Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 38 [QS. 4:38]

وَ الَّذِیۡنَ یُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَہُمۡ رِئَآءَ النَّاسِ وَ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰہِ وَ لَا بِالۡیَوۡمِ الۡاٰخِرِ ؕ وَ مَنۡ یَّکُنِ الشَّیۡطٰنُ لَہٗ قَرِیۡنًا فَسَآءَ قَرِیۡنًا
Waal-ladziina yunfiquuna amwaalahum ri-aa-annaasi walaa yu’minuuna billahi walaa bil yaumi-aakhiri waman yakunisy-syaithaanu lahu qariinan fasaa-a qariinan;
Dan (juga) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena ria dan kepada orang lain (ingin dilihat dan dipuji), dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian.
Barangsiapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat.
―QS. An Nisaa’ [4]: 38

Daftar isi

And (also) those who spend of their wealth to be seen by the people and believe not in Allah nor in the Last Day.
And he to whom Satan is a companion – then evil is he as a companion.
― Chapter 4. Surah An Nisaa’ [verse 38]

وَٱلَّذِينَ dan orang-oarng yang

And those who
يُنفِقُونَ (mereka) menafkahkan

spend
أَمْوَٰلَهُمْ harta mereka

their wealth
رِئَآءَ riya’

to be seen
ٱلنَّاسِ manusia

(by) the people
وَلَا dan tidak

and not
يُؤْمِنُونَ beriman

they believe
بِٱللَّهِ kepada Allah

in Allah
وَلَا dan tidak

and not
بِٱلْيَوْمِ dengan/kepada hari

in the Day
ٱلْءَاخِرِ akhirat

the Last,
وَمَن dan barang siapa

and whoever
يَكُنِ ia adalah/menjadikan

has
ٱلشَّيْطَٰنُ syaitan

the Shaitaan
لَهُۥ baginya

for him
قَرِينًا (sebagai) teman

(as) companion –
فَسَآءَ maka sejahat-jahat

then evil
قَرِينًا teman

(is he as) a companion.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:38

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 38. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini dijelaskan sifat dan perbuatan orang yang sombong dan takabur, yaitu mereka menafkahkan hartanya karena ria.
Mereka mau memberikan pertolongan kepada seseorang dengan hartanya, karena ingin dilihat orang, dibesarkan dan dipuji orang.

Bukan karena ingin membayar kewajiban terhadap sesama manusia.


Pada hakikatnya mereka sama saja dengan orang yang bakhil cuma bedanya orang yang bakhil tidak mau sama sekali mengeluarkan hartanya untuk berbuat kebaikan kepada sesama manusia, malahan selalu loba dan tamak mengumpulkan harta benda dan kadang-kadang tidak peduli dari mana diperolehnya harta itu, apakah dari jalan yang halal ataukah dari jalan yang haram.

Sedangkan orang ria, kadang-kadang mau berbuat kebaikan terhadap sesama manusia dengan mengeluarkan hartanya, asal dia mendapat pujian dan sanjungan.
Bahkan untuk yang tidak baik sekalipun dia mau mengeluarkan hartanya, asal dia dapat pujian dari manusia.

Jadi orang ria itu mengeluarkan hartanya bukan karena bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya yang banyak dan bukan pula karena kesadarannya dalam membayarkan kewajibannya sesama manusia, tetapi hanya semata-mata karena hendak dipuji saja.


Perbuatan seperti itu adalah perbuatan orang yang tidak percaya kepada Allah dan tidak percaya kepada hari akhirat.

Orang yang percaya kepada Allah, mau mengeluarkan hartanya dengan ikhlas, tidak untuk mencari pujian, tetapi hanya mengharapkan balasan dari Allah nanti.
Yang mendorong orang itu berbuat demikian, tidak lain hanya karena menurut ajaran setan saja, tidak mau mengikuti petunjuk Allah.

