Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 158 [QS. 4:158]

بَلۡ رَّفَعَہُ اللّٰہُ اِلَیۡہِ ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ عَزِیۡزًا حَکِیۡمًا
Bal rafa’ahullahu ilaihi wakaanallahu ‘aziizan hakiiman;
Tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya.
Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
―QS. An Nisaa’ [4]: 158

Rather, Allah raised him to Himself.
And ever is Allah Exalted in Might and Wise.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 158]

بَل tetapi

Nay,
رَّفَعَهُ telah mengangkatnya

he was raised
ٱللَّهُ Allah

(by) Allah
إِلَيْهِ kepadaNya

towards Him.
وَكَانَ dan adalah

And is
ٱللَّهُ Allah

Allah
عَزِيزًا Maha Perkasa

All-Mighty,
حَكِيمًا Maha Bijaksana

All-Wise.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:158

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 158. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Isa itu diangkat atas perintah Allah dengan badan dan rohnya dan akan diturunkan kembali di akhir zaman sebagai pembela umat Islam dan penerus syariat Nabi Muhammad ﷺ pada saat umat Islam berada dalam keadaan lemah setelah datangnya Dajjal.
Kejadian ini menunjukkan kekuasaan Allah untuk menyelamatkan Nabi-Nya, sesuai dengan kebijaksanaan-Nya yang tercantum dalam firman Allah:

اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسٰٓى اِنِّيْ مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ اِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَجَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ

(Ingatlah), ketika Allah ﷻ berfirman,
"Wahai ‘Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat.

(Ali ‘Imran [3]: 55)


Tentang diangkatnya Nabi Isa ke atas langit ada perbedaan pendapat.
Menurut jumhur ahli tafsir, diangkat dengan jasmani dan rohaninya, dalam keadaan hidup sebagai suatu mukjizat.

Maka Isa `alaihis salam, yang diangkat ke langit dengan jasmani dan rohani, sejak diangkat sampai turun kembali ke bumi, sepenuhnya di tangan Allah.
Jika manusia biasa saja, seperti Ashhabul Kahfi, bisa tinggal dalam sebuah gua tanpa makan dan minum selama 309 tahun, kiranya tidak perlu dianggap aneh bagi seorang nabi seperti Nabi Isa, untuk tinggal di langit sekian lamanya, karena beliau diberi mukjizat oleh Allah.

Pendapat lain mengatakan Nabi Isa diangkat ke langit sesudah wafat lebih dahulu.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 158. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Malah, yang sebenarnya terjadi, adalah bahwa Allah mengangkat ‘Isa ke sisi-Nya dan menyelamatkannya dari serangan musuh.
Mereka tidak menyalib dan tidak pula membunuh ‘Isa.


Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana dalam semua perbuatan-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tapi sebenarnya Allah mengangkat Isa dengan arwah dan jasadnya dalam keadaan hidup dan menyelamatkannya dari orang-orang kafir.
Allah Mahaperkasa dalam kekuasaan-Nya, Maha Bijaksana dalam pengaturan dan ketetapan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tetapi Allah telah mengangkatnya kepada-Nya dan Allah Maha Tangguh) dalam kerajaan-Nya


(lagi Maha Bijaksana) dalam perbuatan-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Yaitu Zat-Nya Mahaperkasa dengan keperkasaan yang tak terjangkau oleh siapa pun, dan orang yang dilindungi-Nya tiada yang dapat menyentuhnya.

lagi Mahabijaksana.

Allah Mahabijaksana dalam semua takdir-Nya dan semua perkara yang diputuskan-Nya.
Semuanya adalah makhluk-Nya, dan hanya Dialah yang memiliki hikmah yang tak terbatas, hujah yang mematahkan, kekuasaan Yang Mahabesar, serta semua perencanaan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, dari Al-A’masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika Allah hendak mengangkat Isa ke langit, maka Isa keluar untuk menemui para sahabatnya dari kalangan Hawariyyin yang jumlahnya ada dua belas orang.
Yang dimaksud ialah Isa keluar dari mata air yang ada dalam rumah tersebut, sedangkan kepalanya masih meneteskan air, lalu ia berkata,
"Sesungguhnya di antara kalian ada orang yang kafir kepadaku sebanyak dua belas kali sesudah ia beriman kepadaku."
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa Isa berkata pula,
"Siapakah di antara kalian yang mau dijadikan sebagai orang yang serupa denganku, lalu ia akan dibunuh sebagai gantiku, maka kelak dia akan bersamaku dalam satu tingkatan (di surga nanti)?"
Maka berdirilah seorang pemuda yang paling muda usianya di antara yang ada, lalu Isa berkata kepadanya,
"Duduklah kamu."
Kemudian ia mengulangi lagi kata-katanya kepada mereka.
Pemuda itu berdiri lagi mengajukan dirinya, maka Isa berkata,
"Duduklah kamu."
Lalu ia mengulangi lagi kata-katanya itu, maka pemuda itu juga yang berdiri seraya berkata,
"Aku bersedia."
Akhirnya Isa berkata,
"Kalau memang demikian, kamulah orangnya.” Maka Allah menjadikannya serupa dengan Nabi Isa, sedangkan Nabi Isa sendiri diangkat ke langit dari salah satu bagian atap rumah tersebut.
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu orang-orang Yahudi yang memburunya datang dan langsung menangkap orang yang serupa dengan Isa itu, lalu mereka membunuh dan menyalibnya.
Maka sebagian dari mereka kafir kepada Isa sebanyak dua belas kali sesudah ia beriman kepadanya, dan mereka berpecah-belah menjadi tiga golongan.
Suatu golongan dari mereka mengatakan,
"Dahulu Allah berada di antara kita, kemudian naik ke langit."Mereka yang berkeyakinan demikian adalah sekte Ya’qubiyah.
Segolongan lainnya mengatakan,
"Dahulu anak Allah ada bersama kami selama yang dikehendaki-Nya, kemudian Allah mengangkatnya kepada-Nya."
Mereka yang berkeyakinan demikian dari sekte Nasturiyah.
Segolongan lain mengatakan,
"Dahulu hamba dan utusan Allah ada bersama kami selama masa yang dikehendaki oleh Allah, kemudian Allah mengangkat dia kepada-Nya."
Mereka yang berkeyakinan demikian adalah orang-orang muslim.
Kemudian dua golongan yang kafir itu memerangi golongan yang muslim dan membunuhnya, maka Islam dalam keadaan terpendam hingga Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ

Sanad asar ini sahih sampai kepada Ibnu Abbas.

Imam Nasai meriwayatkannya melalui Abu Kuraib, dari Abu Mu’awiyah dengan lafaz yang semisal.
Hal yang sama disebutkan oleh ulama Salaf lainnya yang bukan hanya oleh seorang saja, bahwa Nabi Isa berkata kepada para sahabatnya,

"Siapakah di antara kalian yang mau dijadikan orang yang serupa dengan diriku.
lalu ia akan dibunuh sebagai ganti diriku?
Maka kelak dia akan menjadi temanku di dalam surga."

Ibnu Jarir mengatakan, telah diriwayatkan dari Wahb hal yang semisal dengan pendapat di atas, yaitu kisah yang diceritakan kepadaku oleh Al-Musanna.
Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Ishaq, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abdul Karim, telah menceritakan kepadaku Abdus Samad ibnu Ma’qal, ia pernah mendengar Wahb menceritakan hal berikut.
Isa ibnu Maryam ketika diberi tahu oleh Allah akan diangkat dari dunia ini.
maka gelisahlah hatinya karena akan menghadapi kematian dan berita itu terasa berat baginya.
Maka ia mengundang semua Hawariyyin dan membuat makanan untuk mereka.
Dia berkata,
"Datanglah kepadaku malam ini, karena sesungguhnya aku mempunyai suatu keperluan kepada kalian."
Setelah mereka berkumpul pada malam harinya, maka Nabi Isa menjamu makan malam dan melayani mereka sendirian.
Sesudah selesai dari jamuan itu, Nabi Isa mencucikan tangan mereka dan membersihkannya serta mengusap tangan mereka dengan kain bajunya.
Hal tersebut terasa amat berat bagi mereka dan mereka tidak menyukai pelayanan itu.
Nabi Isa berkata,
"Ingatlah, barang siapa yang malam ini menolak apa yang telah aku lakukan kepada kalian, dia bukan termasuk golonganku dan aku pun bukan termasuk golongannya."
Akhirnya mereka menerimanya.
Seusai melaksanakan semuanya, Nabi Isa berkata,
"Adapun mengenai apa yang telah aku buat untuk kalian malam ini, yaitu pelayananku dalam menjamu kalian dan mencucikan tangan kalian dengan kedua tanganku ini, hendaklah hal tersebut dijadikan sebagai suri teladan bagi kalian dariku.
Karena sesungguhnya kalian telah melihat bahwa diriku adalah orang yang paling baik di antara kalian, janganlah sebagian dari kalian merasa besar diri atas sebagian yang lain, dan hendaklah sebagian dari kalian mengabdikan dirinya untuk kepentingan sebagian yang lain, sebagaimana aku mengabdikan diriku untuk kalian.
Adapun keperluanku malam ini ialah meminta tolong kepada kalian agar kalian mendoakan kepada Allah buat diriku dengan doa yang sungguh-sungguh memohon kepada Allah agar Dia menangguhkan ajalku."
Ketika mereka membenahi dirinya untuk berdoa dan hendak melakukannya secara maksimal, tiba-tiba mereka ditimpa oleh rasa kantuk yang sangat hingga mereka tidak mampu berdoa.
Lalu Nabi Isaalaihis salam membangunkan mereka seraya berkata,
"Mahasuci Allah, mengapa kalian tidak dapat bertahan untukku malam ini saja untuk membantuku dalam berdoa?"
Mereka menjawab,
"Demi Allah, kami tidak mengetahui apa yang telah menimpa diri kami.
Sesungguhnya kami banyak begadang dan malam ini kami tidak mampu lagi begadang.
Tidak sekali-kali kami hendak berdoa, melainkan kami selalu dihalang-halangi oleh rasa kantuk itu yang menghambat kami untuk melakukan doa."
Nabi Isa berkata,
"Penggembala pergi dan ternak kambing pun bercerai-berai,"
lalu ia mengucapkan kalimat-kalimat yang semisal sebagai ungkapan belasungkawa terhadap dirinya.
Kemudian Isaalaihis salam berkata,
"Sesungguhnya kelak ada seseorang di antara kalian yang benar-benar kafir kepadaku sebelum ayam jago berkokok tiga kali, dan sesungguhnya akan ada seseorang di antara kalian yang rela menjual diriku dengan beberapa dirham, dan sesungguhnya dia benar-benar memakan hasil jualannya itu."
Lalu mereka keluar dan berpencar, saat itu orang-orang Yahudi sedang mencari-carinya.
Lalu mereka menangkap Hawariyyin) dan mereka mengatakan,
"Orang ini termasuk sahabatnya."
Tetapi Nabi Isa mendengar kokok ayam jago, maka ia menangis dan bersedih hati.
Pada pagi harinya salah seorang Hawariyyin datang kepada orang-orang Yahudi, lalu berkata,
"Imbalan apakah yang akan kalian berikan kepadaku jika aku tunjukkan kalian kepada Al-Masih?"
Mereka memberinya uang sebanyak tiga puluh dirham, lalu ia menerimanya dan menunjukkan mereka ke tempat Al-Masih berada.
Sebelum itu telah diserupakan kepada mereka Nabi Isa yang palsu.
Maka mereka menangkapnya dan mengikatnya dengan tali, lalu mereka giring seraya mengatakan kepadanya,
"Katanya kamu dapat menghidupkan orang yang telah mati, dapat mengusir setan, dan menyembuhkan orang gila.
Sekarang apakah kamu dapat menyelamatkan dirimu dari tambang ini?"
Mereka meludahinya dan melemparinya dengan tangkai-tangkai berduri, hingga sampai di tempat kayu yang mereka maksudkan untuk menyalibnya.
Allah telah mengangkat Nabi Isa yang asli dan mereka menyalib orang yang diserupakan dengannya.
Tujuh hari setelah peristiwa itu ibu Nabi Isa dan seorang wanita yang telah diobati oleh Isaalaihis salam hingga wanita itu sembuh dari penyakit gilanya menangisi orang yang disalib itu.
Lalu Isaalaihis salam datang kepada mereka berdua dan berkata,
"Apakah yang membuat kamu berdua menangis?"
Keduanya menjawab,
"Kami menangisimu."
Isa berkata,
"Sesungguhnya Allah telah mengangkat diriku kepada-Nya, dan tiada yang aku peroleh kecuali kebaikan belaka, dan sesungguhnya orang yang disalib ini adalah orang yang diserupakan denganku di mata mereka.
Maka perintahkanlah kepada kaum Hawariyyin agar mereka menjumpaiku di tempat anu dan anu."
Kemudian di tempat yang dimaksud Nabi Isa dijumpai oleh sebelas orang, dan ia merasa kehilangan seseorang dari mereka, yaitu orang yang telah ‘menjualnya’ dan menunjukkan kepada orang-orang Yahudi tempat ia berada.
Kemudian Isa menanyakan kepada sahabat-sahabatnya tentang orang tersebut.
Maka seseorang dari mereka menjawab bahwa dia telah menyesali perbuatannya, lalu ia bunuh diri dengan cara gantung diri.
Isa berkata,
"Seandainya ia bertobat, niscaya Allah menerima tobatnya."
Kemudian Isa menanyakan kepada mereka tentang seorang pelayan yang ikut bersama mereka.
Mereka menjawab bahwa pelayan tersebut bernama Yahya.
Maka Isa berkata,
"Dia ikut bersama kalian, dan sekarang berangkatlah kalian, sesungguhnya setiap orang itu kelak akan berbicara dengan bahasa kaumnya, maka berilah mereka peringatan dan serulah mereka."


Konteks riwayat ini berpredikat garib jiddan (aneh sekali).

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Salamah, dari Ibnu Ishaq yang menceritakan bahwa nama raja Bani Israil yang mengirimkan sejumlah pasukan untuk membunuh Isaalaihis salam adalah Daud, seseorang dari kalangan Bani Israil pula.
Setelah mereka sepakat untuk membunuh Isaalaihis salam, menurut berita yang sampai kepadaku, tiada seorang hamba pun dari kalangan hamba-hamba Allah yang takut kepada mati seperti takut yang dialaminya, dan tiada orang yang lebih gelisah darinya dalam menghadapi hal itu, tiada seorang pun yang berdoa agar dijauhkan dari mati seperti doa yang dilakukannya.
Sehingga menurut apa yang mereka duga, Isaalaihis salam berkata dalam doanya,
"Ya Allah, jika Engkau menghindarkan kematian ini dari seseorang makhluk-Mu, maka hindarkanlah ia dariku."
Disebutkan bahwa sesungguhnya kulit Nabi Isa (setelah mendengar berita itu) benar-benar mengucurkan darah.
Lalu Isa dan semua sahabatnya memasuki tempat persembunyian yang telah mereka sepakati, dan di tempat itulah akhirnya terjadi peristiwa pembunuhan, jumlah mereka seluruhnya ada tiga belas orang, termasuk Nabi Isaalaihis salam sendiri.
Setelah Nabi Isa merasa yakin bahwa semua sahabatnya telah masuk ke dalam tempat tersebut bersamanya, lalu Nabi Isa mengumpulkan semua sahabatnya yang terdiri atas kalangan Hawariyyin.
Mereka ada dua belas orang, yaitu Firtaus, Ya’qobus, Weila dan Nakhas saudara Ya’qobus, Andreas, Philips, Ibnu Yalma, Mateus, Tomas, Ya’qub ibnu Halqiya, Nadawasis, Qatabiya, Yudas Rakriya Yuta.

Ibnu Humaid mengatakan bahwa Salamah mengatakan dari Ishaq,
"Menurut kisah yang sampai kepadaku, ada seorang lelaki bernama Sarjis hingga jumlah mereka tiga belas orang selain Isa.
Orang-orang Nasrani mengingkarinya karena Sarjislah yang diserupakan dengan Isa di mata orang-orang Yahudi."

Ibnu Ishaq mengatakan,
"Aku tidak mengetahui apakah Sarjis termasuk mereka yang dua belas orang itu, ataukah dia termasuk salah seorang dari mereka yang tiga belas.
Karena itulah mereka meragukannya di saat mereka mengiyakan kepada orang-orang Yahudi tentang tersalibnya Isa.
Mereka (orang-orang Nasrani) tidak mempercayai berita mengenai hal tersebut yang disampaikan oleh Nabi Muhammad ﷺ"
Jika jumlah mereka seluruhnya ada tiga belas orang ketika memasuki rumah persembunyian itu, berarti semuanya ada empat belas orang bersama Isaalaihis salam Jika jumlah mereka (Hawariyyin) ada dua belas orang ketika memasuki rumah persembunyian itu, berarti seluruhnya ada tiga belas orang (bersama Isa as.).

Ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku seorang lelaki yang dahulunya beragama Nasrani, kemudian masuk Islam, bahwa Isa ketika mendapat wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala.
yang mengatakan,
"Sesungguhnya Aku akan mengangkatmu kepada-Ku."
Maka Isa berkata,
"Hai golongan Hawariyyin, siapakah di antara kalian yang rela menjadi temanku di surga?
Syaratnya adalah dia mau menjadi orang yang diserupakan dengan diriku di mata kaum, lalu mereka membunuhnya sebagai ganti dariku."
Maka Sarjis menjawab,
"Aku bersedia, wahai Ruhullah."
Isaalaihis salam berkata,
"Duduklah kamu di tempatku!"
Maka Sarjis duduk di tempatnya, sedangkan ia sendiri diangkat ke langit.
Lalu mereka memasuki rumah itu dan langsung menangkapnya serta menyalibnya.
Sarjislah orang yang disalib dan diserupakan dengan Isa di mata mereka.
Jumlah mereka di saat memasuki rumah itu bersama Isa telah dimaklumi, karena mereka mengintipnya dan menghitung jumlahnya.
Ketika mereka memasuki rumah itu untuk menangkap Isa, maka menurut penglihatan mereka,
"mereka melihat adanya Isa dan para sahabatnya, tetapi mereka kehilangan seorang lelaki dari jumlah keseluruhannya.
Hal itulah yang membuat mereka berselisih pendapat mengenainya.
Sejak semula mereka tidak mengenal Isa, yaitu di saat mereka memberikan hadiah tiga puluh dirham kepada Yudas sebagai imbalan untuk menunjukkan dan mengenalkan Isa kepada mereka.
Yudas berkata kepada mereka,
"Jika kalian memasukinya, aku akan menciumnya, maka Isa adalah orang yang aku cium itu nantinya."
Ketika mereka memasuki rumah tersebut, Isa telah diangkat ke langit, dan mereka melihat Sarjis yang diserupakan menjadi Isaalaihis salam, sedang Yudas sendiri tidak meragukan bahwa Sarjis adalah Isa.
Karena itu, ia langsung menciumnya, dan mereka menangkapnya, lalu menyalibnya.
Setelah peristiwa itu Yudas menyesali perbuatannya, lalu ia menggantung dirinya dengan tali tambang hingga mati.
Dia adalah orang yang terkutuk di kalangan orang-orang Nasrani, padahal sebelumnya dia termasuk salah seorang sahabat Isa.
Sebagian orang Nasrani menduga bahwa orang yang diserupakan dengan Isa itu adalah Yudas sendiri, lalu disalib oleh orang-orang Yahudi.
Di saat disalib itu ia mengatakan,
"Sesungguhnya aku bukan orang yang kalian cari, akulah orang yang menunjuki kalian kepadanya."

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid, bahwa mereka menyalib seorang lelaki yang diserupakan dengan Isa, sedangkan Isa sendiri telah diangkat oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
ke langit dalam keadaan hidup.

Tetapi Ibnu Jarir sendiri memilih pendapat yang mengatakan bahwa yang diserupakan dengan Isa adalah semua sahabatnya yang ada bersamanya.

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 158 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 158 - Gambar 2
Statistik QS. 4:158
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa'.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.4 (14 votes)
Tags:

4:158, 4 158, 4-158, Surah An Nisaa' 158, Tafsir surat AnNisaa 158, Quran AnNisa 158, An-Nisa’ 158, Surah An Nisa ayat 158

▪ annisa 158
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Muhammad (Nabi Muhammad) – surah 47 ayat 32 [QS. 47:32]

32. Pada ayat-ayat yang lalu Allah menerangkan keadaan orang-orang munafik yang selalu melaksanakan tipu daya dan maksud jahat kepada orang-orang yang beriman. Mereka mengira perbuatan jahat itu tidak … 47:32, 47 32, 47-32, Surah Muhammad 32, Tafsir surat Muhammad 32, Quran Muhamad 32, Surah Muhammad ayat 32

QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 39 [QS. 36:39]

39. Dan telah Kami tetapkan pula jarak-jarak tertentu sebagai tempat peredaran bagi bulan, sehingga setiap saat jarak tersebut mengalami perubahan. Sesampainya ke tempat peredaran yang terakhir, kemba … 36:39, 36 39, 36-39, Surah Yaa Siin 39, Tafsir surat YaaSiin 39, Quran Yasin 39, Surah Yasin ayat 39

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Benar! Kurang tepat!

+

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Benar! Kurang tepat!

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #4

Fungsi pakaian adalah … tingkatkan gensi sebagai penutup aurat untuk munjukkan model terbaru agar tidak kedinginan menghindari tubuh agar tidak

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Al-Fatihah al-Anfal at-Taubah Maryam ar-Rahman Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah At-Taubah adalah surah ke-9

Instagram