Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 162 [QS. 4:162]

لٰکِنِ الرّٰسِخُوۡنَ فِی الۡعِلۡمِ مِنۡہُمۡ وَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ یُؤۡمِنُوۡنَ بِمَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡکَ وَ مَاۤ اُنۡزِلَ مِنۡ قَبۡلِکَ وَ الۡمُقِیۡمِیۡنَ الصَّلٰوۃَ وَ الۡمُؤۡتُوۡنَ الزَّکٰوۃَ وَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰہِ وَ الۡیَوۡمِ الۡاٰخِرِ ؕ اُولٰٓئِکَ سَنُؤۡتِیۡہِمۡ اَجۡرًا عَظِیۡمًا
Lakinirraasikhuuna fiil ‘ilmi minhum wal mu’minuuna yu’minuuna bimaa unzila ilaika wamaa unzila min qablika wal muqiimiinash-shalaata wal mu’tuunazzakaata wal mu’minuuna billahi wal yaumi-aakhiri uula-ika sanu’tiihim ajran ‘azhiiman;
Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada (Alquran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu, begitu pula mereka yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat dan beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar.
―QS. An Nisaa’ [4]: 162

Daftar isi

But those firm in knowledge among them and the believers believe in what has been revealed to you, (O Muhammad), and what was revealed before you.
And the establishers of prayer (especially) and the givers of zakah and the believers in Allah and the Last Day – those We will give a great reward.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 162]

لَّٰكِنِ akan tetapi

But
ٱلرَّٰسِخُونَ orang-orang yang mendalam

the ones who are firm
فِى di dalam

in
ٱلْعِلْمِ ilmu

the knowledge
مِنْهُمْ diantara mereka

among them
وَٱلْمُؤْمِنُونَ dan orang-orang mukmin

and the believers
يُؤْمِنُونَ beriman

believe
بِمَآ dengan/kepada apa

in what
أُنزِلَ diturunkan

(is) revealed
إِلَيْكَ kepadamu

to you
وَمَآ dan apa

and what
أُنزِلَ diturunkan

was revealed
مِن dari

from
قَبْلِكَ sebelummu

before you.
وَٱلْمُقِيمِينَ dan orang-orang yang mendirikan

And the ones who establish
ٱلصَّلَوٰةَ sholat

the prayer
وَٱلْمُؤْتُونَ dan orang-orang yang menunaikan

and the ones who give
ٱلزَّكَوٰةَ zakat

the zakah
وَٱلْمُؤْمِنُونَ dan orang-orang yang beriman

and the ones who believe
بِٱللَّهِ kepada Allah

in Allah
وَٱلْيَوْمِ dan hari

and the Day
ٱلْءَاخِرِ akhirat

the Last –
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itulah

those,
سَنُؤْتِيهِمْ akan Kami berikan pada mereka

We will give them
أَجْرًا pahala

a reward,
عَظِيمًا besar

great.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:162

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 162. Oleh Kementrian Agama RI


Tidak semua Ahli Kitab mengerjakan keburukan-keburukan tersebut.
Ada pula di antara mereka orang yang mendalam ilmunya, dan orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan yang diturunkan kepada rasulrasul sebelumnya.

Di antara mereka ada pula yang dengan penuh keyakinan mengikuti ajaran Islam dengan tulus ikhlas.


Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas bahwa ayat ini diturunkan terkait dengan orang-orang Yahudi yang dengan penuh kesadaran masuk Islam seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya.

Mereka rajin salat lima waktu dan menunaikan zakat, beriman kepada Allah dan rasulrasul-Nya tanpa membedakan di antara rasul yang satu dengan rasul yang lain.
Mereka itu telah sampai kepada tingkat keimanan dan keislaman yang tinggi dan Allah menjanjikan kepada mereka pahala yang besar di akhirat.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 162. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tetapi orang-orang Yahudi yang mendalami ilmu dan orang-orang yang beriman dari umatmu, Muhammad, percaya kepada apa yang diwahyukan kepadamu dan apa yang diwahyukan kepada rasulrasul sebelummu.
Orang-orang yang melaksanakan salat dengan benar, menunaikan zakat, percaya kepada Allah, hari kebangkitan dan pembalasan, maka Allah akan memberi pahala yang baik kepada mereka atas keimanan dan ketaatannya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Akan tetapi orang-orang Yahudi yang mengetahui hukumhukum Allah dengan baik, orang-orang mukmin kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu wahai Rasul, yaitu Alquran.
Mereka beriman kepada apa yang diturunkan sebelumnya yaitu Taurat dan Injil, menunaikan shalat pada waktunya, membayar zakat harta mereka, beriman kepada kebangkian dan pembalasan.


Allah akan memberikan kepada mereka pahala yang besar yaitu surga.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tetapi orang-orang yang mendalam) artinya kukuh dan mantap


(ilmunya di antara mereka) seperti Abdullah bin Salam


(dan orang-orang mukmin) dari golongan Muhajirin dan Ansar


(mereka beriman pada apa yang diturunkan kepadamu dan apa-apa yang diturunkan sebelummu) di antara kitabkitab


(sedangkan orang-orang yang mendirikan salat) manshub karena pujian, dan ada pula yang membacanya dengan marfu`


(dan membayar zakat serta orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mereka itulah yang akan Kami beri) fi’ilnya dibaca dengan nun atau dengan ya


(pahala yang besar) yakni surga.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Maksudnya, orang-orang yang kuat agamanya, mereka mempunyai kedudukan yang kuat dalam bidang ilmu yang bermanfaat Pembahas­an mengenai tafsirnya telah kami ketengahkan dalam tafsir surat Ali Imran.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan orang-orang mukmin.

di-athaf-kan kepada lafaz ar-rasikhuna, sedangkan khabar-nya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala Selanjutnya, yaitu:

…mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an) dan apa yang telah diturunkan sebelummu.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abdullah ibnu Salam, Sa’labah ibnu Sa’ih, Asad ibnu Sa’ih, dan Asad ibnu Ubaid, semuanya masuk Islam dan beriman kepada apa yang di­utuskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, kepada Nabi Muhammad ﷺ

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan orang-orang yang mendirikan salat.

Demikianlah bacaannya menurut semua mushaf para imam.
Hal yang sama disebutkan di dalam mushaf Ubay ibnu Ka’b.
Tetapi Ibnu Jarir menyebutkan bahwa ayat ini menurut mushaf Ibnu Mas’ud disebut­kan dengan bacaan wal mugimunas salata, bukannya
"وَالْمُقِيمُونَ الصَّلَاةَ".
Kemudian Ibnu Jarir mengatakan bahwa pendapat yang sahih adalah menurut qiraah mayoritas, sebagai bantahan terhadap orang yang menduga bahwa hal tersebut termasuk kekeliruan dalam menulis Al-Kitab (Al Qur’an).

Kemudian ibnu Jarir menyebutkan perbedaan pendapat di kalang­an ulama mengenainya.
Sebagian dari mereka mengatakan bahwa lafaz ini di-nasab-kan karena mengandung makna madah (pujian), sa­ma halnya dengan pengertian yang terkandung di dalam ayat lain, ya­itu firman-Nya,

dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan pe­perangan.
(QS. Al-Baqarah [2]: 177)

Sedangkan ulama lainnya mengatakan bahwa lafaz al-muqimina ini di-jar-kan karena di-‘ataf-kan kepada firman-Nya:

…kepada apa yang diturunkan kepadamu (Al Qur’an) dan apa yang diturunkan sebelummu.


Yaitu mereka juga mendirikan salat.
Dengan kata lain, seakan-akan dikatakan bahwa mereka mengakui kewajiban salat dan kefarduannya atas diri mereka.
Atau makna yang dimaksud dengan orang-orang yang mendirikan salat ini adalah para malaikat, seperti yang dipilih oleh Ibnu Jarir.
Dengan kata lain, mereka beriman kepada kitab yang diturunkan kepadamu dan kitabkitab yang diturunkan sebelummu serta beriman kepada para malaikat.
Akan tetapi, pendapat ini masih perlu dipertimbangkan.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan orang-orang yang menunaikan zakat.

Yang dimaksud dengan zakat pada ayat di atas dapat diinterpretasikan sebagai zakat harta benda, dapat diinterpretasikan zakat badan (fit­rah), dapat pula diinterpretasikan dengan pengertian kedua-duanya.

…dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.

Artinya, mereka percaya bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan mereka beriman dengan adanya hari berbangkit sesudah mati, dan hari pembalasan semua amal perbuatan, amal yang baik, dan amal yang buruk.

Orang-orang itulah.

Lafaz ayat ini merupakan khabar dari jumlah yang sebelumnya.

…yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

Yakni surga.

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio