Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 84 [QS. 4:84]

فَقَاتِلۡ فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ ۚ لَا تُکَلَّفُ اِلَّا نَفۡسَکَ وَ حَرِّضِ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ ۚ عَسَی اللّٰہُ اَنۡ یَّکُفَّ بَاۡسَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ؕ وَ اللّٰہُ اَشَدُّ بَاۡسًا وَّ اَشَدُّ تَنۡکِیۡلًا
Faqaatil fii sabiilillahi laa tukallafu ilaa nafsaka waharridhil mu’miniina ‘asallahu an yakuffa ba’sal-ladziina kafaruu wallahu asyaddu ba’san waasyaddu tankiilaa;
Maka berperanglah engkau (Muhammad) di jalan Allah, engkau tidaklah dibebani melainkan atas dirimu sendiri.
Kobarkanlah (semangat) orang-orang beriman (untuk berperang).
Mudah-mudahan Allah menolak (mematahkan) serangan orang-orang yang kafir itu.
Allah sangat besar kekuatan(-Nya) dan sangat keras siksaan(-Nya).
―QS. An Nisaa’ [4]: 84

So fight, (O Muhammad), in the cause of Allah;
you are not held responsible except for yourself.
And encourage the believers (to join you) that perhaps Allah will restrain the (military) might of those who disbelieve.
And Allah is greater in might and stronger in (exemplary) punishment.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 84]

فَقَٰتِلْ maka berperanglah

So fight
فِى di

in
سَبِيلِ jalan

(the) way
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah;
لَا tidak

not
تُكَلَّفُ kamu dibebani

are you responsible
إِلَّا kecuali/melainkan

except
نَفْسَكَ dirimu sendiri

(for) yourself.
وَحَرِّضِ dan kobarkanlah semangat

And encourage
ٱلْمُؤْمِنِينَ orang-orang mukmin

the believers,
عَسَى mudah-mudahan

perhaps
ٱللَّهُ Allah

Allah
أَن akan

will
يَكُفَّ menolak

restrain
بَأْسَ kekuatan

(the) might
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(of) those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieved.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
أَشَدُّ sangat

(is) Stronger
بَأْسًا kekuatan

(in) Might
وَأَشَدُّ dan sangat

and Stronger
تَنكِيلًا keras

(in) punishment.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:84

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 84. Oleh Kementrian Agama RI


Perintah perang untuk menahan serangan pihak kafir ini ditujukan langsung oleh Allah kepada Nabi-Nya dan Allah menghendaki pelaksanaan perintah perang ini atas dasar ketaatan dan berserah diri kepada-Nya tanpa menggantungkan harapan kepada orang-orang munafik yakni dengan mengharap bantuan kaum munafik.
Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya agar menganjurkan kepada orang-orang mukmin untuk ikut memerangi orang-orang kafir.

Sejarah membuktikan pada Perang Uhud betapa ketabahan Rasulullah menjalankan perintah Allah meskipun pasukan Muslimin berada dalam keadaan kacau balau.
Dalam ayat ini Allah menjanjikan akan melemahkan kekuatan orang-orang kafir, karenanya sudah sewajarnya kaum Muslimin tidak merasa khawatir, bahkan hendaknya semakin patuh kepada Rasulullah dengan memenuhi anjurannya untuk turut memerangi orang-orang kafir dengan keyakinan bahwa Allah Mahakuat dan memenuhi janji-Nya, memberikan kemenangan kepada Rasulullah beserta orang-orang mukmin.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 84. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Jika di antara kalian terdapat orang yang bersifat seperti munafik, maka jauhilah mereka.
Berperanglah di jalan Allah dan jalan kebenaran, sebab kamu hanya bertanggung jawab atas dirimu sendiri.


Lalu ajaklah orang-orang Mukmin untuk berperang.
Semoga, dengan demikian, Allah menjauhkan kalian dari kekejaman orang-orang kafir.


Dialah penolong kalian.
Allah amat besar kekuatan-Nya dan amat kejam siksaan-Nya terhadap orang-orang kafir.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Berjihadlah wahai Nabi di jalan Allah demi meninggikan kalimat Allah.
Perbuatan orang lain tidak harus kamu pikul dan kamu tanggung.


Doronglah orang-orang mukmin untuk berjihad dan berperang, buatlah mereka senang kepadanya semoga Allah melindungi kalian dengan mereka dan denganmu dari siksaan orang-orang kafir dan tekanan mereka.
Allah lebih keras kekuatan-Nya dan lebih kuat hukuman-Nya atas orang-orang kafir.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka berperanglah kamu) hai Muhammad


(di jalan Allah kamu tidaklah dibebani kecuali dengan kewajibanmu sendiri) maka janganlah pedulikan keengganan mereka dalam berperang itu.
Artinya, berperanglah kamu walau seorang diri, karena kamu telah dijamin akan beroleh kemenangan


(dan kerahkanlah orang-orang mukmin) anjurkan mereka buat bertempur dan kobarkan semangat mereka


(semoga Allah menahan kekerasan) artinya serangan


(orang-orang kafir itu.
Dan Allah lebih keras lagi) dari mereka


(dan lebih hebat lagi siksa-Nya).
Maka sabda Nabi ﷺ,
"Demi Tuhan yang diri saya berada dalam kekuasaan-Nya, saya akan pergi walaupun hanya seorang diri!"
Lalu pergilah ia bersama 70 orang berkuda ke Badar Shughra sehingga Allah pun menolak serangan orang-orang kafir itu dengan meniupkan ketakutan ke dalam hati mereka dan menahan Abu Sofyan supaya tidak keluar sebagaimana telah disebutkan dalam surah Ali Imran.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, memerintahkan kepada hamba dan Rasul-Nya (yaitu Nabi Muhammad ﷺ) untuk ikut terjun ke dalam kancah peperangan, berjihad di jalan Allah.
Barang siapa yang menolak, tidak ikut berperang, maka tiada paksaan atas dirinya untuk mengikuti peperangan.
Karena itulah disebutkan di dalam firman-Nya:

tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajibanmu sendiri.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Anir ibnu Nabih, telah menceritakan kepada kami Hakkam, telah menceritakan kepada kami Al-Jarrah Al-Kindi, dari Abu Ishaq yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Al-Barra ibnu Azib tentang seorang lelaki yang menghadapi musuh sebanyak seratus orang, tetapi ia tetap berperang melawan mereka, yang pada akhirnya dia termasuk orang yang disebut di dalam firman-Nya:
dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan.
(QS. Al-Baqarah [2]: 195)
Maka Al-Barra ibnu Azib menjawab bahwa Allah subhanahu wa ta’ala, telah berfirman pula kepada Nabi-Nya, yaitu:

Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri.
Kobarkanlah semangat orang-orang mukmin (untuk berperang).

Dengan kata Lain, lelaki tersebut tidak termasuk ke dalam larangan yang disebutkan ayat di atas.

Imam Ahmad meriwayatkannya melalui Sulaiman ibnu Daud, dari Abu Bakar ibnu Ayyasy, dari Abu Ishaq yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Al-Barra mengenai seorang lelaki yang maju sendirian melawan orang-orang musyrik yang jumlahnya banyak, apakah dia termasuk orang yang menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan?
Al-Barra menjawabnya tidak, karena sesungguhnya Allah mengutus Rasul-Nya dan berfirman kepadanya:

Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri.
esungguhnya hal yang kamu sebutkan hanyalah menyangkut masalah nafkah.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih melalui jalur Abu Bakar ibnu Ayyasy dan Ali ibnu Abu Saleh, dari Abu Ishaq, dari Al-Barra dengan lafaz yang sama.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Kobarkanlah semangat orang-orang mukmin (untuk berperang).

Artinya, bangkitkanlah semangat untuk berperang, kobarkanlah semangat mereka, dan tanamkanlah keberanian mereka untuk berperang.
Seperti yang beliau ﷺ katakan kepada para sahabatnya dalam Perang Badar ketika beliau sedang merapikan saf mereka:

Bangkitlah kalian menuju surga yang luasnya seluas bumi dan langit!

Banyak hadis yang diriwayatkan mengenai masalah ini, yaitu anjuran berperang di jalan Allah, antara lain ialah apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari melalui sahabat Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan puasa bulan Ramadan, maka sudah semestinya bagi Allah memasukkannya ke dalam surga, baik ia hijrah di jalan Allah ataupun tetap tinggal di tempat kelahirannya.
Para sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah, bolehkah kami menyampaikan berita gembira ini kepada orang-orang?"
Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus derajat (tingkatan) yang telah disediakan oleh Allah bagi orang-orang yang berjihad dijalan Allah, jarak antara tiap-tiap dua derajat sama dengan jarak antara langit dan bumi.
Apabila kalian memohon kepada Allah, mintalah kepadanya surga Firdaus, karena sesungguhnya surga Firdaus adalah tengah-tengah surga dan surga yang paling tinggi.
Di atasnya terdapat Arasy Tuhan Yang Maha Pemurah, dan dari surga Firdaus mengalirlah semua sungai surga.

Diriwayatkan hal yang semisal melalui hadis Ubadah, Mu’az, dan Abu Darda.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Hai Abu Sa’id, barang siapa yang rela Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Rasul dan Nabi (panutannya), maka pastilah ia masuk surga.
Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa mendengar hal itu Abu Sa’id merasa takjub, lalu bertanya,
"Ulangilah lagi kepadaku, wahai Rasulullah."
Abu Sa’id mengucapkan demikian sebanyak tiga kali, kemudian baru Rasulullah ﷺ bersabda lagi:
Dan yang lainnya lagi menyebabkan Allah mengangkat seorang hamba karenanya seratus derajat (tingkatan) di dalam surga, jarak antara tiap-tiap dua derajat sama dengan jarak antara langit dan bumi.
Abu Sa’id Al-Khudri bertanya,
"Wahai Rasulullah, amalan apakah itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Berjihad di jalan Allah.

Hadis riwayat Imam Muslim.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu.

Yaitu berkat upayamu dalam mengobarkan semangat mereka untuk berjihad, maka bangkitlah semangat mereka untuk melawan musuh-musuh mereka, membela negeri Islam dan para pemeluknya, serta berjuang melawan mereka dengan penuh keteguhan dan kesabaran.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan-(Nya).

Artinya, Dia berkuasa terhadap mereka di dunia dan di akhirat.
Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Demikianlah, apabila Allah menghendaki, niscaya Allah akan membinasakan mereka, tetapi Allah hendak menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain.
(QS. Muhammad [47]: 4), hingga akhir ayat.

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 84 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 84 - Gambar 2
Statistik QS. 4:84
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.2 (10 votes)
Tags:

4:84, 4 84, 4-84, Surah An Nisaa' 84, Tafsir surat AnNisaa 84, Quran AnNisa 84, An-Nisa’ 84, Surah An Nisa ayat 84

▪ ayat asaddu bassang ▪ baksaw tangkila
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 153 [QS. 7:153]

Sedangkan mereka yang menyadari kesalahannya dan mau bertobat, Allah menyatakan, “Dan orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan dengan sengaja, dalam bentuk kekufuran dan kemaksiatan, kemudian wala … 7:153, 7 153, 7-153, Surah Al A’raaf 153, Tafsir surat AlAraaf 153, Quran Al Araf 153, Al-A’raf 153, Surah Al Araf ayat 153

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Fungsi pakaian adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang ...

Benar! Kurang tepat!

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan
--QS. Al A'raf [7]: 31

+

Array

Aurat dari tubuh pria adalah mulai ...

Benar! Kurang tepat!

Setelah Yakin, dalam surah Al-A'raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-A'raf [7] : 26.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
--QS. Al A'raaf (Tempat yang tertinggi) - surah 7 ayat 26

Pendidikan Agama Islam #4
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #4 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #4 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #26

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … 154 114 155 100 150 Benar! Kurang tepat! Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah

Pendidikan Agama Islam #2

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah … Taha ayat 6 Taubah ayat 7 Taha ayat 10 Taha ayat 8

Pendidikan Agama Islam #3

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut … pusar sampai mata kaki dekorasi hijab pakaian aurat Benar!

Instagram