Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 16 [QS. 4:16]

وَ الَّذٰنِ یَاۡتِیٰنِہَا مِنۡکُمۡ فَاٰذُوۡہُمَا ۚ فَاِنۡ تَابَا وَ اَصۡلَحَا فَاَعۡرِضُوۡا عَنۡہُمَا ؕ اِنَّ اللّٰہَ کَانَ تَوَّابًا رَّحِیۡمًا
Walladzaani ya’tiyaanihaa minkum faaadzuuhumaa fa-in taabaa waashlahaa faa’ridhuu ‘anhumaa innallaha kaana tau-waaban rahiiman;
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya.
Jika keduanya tobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka.
Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
―QS. An Nisaa’ [4]: 16

And the two who commit it among you, dishonor them both.
But if they repent and correct themselves, leave them alone.
Indeed, Allah is ever Accepting of repentance and Merciful.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 16]

وَٱلَّذَانِdan dua orang yang

And the two who
يَأْتِيَٰنِهَاmelakukannya/perbuatan keji

commit it
مِنكُمْdiantara kamu

among you,
فَـَٔاذُوهُمَاmaka berilah hukuman keduanya

then punish both of them.
فَإِنmaka jika

But if
تَابَاkeduanya bertaubat

they repent
وَأَصْلَحَاdan memperbaiki diri

and correct themselves,
فَأَعْرِضُوا۟maka berpaling/biarkanlah

then turn away
عَنْهُمَآdari keduanya

from both of them.
إِنَّsesungguhnya

Indeed,
ٱللَّهَAllah

Allah
كَانَadalah Dia

is
تَوَّابًاMaha Penerima taubat

Oft-Forgiving,
رَّحِيمًاMaha Penyayang

Most-Merciful.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:16

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 16. Oleh Kementrian Agama RI


Adapun terhadap orang yang belum pernah kawin, laki-laki atau perempuan yang melakukan zina, apabila telah lengkap saksi sebagaimana disebut dalam ayat 15 di atas maka hukuman mereka diserahkan kepada umat Islam pada masa itu, hukuman apa yang dianggap wajar/sesuai dengan perbuatannya.
Hukuman ini sementara menjelang turunnya ayat ke-2 Surah an-Nur dengan perincian hadis Nabi sebagaimana tersebut di atas.


Hukuman ini dilakukan selama keduanya belum tobat dan menyesal atas perbuatan mereka.
Apabila mereka bertobat hendaklah diterima dan dihentikan hukuman atas mereka.

Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-Nya.
Demikianlah hukuman terhadap perbuatan zina pada permulaan Islam sebelum turunnya ayat-ayat mengenai hukuman zina (rajam atau dera).

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 16. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Laki-laki dan wanita yang melakukan zina tanpa ada ikatan pernikahan, keduanya dikenai hukuman yang sudah ditentukan.
Hal itu apabila disaksikan oleh empat orang saksi yang adil.


Jika, setelah dikenai hukuman, mereka bertobat, maka janganlah kalian sebut-sebut perbuatan mereka dan jangan pula kalian hina.
Sesungguhnya Allah, dengan kasih sayang-Nya, akan menerima pertobatan orang-orang yang bertobat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dua orang yang terjatuh ke dalam perbuatan buruk zina, hukumlah mereka berdua dengan pukulan, celaan dan pengucilan.
Bila keduanya bertaubat dari perbuatan tersebut dan melakukan perbaikan dengan amalamal shalih maka hentikanlah hukuman dari mereka.


Dari ayat ini dan sebelumnya bisa disimpulkan bahwa bila kaum laki-laki berzina, maka mereka dihukum yang berakhir dengan taubat dan perbaikan perilaku.
Sedangkan kaum wanita dihukum dan dipenjara yang baru berakhir sampai dengan kematiannya.


Hal ini berlaku di awal-awal Islam kemudian ia dinasakh dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya syariatkan, yaitu hukuman rajam bagi pezina muhshan baik laki-laki maupun wanita.
Muhshan adalah laki-laki atau wanita dewasa, merdeka, berakal dan sudah pernah melakukan hubungan suami istri dalam pernikahan yang sah.


Dan dicambuk seratus kali plus pengasingan selama satu tahun bagi yang belum muhshan.
Sesungguhnya Allah Maha Menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

 


(Dan mengenai dua orang) dengan nun yang memakai atau tanpa tasydid


(yang melakukannya) maksudnya perbuatan keji, yaitu berzina atau homoseksual


(di antara kamu) maksudnya kaum lelaki


(maka berilah mereka hukuman) dengan mencela dan memukul mereka dengan terompah.


(Kemudian jika mereka bertobat) daripadanya


(dan memperbaiki perbuatan mereka)


(maka tinggalkanlah mereka) dan jangan disakiti lagi.


(Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat) terhadap orang yang sadar


(lagi Maha Penyayang) kepadanya.
Ayat ini telah dihapus/dimansukh hukumnya dengan ayat had, jika yang dimaksud karena berzina.
Demikian pula menurut Syafii jika yang dimaksud karena homoseksual.
Hanya menurutnya pula, orang yang
"dikerjai"
tidaklah dirajam walaupun telah beristri, hanya dipukul dan diasingkan.
Bahwa yang dimaksud itu homoseksual lebih kuat dengan alasan adanya dhamir tatsniah huma dan lain-lain.
Menurut golongan yang pertama yang dimaksud dengan kedua mereka itu ialah pezina yang laki-laki dan yang perempuan.
Tetapi pendapat ini ditolak oleh golongan Syafii dengan penjelasan yang diberikan kemudian dengan hubungannya yang berkaitan dengan dhamir laki-laki dan berserikatnya kedua mereka dalam menerima hukuman, bertobat dan diisolir.
Dan ini khusus bagi pihak laki-laki, karena sebagaimana kita ketahui bagi pihak wanita ialah tahanan rumah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Yaitu dua orang yang berbuat zina, kalian harus menghukumnya.
Menurut Ibnu Abbas r.a. dan Sa’id ibnu Jubair serta selain keduanya.
hukuman tersebut berupa caci maki dan memukulinya dengan terompah dan sandal.
Pada mulanya memang demikian hukumnya sebelum Allah menasakhnya dengan hukuman dera dan hukuman rajam.

Ikrimah, Ata, Al-Hasan, dan Abdullah ibnu Kasir mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki dan seorang wanita apabila keduanya berbuat zina.

As-Saddi mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan muda-mudi sebelum mereka kawin (lalu melakukan perbuatan zina).

Mujahid mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan dua orang lelaki yang melakukan perbuatan tidak senonoh.
Seakan-akan dia bermaksud bahwa kedua lelaki tersebut melakukan perbuatan homo.

Ahlus Sunan meriwayatkan melalui hadis Amr ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas secara marfu‘.
Ia mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Barang siapa yang kalian lihat sedang melakukan perbuatan kaumnya Nabi Lut, maka bunuhlah si pelaku dan yang dikerjainya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…kemudian jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri.

Yakni jera dan berhenti dari apa yang dilakukan oleh keduanya serta memperbaiki dirinya dan amal perbuatannya menjadi baik.

…maka biarkanlah mereka.

Janganlah kalian mengerasi keduanya dengan kata-kata yang buruk sesudah itu.
karena orang yang telah bertobat dari dosanya sama dengan orang yang tidak berdosa.

Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan:

Apabila budak perempuan seseorang di antara kalian berbuat zina, maka hendaklah ia menderanya sebagai hukuman had, tetapi ia tidak boleh mencacinya.

Yakni mencaci makinya karena perbuatannya, setelah ia menjalani hukuman had yang merupakan penghapus dosa dari perbuatannya itu.

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 16 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 16 - Gambar 2
Statistik QS. 4:16
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa'.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.6 (12 votes)
Tags:

4:16, 4 16, 4-16, Surah An Nisaa' 16, Tafsir surat AnNisaa 16, Quran AnNisa 16, An-Nisa’ 16, Surah An Nisa ayat 16

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 1 [QS. 37:1]

1. Bila pada akhir Surah Yàsìn Allah menjelaskan keesaan dan kekuasaan-Nya pada hari Kiamat, pada permulaan surah ini Allah menegaskan bukti kekuasaan-Nya di alam raya. Demi rombongan malaikat yang be … 37:1, 37 1, 37-1, Surah Ash Shaffaat 1, Tafsir surat AshShaffaat 1, Quran Al-Shaffat 1, AshShaffat 1, Ash Shafat 1, Ash Shaffat 1, Surah Ash Shaffat ayat 1

QS. An Nas (Umat Manusia) – surah 114 ayat 5 [QS. 114:5]

4-6. Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi pada diri manusia dan selalu bersamanya layaknya darah yang mengalir di dalam tubuhnya, yang membisikkan kejahatan dan kese … 114:5, 114 5, 114-5, Surah An Nas 5, Tafsir surat AnNas 5, Quran Anas 5, An-Nas 5, Surah An Nas ayat 5

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

+

Array

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #7

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … fiqih jinayah i’tiqadiyah khuluqiyah amaliyah Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #22

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … kelahiran kepandaian kelahiran dan kematian kematian keturunan Benar! Kurang tepat! Karena

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … asbabun nuzul alumul hadist ulumul qur’an asbabul wurud Isra Mi’raj Benar! Kurang tepat! Jumlah

Instagram