Ajaran setan selalu membawa manusia kepada perbuatan yang keji dan terlarang.
Maka dengan sendirinya manusia yang seperti itu telah menjadi teman dan pengikut setan, sedang setan itu adalah teman yang jahat.

Maka akan celakalah akhirnya manusia bila telah berteman dengan setan.
Dia akan terjauh dari jalan yang benar yang akan membawa kepada kebahagiaan di dunia dan selamat di akhirat nanti.


Teman mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan manusia.
Berapa banyak orang yang baik bisa rusak karena berteman dengan orang yang jahat, dan berapa banyak pula orang yang jadi baik karena berteman dengan orang yang baik.
Berhati-hatilah mencari teman, jangan berteman dengan sembarang orang.


Seperti halnya pada masa Rasulullah ﷺ orang Ansar disuruh berhati-hati berteman dengan orang Yahudi, karena ternyata orang-orang Yahudi itu selalu mempengaruhi orang mukmin agar jangan mau mengeluarkan harta untuk membantu seseorang, dengan alasan nanti bisa jatuh miskin, atau bisa mengakibatkan sengsara di hari depan.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 38. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah tidak menyukai orang yang mengeluarkan hartanya secara riya’[1] dengan tujuan agar dipuji dan dibanggakan orang lain.
Padahal mereka tidak beriman kepada Allah dan hari pembalasan, karena mereka mengikuti setan lalu disesatkan.


Alangkah buruknya setan bagi orang yang berteman dengannya!


[1] ya’ berarti melakukan sesuatu dengan motif ingin dilihat dan dipuji orang lain, bukan ikhlas karena Allah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kami juga menyiapkan siksa bagi orang-orang yang berinfak atas dasar riya dan sum ah dan tidak membenarkan Allah dari segi keyakinan dan perbuatan dan juga terhadap hari Kiamat, ini termasuk perbuatan-perbuatan buruk dimana setan mengajak manusia kepadanya.
Siapa yang berkawan dengan setan maka setan itu adalah seburuk-buruk kawan pendamping.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan orang-orang yang) diathafkan kepada orang-orang yang sebelumnya


(menafkahkan harta mereka karena riya kepada manusia) artinya karena mereka ingin dipuji


(dan mereka tidak beriman kepada Allah dan tidak pula kepada hari akhir) misalnya orang-orang munafik dan kafir Mekah.


(Barangsiapa yang menjadi sejawat setan) artinya temannya, maka ia akan mengikuti perintahnya dan akan melakukan seperti apa yang dilakukannya


(maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Pada ayat pertama disebutkan perihal orang-orang yang menyembunyikan hartanya lagi tercela, mereka adalah orang-orang yang kikir.
Kemudian dalam ayat selanjutnya disebutkan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena pamer, dengan tujuan pada pemberiannya itu ingin dipuji dan dihormati, dan dalam hal tersebut mereka sama sekali tidak mengharapkan pahala Allah subhanahu wa ta’ala

Di dalam hadis mengenai tiga macam orang yang api neraka dibesarkan untuk mereka —yaitu orang alim, orang yang berperang, dan orang yang berinfak, yang semuanya itu dilakukan mereka karena riya (pamer) dengan amal perbuatan mereka— disebutkan seperti berikut:

Pemilik harta berkata."Aku tidak pernah membiarkan suatu jalan pun yang Engkau sukai bila aku berinfak untuknya, melainkan aku mengeluarkan infak di jalan-Mu itu."
Maka Allah berfirman,
"Kamu dusta, sesungguhnya yang kamu ingini ialah agar dikatakan bahwa kamu orang yang dermawan, dan hal itu telah diucapkan."

Yakni kamu telah mengambil (menerima) pahalamu di dunia yang merupakan tujuan dari perbuatanmu itu.

Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada Addi ibnu Hatim:

Sesungguhnya ayahmu menghendaki suatu perkara, dan ia telah mencapai (mendapatkan)nya.

Dalam hadis lain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya mengenai Abdullah ibnu Jad’an, apakah infak dan memerdekakan budak yang dilakukannya bermanfaat bagi dia.
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:

Tidak, karena sesungguhnya dia dalam suatu hari dari masa hidupnya belum pernah mengatakan,
"Ya Tuhanku, ampunilah bagiku atas kesalahan-kesalahan (dosa-dosa)ku di hari pembalasan (nanti)."

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan:


dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian.
(QS. An-Nisa’ [4]: 38), hingga akhir ayat.

Dengan kata lain, sesungguhnya yang mendorong mereka berbuat perbuatan yang buruk itu dan menyimpang dari jalan ketaatan adalah setan.
Setanlah yang membisikkan hal itu kepada mereka dan membuat mereka berangan-angan untuk melakukannya.
dan setan selalu menemani mereka hingga semua perbuatan yang buruk akan mereka kerjakan dengan baik.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan seperti berikut:

Barang siapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.

Salah seorang penyair sehubungan dengan pengertian ini telah mengatakan:

Jangan kamu tanyakan kepada seseorang siapa dia adanya, tetapi lihatlah siapa temannya, karena setiap teman mempengaruhi orang yang ditemaninya.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:


Apakah kemudaratannya bagi mereka.
kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka?
(QS. An-Nisa’ [4]: 39), hingga akhir ayat.

Apakah bahayanya sekiranya mereka beriman kepada Allah dan menempuh jalan yang terpuji, membebaskan diri dari riya (pamer) dan berikhlas serta beriman kepada Allah dengan mengharapkan janji-Nya di hari akhirat bagi orang yang beramal baik, dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang diberikan oleh Allah kepada mereka ke jalan-jalan yang disukai dan diridai Allah subhanahu wa ta’ala?

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa’ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa’ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa’ Al Kubraa" (surat An Nisaa’ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa’ Ash Shughraa" (surat An Nisaa’ yang kecil).

Keimanan:

▪ Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
▪ Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
▪ Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
▪ Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
▪ Hukum suaka.
▪ Hukum membunuh seorang Islam.
▪ Shalat khauf’.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
▪ Norma-norma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
▪ Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 38 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 38 - Gambar 2
Statistik QS. 4:38
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah 4
Nama Surah An Nisaa’
Arab النّساء
Arti Wanita
Nama lain Al-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 92
Juz Juz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 176
Jumlah kata 3764
Jumlah huruf 16327
Surah sebelumnya Surah Ali ‘Imran
Surah selanjutnya Surah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.4 (20 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

4:38, 4 38, 4-38, Surah An Nisaa' 38, Tafsir surat AnNisaa 38, Quran AnNisa 38, An-Nisa’ 38, Surah An Nisa ayat 38

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah An Nisaa’

۞ QS. 4:1 Ar Rabb (Tuhan) • Al Raqib (Maha Pengawas) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 4:6 Al Hasib (Maha Penghitung amal) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 4:10 • Dosa-dosa besar • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:11 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:12 Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:13 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 4:14 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 4:16 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Dosa-dosa besar • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 4:17 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:18 • Pintu taubat terbuka hingga ruh sampai di kerongkongan • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:19 • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 4:22 • Penghapus pahala kebaikan • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 4:23 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 4:24 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:25 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 4:26 Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 4:27 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 4:28 • Kasih sayang Allah yang luas • Sifat Iradah (berkeinginan) • Keistimewaan Islam • Toleransi Islam

۞ QS. 4:29 Al Rahim (Maha Penyayang) • Dosa-dosa besar

۞ QS. 4:30 • Kekuasaan Allah • Dosa-dosa besar • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 4:31 Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Memasuki surga • Pelebur dosa kecil • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat •

۞ QS. 4:32 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:33 Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 4:34 Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar)

۞ QS. 4:35 Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Taufiq dari Allah

۞ QS. 4:36 Tauhid UluhiyyahSyirik adalah dosa terbesar • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 4:37 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:38 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 4:39 • Pahala iman • Tauhid UluhiyyahAl ‘Alim (Maha megetahui) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 4:40 Al Karim (Maha Mulia) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 4:41 • Setiap umat mengikuti nabi-nabi mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 4:42 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:43 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam

۞ QS. 4:45 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keluasan ilmu Allah • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 4:47 • Allah menepati janji • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:48 • Mendustai Allah • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Syirik adalah dosa terbesar • Siksa orang kafir • Pelebur dosa kecil

۞ QS. 4:49 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 4:50 • Mendustai Allah

۞ QS. 4:51 Hukum sihir

۞ QS. 4:52 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:53 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 4:54 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 4:55 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:56 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka

۞ QS. 4:57 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Sifat wanita penghuni surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 4:58 Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 4:59 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 4:60 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:61 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:62 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 4:63 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 4:64 • Ampunan Allah yang luas • At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat •

۞ QS. 4:65 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat orang munafik

۞ QS. 4:66 • Toleransi Islam • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 4:67 • Pahala iman • Keutamaan iman • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 4:68 • Pahala iman • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 4:69 • Derajat para nabi, shiddiqin dan syuhada’ • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman • Cinta Allah pada hamba yang shaleh

۞ QS. 4:70 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:71 • Melihat sebab akibat

۞ QS. 4:72 • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:73 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:74 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 4:75 Ar Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 4:76 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 4:77 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 4:78 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Ketakutan pada kematian • Kebenaran dan hakikat takdir • Segala sesuatu ada takdirnya • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 4:79 Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 4:80 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 4:81 Al Wakil (Maha Penolong) • Sifat orang munafikRiyaa’ dalam berbuat baik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:83 • Kasih sayang Allah yang luas • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Sifat orang munafik

۞ QS. 4:84 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuasaan Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:85 Al Muqit (Maha Penentu waktu) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 4:86 Al Hasib (Maha Penghitung amal)

۞ QS. 4:87 Tauhid Uluhiyyah • Allah menepati janji • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:88 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 4:89 • Bersikap keras terhadap orang kafir • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik • Kapan boleh membunuh orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:90 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaSifat Masyi’ah (berkehendak) • Kapan boleh membunuh orang munafik

۞ QS. 4:91 • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik • Kapan boleh membunuh orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:92 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Pelebur dosa besar

۞ QS. 4:93 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Dosa-dosa besar • Menyiksa pelaku maksiat • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 4:94 Al Khabir (Maha Waspada) • Islamnya orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat • Dua kalimat syahadat, bukti lahiriah keimanan seseorang • Beriman berarti menjaga harta dan darah •

۞ QS. 4:95 • Nama-nama surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 4:96 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbedaan derajat di surga

۞ QS. 4:97 • Tugas-tugas malaikat • Sikap orang mukmin terhadap fitnah • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 4:98 • Toleransi Islam

۞ QS. 4:99 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam

۞ QS. 4:100 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbuatan dan niat •

۞ QS. 4:101 • Keistimewaan Islam • Toleransi Islam • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam

۞ QS. 4:102 • Toleransi Islam • Azab orang kafir • Melihat sebab akibat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 4:104 • Memohon hanya kepada Allah • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 4:105 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 4:106 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 4:107 • Sifat orang munafik

۞ QS. 4:108 • Keluasan ilmu Allah • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Sifat orang munafik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 4:109 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Siksa orang munafik

۞ QS. 4:110 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 4:111 • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 4:112 • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 4:113 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 4:114 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Perbuatan dan niat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 4:115 • Siksaan Allah sangat pedih • Perintah untuk selalu bersatu • Akibat terpisah dari umat Islam • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 4:116 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Syirik adalah dosa terbesar • Siksa orang kafir

۞ QS. 4:117 • Sifat iblis dan pembantunya • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa terbesar

۞ QS. 4:119 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Wali Allah dan wali syetan • Siksa orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:120 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 4:121 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 4:122 • Pahala iman • Allah menepati janji • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 4:123 • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 4:124 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Memasuki surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 4:125 Islam agama para nabi

۞ QS. 4:126 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Al Muhith (Maha Mengetahui)

۞ QS. 4:127 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 4:128 Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 4:129 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 4:130 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 4:131 • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) •

۞ QS. 4:132 • Segala sesuatu milik Allah • Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 4:133 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:134 • Sifat Sama’ (mendengar) • Sifat Bashar (melihat) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 4:135 Al Khabir (Maha Waspada) • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:136 • Kewajiban beriman kepada malaikat • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 4:137 • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Siksa orang munafikHidayah (petunjuk) dari Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:138 • Siksaan Allah sangat pedih • Siksa orang munafik

۞ QS. 4:139 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:140 Al Jami’ (Yang mengumpulkan manusia di akhirat) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 4:141 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 4:142 • Sifat orang munafikRiyaa’ dalam berbuat baik

۞ QS. 4:143 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 4:144 • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir

۞ QS. 4:145 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang munafik

۞ QS. 4:146 • Pahala iman • Berpegang teguh dengan (ajaran) Allah • Keutamaan iman • Perbuatan dan niat • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 4:147 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:148 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 4:149 Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 4:150 • Kewajiban beriman pada para rasul • Tiada pengutamaan antara para nabi

۞ QS. 4:151 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Penghinaan orang kafir terhadap Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 4:152 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 4:153 • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 4:155 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 4:158 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 4:159 • Turunnya nabi Isa sebelum kiamat

۞ QS. 4:160 • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 4:161 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 4:162 • Pahala iman • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Keutamaan iman • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 4:164 • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 4:165 Dalil Allah atas hambaNya • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 4:166 Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 4:167 • Azab orang kafir

۞ QS. 4:168 • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 4:169 • Siksaan Allah sangat pedih • Kekuasaan Allah • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 4:170 • Pahala iman • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 4:171 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Al Wahid (Maha Esa)

۞ QS. 4:172 • Kebenaran hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 4:173 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong) • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat

۞ QS. 4:174 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 4:175 • Pahala iman • Berpegang teguh dengan (ajaran) Allah • Memasuki surga • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 4:176 Al ‘Alim (Maha megetahui)

Ayat Pilihan

Katakanlah:
“Dialah Yang menciptakan kamu & menjadikan bagi kamu pendengaran,
penglihatan & hati”.
(Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

QS. Al-Mulk [67]: 23

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit & bumi & mengadakan gelap & terang,
namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.
QS. Al-An’am [6]: 1

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Proses turunnya wahyu berlangsung selama ... tahun.

Benar! Kurang tepat!

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kausar adalah surah ke-108 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Alquran.

+

Array

Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah yang tidak diawali basmalah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah At-Taubah adalah surah ke-9 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti 'Pengampunan' karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.

Pendidikan Agama Islam #27
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #27 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #27 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Kamus

Al Mughnii

Apa itu Al Mughnii? Allah itu Al-Mughniyy . Artinya adalah Allah itu berkuasa untuk memberikan kekayaan kepada makhluk-Nya sesuai dengan yang Dia kehendaki. Al-Mughniyy menunjukkan bahwa Allah adalah...

muktazilah

Apa itu muktazilah? muk.ta.zi.lah (1) yang mengasingkan diri; (2) kelompok orang yang memisahkan diri dari kelompok Muawiyah dan kelompok Hasan bin Ali setelah tahkim karena tidak setuju dengan keput...

Qaf

Apa itu Qaf? Surah Qaf (Arab: ق , “Qaf”) adalah surah ke-50 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat. Dinamakan Qaf karena surah ini dimulai dengan huru...