QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 98 [QS. 4:98]

اِلَّا الۡمُسۡتَضۡعَفِیۡنَ مِنَ الرِّجَالِ وَ النِّسَآءِ وَ الۡوِلۡدَانِ لَا یَسۡتَطِیۡعُوۡنَ حِیۡلَۃً وَّ لَا یَہۡتَدُوۡنَ سَبِیۡلًا
Ilaal mustadh’afiina minarrijaali wannisaa-i wal wildaani laa yastathii’uuna hiilatan walaa yahtaduuna sabiilaa;

kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),
―QS. 4:98
Topik ▪ Pahala Iman
4:98, 4 98, 4-98, An Nisaa’ 98, AnNisaa 98, AnNisa 98, An-Nisa’ 98

Tafsir surah An Nisaa' (4) ayat 98

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 98. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala mengecualikan golongan orang yang tertindas, baik laki-laki atau perempuan, seperti ‘Iyasy bin Abi Rabiah dan Salamah bin Hisyam, Ummul Fadli dan Ummu Abdilah bin Abbas dan anak-anak seperti Abdullah bin Abbas dan lain-lain, mereka ini tidaklah dipandang menganiaya diri dan tidaklah dipandang berdosa karena mereka meninggalkan kewajiban hijrah.
Mereka ini adalah orang-orang yang benar-benar ditindas karena mereka tidak mempunyai kemampuan untuk keluar dan Mekah.

Mereka tidak mempunyai daya upaya perbekalan dan-nafkah untuk hijrah itu.
Mereka tidak mengetahui jalan keluar dari kesulitan itu.
Faktor ketuaan, sakit.
kemiskinan dan juga tidak tahu jalan menuju Madinah adalah termasuk alasan-alasan yang dapat diterima.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ketentuan ini tidak berlaku bagi orang-orang yang tidak mampu berhijrah, baik orang-orang lemah, laki-laki, wanita atau anak-anak, yang memang tidak mempunyai kekuatan dan tidak mengetahui jalan keluar untuk berhijrah.
Mereka telah dibebaskan dan diampuni dari siksa tersebut.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kecuali orang-orang yang tertindas baik laki-laki maupun wanita dan anak-anak) yaitu mereka (yang tidak mampu berusaha) artinya tak ada tenaga maupun biaya bagi mereka untuk berhijrah (dan tidak mengetahui jalan) yang akan ditempuh menuju tempat berhijrah itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kaum laki-laki, wanita dan anak-anak yang memang lemah di mana tidak kuasa melawan kezhaliman dan tekanan dari diri mereka dimaafkan dari kewajiban tersebut, disamping mereka tidak mengetahui jalan yang bisa membebaskan mereka dari kesempitan yang mereka hadapi.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

kecuali mereka yang tertindas.
(An Nisaa:98), hingga akhir ayat.

Hal ini merupakan pemaafan dari Allah subhanahu wa ta’ala.
buat mereka dalam meninggalkan hijrah.
Demikian itu karena mereka tidak mampu melepaskan dirinya dari tangan kekuasaan kaum musyrik.
Seandainya mereka mempunyai kemampuan untuk melakukan apa yang mereka ketahui, niscaya mereka akan menempuh jalan untuk hijrah.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah).

Menurut Mujahid, Ikrimah, dan As-Saddi, yang dimaksud dengan sabil dalam ayat ini ialah jalan untuk hijrah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya.

Allah memaafkan ketidakikutan mereka dalam berhijrah, dan mudah-mudahan yang datang dari Allah berarti suatu kepastian, yakni mereka pasti dimaafkan oleh-Nya.


Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah An Nisaa' (4) ayat 98
Telah menceritakan kepada kami Abu An Nu’man Telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Ibnu Abu Mulaikah dari Ibnu Abbas ra. dia berkata mengenai firman Allah: Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita. (An Nisa: 98). Ibnu Abbas berkata,
Ibuku termasuk orang yang mendapatkan udzur dari Allah.

Shahih Bukhari, Kitab Tafsir Al Qur’an – Nomor Hadits: 4231

Informasi Surah An Nisaa' (النّساء)
Surat An Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah.

Dinamakan An Nisaa’ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding de­ngan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa’ dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Al Kubraa” (surat An Nisaa’ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Ash Shughraa” (surat An Nisaa’ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

Kewajiban para washi dan para wall
hukum poligami
mas kawin
memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya
pokok-pokok hukum warisan
perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya,
wanita-wanita yang haram dikawini
hukum mengawini budak wanita
larangan memakan harta secara bathil
hukum syiqaq dan nusyuz
kesucian lahir batin dalam shalat
hukum suaka
hukum membunuh seorang Islam
shalat khauf’
larangan melontarkan ucap­an-ucapan buruk
masalah pusaka kalalah.

Kisah:

Kisah-kisah tentang nabi Musa a.s dan pengikutnya.

Lain-lain:

Asal manusia adalah satu
keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita
norma-norma bergaul dengan isteri
hak seseorang sesuai dengan kewajibannya
perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang ditu­runkan kepadanya
dasar-dasar pemerintahan
cara mengadili perkara
keharusan siap-siaga terhadap musuh
sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi pepe­rangan
berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf
norma dan adab dalam peperangan
cara menghadapi orang-orang munafik
derajat orang yang berjihad.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nisaa' (4) ayat 98 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nisaa' (4) ayat 98 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nisaa' (4) ayat 98 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nisaa' - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 176 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 4:98
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa'.

Surah An-Nisa' (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa'
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali 'Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma'idah
4.6
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending







Pembahasan ▪ tafsir annisa ayat 98

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta