Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 82 [QS. 4:82]

اَفَلَا یَتَدَبَّرُوۡنَ الۡقُرۡاٰنَ ؕ وَ لَوۡ کَانَ مِنۡ عِنۡدِ غَیۡرِ اللّٰہِ لَوَجَدُوۡا فِیۡہِ اخۡتِلَافًا کَثِیۡرًا
Afalaa yatadabbaruunal quraana walau kaana min ‘indi ghairillahi lawajaduu fiihiikhtilaafan katsiiran;
Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Alquran?
Sekiranya (Alquran) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.
―QS. An Nisaa’ [4]: 82

Then do they not reflect upon the Qur’an?
If it had been from (any) other than Allah, they would have found within it much contradiction.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 82]

أَفَلَا maka apakah tidak

Then (do) not
يَتَدَبَّرُونَ mereka memperhatikan

they ponder
ٱلْقُرْءَانَ Al Qur’an

(on) the Quran?
وَلَوْ dan jika

And if
كَانَ adalah ia

it had (been)
مِنْ dari

(of)
عِندِ sisi

from
غَيْرِ selain/bukan

other than
ٱللَّهِ Allah

Allah,
لَوَجَدُوا۟ tentu mereka mendapati

surely they (would have) found
فِيهِ di dalamnya

in it
ٱخْتِلَٰفًا pertentangan

contradiction,
كَثِيرًا banyak

much.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:82

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 82. Oleh Kementrian Agama RI


Orang-orang kafir dan kaum munafik tersebut dicela karena mereka tidak mengerti tentang kerasulan Muhammad dan tidak mau memahami Alquran yang menjelaskan tentang kerasulan Nabi Muhammad.
Kalau mereka mau mengerti dan mau memperhatikan, niscaya mereka mengetahui bahwa kerasulan Muhammad dan Alquran itu memang sebenarnya dari Tuhan.

Janji Allah kepada orang mukmin dan ancaman-Nya kepada orang kafir dan orang munafik sebagaimana yang disampaikan oleh Muhammad adalah suatu hal yang pasti sebagaimana pasti benarnya ayat-ayat yang disampaikan oleh Muhammad tentang isi hati yang dikandung oleh orang munafik dan orang kafir.
Demikian pula pasti benarnya ayat-ayat yang dibawa Muhammad tentang nasib buruk mereka di akhirat nanti, karena kalau Alquran dibuat Muhammad, bukan datang dari Allah yang mengutus niscaya mereka akan menemui dalam Alquran ayat-ayat yang saling bertentangan satu sama lain.


Menurut al-Maragi, hal-hal yang berikut ini adalah sebagai bukti bahwa Alquran bukan bikinan Muhammad, tetapi wahyu dari Allah:


1. Tidak seorang makhluk pun yang dapat menggambarkan hakikat dari sesuatu sebagaimana digambarkan oleh Alquran tanpa adanya pertentangan antara satu dengan yang lain.


2. Alquran menceritakan kejadian masa lalu yang tidak pernah disaksikan oleh Muhammad dan sebagiannya tidak terdapat pula dalam sejarah.

Alquran juga menceritakan hal-hal yang akan datang dan ternyata sesuai dengan kenyataan, juga diceritakan yang sudah terjadi dan tersembunyi di dalam hati sanubari sebagian manusia sebagaimana Alquran menceritakan tentang siasat yang diatur oleh segolongan manusia yang menentang Rasul (lihat ayat 77 yang berhubungan dengan ayat 81 pada ayat yang lalu).


3. Tidak seorang pun yang dapat membuat tandingan Alquran dalam menguraikan pokok-pokok akidah, kaidah-kaidah syariah, siasat suku-suku dan golongan secara tepat tanpa ada pertentangan satu sama lain.


4. Tidak seorang pun dapat menandingi Alquran dalam mengemukakan undang-undang kemasyarakatan atau nilai-nilai kemakmuran, untuk masing-masing agama dan penganutnya dengan mengemukakan alasan yang kongkrit beserta contoh-contoh dan perbandingan.
Satu cerita yang disebut berulang kali dalam ungkapan yang berbeda, dengan mengesankan dan meyakinkan tanpa lepas dari bentuk nasihat dan pengajaran.
Semuanya diterangkan tanpa adanya pertentangan antara satu dengan yang lain.


5. Tidak seorang pun dapat mendatangkan tandingan Alquran dalam membicarakan tentang kejadian alam ini dengan menguraikan sesuatu yang dikandung oleh bumi dan langit seperti binatang, angin, laut, tumbuh-tumbuhan dan hikmah masing-masing dengan bahasa sastra yang tinggi meskipun dikemukakan secara berulang-ulang tetapi tidak membosankan.
Bahkan masing-masing ayat saling memperkuat pengertian dan mengesankan.


