darussalam di dekat para siddiqin, para nabi, dan para rasul yang mulia.

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepadaku Sa’id ibnu Abu Ayyub, telah menceritakan kepada kami Ma’ruf ibnu Suwaid Al-Harrani, dari Abu Usyanah Al-Mu’afiri, dari Abdullah ibnu Amr ibnul As-r.a., dari Rasulullah ﷺ Disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Tahukah kalian, siapakah orang-orang yang mula-mula masuk surga dari kalangan makhluk Allah?
Mereka (para sahabat) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Orang yang mula-mula masuk surga dari kalangan makhluk Allah ialah kaum fakir miskin Muhajirin, mereka adalah orang-orang yang bertugas membentengi daerah-daerah perbatasan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Seseorang dari mereka mati, sedangkan keperluannya masih tersimpan di dalam dadanya tanpa mempunyai kemampuan untuk melunasinya.
Maka Allah berfirman kepada para malaikat yang dikehendaki-Nya, “Datangilah mereka oleh kalian dan ucapkanlah selamat kepada mereka!” Maka para malaikat bertanya, “Kami adalah penduduk langit-Mu dan makhluk-Mu yang terpilih, apakah Engkau perintahkan kami untuk datang kepada mereka untuk mengucapkan selamat kepada mereka?”Allah berfirman, “Sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-(Ku) yang menyembah-Ku tanpa mempersekutukan diri-Ku dengan sesuatu pun.
Merekalah yang membentengi daerah-daerah perbatasan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Seseorang dari mereka mati, sedangkan keperluan (kebutuhan)nya masih tersimpan di dalam dadanya tanpa dapat melunasinya (menunaikannya).” Rasulullah ﷺ melanjutkan sabdanya, bahwa saat itu juga para malaikat mendatangi mereka dan masuk ke tempat mereka dari semua pintunya seraya mengucapkan:

Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian.
Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

Abul Qasim At-Tabrani meriwayatkannya dari Ahmad ibnu Rasyidin, dari Ahmad ibnu Saleh, dari Abdullah ibnu Wahb, dari Umar ibnul Haris, dari Abu Usyanah yang telah mendengar dari Abdullah ibnu Amr, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Golongan yang mula-mula masuk surga adalah kaum fakir miskin Muhajirin yang dengan keberadaan mereka semua hal yang tidak diinginkan terhindarkan, dan apabila mereka diperintahkan, maka mereka tunduk patuh mengerjakannya.
Dan sesungguhnya seseorang dari mereka benar-benar mempunyai keperluan kepada sultan yang belum terpenuhi hingga ia mati, sedangkan keperluannya itu masih tersimpan di dalam dadanya.
Dan sesungguhnya Allah menyeru surga pada hari kiamat, maka surga datang dengan segala keindahan dan perhiasannya.
Lalu Allah berfirman, “Di manakah hamba-hamba-Ku yang telah berperang di jalan Allah, disakiti dalam membela jalan-Ku, dan berjihad di jalan-Ku?
Masuklah kalian ke dalam surga tanpa azab dan tanpa hisab.” Maka berdatanganlah para malaikat yang langsung bersujud (kepada-Nya) dan berkata, “Wahai Tuhan kami, kami selalu bertasbih dengan memuji-Mu sepanjang malam dan siang hari, dan kami selalu menyucikan Engkau, siapakah mereka yang lebih Engkau prioritaskan di atas kami?” Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman, “Mereka adalah hamba-hamba-Ku yang berjihad di jalan-Ku dan disakiti karena membelajalan-Ku.” Maka para malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu seraya mengucapkan, “Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

Abdullah ibnul Mubarak telah meriwayatkan dari Baqiyyah ibnul Walid, telah menceritakan kepada kami Artah ibnul Munzir, bahwa ia pernah mendengar seorang lelaki dari kalangan sesepuh yang ada dalam pasukan (kaum muslim) yang dikenal dengan nama Abul Hajjaj.
Dia mengatakan bahwa ia duduk di majelis Abu Umamah, dan Abu Umamah mengatakan, “Sesungguhnya orang mukmin itu apabila masuk surga, duduk menyandar di atas dipan-dipannya, sedangkan di hadapannya terdapat dua jajar barisan para pelayan, dan di ujung barisan pelayan terdapat pintu yang dijaga.
Kemudian malaikat datang dan meminta izin untuk masuk, maka penjaga pintu berkata kepada pelayan yang ada di dekatnya, ‘Ada malaikat datang meminta masuk.’ Pelayan itu lalu memberitahukan kepada pelayan lain yang ada di sisinya, bahwa ada malaikat meminta izin untuk masuk, hingga sampailah kepada orang mukmin itu.
Maka si orang mukmin berkata, ‘Izinkanlah dia masuk.’ Lalu pelayan yang ada di dekat orang mukmin itu menyampaikan pesan itu kepada pelayan lain yang ada di dekatnya, hingga sampailah kepada pelayan yang berada di pintu masuk.
Maka pelayan yang menjaga pintu membukakan pintunya untuk malaikat itu.
Malaikat itu masuk dan mengucapkan selamat, lalu pergi.” Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya melalui hadis Ismail ibnu Ayyasy, dari Artah ibnul Munzir, dari Abul Hajjaj Yusuf Al-Ilhani yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Umamah menceritakan hadis ini.
Lalu disebutkan hingga akhir hadis.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ menziarahi kuburan para syuhada setiap awal tahunnya dan mengucapkan ayat berikut kepada mereka:

Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian.
Maka alangkah baiknya kesudahan itu.

Hal yang sama dilakukan pula oleh Abu Bakar, Umar, dan Usman.


Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra’d ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan “Ar Ra’d” yang berarti “guruh” karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya “Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya”,
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta’ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur’an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do’a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo’akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Ra'd (43 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 24 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 24 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 24 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 18-24 - Aii Hatta (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 18-24 - Aii Hatta (Bahasa Arab)
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 22-24 – Asha Stamboel (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 22-24 - Asha Stamboel (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Ra'd - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 43 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 13:24
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Ra'd.

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah 13
Nama Surah Ar Ra'd
Arab الرعد
Arti Guruh (petir)
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 96
Juz Juz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 43
Jumlah kata 854
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Yusuf
Surah selanjutnya Surah Ibrahim
4.6
Ratingmu: 4.4 (16 orang)
Sending







Pembahasan ▪ salamun alaikum bima

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta