Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Nisaa'

An Nisaa’ (Wanita) surah 4 ayat 81


وَ یَقُوۡلُوۡنَ طَاعَۃٌ ۫ فَاِذَا بَرَزُوۡا مِنۡ عِنۡدِکَ بَیَّتَ طَآئِفَۃٌ مِّنۡہُمۡ غَیۡرَ الَّذِیۡ تَقُوۡلُ ؕ وَ اللّٰہُ یَکۡتُبُ مَا یُبَیِّتُوۡنَ ۚ فَاَعۡرِضۡ عَنۡہُمۡ وَ تَوَکَّلۡ عَلَی اللّٰہِ ؕ وَ کَفٰی بِاللّٰہِ وَکِیۡلًا
Wayaquuluuna thaa’atun fa-idzaa barazuu min ‘indika bai-yata thaa-ifatun minhum ghairal-ladzii taquulu wallahu yaktubu maa yubai-yituuna faa’ridh ‘anhum watawakkal ‘alallahi wakafa billahi wakiilaa;

Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan:
“(Kewajiban kami hanyalah) taat”.
Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi.
Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah.
Cukuplah Allah menjadi Pelindung.
―QS. 4:81
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Hikmah penurunan kitab-kitab samawi
4:81, 4 81, 4-81, An Nisaa’ 81, AnNisaa 81, AnNisa 81, An-Nisa’ 81
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 81. Oleh Kementrian Agama RI

Golongan yang takut berperang sebagai yang digambarkan pada ayat 77 yang lalu berkata di hadapan Nabi Muhammad ﷺ bahwa mereka mematuhi perintah Nabi Muhammad ﷺ akan tetapi setelah mereka terpisah dari Muhammad sebahagian mereka mengatur siasat yang bertentangan dengan ucapan mereka.
Sebenarnya ucapan patuh mereka sekadar untuk menyelamatkan dari dan menyelamatkan harta benda mereka dari tindakan Rasul.

Jadi dalam ayat ini Allah membukakan kepada Nabi apa yang terkandung di dalam hati orang munafik itu dan Allah memerintahkan Muhammad agar membiarkan sifat mereka yang demikian itu dengan menyerahkan segala sesuatu pada Allah subhanahu wa ta’ala karena Allah tetap melindungi Rasul Nya dari kejahatan golongan munafik tersebut.

An Nisaa' (4) ayat 81 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nisaa' (4) ayat 81 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nisaa' (4) ayat 81 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Golongan yang ragu-ragu itu mengatakan, “Perintahmu telah dilaksanakan, dan tidak ada pilihan lain bagi kami kecuali menaati perintah dan larangan itu.” Tetapi jika mereka telah pergi dan menjauh darimu, sebagian mereka ada yang menyusun siasat yang berbeda dengan perintah dan laranganmu, di malam hari.
Janganlah kamu mengikuti mereka.
Jauhilah mereka.
Serahkan segala urusanmu kepada Allah dan bertawakallah kepada-Nya.
Cukuplah Allah menjadi pemelihara dan pelindung.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka berkata) maksudnya orang-orang munafik, jika mereka datang kepadamu, “Kewajiban kami hanyalah (taat) kepadamu.” (Tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu, segolongan di antara mereka menyembunyikan) ta diidgamkan kepada tha dan boleh pula tidak (lain dari apa yang mereka katakan) padamu di hadapanmu tadi berupa ketaatan, tegasnya mereka menyembunyikan kedurhakaan mereka (Allah menulis) maksudnya menyuruh malaikat menulis (apa yang mereka sembunyikan itu) yakni dalam buku-buku catatan mereka agar menerima pembalasan nanti (maka berpalinglah kamu dari mereka) dengan memaafkan mereka (dan bertawakallah kepada Allah) artinya percayalah kepada-Nya karena Dia pasti melindungimu (dan cukuplah Allah itu sebagai pelindung) atau tempat bertawakal.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang berpaling itu memperlihatkan saat mereka berada di majlis Rasululah bahwa mereka menaati beliau dan apa yang beliau bawa.
Namun bila mereka telah menjauh dari beliau dan meninggalkan majlis beliau, maka sekelompok oranga dari mereka menyusun rencana di malam hari yang bertentangan dengan ketaatan yang mereka perlihatkan sebelumnya.
Mereka tidak menyadari bahwa Allah mengawasi rencana mereka dan akan membalas mereka dengan balasan yang sempurna.
Maka berpalinglah dari mereka wahai Rasul, jangan menggubris mereka, karena mereka tidak akan merugikan kalian, dan bertakwalah kalian kepada Allah dan cukuplah Allah sebagai penolong dan pendukung.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

maka berpalinglah kamu dari mereka.

Dengan kata Lain, maafkanlah mereka dan bersabarlah terhadap mereka, jangan kamu menghukum mereka, jangan kamu sebarkan perihal mereka (orang-orang munafik itu) di kalangan orang banyak, jangan pula kamu merasa takut terhadap ancaman mereka.

dan bertawakallah kepada Allah.
Cukuplah Allah menjadi Pelindung.

Dengan kata lain, cukuplah Allah sebagai Penolong, Pelindung, dan Pembantu bagi orang yang bertawakal dan berserah diri kepada-Nya.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nisaa' (4) Ayat 81

THAA’AH
طَاعَة

Lafaz ini adalah ism mashdar dari tawa’a.

Ibn Faris berkata,
“Asal lafaz ini yaitu Al ta’, Al waw dan Al ‘ayn menunjukkan makna menemani dan patuh.”

Tha’ah bermakna ketaatan, patuh dan muafakat, ia tidak terjadi kecuali melalui suatu perintah.

Lafaz ini dibakukan ke dalam bahasa Melayu yang dinamakan ‘taat’ dan ia mengandung makna sentiasa menurut perintah, baik pada Tuhan dan lain-lain, patuh, kuat beribadat dan shaleh.

Ia disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-An Nisaa (4), ayat 81;
-An Nuur (24), ayat 53;
-Muhammad (47), ayat 21.

Taat ialah patuh, setia ataupun tunduk. Taat kepada Allah berarti patuh, setia dan tunduk kepada Allah dengan memelihara syariatnya dan melaksanakan segala perintahnya, meninggalkan atau menjauhi segala larangannya; seterusnya mencontohi sunnah rasul Nya.

Menurut Imam Al Ghazali, makna taat ialah melaksanakan apa saja yang ditetapkan oleh Allah dan menjauhi apa saja yang diharamkan Nya.

Al Kafawi mengungkapkan, thaa’ah ialah menyetujui sesuatu perkara dan ia lebih umum dari ibadah, karena ibadah lebih banyak digunakan dalam mengagungkan Allah dengan sebenar­benarnya.

Thaa’ah juga digunakan untuk menyetujui perintah Allah dan perintah selainnya, mengerjakan segala perintah walau ia mandub sekalipun, meninggalkan apa yang dilarang walaupun ianya makruh. Ketaatan kepada selain Allah di luar kemaksiatan dibolehkan.

Ketaatan sekiranya mengakibatkan kepada kemaksiatan, wajib meninggalkannya karena apa saja yang mengakibatkan kejahatan ia termasuk kejahatan sekalipun, meninggalkan apa yang dilarang walaupun ianya makruh.

Ketaatan kepada selain Allah diluar kemaksiatan dibolehkan.

Dalam Tafsir Al Jalalayn diterangkan, ia bermakna ketaatan hanya dalam perkataan tetapi berlainan dalam perbuatan.

Begitu juga dalam surah An Nisaa di mana orang munafik berkata,
“Sekiranya mereka diperintahkan dengan sesuatu, keadaan mereka patuh dan tunduk, namun sekiranya mereka bertemu sesama mereka, mereka menampakkan kekufuran mereka dan bukan ketaatan.”

Kesimpulannya, lafaz thaa’ah di dalam Al Qur’an menunjukkan ketaatan yang dusta dan tipu, kareana lafaz ini dikaitkan dengan ketaatan orang munafik.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:331

Informasi Surah An Nisaa' (النّساء)
Surat An Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah.

Dinamakan An Nisaa’ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding de­ngan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa’ dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Al Kubraa” (surat An Nisaa’ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Ash Shughraa” (surat An Nisaa’ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

Kewajiban para washi dan para wall
hukum poligami
mas kawin
memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya
pokok-pokok hukum warisan
perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya,
wanita-wanita yang haram dikawini
hukum mengawini budak wanita
larangan memakan harta secara bathil
hukum syiqaq dan nusyuz
kesucian lahir batin dalam shalat
hukum suaka
hukum membunuh seorang Islam
shalat khauf’
larangan melontarkan ucap­an-ucapan buruk
masalah pusaka kalalah.

Kisah:

Kisah-kisah tentang nabi Musa a.s dan pengikutnya.

Lain-lain:

Asal manusia adalah satu
keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita
norma-norma bergaul dengan isteri
hak seseorang sesuai dengan kewajibannya
perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang ditu­runkan kepadanya
dasar-dasar pemerintahan
cara mengadili perkara
keharusan siap-siaga terhadap musuh
sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi pepe­rangan
berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf
norma dan adab dalam peperangan
cara menghadapi orang-orang munafik
derajat orang yang berjihad.


Gambar Kutipan Surah An Nisaa’ Ayat 81 *beta

Surah An Nisaa' Ayat 81



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nisaa'

Surah An-Nisa' (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa'
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali 'Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma'idah
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (21 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku