Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 22 [QS. 24:22]

وَ لَا یَاۡتَلِ اُولُوا الۡفَضۡلِ مِنۡکُمۡ وَ السَّعَۃِ اَنۡ یُّؤۡتُوۡۤا اُولِی الۡقُرۡبٰی وَ الۡمَسٰکِیۡنَ وَ الۡمُہٰجِرِیۡنَ فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ ۪ۖ وَ لۡیَعۡفُوۡا وَ لۡیَصۡفَحُوۡا ؕ اَلَا تُحِبُّوۡنَ اَنۡ یَّغۡفِرَ اللّٰہُ لَکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
Walaa ya’tali uuluul fadhli minkum wassa’ati an yu’tuu uuliil qurba wal masaakiina wal muhaajiriina fii sabiilillahi walya’fuu walyashfahuu alaa tuhibbuuna an yaghfirallahu lakum wallahu ghafuurun rahiimun;
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.
Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?
Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
―QS. An Nuur [24]: 22

Daftar isi

And let not those of virtue among you and wealth swear not to give (aid) to their relatives and the needy and the emigrants for the cause of Allah, and let them pardon and overlook.
Would you not like that Allah should forgive you?
And Allah is Forgiving and Merciful.
― Chapter 24. Surah An Nuur [verse 22]

وَلَا dan jangan

And not
يَأْتَلِ bersumpah

let swear
أُو۟لُوا۟ orang-orang

those of virtue *[meaning includes next or prev. word]
ٱلْفَضْلِ yang mempunyai kelebihan

those of virtue *[meaning includes next or prev. word]
مِنكُمْ diantara kami

among you
وَٱلسَّعَةِ dan keluasan/kelapangan

and the amplitude of means
أَن bahwa

that
يُؤْتُوٓا۟ mereka memberi

they give
أُو۟لِى kaum

(to) the near of kin, *[meaning includes next or prev. word]
ٱلْقُرْبَىٰ kerabat

(to) the near of kin, *[meaning includes next or prev. word]
وَٱلْمَسَٰكِينَ dan orang-orang miskin

and the needy
وَٱلْمُهَٰجِرِينَ dan orang-orang yang berhijrah

and the emigrants
فِى pada

in
سَبِيلِ jalan

(the) way
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah.
وَلْيَعْفُوا۟ dan hendaklah mereka memaafkan

And let them pardon
وَلْيَصْفَحُوٓا۟ dan hendaklah mereka berlapang dada

and let them overlook.
أَلَا apakah tidak

(Do) not
تُحِبُّونَ kamu menyukai

you like
أَن bahwa

that
يَغْفِرَ mengampuni

Allah should forgive *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah should forgive *[meaning includes next or prev. word]
لَكُمْ bagi kalian

you?
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
غَفُورٌ Maha Pengampun

(is) Oft-Forgiving,
رَّحِيمٌ Maha Penyayang

Most Merciful.

Tafsir

Alquran

Surah An Nuur
24:22

Tafsir QS. An Nuur (24) : 22. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang percaya kepada Allah, janganlah mereka itu bersumpah untuk tidak mau memberikan bantuan kepada karib kerabatnya yang memerlukan bantuan karena berbuat salah, seperti Mistah anak dari saudara perempuan Ibunya Abu Bakar ra.
ia seorang fakir miskin, berhijrah dari Mekah ke Madinah yang turut bersama Rasulullah ﷺ, memperkuat pasukan kaum Muslimin di Perang Badar.


Oleh karena itu, sesudah turun wahyu yang menunjukkan atas kebersihan Aisyah dari hal yang dituduhkan kepadanya, dan setelah Allah mengampuni orang-orang yang semestinya diampuni, serta diberi hukuman kepada orang-orang yang semestinya menerima yang demikian itu, maka Abu Bakar ra, kembali ramah dan berbuat baik serta memberi bantuan kepada kerabatnya Mistah.
Mistah adalah sepupunya, anak dari saudara perempuan ibunya.

Orang-orang mukmin hendaklah memaafkan dan berlapang dada kepada segenap oknum yang terlibat atau dilibatkan di dalam peristiwa hadisul ifki.
Pemaafan dan kembali membantu mereka itu merupakan sarana untuk memperoleh ampunan dari Allah.

Adakah manusia yang tidak ingin bahwa dosa-dosanya diampuni Allah?
Siapakah yang tidak berdosa dalam hidupnya?
Bila mereka melakukannya, yaitu memaafkan dan membantu mereka yang kekurangan, maka Allah akan mengampuni dosa mereka dan menyayangi mereka.
Mereka akan masuk surga.

Tafsir QS. An Nuur (24) : 22. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang saleh dan memiliki kekayaan di antara kalian hendaknya tidak bersumpah untuk tidak memberikan derma kepada kerabat, orang miskin, orang yang berada di jalan Allah dan orang yang berhak menerima infak lainnya, hanya karena alasan-alasan yang bersifat pribadi seperti dengan sengaja menyakiti mereka.
Sebaliknya, mereka hendaknya memaafkan dan tidak membalas perbuatan mereka.


Apabila kalian ingin agar Allah memaafkan kesalahan-kesalahan kalian, maka bersikaplah kepada orang yang berbuat tidak baik kepada kalian seperti sikap Allah kepada kalian.
Berbudi luhurlah dengan budi luhur Allah, karena Dia Maha Pengampun lagi Maha Pengasih[1].



[1] Ayat ini diturunkan ketika Abu Bakr al-Shiddiq bersumpah untuk tidak memberikan bantuan kepada kerabatnya yang bernama Masthah ibn Utsatsah, karena ia terlibat dalam kasus tuduhan bohong (hadits al-ifk) terhadap ‘A’isyah r.
a.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan di dalam agama dan kelapangan rizki di antara kalian bersumpah bahwa mereka tidak akan menyambung silaturrahim dengan kerabatnya yang fakir, dan terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Yakni orang-orang yang tidak memiliki sesuatu untuk menutupi dan memenuhi kebutuhan mereka dan terhadap orang-orang yang hijrah di jalan Allah dengan tidak memberikan bantuan kepada mereka karena dosa yang telah mereka lakukan.


Hendaknya mereka memaafkan keburukan mereka dan tidak menghukum mereka.
Apakah kalian tidak menginginkan jika Allah mengampuni kalian?
Maka hendaknya mereka memaafkannya.


Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun kepada para hamba-Nya lagi Maha Pengasih kepada mereka.
Dalam ayat ini terdapat anjuran untuk memaafkan dan berlapang dada meskipun dibalas dengan keburukan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan janganlah bersumpah orang-orang yang mempunyai kelebihan) yaitu orang-orang kaya


(dan kelapangan di antara kalian, bahwa mereka) tidak


(akan memberi bantuan kepada kaum kerabatnya, orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah) ayat ini diturunkan berkenaan dengan sahabat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, ia bersumpah tidak akan memberikan nafkah lagi kepada Misthah saudara sepupunya yang miskin lagi seorang Muhajir, padahal Misthah adalah sahabat yang ikut dalam perang Badar.
Misthah terlibat dalam peristiwa berita bohong ini, maka sahabat Abu Bakar menghentikan nafkah yang biasa ia berikan kepadanya.
Para sahabat lainnya telah bersumpah pula, bahwa mereka juga tidak akan memberikan nafkah lagi kepada seorang yang terlibat membicarakan masalah berita bohong tersebut


(dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada) terhadap mereka yang terlibat, dengan mengembalikan keadaan seperti semula.


(Apakah kalian tidak ingin bahwa Allah mengampuni kalian?
Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) terhadap orang-orang yang beriman.
Sahabat Abu Bakar r.a. berkata sesudah turunnya ayat ini,
"Tentu saja, aku menginginkan supaya Allah mengampuni aku",
lalu ia memberikan lagi bantuannya kepada Misthah sebagaimana biasanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyebutkan:

Dan janganlah bersumpah.
(QS. An-Nuur [24]: 22)

Berasal dari kata ilyah yang artinya sama dengan al-hilf maksudnya ‘janganlah bersumpah’.

orang-orang yang mempunyai kelebihan di antara kalian.
(QS. An-Nuur [24]: 22)

Yang dimaksud dengan kelebihan ialah kelebihan harta, rajin bersedekah, dan berbuat kebajikan.

dan kelapangan.
(QS. An-Nuur [24]: 22)


Yaitu kesejahteraan.

untuk tidak akan memberikan bantuan kepada kaum kerabat(nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah.
(QS. An-Nuur [24]: 22)

Yakni janganlah kalian bersumpah bahwa kalian tidak akan bersilaturahmi lagi dengan kaum kerabat kalian, orang-orang miskin, dan kaum Muhaj irin.
Yaitu tidak akan lagi memberikan bantuan kepada mereka.
Ayat ini mengandung anjuran yang sangat untuk berbelaskasihan dan lemah lembut terhadap kaum kerabat dalam rangka bersilaturahmi kepada mereka.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.
(QS. An-Nuur [24]: 22)

terhadap keburukan dan sikap menyakitkan mereka di masa lalu.
Hal ini termasuk sifat Penyantun Allah subhanahu wa ta’ala, Kemuliaan, dan Kelembutan-Nya kepada makhluk-Nya, padahal mereka berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri.

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan sahabat Abu Bakar As-Siddiq r.a. ketika ia bersumpah bahwa dia tidak akan memberikan bantuannya lagi kepada Mistah ibnu Asasah untuk selamanya.
Hal ini terjadi setelah Mistah mengatakan hal-hal yang buruk terhadap putrinya (yaitu Siti Aisyah r.a.) seperti yang telah disebutkan di atas.

Setelah Allah menurunkan wahyu yang membersihkan diri Siti Aisyah Ummul Mu’minin sehingga hati Siti Aisyah senang dan tenteram, dan Allah menerima tobat orang-orang yang membicarakan berita bohong itu dari kalangan kaum mukmin, lalu ditegakkan hukum had kepada sebagian dari mereka yang berhak menerimanya.
Maka Khitab Allah beralih kepada sahabat Abu Bakar As-Siddiq yang memerintahkan kepadanya agar berbelas kasih kepada kerabatnya, yaitu Mistah ibnu Asasah.
Mistah ibnu Asasah adalah anak bibi sahabat Abu Bakar, yang berarti sepupu dia.
Mistah adalah orang yang miskin, tidak berharta kecuali apa yang ia terima dari uluran bantuan sahabat Abu Bakar r.a. Mistah termasuk salah seorang dari kaum Muhajirin yang berjihad di jalan Allah.
Tetapi ia terpeleset dan melakukan suatu kesalahan, kemudian Allah menerima tobatnya, dan telah menjalani hukuman had yang harus diterimanya akibat kesalahannya itu.

Sahabat Abu Bakar adalah seorang yang bijak lagi dermawan.
Ia suka berderma dan memberikan bantuannya, baik kepada kerabatnya sendiri maupun orang lain.
Ketika ayat ini diturunkan hingga firman-Nya:


Apakah kalian tidak ingin bahwa Allah mengampuni kalian?
(QS. An-Nuur [24]: 22), hingga akhir ayat.

Karena sesungguhnya setiap amal perbuatan itu mendapat balasan sesuai dengan jenis amal perbuatannya, sebagaimana engkau mengampuni dosa orang yang berdosa kepadamu, maka Allah mengampuni pula dosa-dosamu.
Dan sebagaimana kamu memaaf, maka Allah pun memaafmu pula.
Maka pada saat itu juga Abu Bakar berkata,
"Benar, demi Allah, sesungguhnya kami suka bila Engkau memberikan ampunan kepada kami, wahai Tuhan kami."

Kemudian Abu Bakar kembali memberikan nafkah bantuannya kepada Mistah seperti biasanya.
Untuk itu Abu Bakar berkata,
"Demi Allah, aku tidak akan mencabutnya selama-lamanya."
Perkataannya kali ini untuk mengimbangi apa yang telah dikatakannya sebelum itu, yakni ucapannya,"
Demi Allah, aku tidak akan memberinya bantuan lagi barang sedikit pun, selamanya."
Karena itulah maka sahabat Abu Bakar sesuai dengan nama julukannya, yaitu As-Siddiq, semoga Allah melimpahkan rida kepadanya, juga kepada putrinya.

Unsur Pokok Surah An Nuur (النور)

Surat An-Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai "An Nuur" yang berarti "Cahaya",
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.

Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

▪ Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat.
▪ Hanya Allah yang menguasai langit dan bumi.
▪ Kewajiban rasul hanyalah menyampaikan agama Allah.
▪ Iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

Hukumhukum sekitar masalah zina, li’an dan Ummul mukmininAisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

▪ Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air.
▪ Janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Audio

QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 64 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 64

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nuur ayat 22 - Gambar 1 Surah An Nuur ayat 22 - Gambar 2 Surah An Nuur ayat 22 - Gambar 3
Statistik QS. 24:22
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari Alquran.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah ﷻ menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
Sending
User Review
4.6 (20 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

24:22, 24 22, 24-22, Surah An Nuur 22, Tafsir surat AnNuur 22, Quran An Nur 22, An-Nur 22, Surah An Nur ayat 22

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah An Nuur

۞ QS. 24:1 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:2 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:4 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 24:9 • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 24:10 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 24:11 • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:14 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:15 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:18 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:19 • Keluasan ilmu Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:20 Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 24:21 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 24:22 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 24:23 • Dosa-dosa besar • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:24 • Manusia bersaksi atas dirinya • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:25 • Al Haq (Maha Benar) • Al Mubin (Maha Penjelas) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:26 • Ampunan Allah yang luas

۞ QS. 24:28 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:29 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 24:30 Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 24:32 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 24:33 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keistimewaan Islam • Perbuatan dan niat

۞ QS. 24:34 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:35 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • An Nur (Cahaya) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:36 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 24:37 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 24:38 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 24:39 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 24:41 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:42 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 24:43 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaSifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 24:44 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 24:45 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

۞ QS. 24:46 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:47 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:48 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:49 • Sifat orang munafik

۞ QS. 24:50 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 24:52 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 24:53 Al Khabir (Maha Waspada) • Sifat orang munafik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:54 • Sifat orang munafik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 24:55 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminTauhid Uluhiyyah • Kekuatan umat Islam di dunia • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 24:57 • Sifat neraka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:58 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:59 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:60 • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:61 • Toleransi Islam

۞ QS. 24:62 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan •

۞ QS. 24:63 • Sifat orang munafik • Peringatan Allah terhadap hambaNya • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:64 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian,
dan tidur untuk istirahat,
dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.
QS. Al-Furqan [25]: 47

Sesungguhnya salat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
QS. An-Nisa’ [4]: 103

Bila hambaKu bertanya padamu tentang Aku,
jawablah bahwa Aku dekat.
Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa bila ia memohon kepadaKu,
maka hendaklah mereka penuhi (segala perintahKu)
dan beriman kepadaKu,
QS. Al-Baqarah [2]: 186

Dan bertakwalah kepada Allah,
dan ketahuilah,
bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.
QS. Al-Baqarah [2]: 203

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Benar! Kurang tepat!

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

+

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Benar! Kurang tepat!

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Kamus

An-Nashir

Siapa itu An-Nashir? An-Nashir Lidinillah (1158 – 1225) ( الناصر لدين الله) bergelar Abu al-Abbas dengan nama asli Ahmad bin al-Mustadhi’ Biamrillah adalah Khalifah ke-34 Bani Ab...

Ibnu Ishaq

Siapa itu Ibnu Ishaq? Muhammad bin Ishaq bin Yasar, lebih singkatnya Ibnu Ishaq (Bahasa Arab: ابن إسحاق) adalah termasuk sejarawan muslim yang pertama. Lahir pada tahun 85H / 704M dan meningga...

Ibnu Umar

Siapa itu Ibnu Umar? Abdullah bin Umar bin Khattab (عبد الله بن عمربن الخطاب‎) atau sering disebut Abdullah bin Umar atau Ibnu Umar saja (lahir 612 – wafat 693/696 atau 72/...