QS. Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 14 [QS. 13:14]

لَہٗ دَعۡوَۃُ الۡحَقِّ ؕ وَ الَّذِیۡنَ یَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِہٖ لَا یَسۡتَجِیۡبُوۡنَ لَہُمۡ بِشَیۡءٍ اِلَّا کَبَاسِطِ کَفَّیۡہِ اِلَی الۡمَآءِ لِیَبۡلُغَ فَاہُ وَ مَا ہُوَ بِبَالِغِہٖ ؕ وَ مَا دُعَآءُ الۡکٰفِرِیۡنَ اِلَّا فِیۡ ضَلٰلٍ
Lahu da’watul haqqi waal-ladziina yad’uuna min duunihi laa yastajiibuuna lahum bisyai-in ilaa kabaasithi kaffaihi ilal maa-i liyablugha faahu wamaa huwa bibaalighihi wamaa du’aa-ul kaafiriina ilaa fii dhalalin;

Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar.
Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya.
Dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
―QS. 13:14
Topik ▪ Tugas-tugas malaikat
13:14, 13 14, 13-14, Ar Ra’d 14, ArRad 14, Ar Rad 14, Ar-Ra’d 14

Tafsir surah Ar Ra'd (13) ayat 14

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Hanya bagi Allah saja wewenang untuk mengabulkan doa yang benar.
Ada pula yang menafsirkan hanya kepada Allahlah seruan yang benar kepada ketauhidan, kemurnian dan keikhlasan dalam ibadat.
Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan permintaan mereka sedikit pun, seperti orang yang ingin minum, tetapi cukup dengan membukakan kedua telapak tangannya saja kepada air supaya air itu naik sendiri ke dalam mulutnya padahal air itu tentu tidak dengan sendirinya akan masuk ke dalam mulutnya tanpa ditampung dulu oleh kedua telapak tangannya.
Demikian pula berhala-berhala yang mereka sembah itu, jangankan mereka dapat memenuhi permintaan penyembahnya, sedang ditanya saja mereka tidak dapat menjawab.
Dan tidak ada doa dan ibadat orang-orang kafir itu melainkan sia-sia belaka.
Bila mereka mendoa kepada Allah, doanya tidak dikabulkan, dan jika mereka mendoa kepada berhala-berhala sedikit pun mereka tidak bisa mendengar apalagi mengabulkan permintaannya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Patung-patung yang mereka mohonkan sesuatu, baik dalam keadaan takut maupun dalam keadaan aman, tidak akan dapat mengabulkan permohonan mereka.
Hubungan para penyembah patung dengan patung-patung yang disembahnya itu bagaikan orang yang membuka telapak tangannya untuk menyiduk air kemudian mendekatkannya ke mulut untuk meminumnya, sampai akhirnya hilang rasa dahaganya.
Padahal, telapak tangan yang terbuka itu mustahil dapat membawa air sampai ke mulut.
Kalau memang demikian keadaan mereka, maka doa dan permohonan mereka kepada patung-patung itu hanya kesia-siaan dan kerugian belaka!

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hanya bagi Dia) bagi Allah subhanahu wa ta’ala (doa yang benar) artinya kalimat-Nya, yaitu kalimat laa ilaaha illallaah (tiada Tuhan selain Allah).

(Dan berhala-berhala yang mereka seru) dapat dibaca yad’uuna dan tad`uuna, artinya yang mereka sembah (selain Dia) yakni selain dari Allah, yaitu berhala-berhala (tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka) yakni sesuatu dari hal-hal yang mereka minta (melainkan) berkenaan (yang mirip dengan orang yang membukakan) artinya perihalnya sama dengan seseorang yang membukakan (kedua telapak tangannya ke dalam air) sedangkan ia berada di pinggir sumur, seraya menyeru air (supaya sampai kepada mulutnya) sekali pun tempat ia berada jauh dari air yang ada di dalam sumur itu (padahal air itu tidak dapat sampai kepadanya) ke mulutnya untuk selama-lamanya.

Demikian pula keadaan para penyembah berhala itu, berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak akan dapat memperkenankan kepada mereka.

(Dan doa orang-orang kafir itu) penyembahan mereka terhadap berhala-berhala atau makna yang dimaksud adalah doa yang sesungguhnya (hanyalah sia-sia belaka) tidak ada artinya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kepunyaan Allah sajalah dakwah tauhid la ilaha illallah.
Tiada yang disembah dan dimohon kecuali Dia, sedangkan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan doa orang yang berdoa kepadanya.
Keadaan mereka bersama berhala-berhala itu seperti keadaan orang kehausan yang membentangkan kedua telapak tangannya kepada air dari jauh, agar air itu sampai ke mulutnya, tapi air itu tidak sampai kepadanya.
Permohonan kaum kafir kepada berhala-berhala itu tidak lain hanyalah klimaks kejauhan dari kebenaran, karena mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ali ibnu Abu Talib r.a.
mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar.
Bahwa yang dimaksud dengan da’watul haq ialah seruan yang benar yang mengajak kepada ajaran tauhid.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir.

Ibnu Abbas, Qatadah, dan Malik telah mengatakan dari Muhammad ibnul Munkadir sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Hanya bagi Allah-lah seruan yang benar.

