Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 96 [QS. 4:96]

دَرَجٰتٍ مِّنۡہُ وَ مَغۡفِرَۃً وَّ رَحۡمَۃً ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ غَفُوۡرًا رَّحِیۡمًا
Darajaatin minhu wamaghfiratan warahmatan wakaanallahu ghafuuran rahiiman;
(yaitu) beberapa derajat daripada-Nya, serta ampunan dan rahmat.
Allah Ma-ha Pengampun, Maha Penyayang.
―QS. An Nisaa’ [4]: 96

Degrees (of high position) from Him and forgiveness and mercy.
And Allah is ever Forgiving and Merciful.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 96]

دَرَجَٰتٍ beberapa derajat

Ranks
مِّنْهُ daripadaNya

from Him
وَمَغْفِرَةً dan ampunan

and forgiveness,
وَرَحْمَةً dan rahmat

and mercy.
وَكَانَ dan adalah

And is
ٱللَّهُ Allah

Allah
غَفُورًا Maha Pengampun

Oft-Forgiving,
رَّحِيمًا Maha Penyayang

Most Merciful.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:96

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 96. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini merupakan lanjutan dan keterangan bagi ayat yang lalu, karena akhir ayat yang lalu menyebutkan bahwa Allah akan memberikan pahala yang lebih besar kepada mereka yang berjihad, tetapi belum dijelaskan apa wujud pahala yang besar itu.
Maka ayat ini menjelaskan bahwa pahala yang paling besar ialah:
keunggulan martabat mereka beberapa derajat di sisi Allah Yang Maha Pengampun serta ampunan dan rahmat-Nya.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 96. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Begitu tingginya derajat itu, hingga seolah menjadi seperti sekumpulan beberapa derajat jika dibandingkan dengan derajat yang lain.
Di samping itu, mereka masih akan memperoleh ampunan yang besar dan kasih sayang yang luas.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Pahala yang besar ini adalah kedudukan-kedudukan yang tinggi di surge dari Allah secara khusus bagi hamba-hamba-Nya yang berjihad di jalan-Nya, dan ampunan bagi dosa-dosa mereka, ditambah dengan rahmat yang luas dimana mereka bernikmat berjihad di jalan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yaitu beberapa tingkat daripada-Nya) yang sebagiannya lebih mulia dari lainnya


(dan keampunan serta rahmat) manshub disebabkan kedua fi’ilnya yang diperkirakan


(dan Allah Maha Pengampun) bagi para wali-Nya


(lagi Maha Penyayang) terhadap ahli taat-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Di dalam kitab Sahihain telah disebutkan melalui Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus derajat (tingkatan) yang disediakan oleh Allah untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya, jarak antara tiap-tiap dua derajat sama dengan jarak antara langit dan bumi.

Al-A’masy meriwayatkannya dari Amr ibnu Murrah, dari Abu Ubaidah, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Barang siapa yang melepaskan anak panah (di jalan Allah), baginya pahala satu derajat.
Seorang lelaki bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah derajat itu?"
Nabi ﷺ menjawab:
Ingatlah, sesungguhnya derajat itu bukan tangga naik yang ada pada pintu rumah ibumu, jarak antara dua derajat adalah seratus tahun (perjalanan).

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 96 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 96 - Gambar 2
Statistik QS. 4:96
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.6 (8 votes)
Tags:

4:96, 4 96, 4-96, Surah An Nisaa' 96, Tafsir surat AnNisaa 96, Quran AnNisa 96, An-Nisa’ 96, Surah An Nisa ayat 96

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 111 [QS. 21:111]

111. Dan aku tidak tahu sedikit pun mengapa azab yang diancamkan kepada kamu, orang-orang kafir itu, ditunda datangnya. Boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu sehingga kamu bertambah sombong dalam menola … 21:111, 21 111, 21-111, Surah Al Anbiyaa 111, Tafsir surat AlAnbiyaa 111, Quran Al-Anbya 111, Al Anbiya 111, Alanbiya 111, Al-Anbiya’ 111, Surah Al Anbiya ayat 111

QS. Al Fath (Kemenangan) – surah 48 ayat 28 [QS. 48:28]

28. Dialah yang mengutus Rasul-Nya, Nabi Muhammad, dengan membawa petunjuk, ilmu yang bermanfaat dan amal saleh, dan agama yang benar, yaitu agama Islam agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan … 48:28, 48 28, 48-28, Surah Al Fath 28, Tafsir surat AlFath 28, Quran Al-Fath 28, Surah Al Fath ayat 28

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #25

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti … biarlah baiklah bukankah binasalah berbukalah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ a lam

Pendidikan Agama Islam #21

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut

Pendidikan Agama Islam #14

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … berjuang dengan akal dan sains jihad dengan senjata berjuang melawan hawa nafsu berjuang melawan kemiskinan

Instagram