Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 153 [QS. 4:153]

یَسۡـَٔلُکَ اَہۡلُ الۡکِتٰبِ اَنۡ تُنَزِّلَ عَلَیۡہِمۡ کِتٰبًا مِّنَ السَّمَآءِ فَقَدۡ سَاَلُوۡا مُوۡسٰۤی اَکۡبَرَ مِنۡ ذٰلِکَ فَقَالُوۡۤا اَرِنَا اللّٰہَ جَہۡرَۃً فَاَخَذَتۡہُمُ الصّٰعِقَۃُ بِظُلۡمِہِمۡ ۚ ثُمَّ اتَّخَذُوا الۡعِجۡلَ مِنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡہُمُ الۡبَیِّنٰتُ فَعَفَوۡنَا عَنۡ ذٰلِکَ ۚ وَ اٰتَیۡنَا مُوۡسٰی سُلۡطٰنًا مُّبِیۡنًا
Yasaluka ahlul kitaabi an tunazzila ‘alaihim kitaaban minassamaa-i faqad saaluu muusa akbara min dzalika faqaaluuu arinaallaha jahratan faakhadzathumush-shaa’iqatu bizhulmihim tsumma-attakhadzuul ‘ijla min ba’di maa jaa-athumul bai-yinaatu fa’afaunaa ‘an dzalika waaatainaa muusa sulthaanan mubiinan;
(Orang-orang) Ahli Kitab meminta kepadamu (Muhammad) agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit kepada mereka.
Sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu.
Mereka berkata,
“Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata.”
Maka mereka disambar petir karena kezalimannya.
Kemudian mereka menyembah anak sapi, setelah mereka melihat bukti-bukti yang nyata, namun demikian Kami maafkan mereka, dan telah Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata.
―QS. An Nisaa’ [4]: 153

The People of the Scripture ask you to bring down to them a book from the heaven.
But they had asked of Moses (even) greater than that and said,
"Show us Allah outright,"
so the thunderbolt struck them for their wrongdoing.
Then they took the calf (for worship) after clear evidences had come to them, and We pardoned that.
And We gave Moses a clear authority.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 153]

يَسْـَٔلُكَ akan meminta kepadamu

Ask you
أَهْلُ ahli

(the) People
ٱلْكِتَٰبِ kitab

(of) the Book
أَن bahwa

that
تُنَزِّلَ kamu menurunkan

you bring down
عَلَيْهِمْ atas/kepada mereka

to them
كِتَٰبًا kitab

a book
مِّنَ dari

from
ٱلسَّمَآءِ langit

the heaven.
فَقَدْ maka sesungguhnya

Then indeed,
سَأَلُوا۟ mereka telah meminta

they (had) asked
مُوسَىٰٓ Musa

أَكْبَرَ lebih besar

greater
مِن dari

than
ذَٰلِكَ demikian

that
فَقَالُوٓا۟ maka mereka berkata

for they said,
أَرِنَا perlihatkan kepada kami

"Show us
ٱللَّهَ Allah

Allah
جَهْرَةً nyata

manifestly,"
فَأَخَذَتْهُمُ maka menimpa/menyambar mereka

so struck them
ٱلصَّٰعِقَةُ petir

the thunderbolt
بِظُلْمِهِمْ dengan/karena kedzaliman mereka

for their wrongdoing.
ثُمَّ kemudian

Then
ٱتَّخَذُوا۟ mereka mengambil

they took
ٱلْعِجْلَ anak sapi

the calf (for worship)
مِنۢ dari

from
بَعْدِ sesudah

after
مَا apa

[what]
جَآءَتْهُمُ datang kepada mereka

came to them
ٱلْبَيِّنَٰتُ bukti-bukti yang nyata

the clear proofs,

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:153

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 153. Oleh Kementrian Agama RI


Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Juraij bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ,
"Kami tidak akan membenarkan ajakanmu, kecuali jika kamu dapat membawakan kepada kami sebuah kitab dari Allah kepada Fulan bahwa engkau adalah utusan Allah, dan Fulan yang lain menyatakan bahwa engkau utusan Allah,"
dan begitulah seterusnya mereka menyebut beberapa nama orang-orang tertentu dan pendeta-pendeta Yahudi.
Mereka berbuat demikian itu tidak lain hanya semata-mata untuk membangkang kepada Nabi Muhammad.


Orang-orang Yahudi meminta kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya diturunkan kepada mereka kitab dari langit yang menyebutkan bahwa Muhammad adalah rasul Allah.
Dalam menghadapi persoalan ini, Allah menyuruh Nabi Muhammad untuk bersabar, jangan kaget, karena orang-orang Yahudi pernah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu.

Mereka meminta kepada Musa supaya diperlihatkan Allah kepada mereka dengan nyata.
Permintaan yang seperti itu menunjukkan kebodohan, karena mereka menyangka bahwa Allah mempunyai tubuh yang dapat dilihat dengan nyata.

Tabiat mereka yang suka mengingkari mukjizat dan tidak membedakan antara mukjizat seorang nabi dengan keanehan dari tukang sihir yang semata-mata untuk dijadikan tontonan, adalah menunjukkan keinginan dan kebodohan mereka, dan bagaimanapun keadaannya, permintaan mereka itu tidak patut dilayani, karena mereka tetap tidak akan percaya, seperti firman Allah:

وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتٰبًا فِيْ قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوْهُ بِاَيْدِيْهِمْ لَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ

Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, sehingga mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata,
"Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
(al-An’am [6]: 7).


Orang-orang Yahudi yang ingin melihat Allah, disambar petir sampai mati akibat permintaannya yang lancang itu, kemudian mereka dihidupkan kembali.
Semestinya mereka berlaku hati-hati agar tidak terperosok dalam suatu kesalahan yang berakibat bencana besar, tetapi mereka membuat berhala berbentuk anak sapi yang mereka sembah bersama-sama.

Padahal sudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata seperti tongkat Nabi Musa yang dapat membelah laut, jika tongkat itu dipukulkan pada batu, maka batu itu memancarkan air sebagai sumber air minum.
Banyak lagi mukjizat lain yang membuktikan keesaan Allah.


Allah masih juga memberi ampun kepada mereka tatkala mereka bertobat dengan sungguh-sungguh.
Kemudian Allah memberikan kekuasaan kepada Musa `alaihis salam untuk dapat mendudukkan dan mengembalikan mereka kepada jalan yang benar.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 153. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang Yahudi yang ingkar meminta kepadamu, wahai Rasulullah, untuk mendatangkan bukti yang membenarkan kenabianmu dengan mendatangkan kepada mereka kitab suci khusus yang turun dari langit, membuktikan kebenaran kerasulanmu dan mengajak mereka beriman dan menaatimu.
Kalau permintaan mereka semakin banyak, kamu tidak perlu terburu-buru untuk memenuhinya.


Sebab, para pendahulu mereka telah meminta yang lebih besar dari itu kepada Nabi Musa dengan mengatakan,
"Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata."
Allah menurunkan siksa berupa petir yang menyambar dan memusnahkan mereka karena kezaliman yang mereka perbuat.


Kemudian ingatlah dosa mereka yang lebih besar dan lebih buruk dari itu, yaitu menjadikan anak sapi sebagai tuhan selain Allah setelah mereka menyaksikan bukti yang diperlihatkan Nabi Musa kepada Fir’aun dan kaumnya.
Kemudian Allah memberi ampunan setelah mereka bertobat kepada-Nya, dan Allah telah menguatkan Nabi Musa dengan bukti yang nyata.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang Yahudi meminta kepadamu wahai Rasul sebuah mukjizat seperti mukjizat Musa yang bisa membuktikan kebenaranmu, yaitu agar kamu menurunkan lembaran-lembaran yang tertulis dari Allah, seperti Musa yang menerima lauh-lauh dari Allah.
Jangan heran wahai Rasul kepada mereka, karena leluhur mereka telah meminta kepada Musa sesuatu yang jauh lebih besar.


Mereka meminta kepada Musa agar memperlihatkan Allah secara terbuka, maka mereka pun pingsan di sebabkan kezaliman mereka terhadap diri mereka sendiri saat mereka meminta sesuatu yang tidak patut.
Setelah Allah menghidupkan mereka lagi, mereka menyaksikan mukijzat-mukjizat yang nyata di tangan Musa yang membuktikan penafian syirik.


Mereka menyembah anak sapi selain Allah, lalu Kami memaafkan mereka dari penyembahan mereka terhadap anak sapi tersebut karena mereka bertaubat darinya.
Kami telah memberikan hujjah yang agung kepada Musa yang mendukung kebenaran dirinya sebagai seorang nabi.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Ahli Kitab meminta kepadamu) hai Muhammad, maksudnya orang-orang Yahudi


(agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit) maksudnya sekaligus seperti pernah diturunkan-Nya kepada Musa guna mempersulit permintaan itu.
Dan sekiranya menurut kamu itu berat


(maka sesungguhnya mereka telah pernah meminta) maksudnya nenek moyang mereka


(kepada Musa yang lebih besar dari itu, kata mereka,
"Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan jelas.") atau nyata.


(Maka mereka disambar oleh petir) artinya maut sebagai hukuman bagi mereka


(disebabkan keaniayaan mereka) yakni meminta barang yang sulit.


(Kemudian mereka mengambil anak sapi) sebagai tuhan


(setelah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata) artinya mukjizat-mukjizat atas kekuasaan Allah


(maka Kami maafkan mereka dari hal yang demikian) dan tidak Kami basmi mereka secara tuntas


(dan telah Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata) artinya keunggulan yang menakjubkan bagi mereka hingga sewaktu mereka disuruh membunuh diri mereka guna bertobat mereka pun menurutinya dengan patuh.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, As-Saddi, dan Qatadah mengatakan bahwa orang-orang Yahudi pernah meminta kepada Rasulullah ﷺ agar beliau menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit, sebagaimana kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa dalam keadaan tertulis.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa mereka meminta agar diturunkan lembaran-lembaran dari Allah yang tertulis, ditujukan kepada si Fulan dan si Fulan, untuk membuktikan kebenaran apa yang didatangkan oleh Nabi ﷺ kepada mereka.
Hal ini mereka ajukan hanyalah semata-mata sebagai penghinaan, keingkaran, kekufuran, dan kemurtadan mereka kepadanya.
Perihalnya sama dengan apa yang pernah diminta oleh orang-orang kaflr Quraisy sebelum mereka, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan mereka berkata,
"Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami"
(QS. Al Israa [17]: 90), hingga akhir ayat berikutnya.

Karena itulah dalam surat ini Allah subhanahu wa ta’ala, menyebutkan melalui firman-Nya:

Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu.
Mereka berkata,
"Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata."
Maka mereka disambar petir karena kezalimannya.


Karena kezaliman mereka dan perbuatan mereka yang kelewat batas, juga karena keangkuhan dan keingkaran mereka.
Apa yang disebut di dalam surat An-Nisa ini dijelaskan di dalam surat Al-Baqarah melalui firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika kalian berkata,
"Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang."
Karena itu, kalian disambar halilintar, sedangkan kalian menyaksikannya.
Sesudah itu Kami bangkitkan kalian sesudah kalian mati, supaya kalian bersyukur.
(QS. Al-Baqarah [2]: 55-56)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…dan mereka menyembah anak sapi sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata.


Yaitu sesudah mereka melihat mukjizat-mukjizat yang jelas dan bukti-bukti yang akurat melalui tangan Nabi MusaMesir, kebinasaan musuh-musuh mereka (yaitu Firaun), dan ditenggelamkannya semua bala tentaranya ke dalam laut.
Tetapi tidak lama kemudian setelah berjalan bersama Nabi Musa dan mereka bersua dengan suatu kaum yang sedang menyembah berhala-berhalanya, maka dengan serta merta mereka berkata kepada Nabi Musafirman-Nya:

Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).
(QS. Al-A’raf [7]: 138), hingga dua ayat berikutnya.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, menceritakan kisah mereka mengambil anak sapi sebagai sesembahan mereka secara panjang lebar dalam surat Al-A’raf, juga dalam surat Thaha, hal itu terjadi setelah Nabi MusaBukit Tursina) untuk bermunajat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Kemudian ketika ia kembali, terjadilah apa yang telah terjadi, dan Allah menjadikan tobat orang yang melakukan penyembahan itu dan yang membuatnya, hendaknya orang yang tidak ikut menyembah membunuh orang yang menyembahnya (anak sapi itu).
Sehingga akhirnya sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain, setelah itu Allah subhanahu wa ta’ala, menghidupkan mereka kembali.
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

…lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian itu.
Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nisaa’ (4) Ayat 153

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi bahwa orang-orang Yahudi datang menghadap Rasulullah ﷺ dan berkata: “Sesungguhnya Musa telah membawa Alwah (sepuluh perjanjian) dari Allah.
Sekarang coba tuan datangkan Alwah kepada kami agar kami percaya kepada tuan.” Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa’: 153-156) yang menegaskan bahwa kaum Yahudi pernah meminta sesuatu kepada Musa lebih daripada apa yang dimintanya sekarang, tetapi mereka tetap ingkar setelah dikabulkannya, sehingga Allah melaknatnya.
Setelah mendengar ayat ini (an-Nisaa’: 153-156), berdirilah orang Yahudi dan berkata: “Allah tidak menurunkan apa-apa kepadamu, dan juga tidak menurunkan apa-apa kepada Musa, kepada ‘Isa, atau kepada siapapun.” Maka Allah menurunkan: wa maa qadarullaaha haqqa qadrih….
(dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya..) (al-An’am: 91) sebagai teguran terhadap kelancangan mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nisaa’ (4) Ayat 153

AHLAL KITAB
أَهْلَ ٱلْكِتَٰب

Al kitab dari segi bahasa adalah buku dan jamaknya adalah al kutub. Secara mutlak ia adalah kitab Taurat.

Kata ini di dalam Al Qur’an dan di sisi umat Islam ditujukan kepada ahli Kitab baik itu mereka berbangsa Yahudi ataupun Nasrani.

Kata ahlal kitab disebut sebanyak 29 kali di dalam Al Qur’an, yaitu pada surah:
Ali Imran (3), ayat 64, 65, 69, 70, 71, 72, 75, 110, 113 , 199, 98 dan 99;
An Nisaa (4), ayat 123, 153 , 159 dan 171;
-Al Maa’idah (5), ayat 15 , 19 , 65, 68 , 77;
Al Ankaabut (29), ayat 46;
Al Baqarah (2), ayat 105 dan 109;
Al Ahzab (33), ayat 26;
Al Hasyr (59), ayat 2 dan 11;
Al Bayyinah (98), ayat 1 dan 6;
Al Hadid (57), ayat 29.

Mereka adalah Yahudi dan Nasrani sebagaimana yang dimaksudkan oleh Al Quran.
Ini karena Allah menurunkan kitab kepada mereka yaitu kitab Taurat, Zabur dan Injil yang membedakan mereka dari penyembah-penyembah berhala yang lain.

Pada zaman pemerintahan Islam, mereka memberi kesetiaan kepada pimpinan kaum Muslimin.
Pada masa yang sama, mereka juga turut dikenakan bayaran jizyah sebagai jaminan keselamatan mereka.

Selain itu, ahlal kitaab adalah para pengikut atau penganut ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi ‘Isa dengan kitab sucinya masing-masing (Taurat dan Injil).

Namun kini, Islam menganggap ajaran Allah di dalam kitab Taurat dan Injil tidak murni lagi karena berlaku banyak pengubahsuaian dan penyelewengan oleh pemimpin agama mereka.

Walau bagaimanapun, Islam membenarkan lelaki muslim menikahi wanita Ahli Kitab dengan syaratsyarat tertentu.
Sebaliknya, wanita muslim tidak dibenarkan menikah dengan lelaki Ahli Kitab.
Malah, menurut ajaran Islam, golongan Ahli Kitab adalah kafir.

Justru, ahlal kitaab tidak dipaksa meninggalkan keyakinan mereka dan memeluk Islam sebagaimana yang berlaku pada kelompok pagan atau orang kafir.
Mereka menerima jaminan perlindungan dalam pemerintahan Islam.
Sebagai imbangannya, mereka dikenakan beban pajak yang dinamakan pajak dzimmah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 30-31

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 153 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 153 - Gambar 2
Statistik QS. 4:153
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.7 (9 votes)
Tags:

4:153, 4 153, 4-153, Surah An Nisaa' 153, Tafsir surat AnNisaa 153, Quran AnNisa 153, An-Nisa’ 153, Surah An Nisa ayat 153

▪ qs 4:153
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 107 [QS. 10:107]

Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, seperti penyakit, kesedihan, dan cobaan lainnya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya darimu kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan ba … 10:107, 10 107, 10-107, Surah Yunus 107, Tafsir surat Yunus 107, Quran Yunus 107, Surah Yunus ayat 107

QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 18 [QS. 38:18]

18-20. Karena ketaatan Nabi Dawud, sungguh Kami telah menganugerahinya beberapa kenikmatan. Kamilah yang menundukkan gunung-gunung yang kukuh untuk senantiasa bertasbih dan beribadah bersama dia pada … 38:18, 38 18, 38-18, Surah Shaad 18, Tafsir surat Shaad 18, Quran Shad 18, Sad 18, Surah Shad ayat 18

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Benar! Kurang tepat!

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Benar! Kurang tepat!

+

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #10

Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … berperang melawan hawa nafsu tauhid jihad

Pendidikan Agama Islam #13

Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? Perang Salib Badar Uhud Hunain Khandaq Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Pertempuran Badar

Pendidikan Agama Islam #20

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu … Membentuk mata uang Penetapan kalender hijriah Perluasan

Instagram