QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 133 [QS. 4:133]

اِنۡ یَّشَاۡ یُذۡہِبۡکُمۡ اَیُّہَا النَّاسُ وَ یَاۡتِ بِاٰخَرِیۡنَ ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ عَلٰی ذٰلِکَ قَدِیۡرًا
In yasya’ yudzhibkum ai-yuhaannaasu waya’ti biaakhariina wakaanallahu ‘ala dzalika qadiiran;

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu).
Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
―QS. 4:133
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Para nabi menjadi saksi atas kaumnya
4:133, 4 133, 4-133, An Nisaa’ 133, AnNisaa 133, AnNisa 133, An-Nisa’ 133

Tafsir surah An Nisaa' (4) ayat 133

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 133. Oleh Kementrian Agama RI

Apabila Allah subhanahu wa ta’ala berkehendak untuk melenyapkan semua manusia dan alam semesta ini, sudah itu menciptakan makhluk yang lain sebagai ganti untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya, maka Dia kuasa melaksanakan kehendak-Nya itu, karena segala apa yang terdapat di langit dan di bumi tunduk di bawah kekuasaan-Nya.

Apabila ada sebagian manusia yang mengingkari nikmat Allah subhanahu wa ta’ala dan membangkang terhadap perintah-perintah-Nya, kemudian mereka itu dibiarkan terus hidup di dunia ini hingga ajalnya tiba, hal itu menunjukkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala benar-benar tidak memerlukan ketaatan mereka, dan apabila mereka tidak diberi balasan secara langsung, bukanlah karena, Allah tidak berkuasa untuk membinasakan mereka, akan tetapi semata-mata karena adanya hikmah dan kemaslahatan yang berguna bagi manusia yang takwa.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak?
Jika Dia menghendaki.
niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru, dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah”

(Q.S. Ibrahim [14]: 19, 20)

Dan firman-Nya lagi:

dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).
(Q.S. Muhammad [47]: 38)

Ayat ini mengandung ancaman kepada orang-orang yang musyrik yang selalu menyiksa Nabi dan menentang seruannya, juga untuk memperingatkan kepada sekalian manusia agar memperhatikan sunah Allah yang menguasai hidup dan mati mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kalian, wahai umat manusia, berada di bawah kekuasaan Allah.
Dia Mahakuasa dan Maha Penakluk.
Jika Allah berkehendak, niscaya Dia akan mematikan kalian kemudian menciptakan yang lain.
Dia Mahaagung lagi Mahakuasa untuk berbuat demikian.
Juga Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jika dikehendaki-Nya niscaya dimusnahkan-Nya kamu hai manusia dan didatangkan-Nya umat yang lain) sebagai penggantimu (dan Allah Maha Kuasa berbuat demikian).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bila Allah berkehendak, maka Dia akan membinasakan kalian wahai manusia dan mendatangkan kaum yang lain selain kalian.
Allah Mahakuasa untuk melakukan hal itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kalian, wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai pengganti kalian).
Dan adalah Allah Mahakuasa berbuat demikian.

Dia Mahakuasa untuk melenyapkan kalian dan mengganti kalian dengan yang lain jika kalian durhaka kepada-Nya.
Perihalnya sama dengan makna yang ada di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

dan jika kalian berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kalian) dengan kaum yang lain, ‘dan mereka tidak akan seperti kalian (ini).
(Q.S. Muhammad [47]: 38)

Salah seorang ulama Salaf mengatakan, “Betapa tiada harganya hamba-hamba itu bagi Allah bila mereka menyia-nyiakan perintah-Nya.” Sama juga dengan makna yang terkandung di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kalian dan mengganti (kalian) dengan makhluk yang baru, dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah.
(Q.S. Ibrahim [14]: 19-20)

Hal itu amat mudah dilakukan-Nya dan tidak sulit.


Informasi Surah An Nisaa' (النّساء)
Surat An Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah.

Dinamakan An Nisaa’ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding de­ngan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa’ dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Al Kubraa” (surat An Nisaa’ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
“Surat An Nisaa’ Ash Shughraa” (surat An Nisaa’ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

Kewajiban para washi dan para wall
hukum poligami
mas kawin
memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya
pokok-pokok hukum warisan
perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya,
wanita-wanita yang haram dikawini
hukum mengawini budak wanita
larangan memakan harta secara bathil
hukum syiqaq dan nusyuz
kesucian lahir batin dalam shalat
hukum suaka
hukum membunuh seorang Islam
shalat khauf’
larangan melontarkan ucap­an-ucapan buruk
masalah pusaka kalalah.

Kisah:

Kisah-kisah tentang nabi Musa a.s dan pengikutnya.

Lain-lain:

Asal manusia adalah satu
keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita
norma-norma bergaul dengan isteri
hak seseorang sesuai dengan kewajibannya
perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang ditu­runkan kepadanya
dasar-dasar pemerintahan
cara mengadili perkara
keharusan siap-siaga terhadap musuh
sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi pepe­rangan
berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf
norma dan adab dalam peperangan
cara menghadapi orang-orang munafik
derajat orang yang berjihad.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nisaa' (4) ayat 133 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nisaa' (4) ayat 133 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nisaa' (4) ayat 133 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nisaa' - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 176 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 4:133
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa'.

Surah An-Nisa' (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah 4
Nama Surah An Nisaa'
Arab النّساء
Arti Wanita
Nama lain Al-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 92
Juz Juz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 176
Jumlah kata 3764
Jumlah huruf 16327
Surah sebelumnya Surah Ali 'Imran
Surah selanjutnya Surah Al-Ma'idah
4.5
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim