QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 65 [QS. 4:65]

فَلَا وَ رَبِّکَ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ حَتّٰی یُحَکِّمُوۡکَ فِیۡمَا شَجَرَ بَیۡنَہُمۡ ثُمَّ لَا یَجِدُوۡا فِیۡۤ اَنۡفُسِہِمۡ حَرَجًا مِّمَّا قَضَیۡتَ وَ یُسَلِّمُوۡا تَسۡلِیۡمًا
Falaa warabbika laa yu’minuuna hatta yuhakkimuuka fiimaa syajara bainahum tsumma laa yajiduu fii anfusihim harajan mimmaa qadhaita wayusallimuu tasliiman;

Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
―QS. 4:65
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Berpegang teguh pada Kitab dan Sunnah ▪ Allah menggerakkan hati manusia
4:65, 4 65, 4-65, An Nisaa’ 65, AnNisaa 65, AnNisa 65, An-Nisa’ 65
English Translation - Sahih International
But no, by your Lord, they will not (truly) believe until they make you, (O Muhammad), judge concerning that over which they dispute among themselves and then find within themselves no discomfort from what you have judged and submit in (full, willing) submission.
―QS. 4:65

 

Tafsir surah An Nisaa' (4) ayat 65

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 65. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menjelaskan dengan sumpah bahwa walaupun ada orang yang mengaku beriman, tetapi pada hakikatnya tidaklah mereka beriman selama mereka tidak mau bertahkim kepada Rasul.
Rasulullah ﷺ pernah mengambil keputusan dalam perselisihan yang terjadi di antara mereka, seperti yang terjadi pada orang-orang munafik.
Atau mereka bertahkim kepada Rasul tetapi kalau putusannya tidak sesuai dengan keinginan mereka lalu merasa keberatan dan tidak senang atas putusan itu, seperti putusan Nabi untuk az-Zubair bin Awwam ketika seorang laki-laki dari kaum Ansar yang tersebut di atas datang dan bertahkim kepada Rasulullah.

Jadi orang yang benar-benar beriman haruslah mau bertahkim kepada Rasulullah dan menerima putusannya dengan sepenuh hati tanpa merasa curiga dan keberatan.
Memang putusan seorang hakim baik ia seorang rasul maupun bukan, haruslah berdasarkan kenyataan dan bukti-bukti yang cukup.













Iklan



Ikuti RisalahMuslim