Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

An Nisaa'

An Nisaa’ (Wanita) surah 4 ayat 113


وَ لَوۡ لَا فَضۡلُ اللّٰہِ عَلَیۡکَ وَ رَحۡمَتُہٗ لَہَمَّتۡ طَّآئِفَۃٌ مِّنۡہُمۡ اَنۡ یُّضِلُّوۡکَ ؕ وَ مَا یُضِلُّوۡنَ اِلَّاۤ اَنۡفُسَہُمۡ وَ مَا یَضُرُّوۡنَکَ مِنۡ شَیۡءٍ ؕ وَ اَنۡزَلَ اللّٰہُ عَلَیۡکَ الۡکِتٰبَ وَ الۡحِکۡمَۃَ وَ عَلَّمَکَ مَا لَمۡ تَکُنۡ تَعۡلَمُ ؕ وَ کَانَ فَضۡلُ اللّٰہِ عَلَیۡکَ عَظِیۡمًا
Walaulaa fadhlullahi ‘alaika warahmatuhu lahammat thaa-ifatun minhum an yudhilluuka wamaa yudhilluuna ilaa anfusahum wamaa yadhurruunaka min syai-in wa-anzalallahu ‘alaikal kitaaba wal hikmata wa’allamaka maa lam takun ta’lamu wakaana fadhlullahi ‘alaika ‘azhiiman;

Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu.
Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu.
Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui.
Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.
―QS. 4:113
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Balasan dari perbuatannya ▪ Siksaan Allah sangat pedih
4:113, 4 113, 4-113, An Nisaa’ 113, AnNisaa 113, AnNisa 113, An-Nisa’ 113
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nisaa' (4) : 113. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan anugerah dan nikmat Nya yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Allah menegaskan bahwa tanpa karunia dan nikmat-Nya kepada Nabi tentulah golongan yang berhasrat untuk menyesatkan beliau akan berhasil.
Di antara karunia dan rahmat Allah itu ialah pemberitahuan Nya kepada Nabi tentang perbuatan Tu'mah dan kerabatnya.
Berkat adanya pemberitahuan Allah dan petunjuk-Nya gagallah rencana Bani Ubairik dan pendukung-pendukungnya itu.

Seandainya rencana golongan itu terlaksana tentulah Nabi harus menyediakan waktu dan tenaga untuk mengatasinya.
Padahal di hadapan beliau amat banyak perkara-perkara dan tugas yang lebih penting yang memerlukan tenaga dan pikiran.
Tetapi Allah tidak membiarkan Rasul-Nya dipermainkan oleh orang-orang yang rusak akhlaknya itu.
Mereka sebenarnya menyesalkan diri mereka sendiri karena mereka tambah jauh dari jalan yang ditunjukkan Allah subhanahu wa ta'ala

Sedikitpun mereka tidak dapat mempersulit Nabi, karena.
beliau dalam menetapkan putusan tidaklah mengikuti hawa nafsu.
Beliau bertindak sesuai dengan kenyataan yang ada.
Tidaklah terlintas di hati beliau bahwa keadaan yang sebenarnya berlawanan dengan laporan yang beliau terima.

Sesudah Allah menerangkan bahwa dengan rahmat dan karunia Nya Nabi telah terpelihara dari membuat keputusan yang tidak benar.
Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan lagi bahwa Dia telah melimpahkan anugerah-Nya kepada Nabi-Nya dengan menurunkan Alquran dan Al-Hikmah untuk digunakan dalam menetapkan suatu keputusan.
Dan Dia mengajarkan kepadanya apa yang tidak diketahuinya sebelumnya.
Karunia Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ, sangat besar, karena beliau diutus kepada seluruh umat man usia untuk sepanjang masa.

An Nisaa' (4) ayat 113 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nisaa' (4) ayat 113 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nisaa' (4) ayat 113 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Seandainya Allah tidak mengaruniakan wahyu kepadamu dan tidak menyayangimu dengan ketepatan daya pikirmu, tentu segolongan dari mereka bermaksud untuk menyesatkanmu.
Tetapi mereka itu tidak akan dapat menyesatkan siapa pun selain diri mereka sendiri, karena Allah selalu mengawasimu, dan akal pikiranmu selalu tertuju kepada kebenaran.
Kesesatan dan rencana mereka tidak dapat mendatangkan mudarat sedikit pun kepadamu, karena Allah telah menurunkan Al Quran sebagai ukuran kebenaran, menanamkan sifat bijak di dalam hatimu, dan mengajarkanmu syariat dan ketentuan-ketentuan yang hanya dapat kamu ketahui melalui wahyu.
Sungguh, karunia Allah kepadamu selamanya sangat besar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan kalau bukanlah karena karunia dan rahmat Allah kepadamu) hai Muhammad (tentulah segolongan mereka bertekad) yakni kaum Thu`mah (akan menyesatkanmu) sehingga dengan penipuan mereka kamu menyimpang dari pengadilan yang benar.
(Tetapi yang mereka sesatkan hanyalah diri mereka sendiri sedangkan mereka tidak dapat memberi mudarat kepadamu) min merupakan tambahan (sedikit pun juga) karena bencana perbuatan mereka yang menyesatkan itu kembali pada diri mereka sendiri (Allah telah menurunkan kepadamu kitab) Alquran (dan hikmah) maksudnya hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya (dan mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui) berupa hukum-hukum dan berita-berita gaib.
(Dan karunia Allah padamu) disebabkan demikian dan karena lain-lainnya (amat besar).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kalau Allah tidak melimpahkan nikmat-Nya kepadamu wahai Rasul dan merahmatimu dengan nikmat kenabian, lalu Dia menjagamu dari dosa dengan taufik-Nya kepada apa yang Dia wahyukan kepadamu, niscaya sekelompok orang dari kalangan orang-orang yang mengkhianati diri mereka bertekad bulat untuk memalingkanmu dari jalan kebenaran.
Padahal mereka tidak menyelewengkan dengan itu kecuali diri mereka sendiri.
Mereka tidak akan mampu mengganggumu karena Allah telah menjagamu.
Allah menurunkan kepadamu Al-Qur an dan sunnah yang menjelaskannya, membimbingmu kepada ilmu yang sebelumnya kamu tidak mengetahuinya.
Apa yang Allah berikan kepadamu secara khusus berupa karunia merupakan sesuatu yang agung.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka telah bermaksud untuk menyesatkanmu.
Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat memberi mudarat sedikit pun kepadamu.

Imam Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim Al-Harrani dalam surat yang ditujukannya kepadaku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Salamah, dari Muhammad ibnu Ishaq, dari Asim ibnu Umar ibnu Qatadah Al-Ansari, dari ayahnya, dari kakeknya Qatadah ibnun Nu'man, lalu ia menyebutkan kisah Bani Ubairiq, dan Allah subhanahu wa ta'ala.
menurunkan firman-Nya:

...tentulah segolongan dari mereka telah bermaksud untuk menyesatkanmu.
Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat memberi mudarat sedikit pun kepadamu.

Yang dimaksud dengan 'mereka' adalah Usaid ibnu Urwah dan kawan-kawannya.

Dengan kata lain, ketika Usaid ibnu Urwah dan kawan-kawannya memuji tindakan Bani Ubairiq dan mencela Qatadah ibnu Nu'man karena ia menuduh mereka yang mereka anggap sebagai orang baik-baik dan tidak bersalah, padahal duduk perkaranya tidaklah seperti apa yang mereka sampaikan kepada Rasulullah ﷺ Karena itulah maka Allah menurunkan penyelesaian masalah tersebut dan membukakannya kepada Rasulullah ﷺ

Kemudian Allah menganugerahkan kepadanya dukungan-Nya dalam semua keadaan dan memelihara dirinya.
Allah menganugerahkan pula kepadanya Al-Qur'an dan hikmah, yakni sunnah.

Dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui.

Yakni sebelum hal tersebut diturunkan kepadamu.
Perihalnya sama dengan makna yang terkandung dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur'an) dengan perintah Kami.
Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur'an) itu?
(Asy Syuura:52), hingga akhir ayat.

Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Qur'an diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu.
(Al-Qasas: 86)

Karena itu dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman:

Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nisaa' (4) Ayat 113

THAA'IFAH
طَآئِفَة

Dalam Kamus Al Munjid disebutkan, lafaz ini adalah mu'annath dari thaa'if dan maknanya kembali kepada putaran, seolah­olah ia mengelilingi sesuatu. Setiap jemaah atau kelompok yang mengelilingi sesuatu dinamakan thaa'ifah. Selain itu, thaa'ifah dari sesuatu bermakna sebahagiannya. Apabila disandarkan kepada manusia membawa makna golongan dan setengah dari mereka yang dihimpunkan oleh mazhab atau pendapat yang membedakannya dari golongan lain.

Al Kafawi berkata,
"Thaa'ifah adalah sebahagian dari sesuatu, sepotong daripadanya, atau terdiri dari satu hingga seterusnya, atau hingga seribu, paling sedikit dua lelaki atau satu, dan ia menjadi makna diri. Apabila ia dimaksudkan jamak, ia adalah jamak dan apabila dimaksudkan satu ia bisa dikatakan jamak'"

Lafaz thaa'ifah disebut 20 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 69, 72, 154 (dua kali);
-An Nisaa (4), ayat 81, 102 (dua kali), 113;
-Al A'raaf (7), ayat 87 (dua kali);
-At Taubah (9), ayat 66 (dua kali), 83, 122;
-An Nuur (24), ayat 2;
-Al Qashash (28), ayat 4;
-Al Ahzab (33), ayat 13;
-Ash Shaff (61),ayat 14 (dua kali);
-Al Muzzammil (73), ayat 20.

Lafaz thaa'ifah di dalam Al Qur'an merujuk kepada manusia dan ia dapat digolongkan kepada beberapa kelompok:

1. Kelompok orang Yahudi atau Ahli Kitab seperti dalam surah:
-Ali Imran, ayat 69, 72;
-Ash Shaff, ayat 14;
-Al Qashash, ayat 4;

Dimana segolongan mereka diperbudak, dijadikan buruh kasar dan dipaksa bekerja oleh Fir'aun.

2. Kelompok orang mukmin sebagaimana yang terdapat dalam surah:
-Ali 'Imran (3), ayat 154;
-An Nisaa (4), ayat 102;
-Al A'raaf (7), ayat 87;
-At Taubah (8), ayat 122;
-An Nuur (24), ayat 2;
-Al Muzzarnmil (73), ayat 20.

3. Kelompok orang munafik seperti dalam surah:
-An Nisaa (4), ayat 81;
-At Taubah, ayat 66, 83

Yaitu sebanyak 12 orang yang balik dari Perang Badar, dan dalam surah Al Ahzab (33), ayat 13. Mereka ialah Aus bin Qayzi, ayah kepada Arabah bin Aus dan Ubayy bin Salul serta kawannya.

4. Bermakna Asid bin 'Urwah dan sahabatnya. Diriwayatkan dari 'Asim bin 'Umar bin Qatadah Al Ansari, dari ayahnya dari kakeknya Qatadah bin An Nu'man, beliau menyebut kisah Bani Ubairiq, lalu turunlah ayat ini, yang dimaksudkan dalam ayat ini ialah Asid bin 'Urwah dan sahabatnya. Ketika mereka memuji Bani Ubairiq dan mencela Qatadah bin An Nu'man yang menuduh mereka ketika mereka bebas dari tuduhan itu seperti dalam ayat 113 dari surah Ali Imran.

Ibn Jarir berkata,
"Mereka ialah golongan yang mengkhianati diri mereka dan menyokong Bani Ubairiq."

5. Kelompok dari kalangan orang kafir seperti dalam surah Al A'raaf (7), ayat 87.

6. Kelompok yang bertaubat dengan ikhlas dari kalangan orang munafik seperti dalam surah At Taubah (9) ayat 66.

إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ

artinya, "Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat),"

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:333-334

Informasi Surah An Nisaa' (النّساء)
Surat An Nisaa', yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah.

Dinamakan An Nisaa' karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding de­ngan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa' dengan sebutan:
"Surat An Nisaa' Al Kubraa" (surat An Nisaa' yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa' Ash Shughraa" (surat An Nisaa' yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

Kewajiban para washi dan para wall
hukum poligami
mas kawin
memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya
pokok-pokok hukum warisan
perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya,
wanita-wanita yang haram dikawini
hukum mengawini budak wanita
larangan memakan harta secara bathil
hukum syiqaq dan nusyuz
kesucian lahir batin dalam shalat
hukum suaka
hukum membunuh seorang Islam
shalat khauf'
larangan melontarkan ucap­an-ucapan buruk
masalah pusaka kalalah.

Kisah:

Kisah-kisah tentang nabi Musa a.s dan pengikutnya.

Lain-lain:

Asal manusia adalah satu
keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita
norma-norma bergaul dengan isteri
hak seseorang sesuai dengan kewajibannya
perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang ditu­runkan kepadanya
dasar-dasar pemerintahan
cara mengadili perkara
keharusan siap-siaga terhadap musuh
sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi pepe­rangan
berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf
norma dan adab dalam peperangan
cara menghadapi orang-orang munafik
derajat orang yang berjihad.


Gambar Kutipan Surah An Nisaa’ Ayat 113 *beta

Surah An Nisaa' Ayat 113



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nisaa'

Surah An-Nisa' (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa'
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali 'Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma'idah
4.9
Rating Pembaca: 4.7 (11 votes)
Sending







✔ tafsir surat an nisa ayat 113, 4 : 113, al qur an 4:113, An-nisa 113