Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

An Nisaa'

An Nisaa’ (Wanita) surah 4 ayat 139


الَّذِیۡنَ یَتَّخِذُوۡنَ الۡکٰفِرِیۡنَ اَوۡلِیَآءَ مِنۡ دُوۡنِ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ ؕ اَیَبۡتَغُوۡنَ عِنۡدَہُمُ الۡعِزَّۃَ فَاِنَّ الۡعِزَّۃَ لِلّٰہِ جَمِیۡعًا
Al-ladziina yattakhidzuunal kaafiriina auliyaa-a min duunil mu’miniina ayabtaghuuna ‘indahumul ‘izzata fa-innal ‘izzata lillahi jamii’an;

(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin.
Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu?
Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.
―QS. 4:139
Topik ▪ Iman ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
4:139, 4 139, 4-139, An Nisaa’ 139, AnNisaa 139, AnNisa 139, An-Nisa’ 139
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nisaa' (4) : 139. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan sifat-sifat mereka yang pantas dicela, yaitu orang-orang munafik itu sebenarnya bersekongkol dengan orang orang kafir yang memusuhi orang-orang mukmin dan tidak mengacuhkan orang-orang mukmin bahkan dalam saat-saat yang penting mereka membantu orang-orang kafir, karena mereka berkeyakinan bahwa kemenangan akan diperoleh orang-orang kafir.

Sikap mereka itu dicela oleh Allah, karena harapan mereka mendapatkan kekuatan dari orang-orang kafir tetapi kekuatan itu tidak akan mereka peroleh, sebab kekuatan dan perlindungan itu pada hakikatnya di tangan Allah.
Allahlah yang memberikan kekuatan dan perlindungan itu, menurut kehendak-Nya kepada orang-orang yang betul-betul beriman dan mematuhi segala petunjuk-petunjuk-Nya.

Petunjuk Allah itu disampaikan melalui Rasul dan merekalah yang menjelaskan jalan yang hares ditempuh guna memperoleh petunjuk itu.
Maka kekuatan dan perlindungan Allah, akan dimiliki oleh orang-orang mukmin, apabila mereka itu tetap berpegang kepada Kitab Allah dan selalu berpedoman pada hidayah-Nya.
Akan tetapi orang-orang yang munafik tidak melihat kekuatan dan perlindungan yang gaib itu, mereka hanya terpedaya oleh kekuatan dan perlindungan lahir yang sifatnya tidak lelap itu.
Dan merekapun tidak akan memperoleh apa yang diharapkannya.

Berkenaan dengan itu Allah berfirman:

Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allahlah kemuliaan itu semuanya
(Q.S.
Fatir: 10)

Dan firman Nya

Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi yang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui
(Q.S.
Al-Munafiqun: 8)

An Nisaa' (4) ayat 139 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nisaa' (4) ayat 139 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nisaa' (4) ayat 139 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka memberikan kekuasaan dan perwalian mereka kepada orang-orang kafir, bukan kepada orang-orang Mukmin.
Apakah mereka mengharapkan kejayaan dan bangga dengan orang-orang kafir itu?
Kejayaan hanya milik Allah yang akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Barangsiapa mencari kejayaan dan bangga dengan Allah, akan jaya.
Sebaliknya, barangsiapa mencari kejayaan dan bangga dengan selain Allah maka akan hina.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu orang-orang) menjadi badal atau na'at bagi orang-orang munafik (yang mengambil orang-orang kafir sebagai temannya yang setia dan bukan orang-orang mukmin) karena dugaan mereka bahwa orang-orang kafir itu mempunyai kekuatan.
(Apakah mereka hendak mencari kekuatan pada mereka itu?) Pertanyaan bermakna sanggahan, artinya mereka takkan menemukan hal itu padanya.
(Karena sesungguhnya semua kekuatan itu milik Allah) baik di dunia maupun di akhirat, dan takkan tercapai kecuali oleh kekasih-kekasih-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Yaitu orang-orang yang berkawan akrab dengan orang-orang kafir, mengangkat mereka sebagai pembantu-pembantu dekat dan mereka meninggalkan orang-orang Mukmin, dan tidak berminat menjalin hubungan baik dengan orang-orang Mukmin.
Apakah dengan itu mereka mengharapkan dukungan dan bantuan dari orang-orang kafir?
Mereka tidak memiliki itu, karena kemuliaan dan kemenangan serta kekuatan hanya milik Allah seluruhnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
mengingkari sepak terjang mereka yang berpihak kepada orang-orang kafir, yang hal ini diungkapkan oleh firman-Nya:

Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu?

