QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 39 [QS. 4:39]

وَ مَاذَا عَلَیۡہِمۡ لَوۡ اٰمَنُوۡا بِاللّٰہِ وَ الۡیَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَ اَنۡفَقُوۡا مِمَّا رَزَقَہُمُ اللّٰہُ ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ بِہِمۡ عَلِیۡمًا
Wamaadzaa ‘alaihim lau aamanuu billahi wal yaumi-aakhiri wa-anfaquu mimmaa razaqahumullahu wakaanallahu bihim ‘aliiman;

Apakah kemudharatannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka?
Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.
―QS. 4:39
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Ayat yang berhubungan dengan Ka’ab bin Al Asyraf
4:39, 4 39, 4-39, An Nisaa’ 39, AnNisaa 39, AnNisa 39, An-Nisa’ 39

Tafsir surah An Nisaa' (4) ayat 39

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini merupakan pertanyaan yang mengandung peringatan kepada manusia, yang mempunyai sifat dan perbuatan seperti tersebut dalam ayat di atas.
Sudah jelas, mereka akan beruntung dan berbahagia serta selamat sejahtera di dunia dan di akhirat bila mereka beriman kepada Allah dan hari akhir serta mau memberikan sebagian rezeki yang telah Allah berikan kepadanya untuk kemaslahatan sesama manusia.
Sifat orang-orang yang sombong dan takabur dan mereka yang bakhil dan ria itu sudah jelas akan mendatangkan kerugian dan bahaya bagi mereka, dan mereka akan mendapat siksa nanti di akhirat.

Tetapi kenapa mereka tidak mau sadar dan insaf, tidak mau juga mengikuti ajaran Allah dan Rasul.
Sungguh mengherankan sekali.
Apakah mungkin karena kebodohan mereka atau mungkin karena hati mereka sudah tertutup untuk menerima kebenaran.
Mengharapkan pujian dan balasan dari manusia akan banyak mendatangkan kekecewaan dan putus asa.
Apalagi kalau sudah ditimpa pula oleh musibah, maka timbullah kegoncangan-kegoncangan dan kegelisahan-kegelisahan dalam pikiran dan jiwa yang mengakibatkan putus asa dan hilang harapan.

Berapa banyaknya korban yang terjadi akibat putus asa dan hilang harapan di mana manusia berani bunuh diri karenanya.
Seandainya mereka orang yang beriman, tentu tidak akan ada sifat putus asa dan hilang harapan pada mereka.
Mereka tentu akan sabar dan berserah diri kepada Allah.
Kalau mendapat karunia dan nikmat mereka bersyukur kepada Allah dan mempergunakan karunia itu untuk mengerjakan amal yang diridai Nya.
Tapi sebaliknya, kalau dia mendapat musibah, dia sabar dan tawakal kepada Allah.

Malahan musibah itu dianggapnya sebagai ujian dari Allah untuk memperkuat imannya.
Iman yang kuat dan kepercayaan yang membaja adalah senjata yang ampuh untuk mempengaruhi hidup yang beraneka ragam corak dan bentuknya, kadang-kadang menjadikan hati riang dan gembira dan kadang-kadang sedih, duka nestapa, kadang-kadang menjadikan seseorang gelak tertawa dan kadang-kadang menangis mengucurkan air mata.
Tetapi di dalam hati orang-orang yang beriman itu tetap ada keyakinan, bahwa Allah mengetahui setiap perbuatan manusia.
Allah mengetahui mana manusia yang ikhlas beramal dan mana manusia yang beramal karena mengharapkan pujian manusia.
Dan Allah akan memberikan balasan kepada seseorang sesuai dengan niatnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Alangkah buruknya mereka itu! Apakah yang akan merugikan mereka kalau mereka mau beriman kepada Allah dan hari akhir, lalu menginfakkan harta yang dikaruniakan Allah kepadanya sebagai konsekwensi keimanan itu dengan niat ikhlas dan penuh pengharapan pahala?
Allah Mahatahu atas segala persoalan batin dan lahir.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Apa salahnya bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari yang akhir serta menafkahkan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepada mereka) artinya apa bencana dan kerugiannya bagi mereka?
Pertanyaan ini berarti sanggahan, sedangkan ‘lau’ mashdariah, artinya tak ada mudaratnya di sana itu, hanya kondisi di mana mereka berada itulah yang membawa mudarat atau bencana.

(Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka) sehingga akan dibalas-Nya apa yang mereka lakukan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apa ruginya mereka bila mereka membenarkan Allah dan Hari Akhir dari sisi keyakinan dan perbuatan, menginfakkan sebagian dari apa yang telah Allah berikan kepada mereka dengan berharap pahala dari-Nya dan keikhlasan.
Allah Maha Mengetahui mereka dan apa yang mereka perbuat dan Dia akan menghisab mereka atasnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dia Maha Mengetahui niat mereka.
apakah niat yang baik atau yang buruk, dan Dia Maha Mengetahui siapa yang berhak dari mereka yang mendapat taufik, lalu Dia memberinya jalan petunjuk dan memberinya ilham untuk mengerjakanya serta menggerakkannya untuk melakukan amal saleh yang diridai-Nya.
Dia Maha mengetahui tentang orang yang berhak mendapat kehinaan dan yang terusir dari sisi-Nya Yang Mahabesar, yaitu orang yang terusir dari rahmat-Nya.
Sesungguhnya orang tersebut sangat kecewa dan merugi di dunia dan akhirat.
Semoga Allah melindungi kita semua dari keadaan seperti itu.


Informasi Surah An Nisaa' (النّساء)
Surat An Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah.

Dinamakan An Nisaa’ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding de­ngan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa’ dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Al Kubraa” (surat An Nisaa’ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Ash Shughraa” (surat An Nisaa’ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

Kewajiban para washi dan para wall
hukum poligami
mas kawin
memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya
pokok-pokok hukum warisan
perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya,
wanita-wanita yang haram dikawini
hukum mengawini budak wanita
larangan memakan harta secara bathil
hukum syiqaq dan nusyuz
kesucian lahir batin dalam shalat
hukum suaka
hukum membunuh seorang Islam
shalat khauf’
larangan melontarkan ucap­an-ucapan buruk
masalah pusaka kalalah.

Kisah:

Kisah-kisah tentang nabi Musa a.s dan pengikutnya.

Lain-lain:

Asal manusia adalah satu
keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita
norma-norma bergaul dengan isteri
hak seseorang sesuai dengan kewajibannya
perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang ditu­runkan kepadanya
dasar-dasar pemerintahan
cara mengadili perkara
keharusan siap-siaga terhadap musuh
sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi pepe­rangan
berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf
norma dan adab dalam peperangan
cara menghadapi orang-orang munafik
derajat orang yang berjihad.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nisaa' (4) ayat 39 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nisaa' (4) ayat 39 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nisaa' (4) ayat 39 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nisaa' - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 176 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 4:39
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa'.

Surah An-Nisa' (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah 4
Nama Surah An Nisaa'
Arab النّساء
Arti Wanita
Nama lain Al-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 92
Juz Juz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 176
Jumlah kata 3764
Jumlah huruf 16327
Surah sebelumnya Surah Ali 'Imran
Surah selanjutnya Surah Al-Ma'idah
4.7
Ratingmu: 4.5 (21 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/4-39









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta