Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Ra'd

Ar Ra’d (Guruh (petir)) surah 13 ayat 22


وَ الَّذِیۡنَ صَبَرُوا ابۡتِغَآءَ وَجۡہِ رَبِّہِمۡ وَ اَقَامُوا الصَّلٰوۃَ وَ اَنۡفَقُوۡا مِمَّا رَزَقۡنٰہُمۡ سِرًّا وَّ عَلَانِیَۃً وَّ یَدۡرَءُوۡنَ بِالۡحَسَنَۃِ السَّیِّئَۃَ اُولٰٓئِکَ لَہُمۡ عُقۡبَی الدَّارِ
Waal-ladziina shabaruuubtighaa-a wajhi rabbihim wa-aqaamuush-shalaata wa-anfaquu mimmaa razaqnaahum sirran wa’alaaniyatan wayadrauuna bil hasanatissai-yi-ata uula-ika lahum ‘uqbaddaar(i);

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),
―QS. 13:22
Topik ▪ Surga ▪ Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga ▪ Keburukan kaum Luth
13:22, 13 22, 13-22, Ar Ra’d 22, ArRad 22, Ar Rad 22, Ar-Ra’d 22
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra'd (13) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Ciri kelima ialah mereka senantiasa bersifat sabar dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan demi mengharapkan wajah dan rida Allah.
Sabar berarti menahan diri terhadap segala hal yang tidak disenanginya, baik dengan cara melakukan ketaatan dan menunaikan segala kewajiban yang telah ditetapkan agama maupun dengan jalan menjauhi hal-hal yang dilarang agama dan yang tidak disukainya, atau pun dengan bersikap rela atas segala ketentuan Allah yang telah berlaku berupa musibah dan lain sebagainya.

Kesabaran yang diminta dari setiap orang yang berakal dan beriman lantaran ia merupakan sesuatu yang terjadi di dalam hati sanubari ialah kesabaran yang dilakukan semata-mata karena mengharapkan keridaan Allah dan ganjaran-Nya, bukan kesabaran yang dibuat-buat karena ingin dipuji dan disebut-sebut.
Itulah kesabaran yang sejati yang menjadi sifat bagi orang-orang yang berakal dan beriman.

Ciri keenam ialah bahwa orang-orang yang berakal senantiasa mendirikan salat.
Arti "mendirikan salat" ialah menunaikan dengan cara yang sebaik-baiknya dengan menyempurnakan rukun dan syaratnya, disertai rasa khusyuk dan tawaduk menghadapkan wajah dan hati kepada Allah semata-mata, serta memelihara waktu yang telah ditetapkan untuknya.
Dan ini hanyalah dapat dilakukan, bila kita merasakan bahwa pada saat-saat melakukan salat itu kita sedang sendiri berdiri di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala Pencipta dan Penguasa semesta alam, Yang Maha Esa dan Maha Perkasa.
Dengan demikian, maka tak ada sesuatu pun yang dipikirkan pada saat itu kecuali bermunajat kepada Allah semata-mata.

Ciri ketujuh ialah bahwa di samping memiliki sifat-sifat yang tersebut di atas, mereka senantiasa menafkahkan sebagian dari rezeki yang telah dilimpahkan Allah kepada mereka, baik secara tersembunyi maupun secara terang-terangan.
Kenyataan dapat memberikan pengertian kepada kita tentang apa rahasianya, maka Alquran berulang kali menganjurkan kepada orang-orang mukmin untuk menafkahkan sebagian dari rezeki yang telah mereka peroleh, karena apabila orang-orang mukmin mau menafkahkan sebagian hartanya kepada yang memerlukan pertolongan dan untuk menyokong kepentingan umum, niscaya kemiskinan dan kemelaratan dapat dilenyapkan dari kehidupan masyarakat.

Ciri kedelapan ialah bahwa orang-orang yang berakal senantiasa menolak kejahatan dengan kebajikan, karena kebajikan itu dapat menolak kejahatan.
Kenyataan menunjukkan kepada kita bahwa apabila seseorang dapat bergaul dengan orang lain dengan hubungan yang akrab dan kasih sayang serta menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, maka janganlah ia dimusuhi atau dibenci dalam masyarakatnya.
Dan apabila ia menemui suatu musibah, maka orang-orang lain yang pernah mendapat pertolongannya akan segera pula mengulurkan tangan pertolongan kepadanya.
Sebaliknya orang yang suka menyakiti orang lain, atau enggan memberikan bantuan dan pertolongan adalah orang yang tidak berakal karena sikap dan perbuatannya itu hanyalah mempersempit alam kehidupannya sendiri, serta menimbulkan kebencian dan kedengkian orang lain terhadap dirinya.

Berbuat kebaikan untuk menghindari kejahatan, atau membalas perbuatan jahat orang lain dengan berbuat kebajikan kepadanya adalah tanda orang yang berakal dan bijaksana.
Dari sini dapatlah dipahami, betapa tingginya nilai ajaran agama Islam untuk membina hubungan baik antara sesama manusia, dan untuk menciptakan kerukunan dan kesejahteraan masyarakat.

Setelah menyebutkan ciri-ciri orang yang berakal seperti tersebut di atas, maka pada akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan bahwa orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut pasti akan memperoleh tempat kesudahan yang baik, yaitu surga Jannatun Naim di akhirat kelak di samping kebahagiaan, ketenangan dan kesejahteraan di dunia ini.

Ar Ra'd (13) ayat 22 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Ra'd (13) ayat 22 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Ra'd (13) ayat 22 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka pun sabar akan cobaan yang diberikan dengan penuh mengharap perkenan dan rida Allah dalam menegakkan kebenaran.
Mereka juga melaksanakan salat pada waktu dan dalam bentuk yang tepat, demi menyucikan jiwa mereka dan demi mengingat Allah.
Selain itu, mereka juga menginfakkan sebagian kekayaan yang diberikan Allah, baik secara diam-diam maupun secara terang-terangan, tanpa riya'.
Dengan sifat-sifat seperti ini, mereka akan memperoleh akibat yang baik dengan tinggal di tempat yang paling baik di hari kiamat, yaitu surga.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan orang-orang yang sabar) di dalam menjalankan ketaatan dan menghadapi musibah serta teguh di dalam menjauhi kemaksiatan (karena mencari) demi karena (Rabbnya) bukan karena mengharapkan kebendaan (dan mendirikan salat dan menafkahkan) di jalan ketaatan (sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak) menghadapi (kejahatan dengan kebaikan) seperti menghadapi kebodohan dengan sifat penyantun dan menghadapi perlakuan yang menyakitkan dengan bersabar diri (orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik) yakni mendapat akibat yang terpuji di kampung akhirat, yaitu:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka adalah orang-orang yang bersabar menghadapi gangguan, bersabar dalammelaksanakan ketaatan, dan bersabar dari kemaksiatan, karena mencari keridhaan Rabb mereka.
Mereka mengerjakan shalat sesempurna mungkin, dan menunaikan dari harta mereka zakat yang diwajibkan dan nafkah yang dianjurkan, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, menolak keburukan dengan kebaikan sehingga kebaikan itu menghapuskan keburukan tersebut.
Orang-orang yang bersifatkan dengan sifat-sifat ini, mereka itulah yang akan mendapatkan akibat yang baik di akhirat kelak.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya.

Yaitu sabar terhadap hal-hal yang diharamkan dan dosa-dosa.
Mereka memutuskan diri dari perbuatan-perbuatan tersebut karena mengharapkan rida Allah dan pahala-Nya yang berlimpah.

mendirikan salat.

dengan memelihara batasan-batasannya, waktu-waktunya, rukuk, sujud, dan khusyuknya sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh syariat.

dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

Artinya, mereka memberikan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka kepada orang-orang yang wajib mereka biayai, yaitu anak, istri, dan kaum kerabat, mereka juga memberi orang lain dari kalangan kaum fakir miskin dan orang-orang yang memerlukan bantuannya.

secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.

Yakni baik secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan, tiada suatu keadaan pun yang menghambat mereka untuk menginfakkannya, baik di malam ataupun siang harinya.

...serta menolak kejahatan dengan kebaikan

Maksudnya, mereka membalas perbuatan jahat dengan perbuatan yang baik.
Untuk itu, apabila seseorang menyakiti mereka, maka mereka membalasnya dengan kebaikan sebagai pengejawantahan dari sikap sabar dan memaafinya.
Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah­ olah teman yang sangat setia.
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.
(Al Fushilat:34-35)

Karena itulah maka Allah subhanahu wa ta'ala.
memberitahukan tentang mereka yang berbahagia yang menyandang sifat-sifat yang baik itu, bahwasanya mereka akan memperoleh tempat kesudahan yang baik.
Dalam ayat selanjutnya hal itu dijelaskan oleh firman-Nya:

(yaitu) surga 'Adn.
(Ar Ra'du:23)

Al- 'Adn artinya tempat bermukim, yakni surga-surga tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya.

Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan "Ar Ra'd" yang berarti "guruh" karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya",
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta'ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur'an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do'a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo'akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.

QS 13 Ar-Ra'd (18-24) - Indonesian - Aii Hatta
QS 13 Ar-Ra'd (22-24) - Indonesian - Asha Stamboel 1
QS 13 Ar-Ra'd (18-24) - Arabic - Aii Hatta


Gambar Kutipan Surah Ar Ra’d Ayat 22 *beta

Surah Ar Ra'd Ayat 22



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Ra'd

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah 13
Nama Surah Ar Ra'd
Arab الرعد
Arti Guruh (petir)
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 96
Juz Juz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 43
Jumlah kata 854
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Yusuf
Surah selanjutnya Surah Ibrahim
4.4
Rating Pembaca: 4.2 (14 votes)
Sending








[bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku