Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 26 [QS. 24:26]

اَلۡخَبِیۡثٰتُ لِلۡخَبِیۡثِیۡنَ وَ الۡخَبِیۡثُوۡنَ لِلۡخَبِیۡثٰتِ ۚ وَ الطَّیِّبٰتُ لِلطَّیِّبِیۡنَ وَ الطَّیِّبُوۡنَ لِلطَّیِّبٰتِ ۚ اُولٰٓئِکَ مُبَرَّءُوۡنَ مِمَّا یَقُوۡلُوۡنَ ؕ لَہُمۡ مَّغۡفِرَۃٌ وَّ رِزۡقٌ کَرِیۡمٌ
Al-khabiitsaatu lilkhabiitsiina wal khabiitsuuna lilkhabiitsaati wath-thai-yibaatu li-ththai-yibiina wath-thai-yibuuna li-ththai-yibaati uula-ika mubarrauuna mimmaa yaquuluuna lahum maghfiratun warizqun kariimun;
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula).
Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang.
Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
―QS. An Nuur [24]: 26

Daftar isi

Evil words are for evil men, and evil men are (subjected) to evil words.
And good words are for good men, and good men are (an object) of good words.
Those (good people) are declared innocent of what the slanderers say.
For them is forgiveness and noble provision.
― Chapter 24. Surah An Nuur [verse 26]

ٱلْخَبِيثَٰتُ wanita-wanita yang keji

Evil women
لِلْخَبِيثِينَ untuk laki-laki yang keji

(are) for evil men,
وَٱلْخَبِيثُونَ dan laki-laki yang keji

and evil men
لِلْخَبِيثَٰتِ untuk wanita-wanita yang keji

(are) for evil women.
وَٱلطَّيِّبَٰتُ dan wanita-wanita yang baik

And good women
لِلطَّيِّبِينَ untuk laki-laki yang baik

(are) for good men
وَٱلطَّيِّبُونَ dan laki-laki yang baik

and good men
لِلطَّيِّبَٰتِ untuk wanita-wanita yang baik

(are) for good women.
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu

Those
مُبَرَّءُونَ orang-orang yang terlepas

(are) innocent
مِمَّا dari apa

of what
يَقُولُونَ mereka katakan

they say.
لَهُم bagi mereka

For them
مَّغْفِرَةٌ ampunan

(is) forgiveness
وَرِزْقٌ dan rezeki

and a provision
كَرِيمٌ yang mulia

noble.

Tafsir Quran

Surah An Nuur
24:26

Tafsir QS. An-Nuur (24) : 26. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa perempuan-perempuan yang tidak baik biasanya menjadi istri laki-laki yang tidak baik pula.
Begitu pula laki-laki yang tidak baik adalah untuk perempuan-perempuan yang tidak baik pula, karena bersamaan sifat-sifat dan akhlak itu, mengandung adanya persahabatan yang akrab dan pergaulan yang erat.

Perempuan-perempuan yang baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik-baik pula sebagaimana diketahui bahwa keramah-tamahan antara satu dengan yang lain terjalin karena adanya persamaan dalam sifat-sifat, akhlak, cara bergaul dan lain-lain.
Begitu juga laki-laki yang baik-baik adalah untuk perempuan-perempuan yang baik-baik pula, ketentuan itu tidak akan berubah dari yang demikian itu.



Oleh karena itu, kalau sudah diyakini bahwa Rasulullah adalah laki-laki yang paling baik, dan orang pilihan di antara orang-orang dahulu dan orang kemudian, maka tentulah istri Rasulullah Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah perempuan yang paling baik pula.
Ini merupakan kebohongan dan tuduhan yang dilontarkan kepada diri Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Mereka yang baik-baik, baik laki-laki maupun perempuan termasuk Safwan bin Muattal dan Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah bersih dari tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang yang keji, baik laki-laki maupun perempuan, mereka itu memperoleh ampunan dari Allah dan rezeki yang mulia di sisi Allah dalam surga.

Tafsir QS. An Nuur (24) : 26. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan sebaliknya, laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji.
Begitu pula, wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan sebaliknya, laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik.


Jika demikian, maka bagaimana mungkin dapat terbayang suatu kekejian dapat terjadi pada diri seorang wanita yang terjaga, istri seorang lelaki yang baik lagi terpercaya, yaitu Rasulullah?
Orang-orang yang baik itu bebas dari tuduhan yang dilontarkan orang-orang yang keji.
Dosa- dosa kecil mereka–yang tak seorang manusia pun luput darinya–akan mendapat ampunan dari Allah.


Bagi mereka juga penghormatan yang agung, berupa kenikmatan dan kebaikan surga.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Setiap yang keji baik laki-laki maupun wanita, baik ucapan maupun perbuatan sangat cocok untuk yang keji juga.
Dan setiap yang baik, laki-laki maupun wanita, baik ucapan maupun perbuatan sangat cocok untuk yang baik.


Para wanita dan lelaki yang baik, mereka terbebas dari tuduhan buruk yang dituduhkan oleh orang-orang yang keji.
Mereka akan mendapat ampunan dari Allah.


Ampunan yang akan menenggelamkan dosa-dosa mereka dan mendapatkan rizki yang mulia di dalam surga.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Wanita-wanita yang keji) baik perbuatannya maupun perkataannya


(adalah untuk laki-laki yang keji) pula


(dan laki-laki yang keji) di antara manusia


(adalah buat wanita-wanita yang keji pula) sebagaimana yang sebelumnya tadi


(dan wanita-wanita yang baik) baik perbuatan maupun perkataannya


(adalah untuk laki-laki yang baik) di antara manusia


(dan laki-laki yang baik) di antara mereka


(adalah untuk wanita-wanita yang baik pula) baik perbuatan maupun perkataannya.
Maksudnya, hal yang layak adalah orang yang keji berpasangan dengan orang yang keji, dan orang baik berpasangan dengan orang yang baik.


(Mereka itu) yaitu kaum laki-laki yang baik dan kaum wanita yang baik, antara lain ialah Siti Aisyah dan Sofwan


(bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka) yang keji dari kalangan kaum laki-laki dan wanita.


(Bagi mereka) yakni laki-laki yang baik dan wanita yang baik itu


(ampunan dan rezeki yang mulia) di surga.
Siti Aisyah merasa puas dan bangga dengan beberapa hal yang ia peroleh, antara lain, ia diciptakan dalam keadaan baik, dan dijanjikan mendapat ampunan dari Allah, serta diberi rezeki yang mulia.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ibnu Abbas mengatakan bahwa perkataan yang keji hanyalah pantas dilemparkan kepada lelaki yang berwatak keji, dan laki-laki yang keji hanyalah pantas menjadi bahan pembicaraan perkataan yang keji.
Perkataan yang baik-baik hanyalah pantas ditujukan kepada lelaki yang baik-baik, dan lelaki yang baik-baik hanyalah pantas menjadi bahan pembicaraan perkataan yang baik-baik.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Siti Aisyah dan para penyebar berita bohong.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid, Ata, Sa’id ibnu Jubair, Asy-Syabi, Al-Hasan Al-Basri, Habib ibnu Abu Sabit, dan Ad-Dahhak.
Ibnu Jarir memilih pendapat ini dan memberikan komentarnya, bahwa perkataan yang keji pantas bila ditujukan kepada orang yang berwatak keji, dan perkataan yang baik pantas bila ditujukan kepada orang yang baik.
Dan apa yang dikatakan oleh para penyebar berita dusta terhadap diri Siti Aisyah, sebenarnya merekalah yang lebih utama menyandang predikat itu.
Siti Aisyah lebih utama beroleh predikat bersih dan suci daripada diri mereka.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh para penuduhnya.
(QS. An-Nuur [24]: 26)

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan —sehubungan dengan makna ayat ini— bahwa orang-orang yang keji dari kalangan kaum wanita adalah untuk orang-orang yang keji dari kalangan kaum pria.
Dan orang-orang yang keji dari kalangan kaum pria adalah untuk orang-orang yang keji dari kalangan kaum wanita.
Orang-orang yang baik dari kalangan kaum wanita adalah untuk orang-orang yang baik dari kalangan kaum pria.
Dan orang-orang yang baik dari kalangan kaum pria adalah untuk orang-orang yang baik dari kalangan kaum wanita.

Takwil inipun senada dengan apa yang telah dikatakan oleh para ulama di atas sebagai suatu kepastian.
Dengan kata lain dapat disebutkan bahwa tidaklah Allah menjadikan Aisyah r.a. sebagai istri Nabi ﷺ melainkan karena dia adalah wanita yang baik, sebab Rasulullah ﷺ adalah manusia yang terbaik di antara yang baik.
Seandainya Aisyah adalah seorang wanita yang keji tentulah tidak pantas, baik menurut penilaian syari’at maupun penilaian martabat, bila ia menjadi istri Rasulullah ﷺ Karena itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam penghujung ayat ini:

mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka yang melancarkan tuduhan (QS. An-Nuur [24]: 26)

Maksudnya, mereka jauh sekali dari apa yang dituduhkan oleh para penyiar berita bohong dan musuh-musuhnya.

Bagi mereka ampunan.
(QS. An-Nuur [24]: 26)

Disebabkan kedustaan yang dilemparkan terhadap diri mereka (yang hal itu mencuci dosa mereka).

dan rezeki yang mulia.
(An-Nur, 26)

Yakni di sisi Allah yaitu surga yang penuh dengan kenikmatan.
Di dalam makna ayat ini terkandung suatu janji yang menyatakan bahwa istri Rasulullah ﷺ pasti masuk surga.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Abu Na’im, telah menceritakan kepada kami Abdus Salam ibnu Harb, dari Yazid ibnu Abdur Rahman, dari Al-Hakam berikut sanadnya sampai kepada Yahya ibnul Jazzar yang mengatakan bahwa Asir ibnu Jabir datang kepada Abdullah, lalu berkata,
"Sesungguhnya saya telah mendengar Al-Walid ibnu Uqbah pada hari ini mengatakan suatu pembicaraan yang mengagumkan saya."
Maka Abdullah menjawab,
"Sesungguhnya seorang lelaki mukmin di dalam kalbunya terbetik kalimat yang baik hingga meresap ke dalam hatinya sampai dalam, hingga manakala dia mengucapkannya dan memperdengarkannya kepada orang lain yang ada di hadapannya, maka lelaki itu akan mendengarkannya dan meresapkannya di dalam hatinya.
Sesungguhnya seseorang yang durhaka yang di dalam hatinya terbetik perkataan yang kotor hingga meresap ke dalam relung hatinya, hingga manakala dia mengutarakannya dan memperdengarkannya kepada orang lain yang ada di hadapannya, maka orang itu akan mendengarkannya dan meresapinya di dalam hatinya."
Kemudian Abdullah membaca firman-Nya:
Perkataan-perkataan yang keji hanyalah untuk orang-orang yang keji, dan orang-orang yang keji hanyalah untuk perkataan-perkataan yang keji, dan perkataan-perkataan yang baik-baik hanyalah untuk orang-orang yang baik-baik, dan orang-orang yang baik-baik hanyalah untuk perkataan-perkataan yang baik-baik (pula).
(QS. An-Nuur [24]: 26)

(Terjemahan ini berdasarkan tafsir yang dimaksudkan oleh sahabat Ibnu Ma’sud r.a., pent.)

Pengertian ini mirip dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya secara marfu’, yaitu:

Perumpamaan orang yang mendengar kalimat yang bijak, kemudian ia tidak menceritakannya melainkan kebalikan dari apa yang ia dengar, sama dengan seorang lelaki yang datang kepada pemilik ternak kambing, lalu ia berkata,
"Sembelihkanlah seekor kambing untukku."
Lalu dijawab,
"Pilihlah sendiri dan peganglah telinga kambing mana yang kamu sukai."
Kemudian ia memilih dan memegang telinga anjing (penjaga) ternak kambingnya.

Di dalam hadis lain disebutkan:

Hikmah adalah sesuatu yang dicari oleh orang mukmin, di mana pun ia menjumpainya, maka dia boleh mengambilnya.

Unsur Pokok Surah An Nuur (النور)

Surat An-Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai "An Nuur" yang berarti "Cahaya",
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.

Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

▪ Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat.
▪ Hanya Allah yang menguasai langit dan bumi.
▪ Kewajiban rasul hanyalah menyampaikan agama Allah.
▪ Iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

▪ Hukum-hukum sekitar masalah zina, li’an dan adab-adab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

▪ Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul mukminin ‘Aisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

▪ Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air.
▪ Janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Audio Murottal

QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 64 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 64

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nuur ayat 26 - Gambar 1 Surah An Nuur ayat 26 - Gambar 2 Surah An Nuur ayat 26 - Gambar 3
Statistik QS. 24:26
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari Alquran.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah ﷻ menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
Sending
User Review
4.2 (10 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

24:26, 24 26, 24-26, Surah An Nuur 26, Tafsir surat AnNuur 26, Quran An Nur 26, An-Nur 26, Surah An Nur ayat 26

Video Surah

24:26


Load More

Kandungan Surah An Nuur

۞ QS. 24:1 • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:2 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:4 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 24:9 • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 24:10 • At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 24:11 • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:14 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:15 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:18 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:19 • Keluasan ilmu Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:20 • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 24:21 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 24:22 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 24:23 • Dosa-dosa besar • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:24 • Manusia bersaksi atas dirinya • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:25 • Al Haq (Maha Benar) • Al Mubin (Maha Penjelas) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:26 • Ampunan Allah yang luas

۞ QS. 24:28 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:29 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 24:30 • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 24:32 • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 24:33 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keistimewaan Islam • Perbuatan dan niat

۞ QS. 24:34 • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:35 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • An Nur (Cahaya) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:36 • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 24:37 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 24:38 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 24:39 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 24:41 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:42 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 24:43 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 24:44 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 24:45 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

۞ QS. 24:46 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:47 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:48 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:49 • Sifat orang munafik

۞ QS. 24:50 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 24:52 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 24:53 • Al Khabir (Maha Waspada) • Sifat orang munafik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:54 • Sifat orang munafik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 24:55 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Tauhid Uluhiyyah • Kekuatan umat Islam di dunia • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 24:57 • Sifat neraka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:58 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:59 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:60 • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:61 • Toleransi Islam

۞ QS. 24:62 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan •

۞ QS. 24:63 • Sifat orang munafik • Peringatan Allah terhadap hambaNya • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:64 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

“Sesungguhnya tipu daya kalian para wanita adalah besar/adzim”
QS. Yusuf [12]: 28

Aku bersumpah dengan apa-apa yang kalian lihat & tidak kalian lihat berupa alam gaib,
sesungguhnya Alquran itu benar-benar (wahyu) dari Allah yang disampaikan melalui seorang rasul yang mempunyai kedudukan tinggi.
QS. Al-Haqqah [69]: 38-39

“Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?”
Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung & penolong selain Allah.
QS. Al-Ahzab [33]: 17

Wahai jiwa yang tenang dengan kebenaran. Kembalilah kepada keridaan Tuhanmu dengan rasa puas terhadap nikmat yang telah dikaruniakan kepadamu, dan puas pula dengan perbuatan yang telah kamu lakukan. Masuklah ke dalam golongan hamba-Ku yang saleh.
QS. Al-Fajr [89]: 27-29

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Correct! Wrong!

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

+

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Correct! Wrong!

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kamus Istilah Islam

Bukit Tursina

Di mana itu Bukit Tursina? Demi buah tin dan zaitun. Demi Thursina. Dan, demi negeri yang aman ini.” . Tiga ayat di atas merupakan sumpah Allah Subhanahu Wa Ta`ala. Kalimat atau kata-kata sumpah Allah juga terdapat pada beberapa surah dan ayat lain dalam Alquran. Memahami ayat tersebut, ternyata tidaklah mudah. Berbagai pertanyaan muncul meng … • Bukit Thur, Bukit Thursina, Thuur Siniin, Sinai

kutubusitah

Apa itu kutubusitah? ku.tu.bu.si.tah buku-buku hadis Rasul yang diriwayatkan oleh enam orang perawi terkenal … •

Fathah

Apa itu Fathah? Fathah adalah harakat yang berbentuk layaknya garis horizontal kecil yang berada di atas suatu huruf Arab yang melambangkan fonem /a/. Secara harfiah, fathah itu sendiri berarti membuka, layaknya membuka mulut saat mengucapkan fonem /a/. Ketika suatu huruf diberi harakat fathah, maka huruf tersebut akan berbunyi /-a/, contonya huruf la … •