QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 28 [QS. 24:28]

فَاِنۡ لَّمۡ تَجِدُوۡا فِیۡہَاۤ اَحَدًا فَلَا تَدۡخُلُوۡہَا حَتّٰی یُؤۡذَنَ لَکُمۡ ۚ وَ اِنۡ قِیۡلَ لَکُمُ ارۡجِعُوۡا فَارۡجِعُوۡا ہُوَ اَزۡکٰی لَکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ عَلِیۡمٌ
Fa-in lam tajiduu fiihaa ahadan falaa tadkhuluuhaa hatta yu’dzana lakum wa-in qiila lakumuurji’uu faarji’uu huwa azka lakum wallahu bimaa ta’maluuna ‘aliimun;

Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin.
Dan jika dikatakan kepadamu:
“Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali.
Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
―QS. 24:28
Topik ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
24:28, 24 28, 24-28, An Nuur 28, AnNuur 28, An Nur 28, An-Nur 28

Tafsir surah An Nuur (24) ayat 28

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nuur (24) : 28. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini.
Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa apabila hendak memasuki rumah orang lain dan tidak menemukan seorang di dalamnya yang berhak memberi izin, janganlah sekali-kali memasukinya, sebelum ada izin, kecuali ada hal yang mendesak seperti ada kebakaran di dalamnya, yang mengkhawatirkan akan menjalar ke tempat lain, atau untuk mencegah suatu perbuatan jahat yang akan terjadi di dalamnya maka bolehlah memasukinya sebelum ada izin.
Tetapi kalau orang yang berhak memberi izin untuk masuk, menganjurkan supaya pulang dulu, karena ada hal-hal di dalam rumah yang oleh empunya rumah merasa malu dilihat orang lain, maka pulanglah karena yang demikian itulah yang lebih menjamin keselamatan bersama.
Allah subhanahu wa ta’ala Maha Mengetahui isi hati dan niat yang terkandung di dalam hati sanubari.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jika kalian tidak menemui seseorang pun di rumah itu yang dapat dimintai izin, maka jangan sekali-kali kalian masuk sampai ada yang memperkenankannya.
Dan jika kalian tidak diperkenankan masuk dan disuruh kembali, maka kembalilah.
Jangan kalian memaksa agar diperkenankan masuk.
Sesungguhnya, dengan kembali kalian lebih terhormat dan jiwa kalian lebih dapat tersucikan.
Allah Maha Mengetahui segala ihwal kalian dan akan membalasnya.
Maka janganlah kalian melanggar petunjuk-petunjuk-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jika kalian tidak menemukan seorang pun di dalamnya) maksudnya orang yang mengizinkan kalian masuk (maka janganlah kalian masuk sebelum kalian mendapat izin.

Dan jika dikatakan kepada kalian) sesudah kalian meminta izin (“Kembalilah” maka hendaklah kalian kembali.

Itu) yakni kembali itu (lebih bersih) dan lebih baik (bagi kalian) daripada berdiam menunggu di pintu (dan Allah terhadap apa yang kalian kerjakan) yakni mengenai memasuki rumah orang lain dengan memakai izin atau tidak (Maha Mengetahui) Dia kelak akan membalasnya kepada kalian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Jika kalian tidak menemukan seseorang di dalam rumah orang lain itu, maka janganlah kalian masuk sebelum kalian menemukan seseorang yang memberi izin kepada kalian.
Jika ia tidak memberi izin bahkan berkata kepada kalian :
Kembalilah, maka hendaklah kalian kembali.
Dan janganlah mendesak terus untuk masuk.
Karena kembali pada saat itu adalah yang terbaik untuk kalian.
Sebab terkadang berada dalam keadaan tidak suka bilamana dilihat orang lain.
Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui amal perbuatan kalian dan akan membalas seseorang sesuai dengan amal perbuatannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Jika kalian tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka jangan­lah kalian masuk sebelum kalian mendapat izin.
(Q.S. An-Nuur [24]: 28)

Karena sikap yang dilarang itu mengandung pengertian tindakan seenaknya terhadap hak milik orang lain tanpa seizin pemiliknya.
Padahal si pemilik mempunyai kekuasaan penuh untuk memberi izin masuk atau menolak menurut apa yang disukainya.

Dan jika dikatakan kepada kalian, “Kembali (saja)lah?, ” maka hen­daklah kalian kembali.
Itu lebih bersih bagi kalian.
(Q.S. An-Nuur [24]: 28)

Yakni apabila penghuni rumah menolak kedatangan kalian sebelum kalian meminta izin atau sesudahnya.

maka hendaklah kalian kembali.
Itu lebih bersih bagi kalian.
(Q.S. An-Nuur [24]: 28)

Yaitu kembali kalian adalah lebih suci dan lebih bersih bagi nama kalian.

dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.
(Q.S. An-Nuur [24]: 28)

Qatadah mengatakan bahwa sebagian Muhajirin berkata bahwa sesungguhnya sepanjang usianya ia mencari makna ayat ini, tetapi ia tidak menjumpainya, karena bila ia meminta izin untuk menemui seseorang dari saudaranya, saudaranya itu berkata, “Kembalilah,” hingga terpaksa ia kembali, sedangkan hatinya masih dipenuhi oleh rasa ingin tahu.

Dan jika dikatakan kepada kalian, “Kembali (saja)lah, ” maka hendaklah kalian kembali.
Itu lebih bersih bagi kalian dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.
(Q.S. An-Nuur [24]: 28)

Sa’id ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa janganlah kalian berdiri di depan pintu rumah orang lain (bila meminta izin).

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tidak ada dosa atas kalian memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami.
(Q.S. An-Nuur [24]: 28), hingga akhir ayat.

Ayat yang mulia ini lebih khusus maknanya daripada ayat sebelumnya.
Karena dalam ayat ini terkandung pengertian yang membolehkan masuk ke dalam rumah-rumah yang disediakan tidak untuk didiami, jika ia mempunyai keperluan di dalamnya, sekalipun tanpa izin.
Misalnya seperti ruangan yang disediakan untuk tamu, bila seseorang telah mendapat izin sejak semulanya, maka itu sudah cukup baginya.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumah kalian.
(Q.S. An-Nuur [24]: 27) Kemudian ayat ini di-mansukh dan dikecualikan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala yang lainnya, yaitu: Tidak ada dosa atas kalian memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluan kalian.
(Q.S. An-Nuur [24]: 29)

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ikrimah dan Al-Hasan Al-Basri.
Yang lainnya mengatakan bahwa rumah yang tidak disediakan untuk didiami ialah seperti kios-kios, ruang-ruang tunggu para penumpang, rumah-rumah Mekah, dan lain-lainnya.
Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir, dan ia meriwayatkannya dari Jama’ah, tetapi pendapat yang pertama lebih kuat.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam, bahwa rumah yang disediakan bukan untuk didiami adalah yang terbuat dari bulu, yakni kemah-kemah dan tenda-tenda.


Informasi Surah An Nuur (النور)
Surat An Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai “An Nuur” yang berarti “Cahaya”,
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, ya’ni Al Qur’an yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam se­mesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan de­ngan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat
hanya Allah yang menguasai langit dan bumi
kewajiban rasul hanya­lah menyampaikan agama Allah
iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

Hukum-hukum sekitar masalah zina, li’an dan adab-adab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul Mu’minin ‘Aisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air
janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Ayat-ayat dalam Surah An Nuur (64 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nuur (24) ayat 28 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nuur (24) ayat 28 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nuur (24) ayat 28 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nuur - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 64 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 24:28
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah s.w.t.
menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah24
Nama SurahAn Nuur
Arabالنور
ArtiCahaya
Nama lain-
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu102
JuzJuz 18
Jumlah ruku'9 ruku'
Jumlah ayat64
Jumlah kata1381
Jumlah huruf5755
Surah sebelumnyaSurah Al-Mu’minun
Surah selanjutnyaSurah Al-Furqan
4.8
Ratingmu: 4.4 (12 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta