Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 11 [QS. 13:11]

لَہٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنۡۢ بَیۡنِ یَدَیۡہِ وَ مِنۡ خَلۡفِہٖ یَحۡفَظُوۡنَہٗ مِنۡ اَمۡرِ اللّٰہِ ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَا یُغَیِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتّٰی یُغَیِّرُوۡا مَا بِاَنۡفُسِہِمۡ ؕ وَ اِذَاۤ اَرَادَ اللّٰہُ بِقَوۡمٍ سُوۡٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَہٗ ۚ وَ مَا لَہُمۡ مِّنۡ دُوۡنِہٖ مِنۡ وَّالٍ
Lahu mu’aqqibaatun min baini yadaihi wamin khalfihi yahfazhuunahu min amrillahi innallaha laa yughai-yiru maa biqaumin hatta yughai-yiruu maa bianfusihim wa-idzaa araadallahu biqaumin suu-an falaa maradda lahu wamaa lahum min duunihi min waalin;
Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya.
Mereka menjaganya atas perintah Allah.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
―QS. Ar Ra’d [13]: 11

Daftar isi

For each one are successive (angels) before and behind him who protect him by the decree of Allah.
Indeed, Allah will not change the condition of a people until they change what is in themselves.
And when Allah intends for a people ill, there is no repelling it.
And there is not for them besides Him any patron.
― Chapter 13. Surah Ar Ra’d [verse 11]

لَهُۥ baginya(seseorang)

For him
مُعَقِّبَٰتٌ pengiring

(are) successive (Angels)
مِّنۢ dari

from
بَيْنِ antara

(before)
يَدَيْهِ dua tangannya/depannya

(him)
وَمِنْ dan dari

and from
خَلْفِهِۦ belakangnya

and behind him,
يَحْفَظُونَهُۥ mereka menjaganya

who guard him
مِنْ dari/atas

by
أَمْرِ perintah

(the) command
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
لَا tidak

(does) not
يُغَيِّرُ merobah

change
مَا apa/keadaan

(the condition)
بِقَوْمٍ dengan suatu kaum

of a people,
حَتَّىٰ sehingga

until
يُغَيِّرُوا۟ mereka merobah

they change
مَا apa/keadaan

what
بِأَنفُسِهِمْ dengan diri mereka sendiri

(is) in themselves.
وَإِذَآ dan jika

And when
أَرَادَ menghendaki

wills
ٱللَّهُ Allah

Allah
بِقَوْمٍ dengan suatu kaum

for a people
سُوٓءًا keburukan

misfortune,
فَلَا maka tidak

then (there is) no
مَرَدَّ menolak

turning away
لَهُۥ baginya

of it,
وَمَا dan tidak ada

and not

Tafsir

Alquran

Surah Ar Ra’d
13:11

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 11. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menjelaskan bahwa Allah ﷻ menugaskan kepada beberapa malaikat untuk selalu mengikuti manusia secara bergiliran, di muka dan di belakangnya.
Mereka menjaganya atas perintah Allah.

Ada malaikat yang bertugas menjaga manusia di malam hari, dan ada yang di siang hari, menjaga dari pelbagai bahaya dan kemudaratan.
Ada pula malaikat yang mencatat semua amal perbuatan manusia, yang baik atau yang buruk, yaitu malaikat yang berada di sebelah kanan dan kiri.

Malaikat yang berada di sebelah kanan mencatat segala kebaikan, dan yang di sebelah kiri mencatat amal keburukan, dan dua malaikat lainnya, yang satu di depan dan satu lagi di belakang.
Setiap orang memiliki empat malaikat empat pada siang hari dan empat pada malam hari.

Mereka datang secara bergiliran, sebagaimana diterangkan dalam hadis yang sahih:


Ada beberapa malaikat yang menjaga kamu secara bergiliran di malam hari dan di siang hari.
Mereka bertemu (untuk mengadakan serah terima) pada waktu salat Subuh dan salat Ashar, lalu naiklah malaikatmalaikat yang menjaga di malam hari kepada Allah Taala.

Dia bertanya, sedangkan Ia sudah mengetahui apa yang akan ditanyakannya itu,
"Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kamu meninggalkan mereka (di dunia)?"
Malaikat menjawab,
"Kami datang kepada mereka ketika salat dan kami meninggalkan mereka, dan mereka pun sedang salat."
(Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah)


Apabila manusia mengetahui bahwa di sisinya ada malaikatmalaikat yang mencatat semua amal perbuatan dan mengawasinya, maka dia harus selalu menjaga diri dari perbuatan maksiat karena setiap aktivitasnya akan dilihat oleh malaikatmalaikat itu.

Pengawasan malaikat terhadap perbuatan manusia dapat diyakini kebenarannya setelah ilmu pengetahuan menciptakan alat-alat modern yang dapat mencatat semua kejadian yang terjadi pada diri manusia.
Sebagai contoh, alat pengukur pemakaian aliran listrik dan air minum di tiap-tiap kota dan desa telah diatur sedemikian rupa sehingga dapat diketahui berapa jumlah yang telah dipergunakan dan berapa yang harus dibayar oleh si pemakai.

Demikian pula alat-alat yang dipasang di kendaraan bermotor yang dapat mencatat kecepatannya dan mengukur berapa jarak yang telah ditempuh.



Perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat mengungkapkan bermacam-macam perkara gaib, sebagai bukti yang dapat memberi keyakinan kepada kita tentang benarnya teori ketentuan agama.
Hal itu juga menjadi sebab untuk meyakinkan orang-orang yang dikuasai oleh doktrin kebendaan, sehingga mereka mengakui adanya hal-hal gaib yang tidak dapat dirasakan dan diketahui hanya dengan panca indera.
Oleh karena itu, sungguh tepat orang yang mengatakan bahwa kedudukan agama dan pengetahuan dalam Islam laksana dua anak kembar yang tidak dapat dipisahkan, atau seperti dua orang kawan yang selalu bersama seiring sejalan dan tidak saling berbantahan.


Malaikatmalaikat itu menjaga manusia atas perintah Allah dan seizin-Nya.
Mereka menjalankan tugas dengan sempurna.
Sebagaimana dalam alam kebendaan ada hubungan erat antara sebab dan akibat, sesuai dengan hikmahnya, seperti adanya pelupuk mata yang dapat melindungi mata dari benda yang mungkin masuk dan bisa merusaknya, demikian pula dalam kerohanian, Allah telah menugaskan beberapa malaikat untuk menjaga manusia dari berbagai kemudaratan dan godaan hawa nafsu dan setan.



Allah ﷻ telah menugaskan para malaikat itu untuk mencatat amal perbuatan manusia meskipun kita tidak tahu bagaimana cara mereka mencatat.
Kita mengetahui bahwa sesungguhnya Allah sendiri cukup untuk mengetahuinya, tetapi mengapa Dia masih menugaskan malaikat untuk mencatatnya?
Mungkin di dalamnya terkandung hikmah agar manusia lebih tunduk dan berhati-hati dalam bertindak karena kemahatahuan Allah melingkupi mereka.
Amal mereka terekam dengan akurat sehingga kelak tidak ada yang merasa dizalimi dalam pengadilan Allah.


Ali bin Abi Talib mengatakan bahwa tidak ada seorang hamba pun melainkan ada malaikat yang menjaganya dari kejatuhan tembok, jatuh ke dalam sumur, dimakan binatang buas, tenggelam, atau terbakar.
Akan tetapi, bilamana datang kepastian dari Allah atau saat datangnya ajal, mereka membiarkan manusia ditimpa oleh bencana dan sebagainya.



Allah tidak akan mengubah keadaan suatu bangsa dari kenikmatan dan kesejahteraan yang dinikmatinya menjadi binasa dan sengsara, melainkan mereka sendiri yang mengubahnya.
Hal tersebut diakibatkan oleh perbuatan aniaya dan saling bermusuhan, serta berbuat kerusakan dan dosa di muka bumi.
Hadis Rasulullah ﷺ:



Jika manusia melihat seseorang yang zalim dan tidak bertindak terhadapnya, maka mungkin sekali Allah akan menurunkan azab yang mengenai mereka semuanya.
(Riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Abu Bakar ash-shiddiq)


Pernyataan ini diperkuat dengan firman Allah:

وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَاۤصَّةً

Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. (al-Anfal [8]: 25)


Kaum muslimin pada fase pertama penyebaran Islam telah mengikuti ajaran-ajaran Al-Quran dengan penuh keyakinan dan kesadaran, sehingga mereka menjadi umat terbaik di antara manusia.
Mereka menguasai berbagai kawasan yang makmur pada waktu itu, serta mengalahkan kerajaan Roma dan Persia dengan menjalankan kebijaksanaan dalam pemerintahan yang adil, dan disaksikan oleh musuh-musuhnya.
Orang-orang yang teraniaya dibela dalam rangka menegakkan keadilan.
Oleh karena itu, agama Islam telah diakui sebagai unsur mutlak dalam pembinaan karakter bangsa dan pembangunan negara.


Setelah generasi mereka berlalu dan diganti dengan generasi yang datang kemudian, ternyata banyak yang melalaikan ajaran agama tentang keadilan dan kebenaran, sehingga keadaan mereka berubah menjadi bangsa yang hina.
Padahal sebelum itu, mereka merupakan bangsa yang terhormat, berwibawa, mulia, dan disegani oleh kawan maupun lawan.
Mereka menjadi bangsa yang diperbudak oleh kaum penjajah, padahal sebelumnya mereka sebagai penguasa.
Mereka menjadi bangsa yang mengekor, padahal dahulunya mereka merupakan bangsa yang memimpin.


Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah-nya telah mencantumkan sebuah bab dengan judul:
Kezaliman dapat Menghancurkan Kemakmuran.
Beliau mengemukakan beberapa contoh dalam sejarah sebelum dan sesudah Islam, bahwa kezaliman itu menghancurkan kekuasaan umat Islam dan merendahkan derajatnya, sehingga menjadi rongrongan dari semua bangsa.
Umat Islam yang pernah jaya terpuruk beberapa abad lamanya di bawah kekuasaan dan penjajahan orang Barat.


Apabila Allah menghendaki keburukan bagi suatu kaum dengan penyakit, kemiskinan, atau bermacam-macam cobaan yang lain sebagai akibat dari perbuatan buruk yang mereka kerjakan, maka tak ada seorang pun yang dapat menolaknya dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Allah.


Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 11. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya Allahlah yang memelihara kalian.
Setiap manusia memiliki sejumlah malaikat yang bertugas–atas perintah Allah–menjaga dan memeliharanya.


Mereka ada yang menjaga dari arah depan dan ada juga yang menjaga dari arah belakang.
Demikian pula, Allah tidak akan mengubah nasib suatu bangsa dari susah menjadi bahagia, atau dari kuat menjadi lemah, sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan keadaan yang akan mereka jalani.


Apabila Allah berkehendak memberikan bencana kepada suatu bangsa, tidak akan ada seorang pun yang dapat melindungi mereka dari bencana itu.
Tidak ada seorang pun yang mengendalikan urusan kalian hingga dapat menolak bencana itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah memiliki malaikatmalaikat yang senantiasa mengikuti manusia secara bergiliran dari depan dan belakangnya.
Mereka menjaganya dengan perintah Allah dan mereka mencatat apa yang muncul darinya berupa kebaikan atau keburukan.


Sesungguhnya Allah tidak merubah kenikmatan yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum kecuali jika mereka merubah apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka lalu mereka mendurhakai-Nya.
Apabila Allah menghendaki petaka kepada suatu kelompok manusia, maka tidak ada tempat berlari darinya.


Mereka tidak mendapatkan selain dari Allah seorang pelindung pun yang mengurusi urusan mereka, lalu suatu yang disenangi didatangkan kepada mereka dan suatu yang tidak disenangi dihindarkan dari mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Baginya) manusia


(ada malaikatmalaikat yang selalu mengikutinya bergiliran) para malaikat yang bertugas mengawasinya


(di muka) di hadapannya


(dan di belakangnya) dari belakangnya


(mereka menjaganya atas perintah Allah) berdasarkan perintah Allah, dari gangguan jin dan makhluk-makhluk yang lainnya.


(Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum) artinya Dia tidak mencabut dari mereka nikmat-Nya


(sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri) dari keadaan yang baik dengan melakukan perbuatan durhaka.


(Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum) yakni menimpakan azab


(maka tak ada yang dapat menolaknya) dari siksaan-siksaan tersebut dan pula dari hal-hal lainnya yang telah dipastikan-Nya


(dan sekali-kali tak ada bagi mereka) bagi orang-orang yang telah dikehendaki keburukan oleh Allah


(selain Dia) selain Allah sendiri


(seorang penolong pun) yang dapat mencegah datangnya azab Allah terhadap mereka.
Huruf min di sini adalah zaidah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Bagi manusia ada malaikatmalaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.

Artinya, ada malaikatmalaikat yang selalu menjaga hamba Allah secara bergiliran, ada yang di malam hari, ada pula yang di siang hari untuk menjaganya dari hal-hal yang buruk dan kecelakaan-kecelakaan.
Sebagaimana bergiliran pula kepadanya malaikatmalaikat lainnya yang bertugas mencatat semua amal baik dan amal buruknya, mereka menjaganya secara bergiliran, ada yang di malam hari, ada yang di siang hari —yaitu di sebelah kanan dan sebelah kirinya— bertugas mencatat semua amal perbuatan hamba yang bersangkutan.
Malaikat yang ada di sebelah kanannya mencatat amal-amal baiknya, sedangkan yang ada di sebelah kirinya mencatat amal-amal buruknya.

Selain dari itu ada dua malaikat lain lagi yang bertugas menjaga dan memeliharanya, yang satu ada di belakangnya, yang lain ada di depan.
Dengan demikian, seorang hamba dijaga oleh empat malaikat di siang harinya, dan empat malaikat lagi di malam harinya secara bergantian, yaitu malaikat yang menjaga dan yang mencatat, seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih:

Malaikatmalaikat di malam hari dan malaikatmalaikat di siang hari silih berganti menjaga kalian, dan mereka berkumpul di waktu salat Subuh dan salat Asar.
Maka naiklah para malaikat yang menjaga kalian di malam hari, lalu Tuhan Yang Maha Mengetahui keadaan kalian menanyai mereka,
"Dalam keadaan apakah kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?"
Mereka (para malaikat malam hari) menjawab,
"Kami datangi mereka sedang mereka dalam keadaan salat dan kami tinggalkan mereka sedang mereka dalam keadaan salat."

Di dalam hadis lain disebutkan:

Sesungguhnya bersama kalian selalu ada malaikatmalaikat yang tidak pernah berpisah dengan kalian, terkecuali di saat kalian sedang berada di kakus dan ketika kalian sedang bersetubuh, maka malulah kalian kepada mereka dan hormatilah mereka.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Bagi manusia ada malaikatmalaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah
Yang bergiliran dari Allah adalah para malaikat-Nya.


Ikrimah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…mereka menjaganya atas perintah Allah.

Para malaikat itu ditugaskan untuk menjaganya di depan dan di belakangnya.
Apabila takdir Allah telah memutuskan sesuatu terhadap hamba yang bersangkutan, maka para malaikat itu menjauh darinya.

Mujahid mengatakan bahwa tiada seorang hamba pun melainkan ada malaikat yang ditugaskan untuk menjaganya di saat ia tidur dan di saat ia terbangun, yakni menjaganya dari kejahatan jin, manusia, dan hewan buas.
Tiada sesuatu pun dari makhluk itu yang datang kepada hamba yang bersangkutan dengan tujuan untuk memudaratkannya, melainkan malaikat penjaga itu berkata kepadanya,
"Pergilah ke belakangmu!"
Kecuali apabila ada sesuatu yang ditakdirkan oleh Allah, maka barulah dapat mengenainya.

As-Sauri telah meriwayatkan dari Habib ibnu Abu Sabit, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Bagi manusia ada malaikatmalaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya.
Bahwa yang dimaksud adalah seorang raja dari kalangan para raja di dunia ini, ia mempunyai penjagaan yang berlapis-lapis di sekelilingnya.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Bagi manusia ada malaikatmalaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya.
Yakni pejabat yang diangkat oleh sultan selalu dikawal oleh penjaga.

Sehubungan dengan tafsir ayat ini Ikrimah mengatakan bahwa mereka adalah para amir yang dikawal oleh para penjaga di depan dan di belakangnya.
Ad-Dahhak mengatakan, yang dimaksud adalah sultan (penguasa) yang dijaga atas perintah Allah, padahal penguasa-penguasa itu adalah orang-orang musyrik.

Makna lahiriah ayat ini —hanya Allah yang lebih mengetahui— bahwa yang dimaksud oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, dan Ad-Dahhak dalam ungkapannya masing-masing menunjukkan bahwa penjagaan para malaikat kepada setiap hamba Allah menyerupai penjagaan para pengawal kepada raja dan amir mereka.

Imam Abu Ja’far ibnu Jarir sehubungan dengan hal ini telah meriwayatkan sebuah hadis garib.
Ia mengatakan:


telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Abdus Salam ibnu Saleh Al-Qusyairi, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Jarir.
dari Hammad ibnu Salamah, dari Abdul Humaid ibnu Ja’far, dari Kinanah Al-Adawi yang mengatakan bahwa Usman ibnu Affan masuk ke dalam rumah Rasulullah ﷺ, lalu ia bertanya,
"Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepadaku tentang seorang hamba, ada berapa malaikatkah yang selalu menyertainya?"
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Seorang malaikat berada di sebelah kananmu yang mencatat amal baikmu, ia adalah kepala (pemimpin) dari malaikat yang ada di sebelah kirimu.
Apabila kamu melakukan suatu kebaikan, maka dicatatkan sepuluh kebaikan, dan apabila kamu mengerjakan suatu keburukan (dosa), maka malaikat yang ada di sebelah kirimu berkata kepada malaikat yang ada di sebelah kananmu, ‘ Bolehkah aku mencatatnya?’ Malaikat yang di sebelah kanan menjawab, ‘Jangan, barangkali dia memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.’ Malaikat yang ada di sebelah kiri meminta izin kepada yang ada di sebelah kanan sebanyak tiga kali.
Dan apabila dia telah meminta izin sebanyak tiga kali, maka barulah malaikat yang di sebelah kanan berkata, ‘Catatlah, semoga Allah membebaskan kita darinya.
Seburuk-buruk orang yang kita temani adalah orang yang sedikit perasaan muraqabah-nya (diawasi oleh Allah) dan sedikit malunya terhadap kita.’ Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:
‘Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.
‘(QS. Qaaf [50]: 18)
Ada dua malaikat lagi, yang seorang berada di hadapanmu, dan yang seorang lagi berada di belakangmu.
Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Bagi manusia ada malaikatmalaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya., hingga akhir ayat.
Ada malaikat yang memegang ubun-ubunmu.
Apabila kamu merendahkan diri karena Allah, maka malaikat itu mengangkatmu, dan apabila kamu berlaku congkak, maka malaikat itu membenamkanmu.
Ada dua malaikat yang berada di kedua bibirmu, keduanya tidak menjagamu selain bila kamu membaca salawat untuk Nabi Muhammad ﷺ Dan seorang malaikat yang menjaga mulutmu, dia tidak akan membiarkan mulutmu dimasuki oleh ular.
Dan dua malaikat lagi yang ada di kedua matamu, seluruhnya ada sepuluh malaikat untuk tiap-tiap manusia.
Malaikatmalaikat yang bertugas di malam hari turun untuk menggantikan malaikatmalaikat yang bertugas di siang hari, karena malaikat malam hari lain dengan malaikat siang hari, mereka berjumlah dua puluh malaikat untuk setiap manusia.
Sedangkan iblis bekerja di siang hari dan anaknya bekerja di malam hari."

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Aswad ibnu Amir, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepadaku Mansur, dari Salim ibnu Abul Ja’d, dari ayahnya, dari Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
"Tiada seorang pun di antara kalian melainkan telah ditugaskan untuk menemaninya teman dari jin dan teman dari malaikat."
Mereka bertanya,
"Juga engkau, wahai Rasulullah?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Juga diriku ini, tetapi Allah menolongku terhadap gangguannya.
Karena itu, tiadalah menganjurkan kepadaku kecuali hanya kebaikan belaka."

Hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim secara munfarid (menyendiri).


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…mereka menjaganya atas perintah Allah.

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah mereka menjaganya atas perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala, Demikianlah menurut riwayat Ali ibnu Abu Talhah dan lain-lainnya, dari Ibnu Abbas.
Pendapat ini dipegang oleh Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Ibrahim An-Nakha’i, dan lain-lainnya.


Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…mereka menjaganya atas perintah Allah.
Menurut sebagian qiraat, ada yang membacanya dengan bacaan berikut:
Yahfazunahu biamrillah, yakni mereka menjaganya dengan perintah Allah.’

Ka’bul Ahbar mengatakan,
"Seandainya tampak bagi anak Adam semua kemudahan dan semua kesulitan, tentulah ia akan melihat segala sesuatu dari hal tersebut sebagai sesuatu yang meyakinkannya.
Sekiranya Allah tidak menugaskan malaikatmalaikat untuk menjaga kalian dalam makanan, minuman, serta aurat kalian, niscaya kalian akan binasa."

Abu Umamah mengatakan bahwa tiada seorang anak Adam pun melainkan ditemani oleh malaikat yang menjaganya hingga ia menyerahkannya kepada apa yang telah ditakdirkan bagi anak Adam yang bersangkutan.

Abu Mijlaz mengatakan bahwa seorang lelaki dari Ali r.a. yang sedang salat, lalu lelaki itu berkata,
"Hati-hatilah engkau, karena sesungguhnya ada sejumlah orang dari Ali r.a. menjawab,
"Sesungguhnya setiap orang lelaki selalu ditemani oleh dua malaikat yang menjaganya dari hal-hal yang tidak ditakdirkan untuknya.
Apabila takdir telah datang untuknya, maka kedua malaikat itu menjauh darinya.
Sesungguhnya ajal itu adalah benteng yang sangat kuat."

Sebagian ulama tafsir mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…mereka menjaganya atas perintah Allah.
Yakni berdasarkan perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala, Seperti yang disebutkan di dalam hadis, bahwa mereka (para sahabat) bertanya,
"Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu tentang ruqyah (pengobatan memakai jampi) yang biasa kita gunakan?
Apakah ia dapat menolak sesuatu dari takdir Allah?"
Rasulullah ﷺ menjawab melalui sabdanya:

Ruayah itu sendiri termasuk bagian dari takdir Allah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Gayyas, dari Asy’as, dari Jahm, dari Ibrahim yang mengatakan bahwa Allah pernah memerintahkan kepada salah seorang nabi dari kalangan kaum Bani Israil,
"Hendaklah kamu katakan kepada kaummu bahwa tidak ada suatu penduduk kota pun —dan tidak ada penghuni suatu ahli bait pun— yang tadinya berada dalam ketaatan kepada Allah, lalu mereka berpaling dari ketaatan dan mengerjakan maksiat kepada Allah, melainkan Allah memalingkan dari mereka hal-hal yang mereka sukai, kemudian menggantikannya dengan hal-hal yang tidak mereka sukai."
Selanjutnya Jahm ibnu Ibrahim mengatakan bahwa bukti kebenaran ini dalam Kitabullah (Alquran) ialah firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengatakan:

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.


Hal ini disebutkan dalam suatu hadis yang berpredikat marfu.

Unsur Pokok Surah Ar Ra’d (الرعد)

Surat Ar-Ra’d ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan "Ar-Ra’d" yang berarti "guruh" karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya, "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya",
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Dan lagi sesuai dengan sifat Alquran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

▪ Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya.
▪ Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.
▪ Adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah.
▪ Hanya Allah yang menerima do’a dari hamba Nya.
▪ Memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

▪ Manusia dilarang mendoakan yang jelek-jelek untuk dirinya.
▪ Kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

▪ Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

▪ Beberapa sifat yang terpuji.
▪ Perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah berhala dan orang-orang yang menyembah Allah.
▪ Allah tidak mengubah nasib suatu bangsa sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Ra’d (43 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Ar-Ra'd (13) : 1-43 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 43 + Terjemahan Indonesia



QS. Ar-Ra'd (13) : 1-43 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 43

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ar Ra'd ayat 11 - Gambar 1 Surah Ar Ra'd ayat 11 - Gambar 2 Surah Ar Ra'd ayat 11 - Gambar 3
Statistik QS. 13:11
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Ra’d.

