QS. Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 23 [QS. 13:23]

جَنّٰتُ عَدۡنٍ یَّدۡخُلُوۡنَہَا وَ مَنۡ صَلَحَ مِنۡ اٰبَآئِہِمۡ وَ اَزۡوَاجِہِمۡ وَ ذُرِّیّٰتِہِمۡ وَ الۡمَلٰٓئِکَۃُ یَدۡخُلُوۡنَ عَلَیۡہِمۡ مِّنۡ کُلِّ بَابٍ
Jannaatu ‘adnin yadkhuluunahaa waman shalaha min aabaa-ihim wa-azwaajihim wadzurrii-yaatihim wal malaa-ikatu yadkhuluuna ‘alaihim min kulli baabin;

(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu,
―QS. 13:23
Topik ▪ Surga ▪ Nama-nama surga ▪ Keburukan kaum Luth
13:23, 13 23, 13-23, Ar Ra’d 23, ArRad 23, Ar Rad 23, Ar-Ra’d 23

Tafsir surah Ar Ra'd (13) ayat 23

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 23. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan, bahwa yang akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak bukan hanya semata-mata yang memiliki sifat tersebut itu, melainkan juga orang-orang yang saleh di antara ibu-ibu dan nenek moyang mereka, demikian pula istri dan keturunan mereka yang terdekat.
Mereka ini pun akan turut pula merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan itu selama mereka tidak kehilangan hak untuk memperoleh rahmat Allah, misalnya karena kekafiran dan kemusyrikan kepada Allah, maka mereka tak akan dapat menikmati pula kebahagiaan dan kesejahteraan itu, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Dalam hubungan ini Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada putrinya Fatimah Zahrah sebagai berikut:

Wahai Fatimah putri Muhammad! Mintalah dari hartaku apa yang kau inginkan (maksudnya) karena aku sekali tidak akan dapat menolongmu dari kemurkaan Allah (bila engkau sendiri tak mempunyai amal kebajikan)
(H.R.
Ad Darimi)

Di dalam Alquran Allah telah menegaskan pula sebagai berikut:

(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.
(Q.S.
Asy Syu’ara: 88, 89)

Orang-orang berakal yang tersebut di atas akan ditempatkan Allah kelak dalam surga-Nya, dan mereka di sana duduk berhadap-hadapan di atas balai-balai yang indah disertai orang-orang yang mereka cintai, yaitu nenek moyang, kaum keluarga serta anak-anak mereka, yakni orang-orang yang patut masuk surga dari kalangan orang-orang yang saleh agar hati mereka menjadi senang dan bahagia.

Hal itu merupakan rahmat dan kebaikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada mereka.
Selain itu pada malaikat datang kepada mereka dari segala penjuru untuk memberikan ucapan selamat atas keberuntungan yang telah mereka peroleh, yaitu masuk surga dan berdiam dalam rumah yang diliputi kesejahteraan, berdekatan dengan para Nabi dan Rasul dan orang-orang yang mengakui kebenaran agama Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Akibat baik itu adalah tempat tinggal yang tak akan pernah berakhir di surga yang penuh kenikmatan.
Di sana mereka tinggal bersama leluhur-leluhur mereka yang akidah dan perbuatannya benar.
Di samping itu, mereka juga tinggal bersama istri dan anak cucu mereka.
Dari segala penjuru, malaikat akan mendatangi dan memberi ucapan selamat kepada mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Surga Adn) sebagai tempat tinggalnya (yang mereka masuk ke dalamnya) bersama (dengan orang-orang yang saleh) orang-orang yang beriman (dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak-cucunya) sekali pun mereka tidak mengamalkan seperti apa yang diamalkannya, maka mereka tetap sederajat dengannya sebagai penghormatan terhadapnya (sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari setiap pintu) dari pintu-pintu surga atau pintu-pintu gedung surga, sewaktu pertama kali mereka memasukinya sebagai penghormatan dari para malaikat terhadap mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Akibat yang baik itu ialah surga “Adn di mana mereka akan tinggal didalamnya dan tidak akan keluar darinya.
Mereka bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapak, istri-istri, dan anak cucu, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu, untuk memberi selamat kepada mereka karena masuk surga.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

(yaitu) surga ‘Adn.