6. Alquran memberitakan tentang yang gaib, hari kemudian, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan adanya perhitungan terhadap perbuatan manusia dan pembalasan yang setimpal.
Pemberitaan semacam ini termaktub dalam ayat yang berlainan penguraiannya tetapi satu tujuannya.


Jadi, memperhatikan keistimewaan Alquran adalah jalan untuk memperoleh petunjuk, bahwa memang Alquran itu datang dari Allah dan wajib diikuti.
Segala sesuatu yang dikandungnya dapat diterima akal, sesuai dengan fitrah, sejalan dengan kemaslahatan dan hanya dalam Alquran terdapat jalan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 82. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apakah orang-orang munafik itu tidak merenungkan kitab Allah agar mengetahui alasan yang datang dari Allah mengapa mereka wajib menaati-Nya dan mengikuti perintahmu?
Sesungguhnya Alquran ini benar-benar berasal dari Allah, karena keselarasan makna dan hukum yang dikandungnya serta keterpaduan ayat-ayatnya yang saling menguatkan.
Ini adalah bukti yang kuat bahwa Alquran itu benar- benar berasal dari Allah.


Kalau Alquran bukan berasal dari Allah tentu makna-maknanya akan saling bertentangan dan hukum-hukumnya banyak yang saling berbeda.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apakah orang-orang itu tidak memperhatikan Alquran dan kandungan kebenarannya dengan seksama dan cermat, di mana ia hadir dengan susunan yang sangat bagus yang memastikan bahwa ia dari sisi Allah?
Seandainya Alquran datang dari selain Allah, niscaya mereka akan menemukan banyak kontradiksi padanya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Apakah mereka tidak memperhatikan) merenungkan


(Alquran) dan makna-makna indah yang terdapat di dalamnya.


(Sekiranya Alquran itu bukan dari sisi Allah, tentulah akan mereka jumpai di dalamnya pertentangan yang banyak) baik dalam makna maupun dalam susunannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, memerintahkan kepada mereka untuk memperhatikan apa yang terkandung di dalam Alquran, juga melarang mereka berpaling darinya dan dari memahami makna-maknanya yang muhkam serta lafaz-lafaznya yang mempunyai paramasastra yang tinggi.
Allah subhanahu wa ta’ala, memberitahukan kepada mereka bahwa tidak ada pertentangan, tidak ada kelabilan, dan tidak ada perbedaan di dalam Alquran karena Alquran diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.
Alquran adalah perkara yang hak dari Tuhan Yang Mahabenar.
Karena itulah dalam ayat lain disebutkan melalui firman-Nya:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci?
(QS. Muhammad [47]: 24)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Kalau kiranya Alquran itu bukan dari sisi Allah.

Seandainya Alquran itu dibuat-buat sendiri, seperti yang dikatakan oleh sebagian kaum musyrik dan kaum munafik yang bodoh dalam hati mereka.

tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

Yaitu niscaya dijumpai banyak pertentangan dan kelabilan.
Dengan kata lain, sedangkan Alquran itu ternyata bebas dari pertentangan, hal ini menunjukkan bahwa Alquran itu dari sisi Allah.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam ayat yang lain, menyitir perkataan orang-orang yang mendalam ilmunya, yaitu melalui firman-Nya:

Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 7)

Baik yang muhkam maupun yang mutasyabih, semuanya benar.
Karena itulah mereka mengembalikan (merujukkan) yang mutasyabih kepada yang muhkam, dan akhirnya mereka mendapat petunjuk.
Sedangkan orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, mereka mengembalikan yang muhkam kepada yang mutasyabih, akhirnya mereka tersesat.
Karena itulah dalam ayat ini Allah memuji sikap orang-orang yang mendalam ilmunya dan mencela orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Anas ibnu Iyad, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Abu Hazim, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya yang menceritakan bahwa ia dan saudaranya duduk di sebuah majelis yang lebih ia sukai daripada memiliki ternak unta yang unggul.
Ketika dia dan saudaranya telah berada di dalam majelis itu, tiba-tiba beberapa sesepuh dari kalangan sahabat Nabi ﷺ berada di sebuah pintu dari pintu-pintu yang biasa dilalui oleh Nabi ﷺ Maka kami tidak suka bila memisahkan di antara mereka, hingga kami terpaksa duduk di pinggir.
Saat itu mereka sedang membicarakan suatu ayat dari Alquran, lalu mereka berdebat mengenainya hingga suara mereka saling menegang.
Maka Rasulullah ﷺ keluar dalam keadaan marah hingga roman wajahnya kelihatan merah, lalu beliau menaburkan debu kepada mereka yang berdebat itu dan bersabda:
Tenanglah hai kaum, karena hal inilah umat-umat terdahulu sebelum kalian binasa, yaitu karena pertentangan mereka dengan nabi-nabi mereka dan mengadu-adukan sebagian dari isi Al-Ki-tab dengan sebagian yang lain.
Sesungguhnya Alquran tidak diturunkan untuk mendustakan sebagian darinya terhadap sebagian yang lain.
Tetapi ia diturunkan untuk membenarkan sebagian daripadanya terhadap sebagian yang lain.
Karena itu, apa yang kalian ketahui dari Alquran, amatkanlah ia, dan apa yang kalian tidak mengerti darinya, maka kembalikanlah kepada yang mengetahuinya.

Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad melalui Abu Mu’awiyah, dari Daud ibnu Abu Hindun, dari Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan:


bahwa pada suatu hari Rasulullah ﷺ keluar, yaitu ketika para sahabat sedang memperbincangkan masalah takdir.
Saat itu wajah beliau seakan-akan seperti biji delima yang merah karena marah.
Lalu beliau ﷺ bersabda kepada mereka:
Mengapa kalian mengadukan Kitabullah sebagian darinya dengan sebagian yang lain?
Hal inilah yang menyebabkan orang-orang sebelum kalian binasa.
Perawi mengatakan bahwa sejak saat itu tiada suatu majelis pun yang di dalamnya ada Rasulullah ﷺ yang lebih ia sukai daripada majelis tersebut.
Sekiranya dia tidak menyaksikannya, amat kecewalah dia.

Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Daud ibnu Abu Hindun dengan sanad yang sama dan dengan lafaz yang semisal.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, dari Abu Imran Al-Juni yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Rabbah pernah menulis surat kepadanya, menceritakan sebuah hadis yang ia terima dari Abdullah ibnu Amr.
Disebutkan bahwa pada suatu siang hari Abdullah ibnu Amr ia berangkat menemui Rasulullah ﷺ Saat itu ketika dia dan yang lainnya sedang duduk, tiba-tiba ada dua orang berselisih pendapat tentang makna sebuah ayat, hingga suara mereka berdua menjadi mengeras dan bersitegang.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya penyebab yang membinasakan orang-orang sebelum kalian hanyalah karena pertentangan mereka mengenai Al-Kitab.

Imam Muslim dan Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Hammad ibnu Zaid dengan lafaz yang sama.

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 82 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 82 - Gambar 2
Statistik QS. 4:82
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.8 (8 votes)
Tags:

4:82, 4 82, 4-82, Surah An Nisaa' 82, Tafsir surat AnNisaa 82, Quran AnNisa 82, An-Nisa’ 82, Surah An Nisa ayat 82

▪ qs 4: 82
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 83 [QS. 21:83]

83. Dan ingatlah kisah Ayub, seorang nabi dan rasul yang mendapat cobaan berat dalam hidupnya, ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan berserah dan bertawakal kepada-Nya. “Ya Tuhanku, sungguh, aku te … 21:83, 21 83, 21-83, Surah Al Anbiyaa 83, Tafsir surat AlAnbiyaa 83, Quran Al-Anbya 83, Al Anbiya 83, Alanbiya 83, Al-Anbiya’ 83, Surah Al Anbiya ayat 83

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 119 [QS. 4:119]

Dan pasti kusesatkan mereka dari jalan-Mu yang benar dan lurus, kapan pun dan di mana pun, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka sehingga mereka tidak dapat melakukan kebajikan-kebajika … 4:119, 4 119, 4-119, Surah An Nisaa’ 119, Tafsir surat AnNisaa 119, Quran AnNisa 119, An-Nisa’ 119, Surah An Nisa ayat 119

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Benar! Kurang tepat!

Arti fana adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #18

Arti al-Kaafirun adalah … orang-orang kafir orang yang tidak bisa baca tulis orang musyrik orang-orang kaffah orang-orang munafik Benar! Kurang

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … alam yaj’al alam nasyrah alam dunya alam tara bismika Benar! Kurang tepat! Penjelasan:أَلَمْ نَشْرَحْ

Pendidikan Agama Islam #2

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Al ‘Aziz Al Azhar Al Akhir Al ‘Azim Al Jamii’ Benar!

Instagram