QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 75 [QS. 4:75]

وَ مَا لَکُمۡ لَا تُقَاتِلُوۡنَ فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ وَ الۡمُسۡتَضۡعَفِیۡنَ مِنَ الرِّجَالِ وَ النِّسَآءِ وَ الۡوِلۡدَانِ الَّذِیۡنَ یَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَاۤ اَخۡرِجۡنَا مِنۡ ہٰذِہِ الۡقَرۡیَۃِ الظَّالِمِ اَہۡلُہَا ۚ وَ اجۡعَلۡ لَّنَا مِنۡ لَّدُنۡکَ وَلِیًّا ۚۙ وَّ اجۡعَلۡ لَّنَا مِنۡ لَّدُنۡکَ نَصِیۡرًا
Wamaa lakum laa tuqaatiluuna fii sabiilillahi wal mustadh’afiina minarrijaali wannisaa-i wal wildaanil-ladziina yaquuluuna rabbanaa akhrijnaa min hadzihil qaryatizh-zhaalimi ahluhaa waaj’al lanaa min ladunka walii-yan waaj’al lanaa min ladunka nashiiran;

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa:
“Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.
―QS. 4:75
Topik ▪ Toleransi Islam
4:75, 4 75, 4-75, An Nisaa’ 75, AnNisaa 75, AnNisa 75, An-Nisa’ 75

Tafsir surah An Nisaa' (4) ayat 75

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 75. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini terdapat dorongan yang kuat agar kaum muslimin berperang di jalan Allah untuk membela saudara-saudara mereka yang tertindas dan yang berada dalam cengkeraman musuh, karena mereka itu adalah orang orang yang lemah dan tidak berdaya baik laki-laki, wanita maupun anak-anak.
Keamanan mereka terancam.
Mereka tidak mampu membebaskan diri dari cengkeraman musuh, mereka ditindas dan dianiaya oleh penguasa-penguasa yang lalim, mereka tidak berbuat apa-apa selain berdoa memohon pertolongan dan perlindungan dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala

Allah mendorong untuk berperang dengan cara yang lebih mendalam, mengetok pintu hati nurani setiap orang yang masih memiliki perasaan dan keinginan yang baik, dengan menyebutkan keuntungan dan tujuan murni duri peperangan menurut Islam.
Tujuan perang dalam Islam ialah meninggikan kalimah Allah, membela saudara-saudara seagama, membela hak-hak azasi manusia dan menegakkan norma-norma akhlak yang tinggi bukan untuk memperbudak atau menjajah atau untuk menguasai sesuatu bangsa atau negara atau hak-hak orang lain.

Berdasarkan tujuan berperang tersebut di atas.
adalah menjadi kewajiban bagi kaum muslimin membebaskan orang-orang Islam yang ditawan oleh musuh dengan berperang atau menebusnya dengan harta.

Demikian para ulama Islam mengambil hukum dan ayat ini.
Bahkan menurut Abi Abdillah Al Qurtubi, tidak ada perbedaan paham dalam hukum ini dan mereka telah sepakat semuanya Harta untuk penebusannya diambilkan dari baitulmal dan kalau tidak ada wajib ditanggung oleh seluruh umat Islam

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bagaimana kalian sampai hati untuk tidak berperang di jalan Allah, sedangkan orang tua laki-laki, wanita dan anak-anak yang lemah selalu memohon pertolongan kepada Allah seraya berkata, “Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari kekuasaan orang-orang yang zalim.
Tempatkanlah kami berada di dalam kekuasaan orang-orang yang beriman dengan kekuasaan dan rahmat-Mu.
Berikanlah kami penolong dari sisi-Mu yang akan menolong kami.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mengapa kamu tak hendak berperang) pertanyaan yang berarti celaan, maksudnya tak ada halangannya bagi kamu untuk berperang (di jalan Allah dan) untuk membebaskan (golongan yang lemah baik laki-laki, wanita maupun anak-anak) yakni yang ditahan oleh orang-orang kafir buat berhijrah dan yang dianiaya mereka.

Berkata Ibnu Abbas r.a., “Saya dan ibu saya termasuk golongan ini,” (yang mengatakan) atau berdoa, “Wahai (Tuhan kami! Keluarkanlah kami dari negeri ini) Mekah (yang penduduknya aniaya) disebabkan kekafiran (dan berilah kami dari sisi-Mu seorang pelindung) yang akan mengatur urusan kami (dan berilah kami dari sisi-Mu seorang pembela.”) yang mempertahankan kami terhadap mereka.

Allah telah mengabulkan permohonan mereka ini, maka dimudahkan-Nya sebagian mereka itu untuk keluar sedangkan sisanya tinggal di Mekah sampai kota itu berhasil dibebaskan lalu Nabi ﷺ mengangkat Itab bin Usaid sebagai penguasa di Mekah, maka dibelanya orang-orang teraniaya dari penganiaya-penganiayanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apa yang menghalangi kalian wahai orang-orang Mukmin untuk berjihad demi menolong agama Allah, dan menolong hamba-hamba-Nya yang lemah dari kalangan kaum laki-laki, wanita dan anak-anak yang dizhalimi, sedangkan mereka tidak mempunyi jalan keluar dan cara menyelamatkan diri kecuali memohon pertolongan kepada Rabb mereka.
Mereka berdoa :
Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri yaitu Mekah yang penduduknya berbuat Zhalim kepada diri mereka sendiri dengan kekufuran dan kepada orang-orang beriman dengan menyiksa mereka.
Jadikanlah untuk kami dari sisi-Mu seorang pemimpin yang bisa mengurusi perkara kami dan penolong yang bisa membantu kami atas orang-orang yang zhalim??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin untuk berjihad di jalan-Nya dan berupaya untuk menyelamatkan orang-orang lemah yang tinggal di Mekah dari kalangan kaum laki-laki, kaum wanita, dan anak-anak yang terpaksa tinggal di Mekah tanpa ada piiihan lain.
Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan dalam firman-Nya:

semuanya berdoa, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini.” (Q.S. An-Nisa’ [4]: 75) Yang dimaksud adalah kota Mekah.

Seperti yang disebutkan di dalam ayat yang lain, yaitu firman-Nya:

Dan berapa banyaknya negeri-negeri yang (penduduknya) lebih kuat daripada (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu.
(Q.S. Muhammad [47]: 13)

Selanjutnya Allah menyifati penduduk negeri tersebut melalui firman-Nya:

yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau.

Yakni berikanlah kepada kami pelindung dan penolong dari sisi Engkau.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ubaidillah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan: Aku dan ibuku termasuk di antara orang-orang yang lemah itu.

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Harb, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, dari Ayyub, dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwa Ibnu Abbas membacakan firman-Nya: kecuali mereka yang tertindas, baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak.
(Q.S. An-Nisa’ [4]: 98) Lalu ia mengatakan: Aku dan ibuku termasuk orang-orang yang dimaafkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.


Informasi Surah An Nisaa' (النّساء)
Surat An Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah.

Dinamakan An Nisaa’ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding de­ngan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa’ dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Al Kubraa” (surat An Nisaa’ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Ash Shughraa” (surat An Nisaa’ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

Kewajiban para washi dan para wall
hukum poligami
mas kawin
memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya
pokok-pokok hukum warisan
perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya,
wanita-wanita yang haram dikawini
hukum mengawini budak wanita
larangan memakan harta secara bathil
hukum syiqaq dan nusyuz
kesucian lahir batin dalam shalat
hukum suaka
hukum membunuh seorang Islam
shalat khauf’
larangan melontarkan ucap­an-ucapan buruk
masalah pusaka kalalah.

Kisah:

Kisah-kisah tentang nabi Musa a.s dan pengikutnya.

Lain-lain:

Asal manusia adalah satu
keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita
norma-norma bergaul dengan isteri
hak seseorang sesuai dengan kewajibannya
perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang ditu­runkan kepadanya
dasar-dasar pemerintahan
cara mengadili perkara
keharusan siap-siaga terhadap musuh
sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi pepe­rangan
berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf
norma dan adab dalam peperangan
cara menghadapi orang-orang munafik
derajat orang yang berjihad.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nisaa' (4) ayat 75 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nisaa' (4) ayat 75 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nisaa' (4) ayat 75 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nisaa' - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 176 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 4:75
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa'.

Surah An-Nisa' (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah 4
Nama Surah An Nisaa'
Arab النّساء
Arti Wanita
Nama lain Al-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 92
Juz Juz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 176
Jumlah kata 3764
Jumlah huruf 16327
Surah sebelumnya Surah Ali 'Imran
Surah selanjutnya Surah Al-Ma'idah
4.7
Ratingmu: 4.9 (15 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/4-75







Pembahasan ▪ Qs 4:75

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta