Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 145 [QS. 4:145]

اِنَّ الۡمُنٰفِقِیۡنَ فِی الدَّرۡکِ الۡاَسۡفَلِ مِنَ النَّارِ ۚ وَ لَنۡ تَجِدَ لَہُمۡ نَصِیۡرًا
Innal munaafiqiina fiiddarkil asfali minannaari walan tajida lahum nashiiran;
Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.
Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.
―QS. An Nisaa’ [4]: 145

Indeed, the hypocrites will be in the lowest depths of the Fire – and never will you find for them a helper –
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 145]

إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱلْمُنَٰفِقِينَ orang-orang munafik

the hypocrites
فِى dalam

(will be) in
ٱلدَّرْكِ tingkatan

the depths,
ٱلْأَسْفَلِ paling bawah

the lowest,
مِنَ dari

of
ٱلنَّارِ neraka

the Fire,
وَلَن dan tidak

and never
تَجِدَ kamu mendapat

you will find
لَهُمْ bagi mereka

for them
نَصِيرًا penolong

any helper

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:145

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 145. Oleh Kementrian Agama RI


Orang-orang munafik diperingatkan, bahwa mereka akan disiksa di neraka pada tingkatan yang paling bawah, karena perbuatan mereka dipandang perbuatan yang paling jahat, di dalam diri mereka bersemi kekafiran dan kemunafikan.
Mereka menipu Rasulullah dan orang-orang mukmin.

Maka siksaan yang paling pantas bagi mereka ialah neraka yang paling bawah tingkatannya.
Mereka tidak akan mendapatkan penolong yang dapat menyelamatkan ataupun meringankan siksaan yang akan mereka terima.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 145. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya orang-orang munafik berada di dalam neraka Jahanam yang paling dalam akibat kemunafikan mereka.
Mereka berada di bagian terendah neraka.


Dan kamu, Muhammad, tidak akan menemukan penolong yang dapat melindungi mereka dari siksa neraka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya orang-orang munafik berada di derajat neraka yang paling bawah di hari Kiamat.
Dan kamu wahai Rasul tidak akan menemukan penolong bagi mereka yang bisa mengentaskan mereka dari buruknya tempat tinggal tersebut.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya orang-orang munafik itu pada tempat) atau tingkat


(yang paling bawah dari neraka) yakni bagian kerak atau dasarnya.


(Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan seorang penolong pun bagi mereka) yakni yang akan membebaskannya dari siksa.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala, memberitahukan melalui firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.

Yaitu di hari kiamat kelak, sebagai pembalasan atas kekufuran mereka yang keras.

Al-Walibi meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
di dalam tingkatan yang paling rendah dari neraka.
(QS. An-Nisa’ [4]: 145)
Yakni di dasar neraka.

Selain Ibnu Abbas mengatakan bahwa neraka itu terdiri atas berbagai tingkatan dasar, sebagaimana surga pun mempunyai berbagai tingkat ketinggian derajat.

Sufyan As-Sauri meriwayatkan dari Asim, dari Zakwan Abu Saleh, dari Abu Hurairah sehubungan dengan makna firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.
(QS. An-Nisa’ [4]: 145)
Yaitu di dalam peti-peti yang dikocok-kocok, sedangkan mereka berada di dalamnya.
Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Ibnu Waki’, dari Yahya ibnu Yaman, dari Sufyan As Sauri dengan lafaz yang sama.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya dari Al-Munzir ibnu Syazan, dari Ubaidillah ibnu Musa, dari Israil, dari Asim, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah sehubungan dengan firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada bagian yang paling bawah dari neraka.
(QS. An-Nisa’ [4]: 145)
Dikatakan bahwa bagian yang paling bawah merupakan rumah-rumah yang memiliki banyak pintu, lalu dikunci rapat-rapat, sedangkan mereka (orang-orang munafik) berada di dalamnya, kemudian dari bagian bawahnya —juga dari bagian atasnya— dinyalakan api neraka.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Salamah ibnu Kahil, dari KhaiSamah, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.
(QS. An-Nisa’ [4]: 145)
Di dalam peti-peti dari api neraka yang dikunci rapat-rapat (dikunci mati), sedangkan mereka (orang-orang munafik) berada di dalamnya.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya dari Abu Sa’id Al-Asyaj, dari Waki’, dari Sufyan, dari Salamah, dari Khaisamah, dari Ibnu Mas’ud yang mengatakan sehubungan makna firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.
(QS. An-Nisa’ [4]: 145)
Yakni di dalam peti-peti besi yang telah dikunci mati, sedangkan mereka ada di dalamnya, peti itu tidak dapat dibuka sama sekali.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, telah menceritakan kepada kami*Hammad ibnu Salamah, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Yazid, dari Al-Qasim ibnu Abdur Rahman, bahwa Ibnu Mas’ud pernah ditanya mengenai orang-orang munafik, maka ia menjawab bahwa mereka dimasukkan ke dalam peti-peti dari api neraka yang dikunci mati, sedangkan mereka berada di dalamnya, yaitu ditempatkan di dasar neraka.

…dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.

Yaitu orang yang dapat menyelamatkan mereka dari siksaan yang mereka alami dan mengeluarkan mereka dari siksaan yang amat pedih itu.

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala, memberitahukan bahwa barang siapa dari kalangan orang-orang munafik itu bertobat ketika di dunia, niscaya Allah menerima tobatnya.
Allah memaafkan penyesalannya jika ia ikhlas dalam tobatnya dan memperbaiki amal perbuatannya serta berpegang teguh kepada Tuhannya dalam semua urusan.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nisaa’ (4) Ayat 145

DARK
لدَّرْك

Lafaz darkmerupakan ism mashdar yang berasal dari lafaz al idrak yang mengandung makna akibat, yang paling bawah dari segala sesuatu, yang begitu dalam, contohnya, balaghal ghawwas darakaal bahr yaitu penyelam itu sampai ke dasar laut.
la juga bermakna satu tingkat dari tingkatan api neraka dan penyusulan.

la hanya disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah An Nisaa (4), ayat 145.
Al Kafawi berkata,
"Ad dark untuk tingkat yang paling bawah maksudnya tingkat yang menjadi dasar tingkatan seterusnya yang bertambah."

Al Baidawi menafsirkan lafaz ini dengan tingkatan api neraka yang paling bawah.

Begitu juga dengan penafsiran An Nasafi, mereka diletakkan di tempat itu karena mereka lebih jahat dari orang kafir.
Mereka memperolokkan dan mempersendakan Islam sekiranya berkumpul dengan orang kafir dan menipu orang Islam.

Dalam Tafsir Al Khazin, ad dark bermakna lapisan atau tingkatan paling bawah api neraka.
Api neraka terdiri dari tujuh darakat (lapisan) yang sebahagiannya diatas sebahagian yang lain.
Lapisan dan tingkat karena ia saling menyusul dan bertindih.
Sekiranya dikatakan mengapa siksaan bagi orang munafik lebih kuat daripada orang kafir?

Aku menjawab, "Orang munafik seperti orang kafir dalam kekufuran, malah lebih dari itu karena apabila mereka berkumpul dengan orang kafir mereka memperolok-olokkan Islam dan orang Islam serta membongkar rahsia-rahsia kelemahan orang Islam dan memberitahu kepada orang kafir."

Abdullah bin Mas’ud dan Abu Hurairah berkata,
"Ia adalah rumah dari besi yang ditutup dan berada di dalam api neraka, dibakar dari atas dan bawahnya."

At Tabari berkata,
"Ia adalah tingkat api neraka yang paling bawah," begitu juga penafsiran dari Ibn Abbas.

Kesimpulannya, lafaz ad dark ialah lapisan api neraka yang paling bawah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 223-224

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 145 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 145 - Gambar 2
Statistik QS. 4:145
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.7 (15 votes)
Tags:

4:145, 4 145, 4-145, Surah An Nisaa' 145, Tafsir surat AnNisaa 145, Quran AnNisa 145, An-Nisa’ 145, Surah An Nisa ayat 145

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 34 [QS. 9:34]

Setelah ayat sebelumnya menerangkan tentang ketidaksukaan kaum musyrik dan Ahli Kitab terhadap tersebarnya Islam, maka ayat ini menginformasikan perilaku buruk sebagian pemimpin Ahli Kitab yang menyim … 9:34, 9 34, 9-34, Surah At Taubah 34, Tafsir surat AtTaubah 34, Quran At-Taubah 34, Surah At Taubah ayat 34

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Benar! Kurang tepat!

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Benar! Kurang tepat!

Al Falaq artinya ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #5

Lawan kata dari jujur ​​adalah … kebohongan takwa muslihat ajur riya’ Benar! Kurang tepat! Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan

Pendidikan Agama Islam #19

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … pasir mahsyar rembulan ilalang savanna Benar! Kurang tepat! Hari kiamat di

Pendidikan Agama Islam #22

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … muannas muallaf mubram muallaq mabrur Benar! Kurang tepat! Yang tidak termasuk cara

Instagram