Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 81 [QS. 4:81]

وَ یَقُوۡلُوۡنَ طَاعَۃٌ ۫ فَاِذَا بَرَزُوۡا مِنۡ عِنۡدِکَ بَیَّتَ طَآئِفَۃٌ مِّنۡہُمۡ غَیۡرَ الَّذِیۡ تَقُوۡلُ ؕ وَ اللّٰہُ یَکۡتُبُ مَا یُبَیِّتُوۡنَ ۚ فَاَعۡرِضۡ عَنۡہُمۡ وَ تَوَکَّلۡ عَلَی اللّٰہِ ؕ وَ کَفٰی بِاللّٰہِ وَکِیۡلًا
Wayaquuluuna thaa’atun fa-idzaa barazuu min ‘indika bai-yata thaa-ifatun minhum ghairal-ladzii taquulu wallahu yaktubu maa yubai-yituuna faa’ridh ‘anhum watawakkal ‘alallahi wakafa billahi wakiilaa;
Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan,
“(Kewajiban kami hanyalah) taat.”
Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad), sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi.
Allah mencatat siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah.
Cukuplah Allah yang menjadi pelindung.
―QS. An Nisaa’ [4]: 81

And they say,
"(We pledge) obedience."
But when they leave you, a group of them spend the night determining to do other than what you say.
But Allah records what they plan by night.
So leave them alone and rely upon Allah.
And sufficient is Allah as Disposer of affairs.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 81]

وَيَقُولُونَ dan mereka mengatakan

And they say,
طَاعَةٌ taat

"(We pledge) obedience."
فَإِذَا maka apabila

Then when
بَرَزُوا۟ mereka telah pergi

they leave
مِنْ dari

from
عِندِكَ sisimu

you,
بَيَّتَ mengambil keputusan di malam hari

plan by night
طَآئِفَةٌ segolongan

a group
مِّنْهُمْ dari mereka

of them
غَيْرَ bukan/selain

other than
ٱلَّذِى yang

that which
تَقُولُ dia katakan

you say.
وَٱللَّهُ dan Allah

But Allah
يَكْتُبُ Dia menulis

records
مَا apa

what
يُبَيِّتُونَ mereka putuskan

they plan by night.
فَأَعْرِضْ maka berpalinglah

So turn (away)
عَنْهُمْ dari mereka

from them
وَتَوَكَّلْ dan bertawakkallah

and put (your) trust
عَلَى atas/kepada

in
ٱللَّهِ Allah

Allah.
وَكَفَىٰ dan cukuplah

And sufficient
بِٱللَّهِ dengan Allah

is Allah
وَكِيلًا pelindung

(as) a Trustee.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:81

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 81. Oleh Kementrian Agama RI


Golongan yang takut berperang seperti yang digambarkan dalam ayat 77 yang lalu berkata di hadapan Nabi Muhammad ﷺ bahwa mereka mematuhi perintahnya, tetapi setelah mereka terpisah, sebagian mengatur siasat yang bertentangan dengan ucapan mereka.
Sebenarnya ucapan patuh mereka sekedar menyelamatkan diri dan menyelamatkan harta benda mereka dari tindakan Rasul.


Ayat ini mengungkapkan kepada Nabi apa yang terkandung di dalam hati orang munafik dan Allah memerintahkan Muhammad agar membiarkan sifat mereka yang demikian dengan menyerahkan segala sesuatu pada Allah, karena Allah tetap melindungi Rasul-Nya dari kejahatan golongan munafik tersebut.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 81. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Golongan yang ragu-ragu itu mengatakan,
"Perintahmu telah dilaksanakan, dan tidak ada pilihan lain bagi kami kecuali menaati perintah dan larangan itu."
Tetapi jika mereka telah pergi dan menjauh darimu, sebagian mereka ada yang menyusun siasat yang berbeda dengan perintah dan laranganmu, di malam hari.


Janganlah kamu mengikuti mereka.
Jauhilah mereka.


Serahkan segala urusanmu kepada Allah dan bertawakallah kepada-Nya.
Cukuplah Allah menjadi pemelihara dan pelindung.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang yang berpaling itu memperlihatkan saat mereka berada di majlis Rasululah bahwa mereka menaati beliau dan apa yang beliau bawa.
Namun bila mereka telah menjauh dari beliau dan meninggalkan majlis beliau, maka sekelompok oranga dari mereka menyusun rencana di malam hari yang bertentangan dengan ketaatan yang mereka perlihatkan sebelumnya.


Mereka tidak menyadari bahwa Allah mengawasi rencana mereka dan akan membalas mereka dengan balasan yang sempurna.
Maka berpalinglah dari mereka wahai Rasul, jangan menggubris mereka, karena mereka tidak akan merugikan kalian, dan bertakwalah kalian kepada Allah dan cukuplah Allah sebagai penolong dan pendukung.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan mereka berkata) maksudnya orang-orang munafik, jika mereka datang kepadamu,
"Kewajiban kami hanyalah


(taat) kepadamu."


(Tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu, segolongan di antara mereka menyembunyikan) ta diidgamkan kepada tha dan boleh pula tidak


(lain dari apa yang mereka katakan) padamu di hadapanmu tadi berupa ketaatan, tegasnya mereka menyembunyikan kedurhakaan mereka


(Allah menulis) maksudnya menyuruh malaikat menulis


(apa yang mereka sembunyikan itu) yakni dalam buku-buku catatan mereka agar menerima pembalasan nanti


(maka berpalinglah kamu dari mereka) dengan memaafkan mereka


(dan bertawakallah kepada Allah) artinya percayalah kepada-Nya karena Dia pasti melindungimu


(dan cukuplah Allah itu sebagai pelindung) atau tempat bertawakal.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

maka berpalinglah kamu dari mereka.


Dengan kata Lain, maafkanlah mereka dan bersabarlah terhadap mereka, jangan kamu menghukum mereka, jangan kamu sebarkan perihal mereka (orang-orang munafik itu) di kalangan orang banyak, jangan pula kamu merasa takut terhadap ancaman mereka.

dan bertawakallah kepada Allah.
Cukuplah Allah menjadi Pelindung.


Dengan kata lain, cukuplah Allah sebagai Penolong, Pelindung, dan Pembantu bagi orang yang bertawakal dan berserah diri kepada-Nya.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nisaa’ (4) Ayat 81

THAA’AH
طَاعَة

Lafaz ini adalah ism mashdar dari tawa’a.

Ibn Faris berkata,
"Asal lafaz ini yaitu Al ta’, Al waw dan Al ‘ayn menunjukkan makna menemani dan patuh."

Tha’ah bermakna ketaatan, patuh dan muafakat, ia tidak terjadi kecuali melalui suatu perintah.

Lafaz ini dibakukan ke dalam bahasa Melayu yang dinamakan ‘taat‘ dan ia mengandung makna sentiasa menurut perintah, baik pada Tuhan dan lain-lain, patuh, kuat beribadat dan shaleh.

Ia disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
An Nisaa (4), ayat 81;
An Nuur (24), ayat 53;
Muhammad (47), ayat 21.

Taat ialah patuh, setia ataupun tunduk.
Taat kepada Allah berarti patuh, setia dan tunduk kepada Allah dengan memelihara syariatnya dan melaksanakan segala perintahnya, meninggalkan atau menjauhi segala larangannya; seterusnya mencontohi sunnah rasul Nya.

Menurut Imam Al Ghazali, makna taat ialah melaksanakan apa saja yang ditetapkan oleh Allah dan menjauhi apa saja yang diharamkan Nya.

Al Kafawi mengungkapkan, thaa’ah ialah menyetujui sesuatu perkara dan ia lebih umum dari ibadah, karena ibadah lebih banyak digunakan dalam mengagungkan Allah dengan sebenarbenarnya.

Thaa’ah juga digunakan untuk menyetujui perintah Allah dan perintah selainnya, mengerjakan segala perintah walau ia mandub sekalipun, meninggalkan apa yang dilarang walaupun ianya makruh.
Ketaatan kepada selain Allah di luar kemaksiatan dibolehkan.

Ketaatan sekiranya mengakibatkan kepada kemaksiatan, wajib meninggalkannya karena apa saja yang mengakibatkan kejahatan ia termasuk kejahatan sekalipun, meninggalkan apa yang dilarang walaupun ianya makruh.

Ketaatan kepada selain Allah diluar kemaksiatan dibolehkan.

Dalam Tafsir Al Jalalayn diterangkan, ia bermakna ketaatan hanya dalam perkataan tetapi berlainan dalam perbuatan.

Begitu juga dalam surah An Nisaa di mana orang munafik berkata,
"Sekiranya mereka diperintahkan dengan sesuatu, keadaan mereka patuh dan tunduk, namun sekiranya mereka bertemu sesama mereka, mereka menampakkan kekufuran mereka dan bukan ketaatan."

Kesimpulannya, lafaz thaa’ah di dalam Al Qur’an menunjukkan ketaatan yang dusta dan tipu, kareana lafaz ini dikaitkan dengan ketaatan orang munafik.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 331

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 81 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 81 - Gambar 2
Statistik QS. 4:81
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.7 (21 votes)
Tags:

4:81, 4 81, 4-81, Surah An Nisaa' 81, Tafsir surat AnNisaa 81, Quran AnNisa 81, An-Nisa’ 81, Surah An Nisa ayat 81

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 29 [QS. 39:29]

29. Allah membuat perumpamaan dalam Al-Qur’an tentang orang-orang yang menyekutukan Allah dan yang mengesakan-Nya. Perumpamaan itu berupa seorang budak laki-laki dewasa dan kuat yang dimiliki oleh beb … 39:29, 39 29, 39-29, Surah Az Zumar 29, Tafsir surat AzZumar 29, Quran Az-Zumar 29, Surah Az Zumar ayat 29

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 18 [QS. 10:18]

Setelah dijelaskan kerugian yang akan diperoleh oleh orang yang berbuat zalim karena ingkar terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, lalu dijelaskan bentuk lain dari kezaliman mereka yaitu syirik. Dan mereka men … 10:18, 10 18, 10-18, Surah Yunus 18, Tafsir surat Yunus 18, Quran Yunus 18, Surah Yunus ayat 18

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Benar! Kurang tepat!

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

+

Array

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #30

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًاArti dari kalimat di atas adalah … Kebodohan mendekati kekayaan Kekafiran mendekatkan kepada kekufuran Kekufuran mendekati

Pendidikan Agama Islam #29

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ, potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Al Baqarah ayat

Pendidikan Agama Islam #9

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … voting kesepakatan undang-undang perundingan rapat Benar! Kurang tepat! Arti hadits maudhu’ adalah … hadits

Instagram