Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

An Nisaa'

An Nisaa’ (Wanita) surah 4 ayat 15


وَ الّٰتِیۡ یَاۡتِیۡنَ الۡفَاحِشَۃَ مِنۡ نِّسَآئِکُمۡ فَاسۡتَشۡہِدُوۡا عَلَیۡہِنَّ اَرۡبَعَۃً مِّنۡکُمۡ ۚ فَاِنۡ شَہِدُوۡا فَاَمۡسِکُوۡ ہُنَّ فِی الۡبُیُوۡتِ حَتّٰی یَتَوَفّٰہُنَّ الۡمَوۡتُ اَوۡ یَجۡعَلَ اللّٰہُ لَہُنَّ سَبِیۡلًا
Wal-laatii ya’tiinal faahisyata min nisaa-ikum faastasyhiduu ‘alaihinna arba’atan minkum fa-in syahiduu faamsikuuhunna fiil buyuuti hatta yatawaffaahunnal mautu au yaj’alallahu lahunna sabiilaa;

Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya).
Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya.
―QS. 4:15
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Ayat yang dinaskh ▪ Tauhid Uluhiyyah
4:15, 4 15, 4-15, An Nisaa’ 15, AnNisaa 15, AnNisa 15, An-Nisa’ 15
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nisaa' (4) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Tentang hukum yang berhubungan dengan orang yang melakukan perbuatan keji (zina).
Allah menerangkan bahwa apabila terdapat di antara wanita Islam yang pernah bersuami (muhsanah) melakukan perbuatan keji, maka sebelum dilakukan hukuman kepada mereka haruslah diteliti dahulu oleh empat orang saksi laki-laki.
yang adil.
Apabila kesaksian mereka dapat diterima maka wanita itu harus dikurung atau dipenjara di dalam rumahnya dengan tidak boleh ke luar sampai menemui ajalnya.
Demikianlah juga hukuman tersebut berlaku terhadap laki-laki yang pernah kawin (muhsan) dengan jalan qiyas (disamakan dengan hukuman wanita tersebut).
Ini merupakan suatu hukuman atas perbuatan mereka agar mereka tidak lagi mengulangi perbuatan keji tersebut.
atau sampai Allah memberikan jalan ke luar yang lain bagi mereka.

Menurut ahli tafsir jalan keluar yang diberikan Allah dan Rasul Nya yaitu dengan datangnya hukuman zina yang lebih jelas yakni dengan turunnya ayat dua dari surah An Nur yang kemudian diperinci lagi oleh Nabi dengan hadisnya yaitu apabila pezina itu sudah pernah kawin maka hukumannya rajam yakni dilempar dengan batu hingga mati dan apabila perawan/jejaka maka didera seratus kali, demikian menurut suatu riwayat.

An Nisaa' (4) ayat 15 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nisaa' (4) ayat 15 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nisaa' (4) ayat 15 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bagi wanita yang melakukan zina, bila dipersaksikan oleh empat orang saksi yang adil, harus dikurung dalam rumah untuk menjaga dan menghindari kerusakan dan kejahatan, sampai datang ajalnya atau sampai Allah membuka jalan kehidupan yang lurus dengan cara perkawinan atau tobat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan wanita-wanita yang melakukan perbuatan keji) maksudnya berzina di antara wanita-wanitamu (maka persaksikanlah mereka itu kepada empat orang saksi di antaramu) maksudnya di antara laki-lakimu yang beragama Islam.
(Maka jika mereka memberikan kesaksian) terhadap perbuatan mereka itu (maka tahanlah mereka itu) atau kurunglah (dalam rumah) dan laranglah mereka bergaul dengan manusia (sampai mereka diwafatkan oleh maut) maksudnya oleh malaikat maut (atau) hingga (Allah memberi bagi mereka jalan lain) yakni jalan untuk membebaskan mereka dari hukuman semacam itu.
Demikianlah hukuman mereka pada awal Islam lalu mereka diberi jalan lain yaitu digantinya dengan hukum dera sebanyak seratus kali serta membuangnya dari kampung halamannya selama setahun yakni bagi yang belum kawin dan dengan merajam wanita-wanita yang sudah kawin.
Dalam hadis tersebut bahwa tatkala hukuman itu diumumkan, bersabdalah Nabi ﷺ, "Terimalah daripadaku, contohlah kepadaku karena Allah telah memberikan bagi mereka jalan lepas!" Riwayat Muslim.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wanita-wanita yang berzina dari istri-istri kalian, tetapkanlah wahai para hakim dan pemimpin, dengan empat orang saksi laki-laki yang adil dari kaum muslimin.
Bila para saksi menetapkannya atas mereka, maka tahanlah mereka didalam rumah sampai kehidupan mereka selesai dengan kematian, atau Allah akan meletakkan jalan keluar dalam hal ini.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ketetapan hukum di masa permulaan Islam menyatakan bahwa seorang wanita itu apabila nyata melakukan perbuatan zina melalui bukti yang adil, maka ia ditahan di dalam rumah dan tidak dapat keluar darinya hingga ia mati (yakni dikurung) sampai mati.
Karena itulah disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji.

Yang dimaksud dengan fahisyah dalam ayat ini ialah perbuatan zina.

...di antara wanita-wanua kalian, hendaklah ada empat orang saksi di antara kalian (yang menyaksikannya).
Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah wanita-wanita itu dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.

Yang dimaksud dengan jalan yang lain yang dijadikan oleh Allah ialah ayat lain yang menasakh (merevisi) hukum ini.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa pada mulanya ketetapan hukum adalah seperti yang tertera dalam ayat ini, hingga Allah menurunkan surat An-Nur, lalu me-nasakh-nya dengan hukum dera atau hukum rajam.

Hal yang sama diriwayatkan dari Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair Al-Hasan, Ata Al-Khurrasani, Abu Saleh, Qatadah, Zaid ibnu Aslam, dan Ad-Dahhak, bahwa ayat ini dimansukh.
Pendapat ini disepakati oleh semua ulama.

Imam ahmad berkata telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far.
telah menceritakan kepada kami Sa'id.
dari Qatadah.
dari Al-Hasan, dari Hattan ibnu Abdullah Ar-Raqqasyi, dari Ubadah ibnus Samit yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ apabila turun wahyu kepadanya, hal itu mempengaruhinya dan beliau tampak susah serta wajahnya berubah (karena beratnya wahyu).
Maka pada suatu hari Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan wahyu kepadanya, setelah selesai dan keadaan beliau menjadi seperti sediakala, beliau bersabda: Ambillah dariku! Sesungguhnya Allah telah menjadikan bagi mereka (wanita-wanita itu) jalan yang lain, janda dengan duda, dan jejaka dengan perawan.
Janda (duda) dikenai hukuman dera seratus kali dan dirajam dengan batu, sedangkan jejaka (perawan) dikenai hukuman dera seratus kali dan dibuang (diasingkan) selama satu tahun.

Imam Muslim dan Ashabus Sunan meriwayatkan melalui berbagai jalur dari Qatadah, dari Al-Hasan, dari Hattan, dari Ubadah ibnus Samit, dari Nabi ﷺ yang lafaznya seperti berikut:

Ambillah dariku, ambillah dariku! Sesungguhnya Allah telah memberi jalan yang lain bagi mereka (wanita-wanita itu), jejaka dengan gadis seratus kali dera dan dibuang satu tahun, sedangkan duda dengan janda seratus kali dera dan dirajam.

Imam Turmuzi mengatakan bahwa hasan shahih

Hal yang sama diriwayatkan oleh Abu Duud At-Tayalisi:

dari Mubarak ibnu Fudalah, dari Al-Hasan, dari Hattan ibnu Abdullah Ar-Raqqasyi, dari Ubadah, bahwa Rasulullah ﷺ apabila sedang turun wahyu kepadanya, hal tersebut dapat diketahui melalui wajahnya.
Allah menurunkan ayat berikut:

...atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.
Ketika wahyu telah selesai darinya, maka ia bersabda: Ambillah, ambillah oleh kalian, Allah telah beri jalan yang lain kepada wanita-wanita itu, jekaka dan gadis seratus kali dera dan dibuang satu tahun.
sedangkan duda dengan janda seratus kali dera dan dirajam dengan batu.

Imam Ahmad meriwayatkan pula hadis ini:

Dari Waki' ibnul Jarrah, dari Al-Hasan, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnu Dalham, dari Qubaisah ibnu Harb, dari Salamah ibnul Muhabbaq yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Ambillah dariku, ambillah dariku! Sesungguhnya Allah telah memberi jalan yang lain kepada wanita-wanita itu.
Jejaka dengan gadis seratus kali dera dan dibuang satu tahun, sedangkan duda dengan janda seratus kali dera dan dirajam.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dengan panjang lebar melalui hadis Al-Fadl ibnu Dalham.
Kemudian Imam Abu Daud mengatakan bahwa Al-Fadl orangnya bukan Hafiz.
dia adalah tukang tebu di Wash.

Imam Tabrani meriwayatkan melalui jalur Ibnu Luhai'ah, dari saudaranya Isa ibnu Luhai'ah, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa setelah surat An-Nisa diturunkan, maka Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Tidak ada kurungan lagi sesudah surat An-Nisa.

Imam Ahmad ibnu Hambal berpegang kepada makna hadis ini, yaitu yang menggabungkan antara hukuman dera dan rajam terhadap duda atau janda yang berzina.
Sedangkan menurut jumhur ulama, janda atau duda yang berzina hanya dikenai hukuman rajam saja, tanpa hukuman dera.
Mereka mengatakan demikian dengan alasan bahwa Nabi ﷺ telah merajam Ma’iz dan Al-Gamidiyyah serta kedua orang Yahudi (yang telah berbuat zina) dan beliau tidak mendera mereka.
Maka hal ini menunjukkan bahwa hukuman dera bukan merupakan suatu keputusan yang pasti dan tidak dapat diganggu gugat lagi melainkan ia dimansukh.
Demikianlah menurut pendapat mereka (jumhur ulama).

Kata Pilihan Dalam Surah An Nisaa' (4) Ayat 15

ARBA'AH
أَرْبَعَة

Lafaz ini mudzakkar dan mu'annatsnya adalah arba'. Ia mengandung beberapa makna berdasarkan sandarannya atau hubungannya dengan kalimat lain.

Apabila disandarkan kepada al 'udad (bilangan) bermakna empat atau bilangan yang diketahui.

Arba' al qawm bermakna mereka dalam musim semi atau musim bunga,

Arba' al-hamil bermakna melahirkan dalam musim bunga.

Dzawat al-arba' artinya hewan yang berjalan di atas empat kaki.

Ar riyah al-arba' bermakna angin timur, barat, selatan dan utara.

Lafaz arba'ah disebut sembilan kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 226, 234, 260;
-Al Nisaa (4), ayat 15;
-At Taubah (9), ayat 2, 36;
-An Nuur (24), ayat 4, 13;
-Fushshilat (41), ayat 10.

Lafaz arba'ah di dalam Al Qur'an disandarkan kepada beberapa perkara yang mengisyaratkan perbedaan makna.

Pertama, ia disandarkan kepada kesaksian atau arba' syahadat sebagaimana dalam surah An Nisaa ayat 15 dan An Nuur, ayat 41 dan 13

"Bagi isteri-isteri yang berzina, suami-suami mereka perlu mendatangkan empat orang saksi dari lelaki muslim yang merdeka. Apabila terbukti kesalahan, wanita itu hendaklah dikurung sehingga mati.'"

Ibn Katsir berkata,
"Pada awal Islam, hukuman bagi seorang perempuan yang dibuktikan berzina dengan adanya saksi yang adil, ia dikurung di dalam rumah dan tidak dibolehkan keluar sehingga mati. Kemudian Allah memansuhkannya dengan perkataan sabila.

Kedua, ia disandarkan kepada bulan (arba'ah asyhur) sebagaimana dalam surah Al Baqarah (2), ayat 226, 234 dan At Taubah (9), ayat 2. Dalam ayat 226, surah Al Baqarah, Allah memberikan tempoh empat bulan bagi orang yang bersumpah tidak mencampuri isterinya.

Ketiga, ia disandarkan kepada hari atau malam (arba'ah ayyaam) yaitu yang terdapat dalam surah Fushshilat, ayat 10.

Az Zamakhsyari berkata,
"Maksud dari empat hari itu ialah tempoh di mana Allah menciptakan bumi dan segala yang ada di dalamnya, seakan-­akan Dia berkata,
"Penciptaan semua itu adalah sempurna dalam empat hari," tidak kurang dan tidak lebih"

Keempat, ia disandarkan kepada hurum (arba'ah hurum), yaitu yang terdapat pada surah At Taubah, ayat 36.

Dalam Tafsir Al Jalalain, ia bermaksud empat bulan yang dihormati dalam Islam di antara dua belas bulan yaitu Zulkaedah, Zulhijjah, Muharam dan Rajab.

Kelima, ia disandarkan kepada burung (arba'ah min al-tayr) sebagaimana dalam surah Al Baqarah, ayat 260.

Ibn Katsir berkata,
"Para mufassir berbeda pendapat tentang empat burung itu.
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas, ia adalah ayam jantan (al-dik), burung merpati (al-hamamah), burung merak (al­tawus) dan burung bangau (al-ghurnuq).

Dari Mujahid, Ibn Iuraij, Ibn Zaid, ia adalah al hamiimah (burung merpati), al dik (ayam jantan), al-tawus (burung merak) dan al ghurab (burung gagak).

Kesimpulannya adalah lafaz arba'ah bermakna bilangan empat.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:60-61

Informasi Surah An Nisaa' (النّساء)
Surat An Nisaa', yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah.

Dinamakan An Nisaa' karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding de­ngan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa' dengan sebutan:
"Surat An Nisaa' Al Kubraa" (surat An Nisaa' yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa' Ash Shughraa" (surat An Nisaa' yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

Kewajiban para washi dan para wall
hukum poligami
mas kawin
memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya
pokok-pokok hukum warisan
perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya,
wanita-wanita yang haram dikawini
hukum mengawini budak wanita
larangan memakan harta secara bathil
hukum syiqaq dan nusyuz
kesucian lahir batin dalam shalat
hukum suaka
hukum membunuh seorang Islam
shalat khauf'
larangan melontarkan ucap­an-ucapan buruk
masalah pusaka kalalah.

Kisah:

Kisah-kisah tentang nabi Musa a.s dan pengikutnya.

Lain-lain:

Asal manusia adalah satu
keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita
norma-norma bergaul dengan isteri
hak seseorang sesuai dengan kewajibannya
perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang ditu­runkan kepadanya
dasar-dasar pemerintahan
cara mengadili perkara
keharusan siap-siaga terhadap musuh
sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi pepe­rangan
berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf
norma dan adab dalam peperangan
cara menghadapi orang-orang munafik
derajat orang yang berjihad.


Gambar Kutipan Surah An Nisaa’ Ayat 15 *beta

Surah An Nisaa' Ayat 15



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nisaa'

Surah An-Nisa' (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa'
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali 'Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma'idah
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (11 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ arti arba ayam minkum dalam surat an-nisa ayat 15, contoh ayat yang mengandung tauhid uluhiyah di dalam surah an nisa, kosa kata yang terdapat surat an-nisa ayat 15, qs 4:15, terjemahan an nisa qs 4:15