QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 64 [QS. 24:64]

اَلَاۤ اِنَّ لِلّٰہِ مَا فِی السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ قَدۡ یَعۡلَمُ مَاۤ اَنۡتُمۡ عَلَیۡہِ ؕ وَ یَوۡمَ یُرۡجَعُوۡنَ اِلَیۡہِ فَیُنَبِّئُہُمۡ بِمَا عَمِلُوۡا ؕ وَ اللّٰہُ بِکُلِّ شَیۡءٍ عَلِیۡمٌ
Alaa inna lillahi maa fiis-samaawaati wal ardhi qad ya’lamu maa antum ‘alaihi wayauma yurja’uuna ilaihi fayunabbi-uhum bimaa ‘amiluu wallahu bikulli syai-in ‘aliimun;

Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi.
Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang).
Dan (mengetahui pula) hati (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
Dan Allah Maha mengehui segala sesuatu.
―QS. 24:64
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
24:64, 24 64, 24-64, An Nuur 64, AnNuur 64, An Nur 64, An-Nur 64

Tafsir surah An Nuur (24) ayat 64

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nuur (24) : 64. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menutup surat An Nur ini setelah menerangkan bahwa Dialah Pemberi Cahaya bagi langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dan memberi petunjuk kepada hamba-Nya dengan perantaraan Rasul-rasul-Nya, dan mengancam orang-orang yang melanggar perintah-Nya dengan menegaskan bahwa milik-Nyalah semua yang ada di langit dan di bumi itu dan Dia mengetahui keadaan semua hamba-Nya dan akan memperhitungkan semua amal perbuatan mereka serta membalasnya.
Perbuatan jahat diberi balasan yang setimpal dengan kejahatan yang dikerjakan dan perbuatan baik dibalas dengan berlipat ganda, seperti tersebut dalam firman-Nya:

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Alquran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya.
Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit.
Tidak ada yang lebih kecil dan tidak pula yang lebih besar dari itu melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz)

(Q.S. Yunus [10]: 81)

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, “Aku melihat Rasulullah ﷺ di waktu sedang membaca ayat terakhir dari surat Nur ini, beliau meletakkan dua buah jari tangganya di bawah pelupuk matanya dan bersabda: Allah Maha Melihat segala sesuatu”.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ketahuilah wahai manusia, bahwa hanya Allahlah pemilik kerajaan langit dan bumi beserta isinya.
Dia mengetahui kekafiran, ketundukan, kemaksiatan dan ketaatan yang ada pada kalian.
Maka janganlah kalian melanggar perintah-Nya.
Semua manusia ketika kembali kepada Allah pada hari kiamat akan diberitahukan segala apa yang mereka lakukan di dunia.
Dan Dia akan membalas itu semua.
Sebab ilmu Allah meliputi itu semua.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ketahuilah, sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi) sebagai milik, makhluk dan hamba-Nya.

(Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kalian) hai orang-orang Mukallaf (berada di dalamnya) apakah kalian beriman atau munafik.

(Dan) Dia mengetahui pula (hari manusia dikembalikan kepada-Nya) di dalam ungkapan ini terdapat iltifat dari mukhatab ke ghaib.

Maksudnya, bila hal itu akan terjadi (lalu diterangkan-Nya kepada mereka) pada hari itu (apa yang telah mereka kerjakan) yaitu perbuatan baik dan perbuatan buruk yang telah mereka perbuat (Dan Allah terhadap segala sesuatu) terhadap semua perbuatan kalian dan selainnya (Maha Mengetahui.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ketahuilah, sesungguhnya kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan di bumi, baik dalam mencipta, menguasai maupun dalam hak diibadahi.
Sesungguhnya ilmu-Nya meliputi seluruh keadaan kalian, dan Dia menguasai hari di mana para hamba akan kembali kepada-Nya nanti di akhirat.
Dia mengetahui perbuatan mereka dan akan membalasnya.
Allah adalag Dzat yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Tiada yang tersembunyi dari diri-Nya, semua perbuatan dan keadaan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa Dialah Yang Memiliki langit dan bumi, dan Dia adalah Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata.
Dia mengetahui apa yang dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya, secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kalian berada di dalamnya (sekarang).
(Q.S. An-Nuur [24]: 64)

Huruf qad menunjukkan makna tahqiq, yakni pasti terjadi.
Seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kalian dengan berlindung (kepada kawannya).
(Q.S. An-Nuur [24]: 63)

Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kalian.
(Q.S. Al-Ahzab [33]: 18), hingga akhir ayat.

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kami.
(Q.S. Al-Mujadilah [58]: 1), hingga akhir ayat.

Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.
(Q.S. Al-An’am [6]: 33)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 144), hingga akhir ayat.

Semua ayat tersebut di dalamnya terdapat huruf qad yang bermakna tahqiq.
Semisal dengannya ialah ucapan seorang juru azan dalam iqamahnya,

“Sesungguhnya salat telah didirikan.”

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kalian berada di dalamnya (sekarang).
(Q.S. An-Nuur [24]: 64)

Yakni Dia mengetahui dan menyaksikannya, tiada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya walaupun sebesar zarrah.
Pengertiannya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
(Q.S. Asy-Syu’araa [26]: 217)

sampai dengan firman-Nya:

Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Q.S. Asy-Syu’araa [26]: 220)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan kamu tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atas kalian di waktu kalian melakukannya.
Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit.
Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula)yang lebih besar daripada itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).
(Q.S. Yunus [10]: 61)

Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang di­perbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)?
(Q.S. Ar-Ra’d [13]: 33)

Yakni Dia Maha Menyaksikan apa yang diperbuat oleh hamba-hamba-Nya, kebaikan dan keburukan mereka.

Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan.
(Q.S. Hud [11]: 5)

Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antara kalian yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus-terang.
(Q.S. Ar-Ra’d [13]: 10), hingga akhir ayat.

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.
Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).
(Q.S. Hud [11]:: 6)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur malainkan Dia mengetahuinya (pula) dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).
(Q.S. Al-An’am [6]: 59)

Ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis yang membicarakan hal ini sangat banyak.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya.
(Q.S. An-Nuur [24]: 64)

Yakni di hari semua makhluk dikembalikan kepada Allah, yaitu hari kiamat.

lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
(Q.S. An-Nuur [24]: 64)

Artinya, Allah memberitahukan kepada mereka semua perbuatan mereka ketika di dunia, baik yang besar maupun yang kecil, baik yang berat maupun yang ringan.
Sama seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’aladalam ayat lain melalui firman-Nya:

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 13)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Aduhai, celaka kami.
Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya, dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis).
Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun.
(Q.S. Al-Kahfi [18]: 49)

Karena itulah dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu di terangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerja­kan.
Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(Q.S. An-Nuur [24]: 64)

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan kami memohon kesempurnaan kepada-Nya.


Informasi Surah An Nuur (النور)
Surat An Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai “An Nuur” yang berarti “Cahaya”,
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, ya’ni Al Qur’an yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam se­mesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan de­ngan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat
hanya Allah yang menguasai langit dan bumi
kewajiban rasul hanya­lah menyampaikan agama Allah
iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

Hukum-hukum sekitar masalah zina, li’an dan adab-adab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul Mu’minin ‘Aisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air
janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Ayat-ayat dalam Surah An Nuur (64 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nuur (24) ayat 64 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nuur (24) ayat 64 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nuur (24) ayat 64 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nuur - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 64 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 24:64
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah s.w.t.
menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
4.8
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim