QS. Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 19 [QS. 13:19]

اَفَمَنۡ یَّعۡلَمُ اَنَّمَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡکَ مِنۡ رَّبِّکَ الۡحَقُّ کَمَنۡ ہُوَ اَعۡمٰی ؕ اِنَّمَا یَتَذَکَّرُ اُولُوا الۡاَلۡبَابِ
Afaman ya’lamu annamaa unzila ilaika min rabbikal haqqu kaman huwa a’ma innamaa yatadzakkaru uuluul albaab(i);

Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?
Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,
―QS. 13:19
Topik ▪ Azab orang kafir
13:19, 13 19, 13-19, Ar Ra’d 19, ArRad 19, Ar Rad 19, Ar-Ra’d 19

Tafsir surah Ar Ra'd (13) ayat 19

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan dua orang kerabat Nabi, yang satu mukmin dan yang satu lagi kafir, yaitu Hamzah dan Abu Jahal.
Apakah Hamzah yang percaya dan mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
itu benar tanpa keraguan lagi sama dengan Abu Jahal yang buta hatinya yang sama sekali tidak dapat petunjuk kepada kebaikan?
Tentu tidak sama.
Dan hanya orang-orang yang sehat pikirannya saja yang dapat menyadari hal seperti ini, dan yang dapat mengambil manfaat dari perumpamaan-perumpamaan yang dikemukakan Allah subhanahu wa ta’ala dalam kitab suci-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang mendapat petunjuk dan orang-orang yang sesat tentu tidak sama.
Apakah orang yang mengerti kebenaran ajaran yang diturunkan Allah–Tuhan yang memelihara dan memilihmu, Muhammad, untuk menyampaikan pesan-pesan suci-Nya–sama dengan orang yang tersesat dari kebanaran, hingga menjadi seperti orang buta yang tidak dapat melihat?
Tidak ada yang dapat mengerti kebenaran dan merenungkan kebesaran Allah selain orang yang berakal dan berfikir.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Ayat berikut ini diturunkan berkenaan dengan sahabat Hamzah dan Abu Jahal.

(Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar) lalu ia beriman kepadanya (sama dengan orang yang buta?) yaitu orang yang tidak mengetahuinya dan tidak mau beriman kepadanya.

Tentu saja tidak.

(Sesungguhnya yang mau mengambil pelajaran itu) orang-orang yang menasihati dirinya sendiri (hanyalah orang-orang yang berakal saja) orang-orang yang memiliki akal sehat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu, wahai Rasul, dari sisi Allah adalah kebenaran lalu beriman kepadanya itu sama dengan orang yang buta dari kebenaran yang tidak mengimaninya??Sesungguhnya yang mengambil pelajaran hanyalah orang-orang yang memiliki akal yang sehat saja,

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan bahwa tidaklah sama orang yang meyakini bahwa apa:

…yang diturunkan kepadamu.

hai Muhammad.

…dari Tuhanmu.

Adalah perkara yang hak yang tiada keraguan di dalamnya, tiada kebimbangan, tiada kebingungan, dan tiada pertentangan di dalamnya.
Bahkan semuanya adalah benar, sebagian darinya membenarkan sebagian yang lain, tiada sesuatu pun darinya yang bertentangan dengan lainnya.
Semua berita yang disebutkan di dalam Al-Qur’an adalah benar, dan semua perintah serta larangannya adalah adil, seperti yang disebutkan dalam firman Allah dalam ayat lain:

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil.
(Al An’am:115)

Artinya, benar dalam berita-beritanya dan adil dalam perintahnya.
Maka tidaklah sama orang yang mengecap kebenaran dari apa yang disampaikan.
olehmu, hai Muhammad, dengan orang yang buta tiada petunjuk baginya ke jalan kebaikan dan tiada pula ia memahaminya, dan seandainya dia memahaminya, ia tetap tidak akan tunduk, tidak akan membenarkannya, tidak pula akan mengikutinya.
Ayat ini sama maknanya dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala.
dalam ayat yang lain, yaitu:

Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga, penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.
(Al Hasyr:20)

Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?

Dengan kata lain, apakah orang yang berciri khas demikian sama dengan orang itu?
Jawabnya, tentu saja tidak sama.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.

Yakni sesungguhnya orang yang mengambil pelajaran dan menjadikannya sebagai nasihat serta memahaminya hanyalah orang-orang yang berakal sehat dan berpikiran lurus, semoga Allah menjadikan kita di antara golongan mereka.


Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra’d ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan “Ar Ra’d” yang berarti “guruh” karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya “Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya”,
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta’ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur’an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do’a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo’akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Ra'd (43 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 19 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 19 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 19 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 18-24 - Aii Hatta (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 18-24 - Aii Hatta (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Ra'd - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 43 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 13:19
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Ra'd.

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah13
Nama SurahAr Ra'd
Arabالرعد
ArtiGuruh (petir)
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu96
JuzJuz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat43
Jumlah kata854
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Yusuf
Surah selanjutnyaSurah Ibrahim
4.7
Ratingmu: 4.7 (11 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta