Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 124 [QS. 4:124]

وَ مَنۡ یَّعۡمَلۡ مِنَ الصّٰلِحٰتِ مِنۡ ذَکَرٍ اَوۡ اُنۡثٰی وَ ہُوَ مُؤۡمِنٌ فَاُولٰٓئِکَ یَدۡخُلُوۡنَ الۡجَنَّۃَ وَ لَا یُظۡلَمُوۡنَ نَقِیۡرًا
Waman ya’mal minash-shaalihaati min dzakarin au untsa wahuwa mu’minun fa-uula-ika yadkhuluunal jannata walaa yuzhlamuuna naqiiran;
Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
―QS. An Nisaa’ [4]: 124

And whoever does righteous deeds, whether male or female, while being a believer – those will enter Paradise and will not be wronged, (even as much as) the speck on a date seed.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 124]

وَمَن dan barang siapa

And whoever
يَعْمَلْ beramal

does
مِنَ dari

[of]
ٱلصَّٰلِحَٰتِ yang saleh

[the] righteous deeds
مِن dari

from
ذَكَرٍ laki-laki

(the) male
أَوْ atau

or
أُنثَىٰ perempuan

female,
وَهُوَ dan dia

and he
مُؤْمِنٌ seorang yang beriman

(is) a believer,
فَأُو۟لَٰٓئِكَ maka mereka itu

then those
يَدْخُلُونَ (mereka) masuk

will enter
ٱلْجَنَّةَ surga

Paradise
وَلَا dan tidak

and not
يُظْلَمُونَ mereka dianiaya

they will be wronged
نَقِيرًا sedikitpun

(even as much as) the speck on a date-seed.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:124

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 124. Oleh Kementrian Agama RI


Orang yang beramal saleh dan membersihkan dirinya sesuai dengan kesanggupannya, memperbaiki budi pekertinya, memperbaiki hubungannya dengan orang lain dalam pergaulannya di masyarakat dan orang yang tidak mau mengikuti tipu daya setan, Allah berjanji membalas kebaikan mereka dengan balasan yang sempurna dengan menyediakan surga bagi mereka, dan Allah tidak akan mengurangi pahala amalan mereka walau sedikit pun.


Ayat ini merupakan peringatan dan pelajaran bagi kaum Muslimin bahwa manusia tidak dapat menggantungkan harapan dan cita-citanya semata-mata kepada angan-angan dan khayalan belaka, tetapi hendaklah berdasarkan usaha dan perbuatan.

Orang yang berbangga-bangga dengan keturunan dan bangsa mereka adalah orang yang sesat, tidak akan mencapai apa yang dicita-citakannya.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 124. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Barangsiapa mengerjakan amal saleh sesuai dengan kemampuannya dan beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka mereka akan masuk surga dan tidak akan dikurangi derajatnya walau sedikit pun.
Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, karena perempuan juga dibebankan tugas-tugas keagamaan (mukallafah), yang berhak mendapat pahala kebaikan dan siksa kejahatan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Barangsiapa yang melakukan perbuatan-perbuatan baik, dia laki-laki maupun wanita, sementara dia beriman kepada Allah dan beriman kepada kebenaran yang Dia turunkan, maka Allah akan memasukkan mereka kedalam surga, rumah kenikmatan.
Dan pahala amal perbuatan mereka tidak dikurangi sedikit pun, sekalipun hanya setipis kulit yang menyelimuti biji kurma.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan siapa yang mengerjakan) sesuatu


(dari amal saleh, baik laki-laki atau wanita dan dia beriman, maka mereka itu akan masuk) ada yang membaca dalam bentuk aktif dan ada yang dalam bentuk pasif


(ke dalam surga dan tidak akan dianiaya walau sedikit pun) walau sebesar lubang kecil sekalipun.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Barang siapa yang mengerjakan amalamal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan ia orang yang beriman., hingga akhir ayat.

Setelah disebutkan balasan perbuatan-perbuatan jahat —yaitu sudah semestinya seseorang hamba mendapat pembalasannya, adakalanya di dunia ini lebih baik baginya, dan adakalanya di akhirat, semoga Allah melindungi kita dari hal ini dan memohon kepada-Nya keselamatan di dunia dan akhirat serta pemaafan, ampunan, dan pembebasan dari-Nya—, kemudian dalam ayat ini diterangkan kebaikan, kemurahan, dan rahmat Allah dalam penerimaan-Nya terhadap amalamal saleh hamba-hamba-Nya, baik yang laki-laki maupun yang wanita, dengan syarat iman mereka.
Bahwa Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga, Allah tidak akan menganiaya pahala kebaikan mereka, tidak pula menguranginya barang sedikit pun.

Yang dimaksud dengan istilah naqir dalam akhir ayat ini ialah titik kecil yang terdapat di dalam biji buah kurma.
Yang dimaksud dengan istilah fatil ialah serat yang terdapat di dalam belahan biji buah kurma.
Naqir dan fatil ini kedua-duanya berada di dalam biji buah kurma.
Sedangkan istilah qitmir yaitu selaput yang membungkus biji buah kurma, berada di luar biji buah kurma.
Ketiga istilah ini semuanya ada di dalam Alquran.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nisaa’ (4) Ayat 124

Ibnu Abu Hatim juga meriwayatkan dari Masruq, ia berkata : Ketika turun ayat 123, orang-orang ahli kitab berkata : Kalian sama saja dengan kami.
Maka turunlah ayat 124 ini.

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 124 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 124 - Gambar 2
Statistik QS. 4:124
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.2 (8 votes)
Tags:

4:124, 4 124, 4-124, Surah An Nisaa' 124, Tafsir surat AnNisaa 124, Quran AnNisa 124, An-Nisa’ 124, Surah An Nisa ayat 124

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 33 [QS. 7:33]

Kemudian Allah menjelaskan apa yang sebenarnya diharamkan. Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka yang mempersempit dirinya sehingga mengharamkan sesuatu yang halal, “Tuhanku hanya mengharamkan … 7:33, 7 33, 7-33, Surah Al A’raaf 33, Tafsir surat AlAraaf 33, Quran Al Araf 33, Al-A’raf 33, Surah Al Araf ayat 33

QS. Qaaf (Qaaf) – surah 50 ayat 42 [QS. 50:42]

42. Yaitu pada hari ketika mereka mendengar suara dahsyat dengan sebe-narnya. Itulah hari keluar dari kubur. … 50:42, 50 42, 50-42, Surah Qaaf 42, Tafsir surat Qaaf 42, Quran Qaf 42, Surah Qof ayat 42

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Yang berarti “menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #16
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #16 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #16 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #28

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? Lima Dua Tujuh Enam Tiga Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina

Pendidikan Agama Islam #10

Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … QS. Al Muddasir : 1-5

Pendidikan Agama Islam #12

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Rabiul Awal Muharram Safar Rabiul Akhir Ramadan Benar! Kurang tepat!

Instagram