Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 7 [QS. 4:7]

لِلرِّجَالِ نَصِیۡبٌ مِّمَّا تَرَکَ الۡوَالِدٰنِ وَ الۡاَقۡرَبُوۡنَ ۪ وَ لِلنِّسَآءِ نَصِیۡبٌ مِّمَّا تَرَکَ الۡوَالِدٰنِ وَ الۡاَقۡرَبُوۡنَ مِمَّا قَلَّ مِنۡہُ اَوۡ کَثُرَ ؕ نَصِیۡبًا مَّفۡرُوۡضًا
Li-rrijaali nashiibun mimmaa tarakal waalidaani wal aqrabuuna wali-nnisaa-i nashiibun mimmaa tarakal waalidaani wal aqrabuuna mimmaa qalla minhu au katsura nashiiban mafruudhan;
Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.
―QS. An Nisaa’ [4]: 7

For men is a share of what the parents and close relatives leave, and for women is a share of what the parents and close relatives leave, be it little or much – an obligatory share.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 7]

لِّلرِّجَالِ bagi orang laki-laki

For the men
نَصِيبٌ bagian

a portion
مِّمَّا dari apa (harta)

of what
تَرَكَ meninggalkan/peninggalan

(is) left
ٱلْوَٰلِدَانِ kedua orang tua

(by) the parents,
وَٱلْأَقْرَبُونَ dan kerabat mereka

and the near relatives
وَلِلنِّسَآءِ dan bagi orang wanita

and for the women
نَصِيبٌ bagian

a portion
مِّمَّا dari apa (harta)

of what
تَرَكَ meninggalkan/peninggalan

(is) left
ٱلْوَٰلِدَانِ kedua orang tua

(by) parents
وَٱلْأَقْرَبُونَ dan kerabat mereka

and the near relatives
مِمَّا dari apa (peninggalan)

of what
قَلَّ sedikit

(is) little
مِنْهُ dari padanya

of it
أَوْ atau

or
كَثُرَ banyak

much –
نَصِيبًا bagian

a portion
مَّفْرُوضًا yang telah ditetapkan

obligatory.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:7

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 7. Oleh Kementrian Agama RI


Apabila anak yatim mendapat peninggalan harta dari kedua orang tuanya atau kerabatnya yang lain mereka sama mempunyai hak dan bagian.
Masing-masing mereka akan mendapat bagian yang telah ditentukan oleh Allah.

Tak seorang pun dapat mengambil atau mengurangi hak mereka.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 7. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Laki-laki mendapatkan hak bagian dari harta peninggalan orangtua dan kerabat karibnya sebagai warisan.
Demikian pula bagi wanita, ada hak bagian dari harta peninggalan itu, tanpa dihilangkan atau dikurangi.


Bagian-bagian tersebut telah ditentukan demikian, baik harta itu sedikit maupun banyak.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bagi laki-laki, kecil atau dewasa, mendapatkan bagian yang Allah tetapkan dari apa yang ditinggalkan oleh bapak ibu atau kerabat berupa harta, sedikit atau banyak dalam bagian-bagian yang sudah ditentukan dengan jelas yang Allah wajibkan untuk mereka, untuk wanita juga sama.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Bagi laki-laki) baik anak-anak maupun karib kerabat


(ada bagian) atau hak


(dari harta peninggalan ibu bapak dan karib kerabat) yang meninggal dunia


(dan bagi wanita ada bagian pula dari harta peninggalan ibu bapak dan karib kerabat, baik sedikit daripadanya) maksudnya dari harta itu


(atau banyak) yang dijadikan Allah


(sebagai hak yang telah ditetapkan) artinya hak yang pasti yang harus diserahkan kepada mereka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Sa’id ibnu Jubair dan Qatadah mengatakan bahwa dahulu orang-orang musyrik memberikan hartanya kepada anak-anaknya yang besar-besar saja, dan mereka tidak mewariskannya kepada wanita dan anak-anak.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya., hingga akhir ayat.

Yaitu semuanya sama dalam hukum Allah subhanahu wa ta’ala Mereka mempunyai hak waris, sekalipun terdapat perbedaan menurut bagian-bagian yang ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bagi masing-masing dari mereka sesuai dengan kedudukan kekerabatan mereka dengan si mayat, atau hubungan suami istri, atau hubungan al-wala.
Karena sesungguhnya hubungan wala itu merupakan daging yang kedudukannya sama dengan daging yang senasab.

Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari jalur Ibnu Hirasah.
dari Sufyan As-Sauri, dari Abdullah ibnu Muhammad ibnu Aqil.
dari Jabir yang menceritakan bahwa Ummu Kahhah datang nienghadap Rasulullah ﷺ, lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai dua orang anak perempuan yang bapaknya telah mati, sedangkan keduanya tidak memperoleh warisan apa pun (dari ayahnya)."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:

Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabat., hingga akhir ayat.

Hadis ini akan diterangkan nanti dalam pembahasan kedua ayat tentang pembagian warisan.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nisaa’ (4) Ayat 7

Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh dan Ibnu Hibban di dalam Kitab al-Faraaidl (ilmu waris), dari al-Kalbi, dari Abu Shalih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa kebiasaan kaum jahiliyah tidak meberikan harta waris kepada anak wanita dan anak laki-laki yang belum dewasa.

Ketika seorang Anshar bernam Aus bin Tsabit wafat dan meninggalkan dua orang putri serta seorang anak laki-laki yang masih kecil, datanglah dua orang pamannya, yaitu Khalid dan ‘Arfathah, yang menjadi asabat*.
Mereka mengambil semua harta peninggalannya.
Maka datanglah istri Aus bin Tsabit kepada Rasulullah ﷺ untuk menerangkan kejadian itu.
Rasulullah bersabda: “Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan.” Maka turunlah ayat tersebut (an-Nisaa’: 7) sebagai penjelasan tentang hukum waris dalam Islam.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Asabat adalah ahli waris yang hanya mendapat sisa warisan setelah dibagikan kepada ahli waris yang mendapat bagian tertentu (kamus besar bahasa Indonesia, 1989, Jakarta, hal 50)

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 7 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 7 - Gambar 2
Statistik QS. 4:7
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.5 (27 votes)
Tags:

4:7, 4 7, 4-7, Surah An Nisaa' 7, Tafsir surat AnNisaa 7, Quran AnNisa 7, An-Nisa’ 7, Surah An Nisa ayat 7

▪ Q S 2:188
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Adz Dzaariyaat (Angin yang menerbangkan) – surah 51 ayat 55 [QS. 51:55]

55. Wahai Nabi Muhammad, dengan anugerah Allah, istikamahlah dalam dakwahmu dan tetaplah memberi peringatan kepada umatmu. Kalau orang-orang kafir itu tidak memperoleh faedah dari dakwahmu akibat peno … 51:55, 51 55, 51-55, Surah Adz Dzaariyaat 55, Tafsir surat AdzDzaariyaat 55, Quran adz dzariyat 55, Az Zariyat 55, Surah Az Zariyat ayat 55

QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 34 [QS. 40:34]

34. Dan sungguh ingatlah, bahwa sebelum masa kalian ini, Nabi Yusuf telah datang kepada leluhur kalian dengan membawa bukti-bukti yang nyata, tetapi kalian senantiasa meragukan apa yang dibawanya itu, … 40:34, 40 34, 40-34, Surah Al Mu’min 34, Tafsir surat AlMumin 34, Quran Al Mukmin 34, AlMukmin 34, Al-Mu’min 34, Surah Al Mumin ayat 34

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Benar! Kurang tepat!

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #1

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Yang Maha Pembuka Rahmat

Pendidikan Agama Islam #9

Era ketidaktahuan juga disebut zaman … abu jahal makiyah madaniyah jahiliyah sanawiyah Benar! Kurang tepat! Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah

Pendidikan Agama Islam #14

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Mujahada gazwa Fastabiqul khoirot Mujahadah Bi Qalbi Muhahadah

Instagram