Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 154 [QS. 4:154]

وَ رَفَعۡنَا فَوۡقَہُمُ الطُّوۡرَ بِمِیۡثَاقِہِمۡ وَ قُلۡنَا لَہُمُ ادۡخُلُوا الۡبَابَ سُجَّدًا وَّ قُلۡنَا لَہُمۡ لَا تَعۡدُوۡا فِی السَّبۡتِ وَ اَخَذۡنَا مِنۡہُمۡ مِّیۡثَاقًا غَلِیۡظًا
Warafa’naa fauqahumuth-thuura bimiitsaaqihim waqulnaa lahumuudkhuluul baaba sujjadan waqulnaa lahum laa ta’duu fiissabti waakhadznaa minhum miitsaaqan ghaliizhan;
Dan Kami angkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka.
Dan Kami perintahkan kepada mereka,
“Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud,”
dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka,
“Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat.”
Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh.
―QS. An Nisaa’ [4]: 154

And We raised over them the mount for (refusal of) their covenant;
and We said to them,
"Enter the gate bowing humbly",
and We said to them,
"Do not transgress on the sabbath",
and We took from them a solemn covenant.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 154]

وَرَفَعْنَا dan Kami angkat

And We raised
فَوْقَهُمُ atas mereka

over them
ٱلطُّورَ bukit Tursina

the mount
بِمِيثَٰقِهِمْ dengan perjanjian mereka

for their covenant,
وَقُلْنَا dan Kami katakan

and We said
لَهُمُ kepada mereka

to them,
ٱدْخُلُوا۟ masuklah

"Enter
ٱلْبَابَ pintu/gerbang

the gate,
سُجَّدًا bersujud

prostrating."
وَقُلْنَا dan Kami katakan

And We said
لَهُمْ kepada mereka

to them.
لَا jangan

"(Do) not
تَعْدُوا۟ kamu melanggar

transgress
فِى dalam/tentang

in
ٱلسَّبْتِ hari Sabtu

the Sabbath."
وَأَخَذْنَا dan Kami telah mengambil

And We took
مِنْهُم dari mereka

from them
مِّيثَٰقًا perjanjian

a covenant
غَلِيظًا kokoh

solemn.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:154

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 154. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini mengungkapkan keburukan perbuatan orang-orang Yahudi, yaitu ketika mereka telah mengingkari perjanjian dengan Allah agar patuh mengamalkan kitab Taurat, maka Allah mengangkat Gunung Sinai ke atas mereka sehingga kelihatan seperti awan hitam yang akan menimpa diri mereka.
Semula mereka enggan menerima perjanjian itu dengan sepenuh hati.

Kemudian Allah memerintahkan pula kepada mereka untuk memasuki pintu gerbang Baitulmakdis, sambil menundukkan kepala dan merendahkan diri sebagai rasa syukur akan nikmat pemberian Allah, serta memohon ampunan atas segala kesalahan mereka pada masa yang lampau.


Kemudian Allah memerintahkan pula kepada mereka supaya jangan melanggar peraturan mengenai hari Sabat seperti larangan menangkap ikan dan sebagainya.

Larangan itu mereka langgar, sehingga mereka pada hari Sabat ramai-ramai pergi menangkap ikan dan tidak mau masuk Baitulmakdis.
Akibat perbuatan buruk mereka itu, Allah menurunkan siksaan pada mereka seperti dalam firman Allah:

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِى السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خَاسِـِٕيْنَ

Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka,
"Jadilah kamu kera yang hina!"
(al-Baqarah [2]: 65).


Mereka melakukan helah untuk memasang perangkap pada hari Jumat, dan mengambilnya pada hari Minggu.
Allah telah mengambil perjanjian dari mereka, yaitu akan mengamalkan isi kitab Taurat dengan bersungguh-sungguh dan menegakkan hukumhukum Allah dan tidak akan melanggarnya sedikit pun, dan tidak akan menyembunyikan berita tentang kedatangan Nabi Isa dan Nabi Muhammad ﷺ.

Jika setelah itu mereka masih melanggar janji, Allah akan menurunkan kepada mereka siksaan yang lebih hebat lagi.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 154. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah mengangkat bukit di atas kepala Bani Israil, sebagai ancaman karena mereka tidak mau menerima hukum Tawrat, sampai mereka menerimanya.
Allah juga mengambil perjanjian dari mereka lalu memerintahkan kepada mereka untuk memasuki kampung dengan tunduk kepada-Nya dan tidak melanggar perintah-Nya dengan tetap beribadah pada hari Sabtu.


Sesungguhnya Allah telah mengambil itu semua dari mereka sebagai perjanjian yang kokoh.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kami mengangkat gunung Thur di atas kepala mereka saat mereka menolak berpegang kepada perjanjian yang tegas yang diambil dari mereka agar mereka mengamalkan Taurat.
Kami memerintahkan mereka agar masuk gerbang Baitul Maqdis dalam keadaan sujud, namun mereka justru masuk dengan ngesot di atas pantat mereka, Kami memerintahkan mereka agar tidak melakukan pelanggaran dengan menjala ikan di hari Sabtu, namun mereka melanggarnya.


Kami mengambil perjanjian yang kuat atas mereka namun mereka membatalkannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Kami angkat ke atas kepada mereka Thur) nama sebuah bukit


(disebabkan perjanjian dengan mereka) maksudnya hendak mengadakan perjanjian agar mereka takut dan bersedia menerimanya


(dan kata Kami kepada mereka) sementara bukit itu dinaungkan kepada mereka


("Masukilah pintu gerbang itu) maksudnya pintu gerbang kampung atau negeri


(sambil bersujud") yang menunjukkan ketundukkan


(dan Kami wahyukan kepada mereka,
"Janganlah kamu melanggar perintah) menurut suatu qiraat dibaca ta`adduu dengan diidgamkan ta aslinya pada dal yang menjadi ta`taduu, artinya melanggar perintah


(pada hari Sabtu") dengan menangkap ikan padanya


(dan Kami telah menerima perjanjian erat dari mereka) mengenai hal itu tetapi mereka melanggarnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka Bukit Tursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka.

Demikian itu terjadi ketika mereka menolak untuk tetap berpegang kepada hukumhukum Taurat, dan tampak dari mereka sikap membangkang terhadap apa yang didatangkan oleh Nabi Musakitab Taurat, akhirnya mereka menyanggupinya dan bersujud seraya memandang ke atas kepala mereka karena khawatir bila bukit tersebut jatuh menimpa diri mereka.
Hal ini disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka, seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka.
(Dan Kami katakan kepada mereka),
"Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepada kalian."
(QS. Al-A’raf [7]: 171), hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Dan Kami perintahkan kepada mereka,
"Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud."


Akan tetapi, mereka melanggar dalam semua apa yang diperintahkan kepada mereka, baik secara ucapan maupun perbuatannya.
Karena sesungguhnya mereka diperintahkan agar memasuki pintu Baitul Maqdis seraya bersujud dan mengucapkan doa hittah yang artinya
"Ya Allah, hapuslah dari diri kami dosa-dosa kami"
karena kami tidak mau berjihad dan membangkang, tidak melakukannya, yang menyebabkan kami tersesat di padang sahara selama empat puluh tahun.
Ternyata mereka memasukinya seraya merangkak dengan pantat mereka, dan ucapannya mereka ganti menjadi hintah fi sya’rah.

…dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka,
"Janganlah kalian melanggar peraturan mengenai hari Sabtu."


Maksudnya Kami perintahkan mereka untuk memelihara kesucian hari Sabtu dan berpegang teguh menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh Allah atas mereka, selagi hal tersebut disyariatkan bagi mereka.

…dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.

Yaitu perjanjian yang berat.
tetapi mereka melanggarnya dan berbuat durhaka serta menggunakan tipu muslihat (hailah) untuk melakukan hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, Seperti yang disebutkan kisahnya dalam surat Al-A’raf secara panjang lebar, yaitu pada firman-Nya:

Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terlelak di dekat laut.
(QS. Al-A’raf [7]: 163), hingga beberapa ayat berikutnya.

Dalam surat Al-Isra nanti akan disebutkan sebuah hadis yang diceritakan oleh Safwan ibnu Assal, yaitu pada tafsir firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata.
(QS. Al Israa [17]: 101)

Di dalam hadis tersebut antara lain disebutkan,
"Dan khusus bagi kalian, orang-orang Yahudi, janganlah kalian melanggar peraturan mengenai hari Sabtu."

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 154 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 154 - Gambar 2
Statistik QS. 4:154
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.8 (10 votes)
Tags:

4:154, 4 154, 4-154, Surah An Nisaa' 154, Tafsir surat AnNisaa 154, Quran AnNisa 154, An-Nisa’ 154, Surah An Nisa ayat 154

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 68 [QS. 28:68]

Tafsir (68) Ayat ini menerangkan bahwa Allah yang menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dia satu-satunya yang berwenang memilih dan menentukan sesuatu hal, baik yang tampak maupun yang tidak, sebagaim … 28:68, 28 68, 28-68, Surah Al Qashash 68, Tafsir surat AlQashash 68, Quran AlQasas 68, Al Qasas 68, AlQasas 68, Al-Qasas 68, Surah Al Qasas ayat 68

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 121 [QS. 3:121]

Pada ayat ini Allah mengingatkan Umat Islam akan kisah Perang Uhud. Dan ingatlah, ketika engkau wahai Nabi Muhammad, berangkat pada pagi hari Jum’at, meninggalkan keluargamu, yaitu istrimu Aisyah untu … 3:121, 3 121, 3-121, Surah Ali Imran 121, Tafsir surat AliImran 121, Quran Al Imran 121, Surah Ali Imran ayat 121

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam terkandung dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.'
--QS. al-Alaq [96] ayat 1-5.

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama ...

Benar! Kurang tepat!

Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di ...

Benar! Kurang tepat!

Sejak wahyu di Surah Al Muddasir [74]: 1-7, Rasullullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #10
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #10 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #10 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … Valyrian Steel Lightsaber Needle Al-Qaswa Zulfikar Benar! Kurang tepat! Apa

Pendidikan Agama Islam #21

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah … jajan di kantin sekolah menjadi juara dalam perlombaan datang

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … perumpamaan perkataan permasalahan

Instagram