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala.
memberitahukan bahwa kekuatan itu seluruhnya hanyalah milik Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan Dia memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Dalam ayat yang lain disebutkan hal yang semakna, yaitu:

Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya.
(Faathir':10)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.
yang mengatakan:

Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.
(Al Munafiqun:8)

Makna yang dimaksud dari ayat ini ialah menggerakkan hati mereka untuk mencari kekuatan (kemuliaan) di sisi Allah, beribadah kepada-Nya dengan ikhlas, dan menggabungkan diri ke dalam barisan hamba-hamba-Nya yang beriman, karena hanya merekalah yang mendapat pertolongan di dalam kehidupan dunia ini dan di hari semua saksi dibangkitkan (hari kiamat).

Kiranya sesuai bila dalam pembahasan ini kami ketengahkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Husain ibnu Muhammad, Abu Bakar ibnu Ayyasy, dari Humaid Al-Kindi, dari Ubadah ibnu Nissi, dari Abu Raihanah, bahwa Nabi ﷺ telah bersabda: Barang siapa yang menyebutkan nasabnya sampai kepada sembilan orang kakek moyangnya yang semuanya kafir dengan maksud memuliakan diri dengan mereka dan berbangga diri dengan mereka, maka dia akan menemani mereka di dalam neraka.

Hadis ini diriwayatkan secara munfarid (menyendiri) oleh Imam Ahmad.
Abu Raihanah yang disebut di dalam sanadnya adalah seorang dari kabilah Azd.
Menurut pendapat yang lain, dia adalah seorang Ansar, nama aslinya ialah Syam'un.
Demikianlah menurut Imam Bukhari.
Sedangkan menurut yang lainnya, nama aslinya adalah Sam'un.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nisaa' (4) Ayat 139

AWLIYAA
أَوْلِيَآء

Lafaz ini adalah jamak dari al waliy yang mengandung makna setiap yang menguruskan urusan, penolong, yang dicintai, sahabat, jiran, pengikut, penolong, pembebas hamba, yang taat. Ungkapan Allah waliyyuka bermakna Allah menjaga dan mengawasi kamu.

Perkataan Al mu'min waliy Allah, memiliki maksud "yang taat kepada Nya."

Waliyyal 'ahd artinya putera mahkota,

Waliyy al mar'ah artinya yang mewakilkan ikatan pernikahan ke atasnya dan tidak batal akad itu sekiranya ketiadaannya,

Waliyy al yatim bermaksud pengasuh anak yatim,

Awliyy al amr ialah para penguasa.

Al waliyy juga bermakna lawan kepada musuh dan setiap orang yang mendekati kamu.

Lafaz awliyaa' disebut 42 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 28, 175;
-An Nisaa (4), ayat 76, 89, 139, 144;
-Al Maa'idah (5), ayat 51, 51, 57, 81;
-Al An'aam (6), ayat 121, 128;
-Al A'raaf (7), ayat 3, 27, 30;
-Al Anfaal (8), ayat: 34, 34, 72, 73;
-At Taubah (9), ayat 23, 71;
-Yunus (10), ayat 62;
-Hud (11), ayat 20, 113;
-Ar Ra'd (13), ayat 16;
-Al Kahfi (18), ayat 50, 102;
-Al Furqaan (25), ayat 18;
-Al Ankaabut (29), ayat 41;
-Al Ahzab (33), ayat 6;
-Az Zumar (39), ayat 3;
-Fushshilat (41), ayat 31;
-Asy Syura (42), ayat 6, 9, 46;;
-Al Jaatsiyah (45), ayat 10, 19;
-Al Ahqaf (46), ayat 32;
-Al Mumtahanah (60), ayat 1;
-Al Jumu'ah (62), ayat 6.

Di dalam Al Qur'an, lafaz awliyaa' dapat dikategorikan kepada empat golongan berdasarkan sandaran dan hubungannya dengan kalimat lain.

Pertama, dihubungkan kepada Allah seperti dalam surah Yunus, ayat 62.

Kedua, dihubungkan kepada orang kafir, musyrik dan Yahudi seperti ayat 28 surah Ali Imran dan surah Al Maa'idah, ayat 57;

Ketiga, disandarkan kepada syaitan seperti dalam surah An Nisaa, ayat 76.

Keempat, disandarkan kepada Mukmin seperti dalam surah Al Anfaal, ayat 72.

Diriwayatkan oleh Ad Dahhak dari Ibn Abbas, ayat 28 surah Ali Imran turun kepada Ubadah bin Shamit Al Ansari. Beliau adalah sahabat yang turut serta dalam Perang Badar. Beliau memiliki perjanjian persahabatan dengan orang Yahudi. Ketika Nabi Muhammad keluar pada Perang Ahzab, Ubadah berkata,
"Wahai Rasulullah! Sesungguhnya bersamaku 500 lelaki dari Yahudi dan aku melihat mereka mau keluar bersamaku dan membantu menghadapi musuh, lalu Allah menurunkan ayat ini.

Dalam ayat 72 surah Al Anfaal, Asy Syawkani berkata,
"Makna awliyaa' di sini ialah sesama muslim menjadi saudara atau sahabat yang saling membantu dan menolong"

Dalam Tafsir Al Jalalain, lafaz awliyaa' dalam surah An Nisaa, ayat 76, bermakna penolong-penolong agamanya (yang batil) yaitu orang kafir.

Ibn Katsir berkata,
"Sesungguhnya wali-­wali Allah ialah orang yang beriman dan bertakwa, setiap orang yang bertakwa adalah wali bagi Allah."

Ibn Mas'ud dan Ibn 'Abbas keduanya berkata,
awliyaa' Allah ialah orang yang apabila dia memandang pasti ingat Allah.

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah berkata,
"Sesungguhnya di kalangan hamba Allah, ada yang diinginkan seperti mereka oleh para nabi dan syuhada. Dikatakan, "Siapa mereka, wahai Rasulullah? Kami berharap supaya kami dapat mencintai mereka," Rasulullah berkata,
"Mereka ialah golongan yang saling mencintai karena Allah, jauh dari harta keduniaan dan juga nasab, wajah-wajah mereka bercahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya, mereka tidak takut ketika manusia takut dan tidak bersedih apabila manusia bersedih " Lalu beliau membaca ayat di atas."

Kesimpulannya, maksud umum lafaz awliya' ialah penolong, sahabat dan pengikut.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:87-88

Informasi Surah An Nisaa' (النّساء)
Surat An Nisaa', yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah.

Dinamakan An Nisaa' karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding de­ngan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa' dengan sebutan:
"Surat An Nisaa' Al Kubraa" (surat An Nisaa' yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa' Ash Shughraa" (surat An Nisaa' yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

Kewajiban para washi dan para wall
hukum poligami
mas kawin
memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya
pokok-pokok hukum warisan
perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya,
wanita-wanita yang haram dikawini
hukum mengawini budak wanita
larangan memakan harta secara bathil
hukum syiqaq dan nusyuz
kesucian lahir batin dalam shalat
hukum suaka
hukum membunuh seorang Islam
shalat khauf'
larangan melontarkan ucap­an-ucapan buruk
masalah pusaka kalalah.

Kisah:

Kisah-kisah tentang nabi Musa a.s dan pengikutnya.

Lain-lain:

Asal manusia adalah satu
keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita
norma-norma bergaul dengan isteri
hak seseorang sesuai dengan kewajibannya
perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang ditu­runkan kepadanya
dasar-dasar pemerintahan
cara mengadili perkara
keharusan siap-siaga terhadap musuh
sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi pepe­rangan
berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf
norma dan adab dalam peperangan
cara menghadapi orang-orang munafik
derajat orang yang berjihad.


Gambar Kutipan Surah An Nisaa’ Ayat 139 *beta

Surah An Nisaa' Ayat 139



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nisaa'

Surah An-Nisa' (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa'
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali 'Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma'idah
4.5
Rating Pembaca: 4.9 (9 votes)
Sending







✔ tafsir q s an nisa ayat 139, Tafsir QS 4 : 139