Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 21 [QS. 13:21]

وَ الَّذِیۡنَ یَصِلُوۡنَ مَاۤ اَمَرَ اللّٰہُ بِہٖۤ اَنۡ یُّوۡصَلَ وَ یَخۡشَوۡنَ رَبَّہُمۡ وَ یَخَافُوۡنَ سُوۡٓءَ الۡحِسَابِ
Waal-ladziina yashiluuna maa amarallahu bihi an yuushala wayakhsyauna rabbahum wayakhaafuuna suu-al hisaab(i);
dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.
―QS. Ar Ra’d [13]: 21

And those who join that which Allah has ordered to be joined and fear their Lord and are afraid of the evil of (their) account,
― Chapter 13. Surah Ar Ra’d [verse 21]

وَٱلَّذِينَ dan orang-orang yang

And those who
يَصِلُونَ (mereka)menghubungkan

join
مَآ apa

what
أَمَرَ memerintahkan

(has been) commanded
ٱللَّهُ Allah

(by) Allah
بِهِۦٓ dengannya

[for it]
أَن supaya

to
يُوصَلَ dihubungkan

be joined,
وَيَخْشَوْنَ dan mereka takut

and fear
رَبَّهُمْ Tuhan mereka

their Lord
وَيَخَافُونَ dan mereka takut

and are afraid
سُوٓءَ seburuk-buruk

(of) the evil
ٱلْحِسَابِ hisab/perhitungan

the account,

Tafsir

Alquran

Surah Ar Ra’d
13:21

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 21. Oleh Kementrian Agama RI


Allah ﷻ menyifati ulul albab dari kalangan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah suatu kebenaran yang berlaku, sebagai berikut:


a.
Sifat pertama:
bahwa orang-orang tersebut senantiasa memenuhi janji Allah, dan tidak mau mengingkari perjanjian itu.

Yang dimaksud dengan
"janji Allah"
di sini ialah janji-janji yang telah mereka ikrarkan atas diri mereka, baik mengenai hubungan mereka dengan Allah, maupun hubungan mereka dengan orang lain.
Fitrah mereka yang suci, dan hati mereka yang murni mengakui adanya perjanjian itu dan wahyu Allah pun mengharuskan adanya perjanjian tersebut.


Mereka tidak mau mengingkari atau pun memungkiri perjanjian yang telah mereka kukuhkan, karena mereka sangat menjauhi sifat-sifat kemunafikan.



Betapa pentingnya sifat memenuhi janji ini, oleh Qatadah telah disebutkan bahwa dalam Al-Quran, Allah ﷻ telah menyebutnya sebanyak lebih dua puluh kali.


b.
Sifat kedua:
mereka memelihara semua perintah Allah dan tidak melanggarnya, baik hak-hak Allah maupun hak-hak hamba-Nya, termasuk memelihara silaturrahim.

Hubungan antara sesama manusia ialah menjalin hubungan tolong-menolong, menjalin cinta dan kasih-sayang, sebagaimana disebutkan dalam hadis:


Dari Abu Hurairah  bahwasanya ia berkata,
"Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
"Barang siapa senang dilapangkan rezekinya dan selalu disebut-sebut kebaikannya, maka hendaklah pelihara hubungan silaturrahim."
(Riwayat Bukhari dan Muslim).


Dan hadis Nabi ﷺ:


Dari Ibnu Abbas  ia berkata,
"Bersabda Rasulullah ﷺ,
"Sesungguh-nya kebajikan dan menghubungkan silaturrahim itu, kedua-duanya benar-benar meringankan hisab yang buruk di hari kiamat."
Kemudian Rasulullah ﷺ membaca ayat ini.
"
(Riwayat al-Khatib dan Ibnu Asakir)


c.
Sifat ketiga:
mereka benar-benar takut kepada Allah ﷻ Sifat takut kepada Allah adalah perasaan takut yang dilandasi dengan rasa hormat yang mendorong orang untuk taat kepada-Nya.
Sifat ini dimiliki oleh para ulama, dan ciri dari orang-orang
"muqarrabin".
Dalam hubungan ini Allah ﷻ telah berfirman:

اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُا

Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. (Fathir [35]: 28)


d.
Sifat keempat:
mereka senantiasa takut kepada hisab yang sifatnya merugikan mereka pada hari kiamat, yaitu hasil yang buruk dari amalan mereka di hari kiamat, karena banyaknya kejahatan yang dilakukannya selagi hidup di dunia ini.
Oleh sebab itu, mereka senantiasa mawas diri, sebelum dihisab amalannya di akhirat kelak.
Mereka selalu membandingkan antara amalamal mereka yang baik dengan yang buruk, selalu berusaha agar amal yang baik lebih banyak dari perbuatan yang buruk, agar neraca kebajikan mereka di akhirat kelak lebih berat daripada neraca keburukan.
Dalam hal ini, Allah telah berfirman:

فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗ ﴿۶﴾ فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍ ﴿۷﴾ وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗ ﴿۸﴾ فَاُمُّهُ هَاوِيَةٌ ﴿۹﴾

Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)-nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).
Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
(al-Qariah [101]: 6 – 9)


e.
Sifat kelima:
mereka senantiasa sabar dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan, demi mengharapkan rida Allah.
Sabar dalam hal ini berarti menahan diri terhadap segala hal yang tidak disenanginya, baik dengan cara melakukan ketaatan dan menunaikan segala kewajiban yang telah ditetapkan agama maupun dengan jalan menjauhi hal-hal yang dilarang agama.
Bisa juga berarti bersikap rela menerima segala ketentuan Allah yang telah berlaku berupa musibah dan lain sebagainya.


Kesabaran yang diminta dari setiap orang yang berakal dan beriman ialah kesabaran yang dilakukan semata-mata karena mengharapkan keridaan Allah dan ganjaran-Nya, bukan kesabaran yang dibuat-buat karena ingin dipuji dan disebut-sebut.
Itulah kesabaran yang sejati, yang menjadi sifat bagi orang-orang yang berakal dan beriman.


f.
Sifat keenam:
mereka senantiasa mendirikan salat.
Arti
"mendirikan salat"
ialah menunaikan dengan cara yang sebaik-baiknya, dengan menyempurnakan rukun dan syaratnya, disertai rasa khusyuk dan tawaduk menghadapkan wajah dan hati kepada Allah semata, tidak dibarengi dengan salat, kita merasa sedang berdiri sendiri di hadapan Allah ﷻ, Pencipta dan Penguasa semesta alam.
Dengan demikian, maka tak ada sesuatu pun yang dipikirkan pada saat itu, kecuali semata-mata bermunajah kepada Allah.


g.
Sifat ketujuh:
mereka senantiasa menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah dilimpahkan Allah kepada mereka, baik secara tersembunyi maupun terang-terangan, baik infak wajib seperti terhadap istri, anak, dan karib kerabat maupun infak sunah seperti terhadap fakir miskin.
Kenyataan dapat memberikan pengertian kepada kita tentang rahasia yang tersimpan di dalamnya.
Al-Quran berulang kali menganjurkan kepada orang-orang mukmin untuk menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah diperolehnya kepada yang memerlukan pertolongan, dan untuk menyokong kepentingan umum.
Jika mereka mau melakukannya, niscaya kemiskinan dan kemelaratan dapat dilenyapkan dari kehidupan masyarakat.


h.
Sifat kedelapan:
mereka senantiasa menolak kejahatan dengan kebajikan, karena kebajikan itu dapat menolak kejahatan.
Kenyataan menunjukkan bahwa apabila seseorang dapat bergaul dengan orang lain dengan akrab dan kasih sayang serta menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, ia tidak akan dimusuhi atau dibenci oleh masyarakatnya.
Apabila ia mendapat musibah, maka orang yang pernah mendapat pertolongannya akan segera pula mengulurkan pertolongan kepadanya.
Sebaliknya orang yang suka menyakiti orang lain, atau enggan memberikan bantuan dan pertolongan adalah orang yang egois dan tidak menggunakan akalnya.
Sikap dan perbuatannya itu hanyalah mempersempit ruang lingkup kehidupannya sendiri, serta menimbulkan kebencian dan kedengkian orang lain terhadap dirinya.


Berbuat kebaikan untuk menghindari kejahatan, atau sedapat mungkin membalas perbuatan jahat orang lain dengan berbuat kebajikan atau dengan diam adalah tanda orang yang mau menggunakan akalnya dan bijaksana.
Firman Allah:

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا

Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan,
"salam,"
(al-Furqan [25]: 63)


Dari sini dapat dipahami, betapa tingginya nilai ajaran agama Islam dalam membina hubungan baik antara sesama manusia guna menciptakan kerukunan dan kesejahteraan masyarakat.


Pada akhir ayat ini, Allah ﷻ menegaskan bahwa orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut pasti akan memperoleh tempat kediaman terakhir yang baik, yaitu surga Jannatun Naim di akhirat kelak di samping kebahagiaan, ketenangan, dan kesejahteraan di dunia ini.

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 21. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang beriman itu memiliki sifat cinta dan patuh.
Mereka saling mencintai sesama manusia, terutama orang-orang yang memiliki hubungan kerabat dengan mereka.


Mereka juga mendukung penguasa-penguasa mereka dalam memerintahkan kebenaran.
Mereka mengetahui hak Allah, oleh karenanya mereka takut kepada-Nya, dan takut kepada hari perhitungan yang akan berakibat baik bagi mereka di hari kiamat.


Oleh karena itu, mereka selalu tidak berbuat dosa sedapat mungkin.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Mereka adalah orang-orang yang menyambung apa yang Allah perintahkan supaya disambung, seperti hubungan Rahim dan orang-orang yang membutuhkan, mereka merasa diawasi Rabb mereka (muroqobatullah), dan mereka takut Rabb mereka menghisab segala dosa mereka dan tidak mengampuni dosa mereka sedikit pun.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan) yaitu iman, silaturahmi dan lain sebagainya


(dan mereka takut kepada Rabb mereka) ancaman-Nya


(dan takut kepada hisab yang buruk) penafsiran kalimat ini telah dijelaskan sebelumnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkannya.

seperti silaturahmi, berbuat baik kepada kaum kerabat dan sanak famili, juga kepada kaum fakir miskin, orang-orang yang memerlukan bantuan, dan mendermakan kebajikan.

…dan mereka takut kepada Tuhannya.

Yakni dalam mengerjakan amalamal yang harus mereka lakukan dan dalam menghindari perbuatan-perbuatan yang harus mereka tinggalkan.
Dalam hal tersebut mereka merasa di bawah pengawasan Allah dan mereka merasa takut akan hisab yang buruk di hari akhirat.
Karena itulah maka Allah memerintahkan mereka untuk tetap berada dalam jalan yang lurus dan istiqamah dalam semua aktivitas dan semua keadaan yang mereka alami.

Unsur Pokok Surah Ar Ra’d (الرعد)

Surat Ar-Ra’d ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan "Ar-Ra’d" yang berarti "guruh" karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya, "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya",
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Dan lagi sesuai dengan sifat Alquran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

▪ Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya.
▪ Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.
▪ Adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah.
▪ Hanya Allah yang menerima do’a dari hamba Nya.
▪ Memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

▪ Manusia dilarang mendoakan yang jelek-jelek untuk dirinya.
▪ Kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

▪ Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

▪ Beberapa sifat yang terpuji.
▪ Perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah berhala dan orang-orang yang menyembah Allah.
▪ Allah tidak mengubah nasib suatu bangsa sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Ra’d (43 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Ar-Ra'd (13) : 1-43 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 43 + Terjemahan Indonesia

QS. Ar-Ra'd (13) : 1-43 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 43

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ar Ra'd ayat 21 - Gambar 1 Surah Ar Ra'd ayat 21 - Gambar 2
Statistik QS. 13:21
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Ra’d.

Surah Ar-Ra’d (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra’d, “Guruh”) adalah surah ke-13 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra’d yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya …dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta’ala, dan lagi sesuai dengan sifat Alquran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah13
Nama SurahAr Ra’d
Arabالرعد
ArtiGuruh (petir)
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu96
JuzJuz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat43
Jumlah kata854
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Yusuf
Surah selanjutnyaSurah Ibrahim
Sending
User Review
4.9 (13 votes)
Tags:

13:21, 13 21, 13-21, Surah Ar Ra'd 21, Tafsir surat ArRad 21, Quran Ar Rad 21, Ar-Ra’d 21, Surah Ar Rad ayat 21

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 44 [QS. 2:44]

Selanjutnya, setelah memerintahkan salat dan zakat, ayat ini mengecam pemuka-pemuka Yahudi yang sering kali memberi tuntunan kepada orang lain agar berbuat baik, tetapi melakukan sebaliknya dan melupa … 2:44, 2 44, 2-44, Surah Al Baqarah 44, Tafsir surat AlBaqarah 44, Quran Al-Baqarah 44, Surah Al Baqarah ayat 44

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 158 [QS. 6:158]

Setelah itu Allah mengingatkan mereka lebih keras lagi tentang apa yang terjadi pada diri mereka ketika hari Kiamat datang. Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka untuk … 6:158, 6 158, 6-158, Surah Al An ‘aam 158, Tafsir surat AlAnaam 158, Quran Al Anaam 158, Al Anam 158, AlAnam 158, Al An’am 158, Surah Al Anam ayat 158

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya ... kali."

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.'
(HR. Muslim, no. 408)

Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
== Cuka ==
Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi, telah mengabarkan kepadaku Yahya bin Hassan telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Bilal dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Sebaik-baik lauk pauk adalah cuka.' (HR. Muslim, No: 3823).

== Labu ==
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Muhammad bin Ja'far dan diriwayatkan pula oleh 'Abdurrahman bin Mahdi, keduanya menerima dari Syu'bah dari Qatabah yang bersumber dari Anas bin Malik r.a. menyebutkan 'Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menggemari labu. Maka (pada suatu hari) beliau diberi makanan itu atau diundang untuk makan makanan itu (labu). Aku pun mengikutinya, maka makanan itu (labu) kuletakkan dihadapannya, karena aku tahu beliau menggemarinya.'

Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Pertempuran Badar (غزوة بدر, / gazwah badr‎), adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624).
Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan.

+

Array

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
'Pakailah pakaian putih karena pakaian seperti itu lebih bersih dan lebih baik. Dan kafanilah pula mayit dengan kain putih.'
(HR. An Nasai no. 5324, hadits shahih)

Pendidikan Agama Islam #13
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #13 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #13 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … selamanya fanatik sementara tidak ada akhir selalu Benar! Kurang tepat! Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang

Pendidikan Agama Islam #16

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti … Menghimpun Kumpulan Petunjuk Bacaan Pedoman Benar! Kurang tepat! Yang berarti “menggabungkan

Pendidikan Agama Islam #10

Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … tauhid zakat jihad berperang melawan hawa

Instagram