Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 166 [QS. 4:166]

لٰکِنِ اللّٰہُ یَشۡہَدُ بِمَاۤ اَنۡزَلَ اِلَیۡکَ اَنۡزَلَہٗ بِعِلۡمِہٖ ۚ وَ الۡمَلٰٓئِکَۃُ یَشۡہَدُوۡنَ ؕ وَ کَفٰی بِاللّٰہِ شَہِیۡدًا
Lakinillahu yasyhadu bimaa anzala ilaika anzalahu bi’ilmihi wal malaa-ikatu yasyhaduuna wakafa billahi syahiidan;
Tetapi Allah menjadi saksi atas (Alquran) yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad).
Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menyaksikan.
Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.
―QS. An Nisaa’ [4]: 166

But Allah bears witness to that which He has revealed to you.
He has sent it down with His knowledge, and the angels bear witness (as well).
And sufficient is Allah as Witness.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 166]

لَّٰكِنِ akan tetapi

But
ٱللَّهُ Allah

Allah
يَشْهَدُ Dia menyaksikan/mengakui

bears witness
بِمَآ dengan apa (Al Quran)

to what
أَنزَلَ Dia menurunkan

He (has) revealed
إِلَيْكَ kepadamu

to you.
أَنزَلَهُۥ Dia menurunkannya

He has sent it down
بِعِلْمِهِۦ dengan ilmuNya

with His Knowledge
وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ dan MalaikatMalaikat

and the Angels
يَشْهَدُونَ mereka menjadi saksi

bear witness.
وَكَفَىٰ dan cukuplah

And is sufficient
بِٱللَّهِ kepada Allah

Allah
شَهِيدًا menjadi saksi

(as) a Witness.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:166

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 166. Oleh Kementrian Agama RI


Walaupun orang Yahudi itu mengingkari kenabian Muhammad ﷺ dan tidak mau menjadi saksi atas kebenarannya, namun Allah yang menjadi saksi atas kebenaran Alquran yang diturunkan kepada Muhammad.
Allah memperkuat lagi kesaksian-Nya dengan menyatakan bahwa Allah telah menurunkan Alquran dengan ilmu-Nya, yang belum pernah diketahui oleh Nabi Muhammad dan kaum mukminin, dengan rangkaian dan susunan kata-katanya yang indah, bukan prosa, bukan puisi, berisi ilmu dan hikmah yang padat, tidak mungkin ditiru oleh siapa pun, sanggup menghadapi tantangan zaman, kapan saja dan di mana saja, mengandung aspek-aspek ilmu pengetahuan yang dibutuhkan oleh masyarakat, sesuai dengan firman Allah:

مَا فَرَّطْنَا فِى الْكِتٰبِ مِنْ شَيْءٍ

.
..
Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab.
(al-An’am [6]: 38).


Maksudnya dalam Alquran telah ada pokok-pokok ajaran agama, normanorma, hikmahhikmah dan tuntunan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.
Alquran mengandung berita-berita yang gaib tentang masa lampau, masa sekarang dan masa mendatang.

Barang siapa dengan tekun mempelajari Alquran akan bertambah yakin atas kebenarannya dan sanggup pula menjadi saksi.
Para malaikat pun terutama Jibril yang jadi perantara dalam turunnya Alquran itu, ikut menjadi saksi atas kebenarannya.

Sebenarnya cukup dengan kesaksian dari Allah, sebab tidak ada yang lebih benar dan terpercaya daripada kesaksian Allah.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 166. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Namun jika mereka tidak mau mengakui kebenaranmu, Allah akan tetap memberikan persaksian atas kebenaran Alquran yang diturunkan kepadamu.
Dia menurunkannya sesuai dengan ilmu-Nya.


Malaikatmalaikat pun menjadi saksi atas hal itu.
Persaksian Allah sudah cukup bagimu, Muhammad, hingga kamu tidak memerlukan lagi persaksian yang lain.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bila orang-orang Yahudi dan lainnya kafir kepadamu wahai Rasul, maka Allah bersaksi untukmu bahwa kamu adalah utusan Allah yang telah menurunkan Alquran yang agung kepadanya.
Dia menurunkannya dengan dasar ilmu-Nya.


Demikian pula para malaikat, mereka bersaksi atas kebenaran apa yang diturunkan kepadamu, sekalipun sebenarnya kesaksian Allah semata sudah cukup.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tetapi Allah menyaksikan) artinya tentang kenabianmu


(dengan apa yang diturunkan-Nya kepadamu) berupa Alquran yang menjadi mukjizat itu


(diturunkan-Nya) sebagai hasil


(dari ilmu-Nya) atau memuat ilmu-Nya


(dan malaikatmalaikat pun menjadi saksi) pula atas kenabianmu itu.


(Dan cukuplah Allah sebagai saksi)-nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Mengingat firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengatakan:

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu.

Sampai dengan konteks ini hadis menetapkan kenabian Nabi Muham­mad ﷺ dan membantah orang-orang yang ingkar kepada kenabian­nya dari kalangan kaum musyrik dan Ahli Kitab.
Maka dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Tetapi Allah mengakui Alquran yang diturunkan-Nya kepada­mu.
(QS. An-Nisa’ [4]: 166)

Yakni sekalipun orang-orang yang kafir kepada Alquran menging­karinya, mereka dari kalangan orang-orang yang mendustakanmu dan menentangmu.
Maka Allah tetap mengakui bahwa engkau adalah utusan-Nya yang diturunkan kepadanya Al-Kilab, yakni Al-Our’an yang agung.

Yang tidak datang kepadanya (Al Qur’an) kebatilan, baik aari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.
(QS. Fushshilat [41]: 42)

Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya.

Dengan pengetahuan-Nya yang hendak memperlihatkan kepada ham­ba-hamba-Nya akan Alquran yang di dalamnya terkandung kete­rangan-keterangan, hidayah, pemisah antara yang hak dan yang batil, hal-hal yang disukai dan diridai Allah, dan hal-hal yang dibenci dan ditolak-Nya.
Di dalam Alquran terkandung ilmu tentang hal-hal yang gaib menyangkut masalah yang terjadi di masa silam dan masa mendatang.
Di dalamnya disebutkan juga sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala, Yang Mahasuci yang tidak diketahui oleh nabi yang diutus, tidak pula oleh malaikat terdekat, kecuali bila diberi tahu oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sendiri.
Seperti pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya:

dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah, melain­kan apa yang dikehendaki-Nya.
(QS. Al-Baqarah [2]: 255)

Dan dalam ayat yang lainnya, yaitu firman-Nya:

sedangkan ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.
(QS. Thaa haa [20]: 110)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Suhail Al-Ja’fari dan Abdullah ibnul Mubarak, keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Imran ibnu Uyaynah, telah menceritakan kepada kami Ata ibnus Saib yang mengatakan bahwa Abu Abdur Rahman As-Sulami membacakan Alquran kepadanya.
Tersebutlah bahwa apabila seseorang di antara kami membacakan Alquran ke­padanya, ia (Ata ibnus Saib) selalu mengatakan,
"Sesungguhnya ka­mu telah mengambil ilmu Allah, maka pada hari ini tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kamu kecuali dengan amal perbuat­an."
Kemudian ia membacakan firman-Nya:

Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan malaikatmalaikat pun menjadi saksi (pula).
Cukuplah Allah menjadi saksi.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan malaikatmalaikat pun menjadi saksi (pula).

Yaitu atas kebenaran apa yang disampaikan olehmu dan apa yang di­wahyukan kepadamu serta kitab yang diturunkan kepadamu disertai dengan pengakuan Allah atas hal tersebut.

Cukuplah Allah menjadi saksi.

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Muhammad ibnu Abu Mu­hammad, dari Ikrimah atau Sa’id ibnu Jubair, dari ibnu Abbas yang menceritakan bahwa segolongan orang-orang Yahudi masuk menemui Rasulullah ﷺ, lalu Rasulullah ﷺ bersabda kepada mereka:
Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui, demi Allah, sesungguhnya kalian ini benar-benar mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah.
Maka mereka menjawab,
"Kami tidak mengetahui hal tersebut."
Ke­mudian Allah menurunkan firman-Nya:
Tetapi Allah mengakui Alquran yang diturunkan-Nya kepada­mu.
Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya.
(QS. An-Nisa’ [4]: 166), hingga akhir ayat.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nisaa’ (4) Ayat 166

Diriwayatkan oleh Ishaq yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika segolongan kaum Yahudi datang menghadap Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: “Demi Allah.
Aku yakin bahwa kalian tahu sesungguhnya aku Rasulullah (utusan Allah).” Mereka berkata: “Kami tidak mendapat keterangan tentang hal itu.” Maka Allah menurunkan ayat ini (an-Nisaa’: 166) sebagai penegasan bahwa kesaksian Allah dan Malaikat-Nya lebih menjamin kebenaran atas kerasulannya.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 166 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 166 - Gambar 2
Statistik QS. 4:166
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.4 (8 votes)
Tags:

4:166, 4 166, 4-166, Surah An Nisaa' 166, Tafsir surat AnNisaa 166, Quran AnNisa 166, An-Nisa’ 166, Surah An Nisa ayat 166

▪ surat apa yg berisi anzala sakinatan liyadzdadu
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 104 [QS. 9:104]

Allah menegaskan dalam bentuk pertanyaan, Tidakkah mereka mengetahui, bahwa Allah menerima tobat yang tulus dari hamba-hambaNya dan menerima zakat mereka dengan memberinya pahala, dan tidakkah mereka … 9:104, 9 104, 9-104, Surah At Taubah 104, Tafsir surat AtTaubah 104, Quran At-Taubah 104, Surah At Taubah ayat 104

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 233 [QS. 2:233]

Usai menjelaskan masalah keluarga, berikutnya Allah membicarakan masalah anak yang lahir dari hubungan suami istri. Di sisi lain, dibicarakan pula ihwal wanita yang dicerai dalam kondisi menyusui anak … 2:233, 2 233, 2-233, Surah Al Baqarah 233, Tafsir surat AlBaqarah 233, Quran Al-Baqarah 233, Surah Al Baqarah ayat 233

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

+

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? Yusuf Abu Bakar Abdullah Abu Lahab Imran Benar! Kurang tepat! Siapa nama

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling

Instagram