Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 43 [QS. 24:43]

اَلَمۡ تَرَ اَنَّ اللّٰہَ یُزۡجِیۡ سَحَابًا ثُمَّ یُؤَلِّفُ بَیۡنَہٗ ثُمَّ یَجۡعَلُہٗ رُکَامًا فَتَرَی الۡوَدۡقَ یَخۡرُجُ مِنۡ خِلٰلِہٖ ۚ وَ یُنَزِّلُ مِنَ السَّمَآءِ مِنۡ جِبَالٍ فِیۡہَا مِنۡۢ بَرَدٍ فَیُصِیۡبُ بِہٖ مَنۡ یَّشَآءُ وَ یَصۡرِفُہٗ عَنۡ مَّنۡ یَّشَآءُ ؕ یَکَادُ سَنَا بَرۡقِہٖ یَذۡہَبُ بِالۡاَبۡصَارِ
Alam tara annallaha yuzjii sahaaban tsumma yu’allifu bainahu tsumma yaj’aluhu rukaaman fataral wadqa yakhruju min khilalihi wayunazzilu minassamaa-i min jibaalin fiihaa min baradin fayushiibu bihi man yasyaa-u wayashrifuhu ‘an man yasyaa-u yakaadu sanaa barqihi yadzhabu bil abshaar(i);
Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki.
Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
―QS. An Nuur [24]: 43

Daftar isi

Do you not see that Allah drives clouds?
Then He brings them together, then He makes them into a mass, and you see the rain emerge from within it.
And He sends down from the sky, mountains (of clouds) within which is hail, and He strikes with it whom He wills and averts it from whom He wills.
The flash of its lightening almost takes away the eyesight.
― Chapter 24. Surah An Nuur [verse 43]

أَلَمْ tidakkah
Do not
تَرَ kamu mengetahui
you see
أَنَّ bahwasanya
that
ٱللَّهَ Allah
Allah
يُزْجِى mengarak/menghalau
drives
سَحَابًا awan
clouds
ثُمَّ kemudian
then
يُؤَلِّفُ Dia mengumpulkan
joins
بَيْنَهُۥ diantaranya
between them
ثُمَّ kemudian
then
يَجْعَلُهُۥ Dia menjadikannya
makes them
رُكَامًا bertindih-tindih
(into) a mass,
فَتَرَى maka kamu lihat
then you see
ٱلْوَدْقَ hujan
the rain
يَخْرُجُ keluar
come forth
مِنْ dari
from
خِلَٰلِهِۦ celah-celahnya
their midst?
وَيُنَزِّلُ dan Dia menurunkan
And He sends down
مِنَ dari
from
ٱلسَّمَآءِ langit
(the) sky,
مِن dari
[from]
جِبَالٍ gunung
mountains
فِيهَا didalamnya
within it
مِنۢ dari
[of]
بَرَدٍ salju/es
(is) hail
فَيُصِيبُ lalu Dia timpakan
and He strikes
بِهِۦ dengannya
with it
مَن orang/siapa
whom
يَشَآءُ Dia kehendaki
He wills
وَيَصْرِفُهُۥ dan Dia menghindarkannya
and averts it

Tafsir Al-Quran

Surah An Nuur
24:43

Tafsir QS. An Nuur (24) : 43. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah mengarahkan pula perhatian Nabi ﷺ dan manusia agar memperhatikan dan merenungkan bagaimana Dia menghalau awan dengan kekuasaan-Nya dari satu tempat ke tempat lain kemudian mengumpulkan awan-awan yang berarak itu pada suatu daerah, sehingga terjadilah tumpukan awan yang berat berwarna hitam, seakan-akan awan itu gunung-gunung besar yang berjalan di angkasa.
Dari awan ini turunlah hujan lebat di daerah itu dan kadang-kadang hujan itu bercampur dengan es.

Bagi yang berada di bumi ini jarang sekali melihat awan tebal yang berarak seperti gunung, tetapi bila kita berada dalam pesawat akan terlihat di bawah pesawat yang kita tumpangi awan-awan yang bergerak perlahan itu memang seperti gunung-gunung yang menjulang di sana sini dan bila awan itu menurunkan hujan nampak dengan jelas bagaimana air itu turun ke bumi.
Hujan yang lebat itu memberi rahmat dan keuntungan yang besar bagi manusia, karena sawah dan ladang yang sudah kering akibat musim kemarau, menjadi subur kembali dan berbagai macam tanaman tumbuh dengan subur sehingga manusia dapat memetik hasilnya dengan senang dan gembira.


Tetapi ada pula hujan yang lebat dan terus-menerus turun sehingga menyebabkan terjadinya banjir di mana-mana.
Sawah ladang terendam bahkan kampung seluruhnya terendam, maka hujan lebat itu menjadi malapetaka bagi manusia dan bukan sebagai rahmat yang menguntungkan.

Semua itu terjadi adalah menurut iradah dan kehendak-Nya.
Sampai sekarang belum ada satu ilmu pun yang dapat mengatur perputaran angin dan perjalanan awan sehingga bisa mencegah banjir dan malapetaka itu.

Di mana-mana terjadi topan dan hujan lebat yang membahayakan tetapi para ahli ilmu pengetahuan tidak dapat mengatasinya.
Semua ini menunjukkan kekuasaan Allah, melimpahkan rahmat dan nikmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan menimpakan musibah dan malapetaka kepada siapa yang dikehendaki-Nya pula.


Menurut para ilmuwan sains dan teknologi, persyaratan bagaimana hujan dapat turun, dimulai dari adanya awan yang membawa uap air.
Awan ini disebut dengan awan cumulus.

Gumpalan-gumpalan awan cumulus yang semula letaknya terpencar-pencar, akan
"dikumpulkan"
oleh angin.
Pada saat awan sudah menyatu, akan terjadi gerakan angin yang mengarah ke atas dan membawa kumpulan awan ini, yang sekarang disebut awan cumulus nimbus, ke atas.
Gerakan ke atas ini sampai dengan ketinggian (dan suhu) yang ideal, di mana uap air akan berubah menjadi kristal-kristal es.
Pada saat kristal es turun ke bumi, dan suhu berubah menjadi lebih tinggi, mereka akan berubah menjadi butiran air hujan.



Di antara keanehan alam yang dapat dilihat manusia ialah terjadinya kilat yang sambung menyambung pada waktu langit mendung dan sebelum hujan turun.
Meskipun ahli ilmu pengetahuan dapat menganalisa sebab musabab kejadian itu, tetapi mereka tidak dapat menguasai dan mengendalikannya.
Bukankah ini suatu bukti bagi kekuasaan Allah di alam semesta ini?

Tafsir QS. An Nuur (24) : 43. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tidakkah kamu lihat, wahai Muhammad, bahwa Allah menggiring awan melalui angin.
Kemudian dikumpulkan antara satu dengan lainnya, sehingga menjadi bertumpuk.


Lalu kamu lihat hujan turun melalui celah-celah awan.
Dari kumpulan awan tebal yang menyerupai gunung,[1] Allah menurunkan embun.


Embun itu turun seperti batu-batuan kecil yang turun kepada suatu kaum, yang manfaat dan bahayanya mereka rasakan sesuai dengan aturan dan kehendak Allah.
Bisa saja embun itu tidak turun kepada kaum lain sesuai dengan kehendak Allah.


Allah subhanahu wa ta’ala Maha Berdaya lagi Mahabebas menentukan pilihan.
Kilauan kilat yang terjadi karena gesekan di atas awan hampir-hampir menghilangkan penglihatan karena teramat kerasnya.


Segala fenomena alam tersebut adalah bukti kekuasaan Allah yang membuat manusia harus beriman kepada-Nya[2].


[1] Kemiripan antara awan dan gunung tidak dapat dilihat kecuali jika seseorang berada di atas awan.


Orang yang mengendarai pesawat yang terbang tinggi di atas awan, dapat melihat awan bagaikan gunung dan bukit.
Jika pesawat terbang belum ditemukan pada zaman Rasulullah ﷺ.
, ayat ini berarti menunjukkan bahwa Alquran benar-benar firman Allah subhanahu wa ta’ala Dialah yang Mahatahu segala sesuatu yang tinggi dan yang rendah.


[2] Ayat ini telah mendahalui penemuan ilmiah modern tentang fase-fase pembentukan awan kumulus dan ciri-cirinya dan yang berkaitan dengan hal tersebut.
Disebutkan bahwa awan yang menurunkan hujan dimulai dari atas awan yang berbentuk onggokan yang disebut kumulus, yaitu awan yang timbulnya ke atas.
Puncak kumulus bisa mencapai 15 sampai 20 kilometer, hingga tampak seperti gunung yang tinggi.
Dalam penemuan ilmu pengetahuan modern, kumulus yang menghasilkan hujan mengalami tiga fase:
a.
Fase kohorensi dan pertumbuhan, b.
Fase penurunan hujan, dan c.
Fase penghabisan.
Di samping itu, awan kumulus inilah satu-satunya awan yang menghasilkan dingin dan mengandung aliran listrik.
Kilat kadang-kadang dapat terjadi secara berturut-turut dan hampir berkesinambungan.
Sekitar 40 pengosongan aliran listrik dalam satu menit–yang, karena cahayanya yang amat terang–dapat mengakibatkan kebutaan bagi orang yang melihatnya.
Kasus ini sering terjadi pada pelaut dan penerbang yang menembus angin yang berguruh di lokasi-lokasi yang panas.
Hal ini dapat membahayakan bagi perjalanan dan aktivitas penerbangan di tengah-tengah angin yang berguruh.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarahkan awan sesuai dengan kehendak-Nya, kemudian mengumpulkannya setelah bercerai berai, kemudian menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu turun hujan di antara celah-celahnya?
Dan Allah juga menurunkan butiran es dari gumpalan awan yang besarnya seperti gunung.
Kemudian Allah timpakan butiran e situ kepada siapa pun dari hamba-Nya yang Dia kehendaki dan dipalingkan dari siapa pun dari hamba-Nya yang Dia kehendaki sesuai dengan hikmah dan takdir-Nya.


Kilauan kilat yang ada di dalam awan itu karena silaunya hamper-hampir menghilangkan penglihatan orang-orang yang melihatnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan) menggiringnya secara lembut


(kemudian mengumpulkan antara bagian-bagiannya) dengan menghimpun sebagiannya dengan sebagian yang lain, sehingga yang tadinya tersebar kini menjadi satu kumpulan


(kemudian menjadikannya bertindih-tindih) yakni sebagiannya di atas sebagian yang lain


(maka kelihatanlah olehmu air) hujan


(keluar dari celah-celahnya) yakni melalui celah-celahnya


(dan Allah juga menurunkan dari langit).
Huruf Min yang kedua ini berfungsi menjadi Shilah atau kata penghubung


(yakni dari gunung-gunung yang menjulang padanya) menjulang ke langit, Min Jibaalin menjadi Badal daripada lafal Minas Samaa-i dengan mengulangi huruf Jarrnya


(berupa es) sebagiannya terdiri dari es


(maka ditimpakannya es tersebut kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya.
Hampir-hampir) hampir saja


(kilauan kilat awan itu) yakni cahayanya yang berkilauan


(menghilangkan penglihatan) mata yang memandangnya, karena silau olehnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah menyebutkan bahwa Dialah yang menggiring awan dengan kekuasaan-Nya sejak permulaan pembentukannya yang masih tipis,

Kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya.
(QS. An-Nuur [24]: 43)


Yakni menghimpunkannya sesudah terpisah-pisah.

kemudian menjadikannya bertindih-tindih.
(QS. An-Nuur [24]: 43)


Yaitu bertumpang tindih, sebagian darinya menindihi sebagian yang lain.

maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya.
(QS. An-Nuur [24]: 43)

Al-wadaq artinya hujan.


Hal yang sama telah didapati di dalam qiraat Ibnu Abbas dan Ad-Dahhak.


Ubaid ibnu Umair Al-Laisi mengatakan bahwa Allah mengirimkan angin musirah, maka angin ini menerpa permukaan bumi.
Kemudian Allah mengirimkan angin nasyi’ah, maka angin ini menimbulkan awan.
Kemudian Allah mengirimkan angin mu’allifah, maka angin ini menghimpunkan antara bagian-bagian dari awan tersebut.
Kemudian Allah mengirimkan angin lawaqih yang membuahi awan dengan air.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung.
(QS. An-Nuur [24]: 43)

Sebagian ahli Nahwu mengatakan bahwa huruf min pertama mengandung makna permulaan tujuan, sedangkan huruf min yang kedua mengandung makna tab’id (sebagian), dan huruf min yang ketiga mengandung makna penjelasan jenis.
Pengertian ini berdasarkan takwil yang mengatakan bahwa firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(butiran-butiran) es, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung.
(QS. An-Nuur [24]: 43)

Maknanya ialah bahwa sesungguhnya di langit itu terdapat gunung-gunung es, lalu Allah menurunkan sebagian darinya ke bumi.


Adapun orang yang menjadikan lafaz Al-Jibal di sini sebagai ungkapan kinayah dari as-sahab atau awan, maka sesungguhnya min yang kedua menurut takwil ini berkedudukan sebagai ibtida-ul gayah juga, akan tetapi dia ber­kedudukan sebagai badal dari min yang pertama hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang di­kehendaki-Nya.
(QS. An-Nuur [24]: 43)

Dapat ditakwilkan bahwa makna yang dimaksud oleh firman-Nya:

maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu.
(QS. An-Nuur [24]: 43)

Yakni apa yang diturunkan-Nya dari langit berupa air hujan dan butiran-butiran es.
Sehingga makna firman-Nya:

maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
(QS. An-Nuur [24]: 43)

Artinya, kedua jenis hujan itu (hujan air dan butiran es) sebagai rahmat buat mereka yang dikenainya.

dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya.
(QS. An-Nuur [24]: 43)

Yakni Allah menangguhkan hujan dari mereka.
Dapat pula ditakwilkan bahwa firman-Nya:

maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu.
(QS. An-Nuur [24]: 43)

Yaitu butiran-butiran es itu sebagai siksaan atas siapa yang dikehendaki-Nya, sebab butiran-butiran es dapat memporakporandakan buah-buahan mereka dan merusak tanam-tanaman serta pohon-pohon mereka.
Dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya sebagai rahmat untuk mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
(QS. An-Nuur [24]: 43)

Maksudnya, hampir saja kilauan cahaya kilat menghilangkan penglihatan bilamana mata terus memandanginya.

Unsur Pokok Surah An Nuur (النور)

Surat An-Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai "An Nuur" yang berarti "Cahaya",
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.

Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

▪ Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat.
▪ Hanya Allah yang menguasai langit dan bumi.
▪ Kewajiban rasul hanyalah menyampaikan agama Allah.
▪ Iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

Hukumhukum sekitar masalah zina, li’an dan Ummul mukmininAisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

▪ Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air.
▪ Janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Audio Murottal

QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 64 + Terjemahan Indonesia
QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 64

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nuur ayat 43 - Gambar 1 Surah An Nuur ayat 43 - Gambar 2
Statistik QS. 24:43
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari Alquran.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah ﷻ menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
Sending
User Review
4.3 (13 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
24:43, 24 43, 24-43, Surah An Nuur 43, Tafsir surat AnNuur 43, Quran An Nur 43, An-Nur 43, Surah An Nur ayat 43
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 24:43

More Videos

Kandungan Surah An Nuur

۞ QS. 24:1 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:2 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:4 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 24:9 • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 24:10 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 24:11 • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:14 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:15 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:18 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:19 • Keluasan ilmu Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:20 Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 24:21 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 24:22 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 24:23 • Dosa-dosa besar • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:24 • Manusia bersaksi atas dirinya • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:25 Al Haq (Maha Benar) • Al Mubin (Maha Penjelas) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:26 • Ampunan Allah yang luas

۞ QS. 24:28 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:29 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 24:30 Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 24:32 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 24:33 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keistimewaan Islam • Perbuatan dan niat

۞ QS. 24:34 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:35 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • An Nur (Cahaya) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:36 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 24:37 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 24:38 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 24:39 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 24:41 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:42 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 24:43 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaSifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 24:44 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 24:45 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

۞ QS. 24:46 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:47 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:48 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:49 • Sifat orang munafik

۞ QS. 24:50 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 24:52 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 24:53 Al Khabir (Maha Waspada) • Sifat orang munafik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:54 • Sifat orang munafik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 24:55 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminTauhid Uluhiyyah • Kekuatan umat Islam di dunia • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 24:57 • Sifat neraka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:58 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:59 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:60 • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:61 • Toleransi Islam

۞ QS. 24:62 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan •

۞ QS. 24:63 • Sifat orang munafik • Peringatan Allah terhadap hambaNya • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:64 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

Hai manusia,
sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu,
maka pasti kamu akan menemui-Nya.
QS. Al-Insyiqaq [84]: 6

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian),
dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail.
QS. Az-Zukhruf [43]: 59

Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan.
esungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.

QS. Ibrahim [14]: 51

Dan barang siapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu.
Hanya kepada Kami-lah mereka kembali,
lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
QS. Luqman [31]: 23

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan ...

Correct! Wrong!

Lawan kata dari jujur adalah ...

Correct! Wrong!

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang ...

Correct! Wrong!

+

Array

Orang yang suka berbohong adalah orang ...

Correct! Wrong!

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #5
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #5 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #5 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Kamus Istilah Islam

Musa `alaihis salam

Siapa itu Musa `alaihis salam? Musa (bahasa Ibrani: מֹשֶׁה, Modern Mošé Tiberias Mōšeh; bahasa Arab: موسى, Mūsā; bahasa Ge’ez: ሙሴ Musse) (lahir di Mesir, ~1527 SM – meningg...

Allahu a’lam

Apa itu Allahu a’lam? Allahu a’lam (الله أعلم) atau Wallahu a’lam; transliterasi: Allāhu a‘lam. artinya, “(dan) Allahlah Yang lebih mengetahui.” Ucapan ini dipakai bi...

Hadits Hasan

Apa itu Hadits Hasan? Hadits Hasan (الحديث الحسن‎ Al-Hadîts al-Ḥasan) adalah tingkatan hadits yang ada di bawah hadits Shahih. Menurut Imam Tirmidzi, hadits Hasan adalah hadits yang ti...