Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 66 [QS. 4:66]

وَ لَوۡ اَنَّا کَتَبۡنَا عَلَیۡہِمۡ اَنِ اقۡتُلُوۡۤا اَنۡفُسَکُمۡ اَوِ اخۡرُجُوۡا مِنۡ دِیَارِکُمۡ مَّا فَعَلُوۡہُ اِلَّا قَلِیۡلٌ مِّنۡہُمۡ ؕ وَ لَوۡ اَنَّہُمۡ فَعَلُوۡا مَا یُوۡعَظُوۡنَ بِہٖ لَکَانَ خَیۡرًا لَّہُمۡ وَ اَشَدَّ تَثۡبِیۡتًا
Walau annaa katabnaa ‘alaihim aniiqtuluu anfusakum awiikhrujuu min diyaarikum maa fa’aluuhu ilaa qaliilun minhum walau annahum fa’aluu maa yuu’azhuuna bihi lakaana khairan lahum waasyadda tatsbiitan;
Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka,
“Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu,”
ternyata mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka.
Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),
―QS. An Nisaa’ [4]: 66

Daftar isi

And if We had decreed upon them,
"Kill yourselves"
or
"Leave your homes,"
they would not have done it, except for a few of them.
But if they had done what they were instructed, it would have been better for them and a firmer position (for them in faith).
― Chapter 4. Surah An Nisaa’ [verse 66]

وَلَوْ dan kalau

And if
أَنَّا sesungguhnya

[that] We
كَتَبْنَا Kami perintahkan

(had) decreed
عَلَيْهِمْ atas/kepada mereka

on them
أَنِ bahwa

that,
ٱقْتُلُوٓا۟ bunuhlah mereka

"Kill
أَنفُسَكُمْ diri kalian sendiri

yourselves"
أَوِ atau

or
ٱخْرُجُوا۟ keluarlah kamu

"Go forth
مِن dari

from
دِيَٰرِكُم kampungmu

your homes,"
مَّا tidak

not
فَعَلُوهُ mereka melakukannya

they would have done it
إِلَّا kecuali

except
قَلِيلٌ sedikit/sebagian kecil

a few
مِّنْهُمْ dari mereka

of them.
وَلَوْ dan kalau

But if
أَنَّهُمْ sesungguhnya mereka

[that] they
فَعَلُوا۟ (mereka) melaksanakan

had done
مَا apa/pelajaran

what
يُوعَظُونَ diberikan

they were advised
بِهِۦ dengannya

with [it],
لَكَانَ tentulah ia/demikian itu

surely (it) would have been
خَيْرًا lebih baik

better
لَّهُمْ bagi mereka

for them
وَأَشَدَّ dan sangat/lebih

and stronger
تَثْبِيتًا menguatkan

strengthen(ing).

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:66

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 66. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menjelaskan berbagai sikap manusia pada umumnya dalam mematuhi perintah Allah.
Kebanyakan mereka apabila diperintahkan hal-hal yang berat, mereka enggan bahkan menolak untuk melaksanakannya seperti halnya orang-orang munafik dan mereka yang lemah imannya.


Adapun orang yang benar-benar beriman selalu menaati segala yang diperintahkan Allah bagaimanapun beratnya perintah itu, walaupun perintah itu meminta pengorbanan jiwa, harta atau meninggalkan kampung halaman.
Hal ini terbukti dari sikap kaum Muslimin pada waktu diperintahkan hijrah ke Madinah dan pada waktu diperintahkan berperang melawan musuh yang amat kuat, berlipat ganda jumlahnya dan lengkap persenjataannya.

Inilah yang digambarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ dalam sabdanya yang tersebut di atas.


Sebenarnya kalau manusia itu melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang di larang-Nya, itulah yang lebih baik bagi mereka, karena dengan demikian iman mereka bertambah kuat dan akan menumbuhkan sifat-sifat yang terpuji pada diri mereka.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 66. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kalau saja Kami menentukan tugas yang sangat berat dengan memerintahkan jihad terus menerus, membiarkan mereka mati atau meninggalkan rumah terus menerus untuk berjihad, tentu hanya sedikit yang menaatinya.
Tetapi Allah subhanahu wa ta’ala memang tidak mewajibkan sesuatu kecuali sesuai kemampuan manusia.


Kalau saja mereka melakukan perintah itu, tentu akan membawa kebaikan di dunia dan di akhirat.
Dan, tentu akan mengarah kepada kemantapan iman, kestabilan dan ketenteraman.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


66-68.
Seandainya Kami mewajibkan atas orang-orang munafik yang berhakim kepada thaghut tersebut agar sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lainnya, atau agar mereka keluar dari tempat tinggal mereka, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sedikit orang dari mereka.


Seandainya mereka menjawab apa yang dinasihatkan kepada mereka, niscaya hal itu bermanfaat bagi mereka, lebih menguatkan iman mereka dan Kami pun akan memberikan pahal yang besar dari sisi Kami kepada mereka di dunia dan di akhirat.
Dan Kami juga akan membimbing dan memberi mereka taufik ke jalan Allah yang lurus.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan seandainya Kami wajibkan kepada mereka) an sebagai penafsiran


("Bunuhlah dirimu,"
atau,
"Keluarlah kamu dari kampungmu,") sebagaimana telah Kami lakukan terhadap Bani Israel


(tidaklah mereka akan melakukannya) apa yang diharuskan itu


(kecuali sebagian kecil) dibaca marfu` sebagai badal dan manshub sebagai mustatsna


(di antara mereka.
Dan sekiranya mereka melakukan apa yang dinasihatkan kepada mereka itu) yakni menaati Rasul


(tentulah hal itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan) lebih memantapkan keimanan mereka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, menceritakan perihal kebanyakan umat manusia, bahwa mereka itu seandainya diperintahkan mengerjakan hal-hal yang dilarang mereka melakukannya, niscaya mereka tidak akan melakukannya karena watak mereka yang buruk telah diciptakan dalam keadaan mempunyai naluri untuk menentang perintah.
Hal ini merupakan bagian dari pengetahuan Allah subhanahu wa ta’ala, terhadap hal yang belum terjadi, atau hal yang telah terjadi, lalu bagaimana kelanjutannya di masa mendatang.
Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala, dalam ayat ini berfirman:


Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka,
"Bunuhlah diri kalian.’
hingga akhir ayat.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepadaku Ishaq, telah menceritakan kepada kami Al-Azar, dari Ismail, dari Abu Ishaq As-Zubai’i sehubungan dengan firman-Nya:

Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka,
"Bunuhlah diri kalian.’"
, hingga akhir ayat.
Bahwa tatkala ayat ini diturunkan, ada seorang lelaki mengatakan,
"Sekiranya kita diperintahkan untuk itu, niscaya kami benar-benar akan melakukannya, tetapi segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kita dari perintah itu."
Ketika hal tersebut sampai kepada Nabi ﷺ, maka beliau ﷺ bersabda:
Sesungguhnya di antara umatku benar-benar terdapat banyak lelaki yang iman di dalam hati mereka lebih teguh lagi lebih kokoh daripada gunung-gunung yang terpancangkan dengan kokohnya.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya pula.
Untuk itu ia mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Munir, telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari Al-Hasan berikut sanadnya, dari Al-A’masy yang mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka,
"Bunuhlah diri kalian!".
hingga akhir ayat.
Ketika ayat ini diturunkan, ada segolongan orang dari sahabat Nabi ﷺ yang mengatakan,
"Sekiranya kita diperintahkan oleh Tuhan kita untuk itu, niscaya kita benar-benar akan melakukannya."
Maka sampailah perkataan itu kepada Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda:
Iman benar-benar lebih kokoh di dalam hati para pemiliknya daripada gunung-gunung yang dipancangkan dengan kokohnya.

As-Saddi mengatakan bahwa Sabit ibnu Qais ibnu Syammas saling berbangga diri dengan seorang lelaki Yahudi.
Lelaki Yahudi itu mengatakan,
"Allah telah memerintahkan kepada kami untuk bunuh diri, lalu kami bunuh diri kami (yakni di masa Nabi Musa ‘alaihis salam)."
Maka Sabit berkata,
"Demi Allah, sekiranya Allah memerintahkan kepada kami untuk membunuh diri kami, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
Bunuhlah diri kalian! niscaya kami benar-benar akan melakukannya."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, menurunkan ayat ini.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Mahmud ibnu Gailan, telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnus Sirri, telah menceritakan kepada kami Mus’ab ibnu Sabit, dari pamannya (yaitu Amir ibnu Abdullah ibnuz Zubair) yang mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka,
"Bunuhlah diri kalian atau keluarlah kalian dari kampung kalian,"
niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka.
(QS. An-Nisa’ [4]: 66)
Ketika ayat ini diturunkan, maka Rasulullah ﷺ bersabda:


Seandainya perintah itu diturunkan.
niscaya Ibnu Ummi Abdin termasuk dari mereka (yang menaati-Nya).

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ayyasy, dari Safwan ibnu Amr, dari Syuraih ibnu Ubaid yang menceritakan bahwa ketika Rasulullah membaca ayat ini, yaitu firman-Nya:

Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka,
"Bunuhlah diri kalian.’"
, hingga akhir ayat.
Maka beliau mengisyaratkan tangannya menunjukkan ke arah Abdullah ibnu Rawwahah, lalu bersabda:
Seandainya Allah memerintahkan hal tersebut, niscaya orang ini termasuk dari mereka yang sedikit itu.

Yang dimaksud ialah Abdullah ibnu Rawwahah.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka.


Sekiranya mereka mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka dan meninggalkan apa yang dilarang mereka melakukannya.

tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka.

Yakni lebih baik daripada menentang perintah dan mengerjakan larangan-larangan.

dan lebih menguatkan (iman mereka).

Menurut As-Saddi, makna yang dimaksud ialah lebih percaya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nisaa’ (4) Ayat 66

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Suddi bahwa ketika turun ayat, wa lau annaa katabnaa…(dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan…) sampai… illaa qaliilum minhum…(…kecuali sebagian kecil dari mereka..) (an-Nisaa’: 66), Tsabit bin Qais dan seorang Yahudi saling menyombongkan diri dengan ucapan masing-masing: “Demi Allah, Allah telah mewajibkan kami supaya bunuh diri, pasti kami akan melaksanakannya.” Maka Allah menurunkan kelanjutan ayat tersebut di atas (an-Nisaa’: 66) sebagai penjelasan agar melaksanakan tuntunan al-Qur’an yang telah diberikan kepada mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nisaa’ (4) Ayat 66

DIYAAR
لدِّيَار

jamak dari ad daar mencakup arti tempat yang di dalamnya bangunan dan halaman, rumah, negeri, suku dan nama untuk kota nabi Muhammad.

Al Fairuz berkata,
"Ad Daar juga digunakan makna dunia dan akhirat dengan ungkapan Daar ad dunya dan Daar al aakhirah, Daar as salaam maknanya syurga dan Daar al bawaar maksudnya neraka"

Al Israa (17), ayat 5.
Disebut empat kali dan disambungkan dengan dhamir kum yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 84;
An Nisaa (4), ayat 66;
Al Mumtahanah (60), ayat 8 dan 9.

Sekali pula disambungkan dengan dhamir na yaitu dalam surah Al Baqarah (2), ayat 246.
Sepuluh kali disambungkan dengan dhamir hum yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 85, 243;
Ali Imran (3), ayat 195;
Al Anfaal (8), ayat 47;
Hud (11), ayat 67, 94;
Al Hajj (22), ayat 40;
Al Ahzab (33), ayat 27;
Al Hasyr (59), ayat 2 dan 8.

At Tabari berkata,
"Ia bermakna masaakin atau rumah-rumah tempat tinggal maksudnya mereka bolak-balik diantara negeri dan rumah mereka.

Dalam Tafsir Al Jami’ Li Ahkam Al Qur’an, Al Qurtubi menukilkan dari At Tabari dimana mereka mengelilingi antara negeri-negeri untuk mencari dan membunuh mereka yang selalu pergi dan datang.

Ibnu Abbas berkata,
"Mereka berjalan dan pulang pergi diantara negeri-negeri dan rumah-rumah."

Al Farra’ berkata, "Mereka membunuh mereka diantara rumah-rumah mereka.

Kesimpulannya diyaar bermakna negeri-negeri atau rumah-rumah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:229-230

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa’ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa’ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa’ Al Kubraa" (surat An Nisaa’ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa’ Ash Shughraa" (surat An Nisaa’ yang kecil).

Keimanan:

▪ Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
▪ Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
▪ Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
▪ Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
▪ Hukum suaka.
▪ Hukum membunuh seorang Islam.
▪ Shalat khauf’.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
▪ Norma-norma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
▪ Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 66 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 66 - Gambar 2
Statistik QS. 4:66
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah 4
Nama Surah An Nisaa’
Arab النّساء
Arti Wanita
Nama lain Al-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 92
Juz Juz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 176
Jumlah kata 3764
Jumlah huruf 16327
Surah sebelumnya Surah Ali ‘Imran
Surah selanjutnya Surah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.8 (20 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

4:66, 4 66, 4-66, Surah An Nisaa' 66, Tafsir surat AnNisaa 66, Quran AnNisa 66, An-Nisa’ 66, Surah An Nisa ayat 66

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah An Nisaa’

۞ QS. 4:1 Ar Rabb (Tuhan) • Al Raqib (Maha Pengawas) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 4:6 Al Hasib (Maha Penghitung amal) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 4:10 • Dosa-dosa besar • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:11 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:12 Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:13 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 4:14 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 4:16 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Dosa-dosa besar • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 4:17 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:18 • Pintu taubat terbuka hingga ruh sampai di kerongkongan • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:19 • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 4:22 • Penghapus pahala kebaikan • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 4:23 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 4:24 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:25 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 4:26 Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 4:27 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 4:28 • Kasih sayang Allah yang luas • Sifat Iradah (berkeinginan) • Keistimewaan Islam • Toleransi Islam

۞ QS. 4:29 Al Rahim (Maha Penyayang) • Dosa-dosa besar

۞ QS. 4:30 • Kekuasaan Allah • Dosa-dosa besar • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 4:31 Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Memasuki surga • Pelebur dosa kecil • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat •

۞ QS. 4:32 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:33 Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 4:34 Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar)

۞ QS. 4:35 Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Taufiq dari Allah

۞ QS. 4:36 Tauhid UluhiyyahSyirik adalah dosa terbesar • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 4:37 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:38 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 4:39 • Pahala iman • Tauhid UluhiyyahAl ‘Alim (Maha megetahui) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 4:40 Al Karim (Maha Mulia) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 4:41 • Setiap umat mengikuti nabi-nabi mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 4:42 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:43 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam

۞ QS. 4:45 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keluasan ilmu Allah • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 4:47 • Allah menepati janji • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:48 • Mendustai Allah • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Syirik adalah dosa terbesar • Siksa orang kafir • Pelebur dosa kecil

۞ QS. 4:49 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 4:50 • Mendustai Allah

۞ QS. 4:51 Hukum sihir

۞ QS. 4:52 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:53 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 4:54 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 4:55 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:56 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka

۞ QS. 4:57 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Sifat wanita penghuni surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 4:58 Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 4:59 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 4:60 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:61 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:62 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 4:63 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 4:64 • Ampunan Allah yang luas • At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat •

۞ QS. 4:65 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat orang munafik

۞ QS. 4:66 • Toleransi Islam • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 4:67 • Pahala iman • Keutamaan iman • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 4:68 • Pahala iman • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 4:69 • Derajat para nabi, shiddiqin dan syuhada’ • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman • Cinta Allah pada hamba yang shaleh

۞ QS. 4:70 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:71 • Melihat sebab akibat

۞ QS. 4:72 • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:73 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:74 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 4:75 Ar Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 4:76 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 4:77 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 4:78 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Ketakutan pada kematian • Kebenaran dan hakikat takdir • Segala sesuatu ada takdirnya • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 4:79 Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 4:80 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 4:81 Al Wakil (Maha Penolong) • Sifat orang munafikRiyaa’ dalam berbuat baik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:83 • Kasih sayang Allah yang luas • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Sifat orang munafik

۞ QS. 4:84 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuasaan Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:85 Al Muqit (Maha Penentu waktu) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 4:86 Al Hasib (Maha Penghitung amal)

۞ QS. 4:87 Tauhid Uluhiyyah • Allah menepati janji • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:88 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 4:89 • Bersikap keras terhadap orang kafir • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik • Kapan boleh membunuh orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:90 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaSifat Masyi’ah (berkehendak) • Kapan boleh membunuh orang munafik

۞ QS. 4:91 • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik • Kapan boleh membunuh orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:92 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Pelebur dosa besar

۞ QS. 4:93 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Dosa-dosa besar • Menyiksa pelaku maksiat • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 4:94 Al Khabir (Maha Waspada) • Islamnya orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat • Dua kalimat syahadat, bukti lahiriah keimanan seseorang • Beriman berarti menjaga harta dan darah •

۞ QS. 4:95 • Nama-nama surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 4:96 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbedaan derajat di surga

۞ QS. 4:97 • Tugas-tugas malaikat • Sikap orang mukmin terhadap fitnah • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 4:98 • Toleransi Islam

۞ QS. 4:99 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam

۞ QS. 4:100 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbuatan dan niat •

۞ QS. 4:101 • Keistimewaan Islam • Toleransi Islam • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam

۞ QS. 4:102 • Toleransi Islam • Azab orang kafir • Melihat sebab akibat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 4:104 • Memohon hanya kepada Allah • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 4:105 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 4:106 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 4:107 • Sifat orang munafik

۞ QS. 4:108 • Keluasan ilmu Allah • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Sifat orang munafik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 4:109 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Siksa orang munafik

۞ QS. 4:110 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 4:111 • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 4:112 • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 4:113 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 4:114 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Perbuatan dan niat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 4:115 • Siksaan Allah sangat pedih • Perintah untuk selalu bersatu • Akibat terpisah dari umat Islam • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 4:116 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Syirik adalah dosa terbesar • Siksa orang kafir

۞ QS. 4:117 • Sifat iblis dan pembantunya • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa terbesar

۞ QS. 4:119 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Wali Allah dan wali syetan • Siksa orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:120 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 4:121 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 4:122 • Pahala iman • Allah menepati janji • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 4:123 • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 4:124 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Memasuki surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 4:125 Islam agama para nabi

۞ QS. 4:126 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Al Muhith (Maha Mengetahui)

۞ QS. 4:127 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 4:128 Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 4:129 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 4:130 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 4:131 • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) •

۞ QS. 4:132 • Segala sesuatu milik Allah • Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 4:133 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:134 • Sifat Sama’ (mendengar) • Sifat Bashar (melihat) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 4:135 Al Khabir (Maha Waspada) • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:136 • Kewajiban beriman kepada malaikat • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 4:137 • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Siksa orang munafikHidayah (petunjuk) dari Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:138 • Siksaan Allah sangat pedih • Siksa orang munafik

۞ QS. 4:139 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:140 Al Jami’ (Yang mengumpulkan manusia di akhirat) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 4:141 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:142 • Sifat orang munafikRiyaa’ dalam berbuat baik

۞ QS. 4:143 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 4:144 • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir

۞ QS. 4:145 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang munafik

۞ QS. 4:146 • Pahala iman • Berpegang teguh dengan (ajaran) Allah • Keutamaan iman • Perbuatan dan niat • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 4:147 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:148 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 4:149 Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 4:150 • Kewajiban beriman pada para rasul • Tiada pengutamaan antara para nabi

۞ QS. 4:151 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Penghinaan orang kafir terhadap Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 4:152 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 4:153 • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 4:155 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 4:158 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 4:159 • Turunnya nabi Isa sebelum kiamat

۞ QS. 4:160 • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 4:161 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:162 • Pahala iman • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Keutamaan iman • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 4:164 • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 4:165 Dalil Allah atas hambaNya • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 4:166 Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 4:167 • Azab orang kafir

۞ QS. 4:168 • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 4:169 • Siksaan Allah sangat pedih • Kekuasaan Allah • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 4:170 • Pahala iman • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:171 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Al Wahid (Maha Esa)

۞ QS. 4:172 • Kebenaran hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 4:173 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong) • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat

۞ QS. 4:174 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 4:175 • Pahala iman • Berpegang teguh dengan (ajaran) Allah • Memasuki surga • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 4:176 Al ‘Alim (Maha megetahui)

Ayat Pilihan

Jika Allah menghendaki untuk membinasakan kalian,
niscaya Dia–karena kemahasempurnaan kekuasaan-Nya–akan melakukannya.
Lalu Dia menciptakan makhluk baru yang sesuai dengan kebijakan-Nya.
QS. Fatir [35]: 16

(mereka) Kami siksa disebabkan dosanya, diantara mereka ada yang Kami timpa hujan batu, Kami benamkan ke dalam bumi, Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tak hendak menganiaya mereka, tapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri
QS. Al-‘Ankabut [29]: 40

Musa berkata
“Mohonlah pertolongan kepada Allah & bersabarlah, sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah,
dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya.
Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”
QS. Al-A’raf [7]: 128

Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan),
maka siapa berat timbangan kebaikannya,
maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
QS. Al-A’raf [7]: 8

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Kamus

Al-Kahf

Apa itu Al-Kahf? Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, “Gua”) disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah...

Palestina

Di mana itu Palestina? Palestina (bahasa Arab: فلسطين‎ Filasṭīn, Falasṭīn, Filisṭīn; bahasa Yunani: Παλαιστίνη, Palaistinē; bahasa Latin: Palaestina; bahasa Ibrani: פלש...

dam

Apa itu dam? jenis permainan dengan keping-keping bulat dan papan bertapak catur; dam-dam n dam corak tapak catur (tentang corak kain dan sebagainya) pengempang air terbuat dari beton; bendungan; t...