Al- ‘Adn artinya tempat bermukim, yakni surga-surga tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya.

Dari Abdullah ibnu Amr, disebutkan bahwa ia pernah mengatakan, “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah gedung yang disebut ‘Adn, di sekelilingnya terdapat banyak menara dan taman.
Di dalam gedung ‘Adn terdapat lima ribu pintu, dan pada tiap-tiap pintunya terdapat lima ribu buah tirai hibarah.
Tiada yang memasukinya kecuali hanya nabi atau siddiq atau orang yang mati syahid.”

Ad-Dahhak telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…(yaitu) surga ‘Adn.

Yakni sebuah kota surga, di dalamnya terdapat para rasul, para nabi, para syuhada, dan para imam pemberi petunjuk, sedangkan orang-orang lain berada di sekitar mereka sesudahnya, dan surga-surga lainnya berada di sekitarnya.
Kedua riwayat di atas dikemukakan oleh Ibnu Jarir.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya.

Artinya, Allah menghimpunkan mereka bersama kekasih-kekasih mereka di dalam surga, yaitu bapak-bapak mereka, keluarga mereka, dan anak-anak mereka yang layak untuk masuk surga dari kalangan kaum mukmin, agar hati mereka senang.
Sehingga dalam hal ini Allah mengangkat derajat orang yang berkedudukan rendah ke tingkat kedudukan yang tinggi sebagai anugerah dari-Nya dan kebajikan-Nya, tanpa mengurangi derajat ketinggian seseorang dari kedudukannya.
Hal ini sama dengan yang diungkapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
dalam firman-Nya:

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka.
(Ath Thuur:21), hingga akhir ayat.


Kata Pilihan Dalam Surah Ar Ra'd (13) Ayat 23

AZWAAJ
أَزْوَٰج

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari az­ zawj.

Ibn Faris berkata,
“Kata ini pada mulanya untuk membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain, antaranya adalah suami dan isteri. la juga mengandung makna setiap satu ada bersamanya yang lain dari jenisnya, bentuk yang memiliki lawan baginya seperti, basah dan kering, lelaki dan perempuan, malam dan siang, pahit dan manis, isteri, sahabat.

Ar Razi berkata,
“Ia bermakna lawan dari seorang dan setiap dari keduanya dinamakan az zawj juga. Oleh karena itu, dikatakan bagi dua adalah zawjan dan kedua-duanya adalah zawj

Al Qur’an tidak menyebut “ta marbutoh” untuk lafaz az zawjah (isteri).

Ar Raghib berkata,
“Tidak ada dalam Al Qur’an perkataan yang menyebut ” wazawwajtuhaa huuzan sebagaimana yang dikatakan zawwajtuhu mra atan Hal ini adalah perkara yang perlu diperhatikan. Hal ini tidak berlaku seperti biasanya antara kita dengan jalan pernikahan.”

Kata azwaaj disebut 52 kali di dalam Al Qur’an yaitu pada surah:
-Al Baqarah (2), ayat 25, 234, 240, 232, 240;
-Ali Imran (3), ayat 15;
-An Nisaa (4), ayat 12, 57;
-Al An’aam (6), ayat 139, 143;
-At Taubah (9), ayat 24;
-Ar Ra’d (13), ayat 23, 38;.
-Al Hijr (15), ayat 88;
-An Nahl (16), ayat 72, 72;
-Tha Ha (20), ayat 53, 131;
-Al Mu’minuun (23), ayat 6;
-An Nuur (24), ayat 6;
-Al Furqaan (25), ayat 74;
-Asy Syu’araa (26), ayat 166;
-Ar Rum (30), ayat 21;
-Al Ahzab (33), ayat 6, 14, 28, 37, 50, 50, 52, 53, 59;
-Faathir (35), ayat 11;
-Yaa Siin (36), ayat 36, 56;
-Ash Shaffaat (37), ayat 22;
-Shad (38), ayat 58;
-Az Zumar (39), ayat 6;
-Al Mu’min (40), ayat 8;
-Asy Syuura (42), ayat 11, 11;
-Az Zuhkruf (43), ayat 12, 70;
-Al Waaqi’ah (56), ayat 7;
-Al Mumtahanah (60), ayat 11, 11;
-At Taghaabun (64), ayat 14;
-At Tahrim (66), ayat 1, 3, 5;
-Al Ma’aarij (70), ayat 30;
-An Naba’ (78), ayat 8.

Lafaz azwaaj di dalam Al Qur’an men­cakup makna yang berbeda-beda, bersesuaian dengan kaitan dan hubungan perkara yang dibincangkan, antaranya adalah:

Pertama, ia bermakna bidadari-bidadari seperti dalam surah Al Baqarah, ayat 15.

Dalam tafsir Safwah At Tafasir, lafaz azwaaj bermakna wanita-wanita dari bidadari­-bidadari yang suci dari kotoran dan najis yang hissi (nampak) dan manawi (dari segi kejiwaan), haid, nifas dan sebagainya.

Kedua, ia bermakna jenis atau macam sebagaimana makna dari surah Tha Ha, ayat 53; Al An’aam, ayat 143 dan Az Zumar, ayat 6.

Al Fayruz Abadi berkata,
“Makna azwaaj dalam surah Tha Ha ialah bermacam-macam tumbuhan yang sama, berbagai warna, di mana setiap warna terdapat yang sama. Begitu juga dengan tafsirannya dalam surah Al­ An’aam, yang bermakna delapan jenis hewan.

Ketiga, ia bermakna sahabat atau teman seperti penafsirannya dalam surah As Saffat, ayat 22 dan Tha Ha, ayat 131.

Pada surah Ash­ Shaffaat, Ibn Katsir berkata,
“Ia bermakna sahabat-sahabat mereka sebagaimana yang diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsawri dari Samma’, dari Nu’man, dari Umar bin Khattab.

An Nu’man bin Basyir berkata,
“Makna azwaaj di sini ialah yang serupa dan sama seperti mereka.”

Syarik meriwayatkan dari Samma’ dari Nu’man, beliau berkata,
“Aku mendengar Umar bin Khattab berkata,
makna azwaaj ialah asybahahum (yang serupa dengan mereka), yaitu datang orang yang berbuat zina bersama orang yang berbuat zina, dan orang yang melakukan riba bersama dengan orang yang melakukan riba, dan orang yang meminum arak dengan orang yang meminum arak pula.”

Begitu juga dengan makna azwaaj dalam surah Tha Ha. Allah mengabarkan kepada rasul Nya supaya jangan melihat orang yang berada dalam kemewahan dan yang sama dengan mereka yang diberikan kepada mereka kemewahan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:94-95

Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra’d ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan “Ar Ra’d” yang berarti “guruh” karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya “Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya”,
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta’ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur’an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do’a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo’akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Ra'd (43 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 23 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 23 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 23 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 18-24 - Aii Hatta (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 18-24 - Aii Hatta (Bahasa Arab)
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 22-24 - Asha Stamboel (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 22-24 – Asha Stamboel (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Ra'd - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 43 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 13:23
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Ra'd.

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah13
Nama SurahAr Ra'd
Arabالرعد
ArtiGuruh (petir)
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu96
JuzJuz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat43
Jumlah kata854
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Yusuf
Surah selanjutnyaSurah Ibrahim
4.5
Ratingmu: 4.3 (15 orang)
Sending







Pembahasan ▪ surat ar rad 22 23 maknanya ▪ surat ar rad ayat 23-24 ▪ tugas malaikat2 surah ar-rad ayat 23-24

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta