Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Tampilkan Lainnya ...

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 117 [QS. 4:117]
اِنۡ یَّدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِہٖۤ اِلَّاۤ اِنٰثًا ۚ وَ اِنۡ یَّدۡعُوۡنَ اِلَّا شَیۡطٰنًا مَّرِیۡدًا
In yad’uuna min duunihi ilaa inaatsan wa-in yad’uuna ilaa syaithaanan mariidan;
Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah (berhala), dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka,
―QS. 4:117
Topik ▪ Penciptaan ▪ Sifat iblis dan pembantunya ▪ Sifat orang munafik
English Translation - Sahih International
They call upon instead of Him none but female (deities), and they (actually) call upon none but a rebellious Satan.
―QS. 4:117

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
إِن tidak

Not
يَدْعُونَ mereka sembah

they invoke
مِن dari

from
دُونِهِۦٓ Dia/Allah

besides Him
إِلَّآ kecuali

but
إِنَٰثًا berhala

female (deities)
وَإِن dan tidak

and not
يَدْعُونَ mereka sembah

they invoke
إِلَّا kecuali

except
شَيْطَٰنًا syaitan

Shaitaan –
مَّرِيدًا yang durhaka

rebellious.

 

Tafsir surah An Nisaa' (4) ayat 117

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tanda kesesatan paling jelas yang membuat seorang musyrik jauh dari kebenaran adalah bahwa ia beribadah kepada sesuatu yang tidak dapat mendengar dan melihat, serta tidak dapat mendatangkan manfaat dan mudarat.
Tanda lain adalah menamakan tuhan-tuhan palsu dengan nama perempuan seperti Lata, ‘Uzza, Manah dan sebagainya.
Dengan ibadah seperti itu, ia berarti telah mengikuti jejak langkah setan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tidaklah) apa

(yang mereka seru) atau yang disembah oleh orang-orang musyrik

(selain daripada-Nya) maksudnya selain dari Allah subhanahu wa ta’ala

(hanyalah berhalaberhala) yakni berhalaberhala betina seperti Lata, Uzza dan Manat

(dan tidaklah) apa

(yang mereka seru) yang mereka sembah dengan beribadah kepadanya itu

(kecuali setan yang durhaka) disebabkan ketaatan mereka dalam hal beribadah kepada setan atau iblis itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang musyrikin tidak menyembah selain Allah kecuali berhalaberhala yang tidak mampu mendatangkan manfaat dan menolak mudharat.
Mereka tidak menyembah kecuali setan yang bengal dari perintah Allah, rusak dan merusak dalam batas yang sangat jauh.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah berhala.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Mahmud ibnu Gailan, telah menceritakan kepada kami Al-Fadhl ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Waqid, dari Ar-Rabi’ ibnu Anas, dari Abul Aliyah, dari Ubay ibnu Ka’b sehubungan dengan makna ayat ini:

Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >jin perempuan.
Ubay ibnu Ka’b mengatakan bahwa setiap berhala ada <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >jin perempuannya.

Telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Salamah Al-Bahili, dari Abdul Aziz ibnu Muhammad, dari Hisyam (yakni Ibnu Urwah), dari ayahnya, dari Siti Aisyah sehubungan dengan firman-Nya:

Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah berhala.

Siti Aisyah mengatakan, yang dimaksud dengan inasan ialah berhala.

Telah diriwayatkan dari Abu Salamah ibnu Abdur Rahman, Urwah ibnuz Zubair, Mujahid, Abu Malik, As-Saddi, dan Muqatil hal yang semisal.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ad-Dahhak sehubungan dengan ayat ini, bahwa orang-orang musyrik mengatakan,
“Para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah.
Sesungguhnya kami menyembah mereka hanyalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan melalui mereka.”

Ad-Dahhak mengatakan pula, bahwa lalu mereka menjadikannya sebagai sesembahan-sesembahan mereka, dan membuat patung-patung mereka dalam bentuk perempuan, lalu mereka menghiasinya dan memberinya kalung, kemudian mereka berkata,
Berhalaberhala ini mirip dengan anak-anak perempuan Allah yang kita sembah-sembah,”
maksud mereka adalah para malaikat.

Tafsir ini mirip dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Maka apakah kalian patut (hai orang-orang musyrik) menganggap Lata dan Uzza (sebagai anak perempuan Allah)?
(QS. An-Najm [53]: 19)

Sama maknanya dengan yang terkandung di dalam firman-Nya:

Dan mereka menjadikan malaikatmalaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan.
(QS. Az-Zukhruf [43]: 19)

Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >jin.
(QS. As-Saffat [37]: 158), hingga akhir ayat berikutnya.

Ali ibnu Abu Talhah dan Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah berhala.
Yang dimaksud dengan inasan ialah benda-benda mati.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Yang mereka sembah itu tiada lain hanyalah setan yang durhaka.

Setanlah yang menganjurkan mereka berbuat demikian, dan setanlah yang menghiasinya dan menjadikannya baik di mata mereka, padahal kenyataannya mereka hanyalah menyembah iblis.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian, hai Bani Adam, supaya kalian tidak menyembah setan?
(QS. Yasin [36]: 60), hingga akhir ayat.

Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman menceritakan perihal para malaikat, bahwa di hari kiamat mereka akan membicarakan orang-orang musyrik yang mengaku telah menyembah mereka ketika di dunia, yaitu:

bahkan mereka telah menyembah <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >jin, kebanyakan mereka beriman kepada <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >jin itu.
(QS. Saba’ [34]: 41)