Yakni tidak ada Tuhan selain Allah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah., hingga akhir ayat.

Artinya, perumpamaan orang-orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah adalah:

…seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya.

Ali ibnu Abu Talib mengatakan bahwa perumpamaannya sama dengan seseorang yang mengambil air dari mulut sumur dengan tangannya, sedangkan ia tidak dapat meraih air itu dengan tangannya untuk selama-lamanya, terlebih lagi untuk sampai ke mulutnya.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya.
Maksudnya, menggapai air dengan lisannya dan menjulurkan lidahnya ke arah air, sedangkan air itu tidak dapat dijangkau olehnya untuk selama-lamanya.

Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah seperti orang yang menggenggamkan tangannya di air, sesungguhnya dia tidak dapat menggenggam sesuatu pun dari air itu, seperti yang dikatakan oleh seorang penyair:

Sesungguhnya aku dan kamu serta kerinduanku kepada kamu adalah seperti seseorang yang menggenggamkan (tangannya) di air, jari-jemarinya tidak dapat memberinya minum.

Makna yang dimaksud ialah, adakalanya seseorang yang menjulurkan tangannya ke air menggenggamkan telapak tangannya, adakalanya menggapainya dari arah jauh.
Sebagaimana tidak dapat beroleh manfaat dari air yang tidak sampai ke mulutnya yang merupakan anggota tubuh untuk meminum air, begitu pula keadaan orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah sembahan-sembahan lain-Nya, mereka tidak beroleh manfaat dari sembahan-sembahan mereka di dunia ini selama-lamanya, tidak pula di akhirat.
Karena itulah di akhir ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

…Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.


Kata Pilihan Dalam Surah Ar Ra'd (13) Ayat 14

DA’WAH
دَعْوَة

Da’wah adalah ism masdar dari kata kerja da’aa. Maksudnya apa yang diseru kepadanya dari jemputan makanan dan minum. Ia juga bermakna doa, sumpah, dekat. Contohnya, huwa minni da’wata fulaan atau dia dekat dengan saya dan juga berarti tetamu. Ungkapan “kunna fi da’wah fulan” bermakna kami dipanggil menjadi tetamunya.’

Lafaz ini disebut empat kali di dalam Al­ Quran yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 186;
-Ar Ra’d (13), ayat 14;
-Ar Rum (30), ayat 25;
-Al Mu’min (40), ayat 43.

Lafaz ini mengandung beberapa makna:

Pertama, bermakna doa seperti dalam surah Al Baqarah dan Al Ra’d.

Asy Syawkani berkata,
“Dalam surah Al Baqarah di atas, ia menunjukkan permintaan untuk mengabulkan doa.”

Asy Sya’rawi mengatakan hamba yang memegang erat minhaj (jalan) iman serta tidak meminta kepada Allah kecuali sesuatu yang tidak bertentang­an dengan iman. Doa menuntut di­kabulkan selama engkau mengharap­kan supaya doa dikabulkan, bersopan santunlah dengan Tuhanmu di mana Allah menyerumu kepada minhaj Nya, maka turutilah sekiranya engkau ingin Allah mengabulkan doamu.

Dalam Safwah At Tafaasir dijelaskan maksna dari surah Ar Ra’d yaitu doa ke­benaran menuju kepada Allah karena Dia saja yang selayaknya disembah melalui doa dan kembali kepada Nya (dalam segala keadaan).”

Kedua, bermakna seruan Allah dan tiupan malaikat Israfil seperti yang ter­kandung dalam surah Ar Rum.

Dalam Tafsir Al Jalalain, ia bermakna seru­an dan tiupan malaikat Israfil untuk membangkitkan manusia dari kubur. Manusia akan diseru keluar dari kubur dengan serta merta. Mereka keluar untuk dihisab dan dibalas (segala amalan yang dilakukan) yaitu pada tiupan yang kedua sebagaimana pen­afsiran ahli tafsir.

Sedangkan dalam surah Al Mu’min mengadung beberapa makna :
(1) Al Fairuz berkata ia bermaksud kedudukan;
(2) Az Zujaj berkata,
“Tiada baginya (berhala) yang dapat mengabulkan doa yang bermanfaat”;
(3) Al Kalbi berkata,
“Tiada baginya syafa’at di dunia dan di akhirat”;
(4) Mujahid dan Qatadah berkata,
“Berhala tidak memiliki sesuatu yang dapat memberi manfaat atau memudaratkan;”
(5) At Tabari menafsirkan ayat ini “sungguh benar apa yang kamu katakan. Aku berdoa kepadanya dan berhala tidak dapat mengabulkan doa di dunia maupun di akhirat karena dia adalah benda yang tidak dapat berbicara dan tidak dapat memahami;”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:215-216

Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra’d ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan “Ar Ra’d” yang berarti “guruh” karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya “Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya”,
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta’ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur’an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do’a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo’akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Ra'd (43 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 14 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 14 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 14 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Ra'd - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 43 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 13:14
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Ra'd.

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah 13
Nama Surah Ar Ra'd
Arab الرعد
Arti Guruh (petir)
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 96
Juz Juz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 43
Jumlah kata 854
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Yusuf
Surah selanjutnya Surah Ibrahim
4.8
Ratingmu: 4.2 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta