Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 50 [QS. 4:50]

اُنۡظُرۡ کَیۡفَ یَفۡتَرُوۡنَ عَلَی اللّٰہِ الۡکَذِبَ ؕ وَ کَفٰی بِہٖۤ اِثۡمًا مُّبِیۡنًا
Anzhur kaifa yaftaruuna ‘alallahil kadziba wakafa bihi itsman mubiinan;
Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah! Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).
―QS. 4:50
Topik ▪ Ayat yang berhubungan dengan Abdullah bin Ubay bin Salul
English Translation - Sahih International
Look how they invent about Allah untruth, and sufficient is that as a manifest sin.
―QS. 4:50

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
ٱنظُرْ perhatikanlah

See
كَيْفَ bagaimana

how
يَفْتَرُونَ mereka mengada-adakan

they invent
عَلَى atas/terhadap

about
ٱللَّهِ Allah

Allah
ٱلْكَذِبَ dusta

[the] lie,
وَكَفَىٰ dan cukuplah

and sufficient
بِهِۦٓ dengannya/perbuatan itu

is it –
إِثْمًا dosa

(as) a sin
مُّبِينًا nyata

manifest.

 

Tafsir surah An Nisaa' (4) ayat 50

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bagaimana mereka dapat mengada-ada kebohongan terhadap Allah dengan cara seperti itu?
Cukuplah kebohongan itu menjadi dosa yang nyata, yang mengungkap segala keburukan yang mereka sembunyikan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Perhatikanlah) menunjukkan keheranan

(betapa mereka mengada-adakan kedustaan terhadap Allah) mengenai hal itu

(dan cukuplah itu menjadi dosa yang nyata) bagi mereka.
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan Kaab bin Asyraf dan lain-lainnya dari kalangan ulama Yahudi, yaitu ketika mereka tiba di Mekah dan menyaksikan orang-orang musyrikin yang terbunuh dalam perang Badar, maka mereka membakar kaum musyrikin untuk membalas dendam atas kekalahan ini dan memerangi Nabi ﷺ:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Lihatlah kepada mereka wahai Rasul dengan ketakjuban terhadap keadaan mereka, bagaimana mereka berani membuat kedustaan atas nama Allah padahal Dia patut disucikan dari segala yang tidak patut bagi-Nya?
Cukuplah kedustaan ini sebagai dosa besar yang menyingkap kerusakan keyakinan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah?
(QS. An-Nisa’ [4]: 50)

Yaitu dalam pengakuan mereka yang menganggap diri mereka bersih dari dosa-dosa, dan pengakuan mereka yang mengatakan bahwa diri mereka adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.
Juga perkataan mereka yang disitir oleh firman-Nya:

Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani.
(QS. Al-Baqarah [2]: 111)

Ucapan mereka yang disebutkan oleh firman-Nya:

Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.
(QS. Al-Baqarah [2]: 80)

Juga penyandaran nasib mereka kepada amal perbuatan nenek moyang mereka yang saleh.
Padahal Allah telah menentukan bahwa amal perbuatan nenek moyang tidak dapat menjamin anak keturunannya barang sedikit pun.
Seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Itu adalah umat yang lalu, baginya apa yang telah diusahakannya, dan bagi kalian apa yang sudah kalian usahakan.
(QS. Al-Baqarah [2]: 134), hingga akhir ayat.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).

Artinya, cukuplah perbuatan mereka itu sebagai perbuatan dusta dan kebohongan yang nyata.

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)
Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa’ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa’ dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Al Kubraa” (surat An Nisaa’ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Ash Shughraa” (surat An Nisaa’ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf’.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/haq" class="glossaryLink cmtt_Istilah Umum" data-cmtooltip="

haq
Sebelum menjalani hukuman mati, seorang sufi, Hussein bin Manshur al Hallaj, berjalan sambil dikawal aparat.<BR CLASS=""> Ketika melihat kerumunan orang, dia berkata lantang,“Haq, haq, haq, ana al-haq (kebenaran, kebenaran, kebenaran, akulah kebenaran).”Dia pun harus menjalani hukuman mati atas pernyataannya yang kontroversial itu.<BR CLASS="">Lantas, apa sebetulnya makna al-haq? Ensiklopedia Alquran: Kajian Kosakata Menulis menjelaskan bahwa kata yang terdiri atas huruf haa dan qaf itu maknanya berkisar padaㅤ(…)</BR></BR>

” >Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Qari Internasional

QS. An-Nisaa’ (4) : 50 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. An-Nisaa’ (4) : 50 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. An-Nisaa’ (4) : 50 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. An-Nisaa’ (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah An Nisaa' ayat 50 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 50 - Gambar 2

Statistik QS. 4:50
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah 4
Nama Surah An Nisaa’
Arab النّساء
Arti Wanita
Nama lain Al-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 92
Juz Juz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 176
Jumlah kata 3764
Jumlah huruf 16327
Surah sebelumnya Surah Ali ‘Imran
Surah selanjutnya Surah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.8 (28 votes)

Tags:

Quran 4:50, 4 50, 4-50, An Nisaa’ 50, tafsir surat AnNisaa 50, AnNisa 50, An-Nisa’ 50

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Hadits Shahih

Podcast

Haditds & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #30

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةًArti dari hadist diatas adalah … Carilah ilmu walau satu ayat

Pendidikan Agama Islam #17

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- … 3 6

Ayat Pilihan

Hadits Pilihan

Kamus Istilah Islam