Surah Ar-Ra’d (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra’d, “Guruh”) adalah surah ke-13 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra’d yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya …dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta’ala, dan lagi sesuai dengan sifat Alquran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah 13
Nama Surah Ar Ra’d
Arab الرعد
Arti Guruh (petir)
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 96
Juz Juz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 43
Jumlah kata 854
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Yusuf
Surah selanjutnya Surah Ibrahim
Sending
User Review
4.7 (27 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

13:11, 13 11, 13-11, Surah Ar Ra'd 11, Tafsir surat ArRad 11, Quran Ar Rad 11, Ar-Ra’d 11, Surah Ar Rad ayat 11

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Ar Ra’d

۞ QS. 13:1 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 13:2 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 13:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 13:4 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 13:5 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 13:6 • Siksaan Allah sangat pedih • Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 13:7 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 13:8 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 13:9 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Kabir (Maha Besar) • Al Muta’ali (Maha Luhur) •

۞ QS. 13:10 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 13:11 Hukum alam • Tugas-tugas malaikat • Kebenaran dan hakikat takdir • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafir

۞ QS. 13:12 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 13:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 13:14 Tauhid Uluhiyyah • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Kelemahan tuhan selain Allah • Siksa orang kafir

۞ QS. 13:15 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 13:16 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah

۞ QS. 13:17 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 13:18 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan • Nama-nama surga

۞ QS. 13:19 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 13:20 • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 13:21 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 13:22 Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 13:23 • Tugas-tugas malaikat • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga •

۞ QS. 13:24 • Tugas-tugas malaikat • Sifat ahli surga

۞ QS. 13:25 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 13:26 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 13:27 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 13:28 • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 13:29 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Iman adalah ucapan dan perbuatan •

۞ QS. 13:30 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 13:31 • Allah menepati janji • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Malikul Mulk (Maha Pemilik kerajaan) • Kebenaran hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 13:32 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 13:33 Tauhid Uluhiyyah • Keluasan ilmu Allah • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 13:34 • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 13:35 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga • Azab orang kafir

۞ QS. 13:36 Tauhid Uluhiyyah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 13:37 • Al Wali (Maha Pelindung) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 13:38 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 13:39 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 13:40 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 13:41 • Sifat hari penghitungan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 13:42 • Keluasan ilmu Allah • Kekuatan umat Islam di dunia • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 13:43 Al Syahid (Maha Menyaksikan)

Ayat Pilihan

Dia ciptakan langit & bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia tutupkan malam atas siang & tutupkan siang atas malam & tundukkan matahari & bulan, berjalan menurut waktu yang ditentukan.
Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun
QS. Az-Zumar [39]: 5

Dan jika mereka bermaksud menipumu,
maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu).
Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya & dengan para mukmin,
QS. Al-Anfal [8]: 62

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit & apa yang ada di bumi.
Raja,
Yang Maha Suci,
Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. Al-Jumu’ah [62]: 1

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.
QS. Az-Zukhruf [43]: 67

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

There is no question

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kamus

ihram

Apa itu ihram? ih.ram (1) a suci; dalam keadaan bersuci diri (pada waktu melakukan ibadah haji dan umrah di Mekah); (2) v meniatkan dan melakukan pekerjaan ihram untuk tujuan ibadah haji dan/atau umr...

Al Jaliil

Apa itu Al Jaliil? Allah itu Al-Jalil . Al-Jalil memiliki makna yaitu Yang Maha Luhur atau Mulia. Maksudnya adalah Allah itu merupakan sumber keluhuran yang paling sempurna dan tidak ada yang setara ...

jaiz

Apa itu jaiz? ja.iz diizinkan menurut agama (boleh dilakukan, tetapi boleh juga tidak); mubah … •