Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Nisaa'

An Nisaa’ (Wanita) surah 4 ayat 153


یَسۡـَٔلُکَ اَہۡلُ الۡکِتٰبِ اَنۡ تُنَزِّلَ عَلَیۡہِمۡ کِتٰبًا مِّنَ السَّمَآءِ فَقَدۡ سَاَلُوۡا مُوۡسٰۤی اَکۡبَرَ مِنۡ ذٰلِکَ فَقَالُوۡۤا اَرِنَا اللّٰہَ جَہۡرَۃً فَاَخَذَتۡہُمُ الصّٰعِقَۃُ بِظُلۡمِہِمۡ ۚ ثُمَّ اتَّخَذُوا الۡعِجۡلَ مِنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡہُمُ الۡبَیِّنٰتُ فَعَفَوۡنَا عَنۡ ذٰلِکَ ۚ وَ اٰتَیۡنَا مُوۡسٰی سُلۡطٰنًا مُّبِیۡنًا
Yasaluka ahlul kitaabi an tunazzila ‘alaihim kitaaban minassamaa-i faqad saaluu muusa akbara min dzalika faqaaluuu arinaallaha jahratan faakhadzathumush-shaa’iqatu bizhulmihim tsumma-attakhadzuul ‘ijla min ba’di maa jaa-athumul bai-yinaatu fa’afaunaa ‘an dzalika waaatainaa muusa sulthaanan mubiinan;

Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit.
Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu.
Mereka berkata:
“Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata”.
Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian.
Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.
―QS. 4:153
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
4:153, 4 153, 4-153, An Nisaa’ 153, AnNisaa 153, AnNisa 153, An-Nisa’ 153
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 153. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Juraij bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ: “Kami tidak akan membenarkan ajakanmu, kecuali jika kamu dapat membawakan kepada kami sebuah kitab dari Allah taala kepada Fulan bahwa engkau adalah utusan Allah dan dari Si Fulan yang lain menyatakan bahwa engkau utusan Allah”,
dan begitulah seterusnya mereka menyebut beberapa nama orang-orang tertentu dari pendeta-pendeta Yahudi.
Dan mereka berbuat demikian it” tidak lain hanya semata-mata untuk membangkang saja.

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang Yahudi meminta kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya diturunkan kepada mereka kitab dari langit yang menyebutkan bahwa engkau adalah rasul Allah.
Dalam menghadapi persoalan ini Allah subhanahu wa ta’ala, menyuruh Nabi Muhammad ﷺ, untuk berlaku sabar, jangan hendaknya kaget, karena orang-orang Yahudi pernah meminta Musa yang lebih besar dari itu mereka meminta kepada Musa supaya diperlihatkan Allah kepada mereka dengan nyata.
Permintaan yang seperti itu menunjukkan kebodohan, karena mereka menyangka bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mempunyai tubuh yang dapat dilihat dengan nyata.
Tabiat mereka yang suka mengingkari mukjizat dan tidak membedakan antara mukjizat seorang nabi dengan keanehan dari tukang sihir yang semata-mata untuk dijadikan tontonan itu, adalah menunjukkan keinginan dan kebodohan mereka, dan bagaimanapun keadaannya, maka permintaan mereka itu tidak patut dilayani, karena bagaimanapun juga, mereka juga tidak akan percaya, seperti firman Allah:

Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir juga berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.
(Q.S.
al-An’am: 7)

Orang-orang Yahudi yang minta melihat Allah subhanahu wa ta’ala itu disambar petir sampai mati akibat permintaannya yang lancang dan lalim itu, kemudian dihidupkan mereka kembali.
Semestinya mereka berlaku hati-hati agar tidak terperosok lagi dalam suatu kesalahan yang berakibat suatu bencana besar, akan tetapi lalu mereka membuat berhala berbentuk anak sapi yang oleh mereka disembah bersama-sama.
Padahal sudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata seperti, tongkat Nabi Musa yang dapat membelah laut, atau jika tongkat dipukulkan pada batu, lalu batu itu memancarkan air sebagai sumber air minum.
Dan banyak lagi mukjizat lain yang membuktikan keesaan Allah.

Allah subhanahu wa ta’ala masih juga memberi ampun kepada mereka tatkala mereka bertobat dengan sungguh-sungguh kemudian Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kekuasaan kepada Musa as, untuk dapat mendudukkan dan mengembalikan mereka kepada jalan yang benar.

An Nisaa' (4) ayat 153 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nisaa' (4) ayat 153 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nisaa' (4) ayat 153 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang Yahudi yang ingkar meminta kepadamu, wahai Rasulullah, untuk mendatangkan bukti yang membenarkan kenabianmu dengan mendatangkan kepada mereka kitab suci khusus yang turun dari langit, membuktikan kebenaran kerasulanmu dan mengajak mereka beriman dan menaatimu.
Kalau permintaan mereka semakin banyak, kamu tidak perlu terburu-buru untuk memenuhinya.
Sebab, para pendahulu mereka telah meminta yang lebih besar dari itu kepada Nabi Musa dengan mengatakan, “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata.” Allah menurunkan siksa berupa petir yang menyambar dan memusnahkan mereka karena kezaliman yang mereka perbuat.
Kemudian ingatlah dosa mereka yang lebih besar dan lebih buruk dari itu, yaitu menjadikan anak sapi sebagai tuhan selain Allah setelah mereka menyaksikan bukti yang diperlihatkan Nabi Musa kepada Fir’aun dan kaumnya.
Kemudian Allah memberi ampunan setelah mereka bertobat kepada-Nya, dan Allah telah menguatkan Nabi Musa dengan bukti yang nyata.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ahli Kitab meminta kepadamu) hai Muhammad, maksudnya orang-orang Yahudi (agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit) maksudnya sekaligus seperti pernah diturunkan-Nya kepada Musa guna mempersulit permintaan itu.
Dan sekiranya menurut kamu itu berat (maka sesungguhnya mereka telah pernah meminta) maksudnya nenek moyang mereka (kepada Musa yang lebih besar dari itu, kata mereka, “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan jelas.”) atau nyata.
(Maka mereka disambar oleh petir) artinya maut sebagai hukuman bagi mereka (disebabkan keaniayaan mereka) yakni meminta barang yang sulit.
(Kemudian mereka mengambil anak sapi) sebagai tuhan (setelah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata) artinya mukjizat-mukjizat atas kekuasaan Allah (maka Kami maafkan mereka dari hal yang demikian) dan tidak Kami basmi mereka secara tuntas (dan telah Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata) artinya keunggulan yang menakjubkan bagi mereka hingga sewaktu mereka disuruh membunuh diri mereka guna bertobat mereka pun menurutinya dengan patuh.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang Yahudi meminta kepadamu wahai Rasul sebuah mukjizat seperti mukjizat Musa yang bisa membuktikan kebenaranmu, yaitu agar kamu menurunkan lembaran-lembaran yang tertulis dari Allah, seperti Musa yang menerima lauh-lauh dari Allah.
Jangan heran wahai Rasul kepada mereka, karena leluhur mereka telah meminta kepada Musa sesuatu yang jauh lebih besar.
Mereka meminta kepada Musa agar memperlihatkan Allah secara terbuka, maka mereka pun pingsan di sebabkan kezhaliman mereka terhadap diri mereka sendiri saat mereka meminta sesuatu yang tidak patut.
Setelah Allah menghidupkan mereka lagi, mereka menyaksikan mukijzat-mukjizat yang nyata di tangan Musa yang membuktikan penafian syirik.
Mereka menyembah anak sapi selain Allah, lalu Kami memaafkan mereka dari penyembahan mereka terhadap anak sapi tersebut karena mereka bertaubat darinya.
Kami telah memberikan hujjah yang agung kepada Musa yang mendukung kebenaran dirinya sebagai seorang nabi.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, As-Saddi, dan Qatadah mengatakan bahwa orang-orang Yahudi pernah meminta kepada Rasulullah ﷺ agar beliau menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit, sebagaimana kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa dalam keadaan tertulis.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa mereka meminta agar diturunkan lembaran-lembaran dari Allah yang tertulis, ditujukan kepada si Fulan dan si Fulan, untuk membuktikan kebenaran apa yang didatangkan oleh Nabi ﷺ kepada mereka.
Hal ini mereka ajukan hanyalah semata-mata sebagai penghinaan, keingkaran, kekufuran, dan kemurtadan mereka kepadanya.
Perihalnya sama dengan apa yang pernah diminta oleh orang-orang kaflr Quraisy sebelum mereka, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan mereka berkata, “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami” (Al Israa’:90), hingga akhir ayat berikutnya.

Karena itulah dalam surat ini Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan melalui firman-Nya:

Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu.
Mereka berkata, “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata.” Maka mereka disambar petir karena kezalimannya.

Karena kezaliman mereka dan perbuatan mereka yang kelewat batas, juga karena keangkuhan dan keingkaran mereka.
Apa yang disebut di dalam surat An-Nisa ini dijelaskan di dalam surat Al-Baqarah melalui firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika kalian berkata, “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang.” Karena itu, kalian disambar halilintar, sedangkan kalian menyaksikannya.
Sesudah itu Kami bangkitkan kalian sesudah kalian mati, supaya kalian bersyukur.
(Al Baqarah:55-56)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan mereka menyembah anak sapi sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata.

Yaitu sesudah mereka melihat mukjizat-mukjizat yang jelas dan bukti-bukti yang akurat melalui tangan Nabi Musa ‘alaihis salam di negeri Mesir, kebinasaan musuh-musuh mereka (yaitu Firaun), dan ditenggelamkannya semua bala tentaranya ke dalam laut.
Tetapi tidak lama kemudian setelah berjalan bersama Nabi Musa dan mereka bersua dengan suatu kaum yang sedang menyembah berhala-berhalanya, maka dengan serta merta mereka berkata kepada Nabi Musa ‘alaihis salam Ucapan mereka itu disitir oleh firman-Nya:

Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).
(Al A’raf:138), hingga dua ayat berikutnya.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan kisah mereka mengambil anak sapi sebagai sesembahan mereka secara panjang lebar dalam surat Al-A’raf, juga dalam surat Thaha, hal itu terjadi setelah Nabi Musa ‘alaihis salam berangkat (ke Bukit Tursina) untuk bermunajat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Kemudian ketika ia kembali, terjadilah apa yang telah terjadi, dan Allah menjadikan tobat orang yang melakukan penyembahan itu dan yang membuatnya, hendaknya orang yang tidak ikut menyembah membunuh orang yang menyembahnya (anak sapi itu).
Sehingga akhirnya sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain, setelah itu Allah subhanahu wa ta’ala.
menghidupkan mereka kembali.
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

…lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian itu.
Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nisaa’ (4) Ayat 153

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi bahwa orang-orang Yahudi datang menghadap Rasulullah ﷺ dan berkata: “Sesungguhnya Musa telah membawa Alwah (sepuluh perjanjian) dari Allah.
Sekarang coba tuan datangkan Alwah kepada kami agar kami percaya kepada tuan.” Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa’: 153-156) yang menegaskan bahwa kaum Yahudi pernah meminta sesuatu kepada Musa lebih daripada apa yang dimintanya sekarang, tetapi mereka tetap ingkar setelah dikabulkannya, sehingga Allah melaknatnya.
Setelah mendengar ayat ini (an-Nisaa’: 153-156), berdirilah orang Yahudi dan berkata: “Allah tidak menurunkan apa-apa kepadamu, dan juga tidak menurunkan apa-apa kepada Musa, kepada ‘Isa, atau kepada siapapun.” Maka Allah menurunkan: wa maa qadarullaaha haqqa qadrih….
(dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya..) (al-An’am: 91) sebagai teguran terhadap kelancangan mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nisaa' (4) Ayat 153

AHLAL KITAB
أَهْلَ ٱلْكِتَٰب

Al kitab dari segi bahasa adalah buku dan jamaknya adalah al kutub. Secara mutlak ia adalah kitab Taurat.

Kata ini di dalam Al Qur’an dan di sisi umat Islam ditujukan kepada ahli Kitab baik itu mereka berbangsa Yahudi ataupun Nasrani.

Kata ahlal kitab disebut sebanyak 29 kali di dalam Al Qur’an, yaitu pada surah:
-Ali Imran (3), ayat 64, 65, 69, 70, 71, 72, 75, 110, 113 , 199, 98 dan 99;
-An Nisaa (4), ayat 123, 153 , 159 dan 171;
-Al­ Maa’idah (5), ayat 15 , 19 , 65, 68 , 77;
-Al Ankaabut (29), ayat 46;
-Al Baqarah (2), ayat 105 dan 109;
-Al Ahzab (33), ayat 26;
-Al Hasyr (59), ayat 2 dan 11;
-Al Bayyinah (98), ayat 1 dan 6;
-Al Hadid (57), ayat 29.

Mereka adalah Yahudi dan Nasrani sebagaimana yang dimaksudkan oleh Al­ Quran. Ini karena Allah menurunkan kitab kepada mereka yaitu kitab Taurat, Zabur dan Injil yang membedakan mereka dari penyembah-penyembah berhala yang lain.

Pada zaman pemerintahan Islam, mereka memberi kesetiaan kepada pimpinan kaum Muslimin. Pada masa yang sama, mereka juga turut dikenakan bayaran jizyah sebagai jaminan keselamatan mereka.

Selain itu, ahlal kitaab adalah para pengikut atau penganut ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi ‘Isa dengan kitab sucinya masing-masing (Taurat dan Injil).

Namun kini, Islam menganggap ajaran Allah di dalam kitab Taurat dan Injil tidak murni lagi karena berlaku banyak pengubahsuaian dan penyelewengan oleh pemimpin agama mereka.

Walau bagaimanapun, Islam membenarkan lelaki muslim menikahi wanita Ahli Kitab dengan syarat-syarat tertentu. Sebaliknya, wanita muslim tidak dibenarkan menikah dengan lelaki Ahli Kitab. Malah, menurut ajaran Islam, golongan Ahli Kitab adalah kafir.

Justru, ahlal kitaab tidak dipaksa meninggalkan keyakinan mereka dan memeluk Islam sebagaimana yang berlaku pada kelompok pagan atau orang kafir. Mereka menerima jaminan perlindungan dalam pemerintahan Islam. Sebagai imbangannya, mereka dikenakan beban pajak yang dinamakan pajak dzimmah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:30-31

Informasi Surah An Nisaa' (النّساء)
Surat An Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah.

Dinamakan An Nisaa’ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding de­ngan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa’ dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Al Kubraa” (surat An Nisaa’ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Ash Shughraa” (surat An Nisaa’ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

Kewajiban para washi dan para wall
hukum poligami
mas kawin
memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya
pokok-pokok hukum warisan
perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya,
wanita-wanita yang haram dikawini
hukum mengawini budak wanita
larangan memakan harta secara bathil
hukum syiqaq dan nusyuz
kesucian lahir batin dalam shalat
hukum suaka
hukum membunuh seorang Islam
shalat khauf’
larangan melontarkan ucap­an-ucapan buruk
masalah pusaka kalalah.

Kisah:

Kisah-kisah tentang nabi Musa a.s dan pengikutnya.

Lain-lain:

Asal manusia adalah satu
keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita
norma-norma bergaul dengan isteri
hak seseorang sesuai dengan kewajibannya
perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang ditu­runkan kepadanya
dasar-dasar pemerintahan
cara mengadili perkara
keharusan siap-siaga terhadap musuh
sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi pepe­rangan
berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf
norma dan adab dalam peperangan
cara menghadapi orang-orang munafik
derajat orang yang berjihad.


Gambar Kutipan Surah An Nisaa’ Ayat 153 *beta

Surah An Nisaa' Ayat 153



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nisaa'

Surah An-Nisa' (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa'
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali 'Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma'idah
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (9 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku