An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 164 [QS. 4:164]

وَ رُسُلًا قَدۡ قَصَصۡنٰہُمۡ عَلَیۡکَ مِنۡ قَبۡلُ وَ رُسُلًا لَّمۡ نَقۡصُصۡہُمۡ عَلَیۡکَ ؕ وَ کَلَّمَ اللّٰہُ مُوۡسٰی تَکۡلِیۡمًا
Warusulaa qad qashashnaahum ‘alaika min qablu warusulaa lam naqshushhum ‘alaika wakallamallahu muusa takliiman;

Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu.
Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.
―QS. 4:164
Topik ▪ Sifat-sifat orang Nasrani
4:164, 4 164, 4-164, An Nisaa’ 164, AnNisaa 164, AnNisa 164, An-Nisa’ 164

Tafsir surah An Nisaa' (4) ayat 164

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 164. Oleh Kementrian Agama RI

Ada beberapa Rasul yang telah Allah kisahkan terdahulu.
kepada Muhammad ﷺ, dan ada pula beberapa Rasul yang sengaja tidak Allah kisahkan kepadanya, karena umat-umatnya kurang dikenal.
Beberapa Rasul telah dikisahkan dalam Alquran sebagaimana firman Allah:

Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk dan kepada sebagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa dan Harun.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas, semuanya termasuk orang-orang yang saleh.
dan Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth.
Masing masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya).

(Q.S.
Al-An’am: 84-86)

Kisah para nabi itu sebagian besar terdapat pada Surat Hud dan surat As Syu’ara.
Rasul-rasul yang tidak Allah kisahkan itu kurang dikenal umatnya oleh orang Arab dan tidak dikenal pula oleh ahli kitab yang berdampingan masa dengan orang Arab, seperti yang ada di negeri Jepang, Cina, India, Eropa dan Amerika.
Hikmah dari mengisahkan nabi-nabi itu ialah untuk mengambil iktibar dan pelajaran darinya, untuk menambah ketabahan hati ketika menghadapi tantangan-tantangan dan permusuhan dan untuk memperkuat kenabian Nabi Muhammad ﷺ, sebagaimana firman Allah:

Dan semua kisah dari rasul-rasul yang Kami ceriterakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya dapat Kami teguhkan hatimu, dan dalam surah ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman
(Q.S.
Hud: 120)

Orang-orang Yahudi beranggapan, bahwa yang diberi wahyu dan pangkat kenabian itu hanya dari golongan mereka saja, padahal beberapa ayat menunjukkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala, telah mengutus beberapa rasul untuk setiap umat sebagai realisasi dari rahmat Allah yang tersebar luas ke seluruh dunia.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thaghut itu
(Q.S.
An Nahl: 36)

Dan firman Allah:

Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.
(Q.S.
Fathir: 24)

Dan Allah subhanahu wa ta’ala, telah berbicara kepada Musa dengan pembicaraan yang langsung yaitu dengan menurunkan wahyu kepadanya sebagaimana dijelaskan Allah di dalam firman-Nya:

Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantara wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki.
(Q.S.
Asy Syura: 51)

Pembicaraan Allah subhanahu wa ta’ala, kepada Musa itu termasuk pembicaraan di belakang tabir, karena beliau hanya mendengar kalam Ilahi dan tidak dapat melihat-Nya.

An Nisaa' (4) ayat 164 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nisaa' (4) ayat 164 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nisaa' (4) ayat 164 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub












Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta