Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 10 [QS. 4:10]

اِنَّ الَّذِیۡنَ یَاۡکُلُوۡنَ اَمۡوَالَ الۡیَتٰمٰی ظُلۡمًا اِنَّمَا یَاۡکُلُوۡنَ فِیۡ بُطُوۡنِہِمۡ نَارًا ؕ وَ سَیَصۡلَوۡنَ سَعِیۡرًا
Innal-ladziina ya’kuluuna amwaalal yataama zhulman innamaa ya’kuluuna fii buthuunihim naaran wasayashlauna sa’iiran;
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
―QS. An Nisaa’ [4]: 10

Indeed, those who devour the property of orphans unjustly are only consuming into their bellies fire.
And they will be burned in a Blaze.
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 10]

إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
يَأْكُلُونَ (mereka) memakan

consume
أَمْوَٰلَ harta

wealth
ٱلْيَتَٰمَىٰ anak yatim

(of) the orphans
ظُلْمًا (secara) zalim

wrongfully,
إِنَّمَا sesungguhnya/hanyalah

only
يَأْكُلُونَ mereka memakan/menelan

they consume
فِى seandainya

in
بُطُونِهِمْ mereka meninggalkan

their bellies
نَارًا api

fire,
وَسَيَصْلَوْنَ dan mereka akan masuk

and they will be burned
سَعِيرًا neraka yang menyala-nyala

(in) a Blazing Fire.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:10

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 10. Oleh Kementrian Agama RI


Sekali lagi peringatan ini diberikan kepada orang yang tidak berlaku adil dan berlaku zalim terhadap anak yatim yang ada dalam asuhan mereka.
Siapa yang ikut makan harta anak yatim secara zalim yakni tidak mengindahkan peraturan yang telah ditetapkan Allah, mereka seakan-akan memenuhi perut mereka dengan api.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 10. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang berlaku zalim terhadap anak-anak yatim dengan memakan hartanya secara tidak benar, sebenarnya mereka memakan sesuatu yang menggiringnya ke api neraka.
Mereka akan menerima siksa pada hari kiamat berupa api neraka yang sangat menyakitkan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya orang-orang yang melanggar harta anak yatim dan mengambilnya tanpa hak, mereka hanya akan memakan api neraka yang menyala-nyala di dalam perut mereka di hari Kiamat dan mereka akan masuk ke dalam api neraka di mana harus merasakan panasnya yang sangat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak-anak yatim secara aniaya) maksudnya tanpa hak


(bahwasanya mereka menelan api sepenuh perut mereka) karena harta itu akan berubah di akhirat nanti menjadi api


(dan mereka akan masuk) dalam bentuk kalimat aktif atau pun pasif


(api yang bernyala-nyala) yakni api neraka yang menyebabkan mereka terbakar hangus.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan kepada mereka bahwa orang yang memakan harta anak-anak yatim secara aniaya, sesungguhnya ia memakan api sepenuh perutnya.
Karena itulah maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara aniaya, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

Bila mereka makan harta anak yatim tanpa alasan yang dibenarkan.
sesungguhnya yang mereka makan itu adalah api yang menyala-nyala di dalam perut mereka di hari kiamat kelak.

Di dalam kitab Sahihain melalui hadis Sulaiman ibnu Bilal.dari Saur ibnu Zaid, dari Salim Abul Gais, dari Abu Hurairah, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

"Jauhilah oleh kalian tujuh macam dosa yang membinasakan."
Ditanyakan,
"Apa sajakah dosa-dosa itu, wahai Rasulullah?"
Beliau ﷺ menjawab,
"Mempersekutukan Allah.
Sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, menuduh berzina wanita-wanita mukmin yang memelihara kehormatannya yang sedang lalai."

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ubaidah, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Abdus Samad Al-Ama, telah menceritakan kepada kami Abu Harun Al-Abdi, dari Abu Said Al-Khudri yang mengatakan bahwa kami pernah bertanya."Wahai Rasulullah, apa sajakah yang telah engkau lihat sewaktu engkau melakukan Nabi ﷺ menjawab,
"Aku dibawa ke arah sekumpulan makhluk Allah yang jumlahnya banyak, semuanya terdiri atas kaum laki-laki.
Masing-masing dari mereka memegang sebuah pisau besar seperti yang digunakan untuk menyembelih unta.
Mereka ditugaskan untuk menyiksa sejumlah orang yang terdiri atas kaum laki-laki.
Mulut seseorang dari mereka dibedah, lalu didatangkan sebuah batu besar dari neraka, kemudian dimasukkan ke dalam mulut seseorang di antara mereka hingga batu besar itu keluar dari bagian bawahnya, sedangkan mereka menjerit dan menggeram (karena sakit yang sangat).
Lalu aku bertanya.
‘Hai Jibril.
siapakah mereka?
Jibril menjawab:
‘Mereka adalah orang-orang yang memakan harta anak-anak yatim secara aniaya, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya, dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)’."

As-Saddi mengatakan bahwa di hari kiamat kelak pemakan harta anak yatim dibangkitkan, sedangkan dari mulut dan telinganya, kedua lubang hidung dan kedua matanya keluar api, setiap orang yang melihatnya mengetahui bahwa dia adalah pemakan harta anak yatim.

Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Ibrahim ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Amr, telah menceritakan kepada kami Uqbah ibnu Makram, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Bukair, telah menceritakan kepada kami Ziad ibnul Munzir, dari Nafi’ ibnul Haris, dari Abu Barzah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Dibangkitkan di hari kiamat suatu kaum dari kuburan mereka, sedangkan dari mulut mereka keluar api yang menyala-nyala.
Ketika ditanyakan,
"Wahai Rasulullah, siapakah mereka?"
Beliau bersabda,
"Tidakkah kamu membaca firman-Nya yang mengatakan:
‘Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim‘ (QS. An-Nisa’ [4]: 101)
hingga akhir ayat."

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari ibnu Makram.
Ibnu Hibban mengetengahkannya di dalam kitab sahih-nya, dari Ahmad ibnu Ali ibnul Musanna, dari Uqbah ibnu Makram.


Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Isam, telah menceritakan kepada kami Abu Amir Al-Abdi telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja’far Az-Zuhri Muhammad, dari Al-Maqbari, dari abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Aku enggan terhadap harta dua orang yang lemah, yaitu wanita dan anak yatim.

Makna yang dimaksud ialah ‘aku berwasiat kepada kalian agar menjauhi harta kedua orang tersebut’.

Telah diketengahkan di dalam surat Al-Baqarah sebuah asar melalui jalur Ata ibnus Saib, dari Sa’id ibnu Jubair.
dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa ketika diturunkan firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara aniaya.
, hingga akhir ayat.
Maka berangkatlah orang-orang yang di dalam pemeliharaannya terdapat anak yatim, lalu ia memisahkan makanannya dengan makanan anak yatimnya.
begitu pula antara minumannya dengan minuman anak yatimnya.
sehingga akibatnya ada sesuatu dari makanan itu yang lebih tetapi makanan tersebut disimpan buat si anak yatim hingga si anak yatim memakannya atau makanan menjadi basi.
Maka hal tersebut terasa amat berat bagi mereka, lalu mereka menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah ﷺ Maka Allah menurunkan firman-Nya:
Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak-anak yatim, katakanlah mengurus urusan mereka secara patut adalah baik."
(QS. Al-Baqarah [2]: 220), hingga akhir ayat.
Maka mereka kembali mencampurkan makanan dan minurnan mereka dengan makanan dan minurnan anak-anak yatimnya.

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para wali.
Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 10 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 10 - Gambar 2
Statistik QS. 4:10
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa’.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.8 (20 votes)
Tags:

4:10, 4 10, 4-10, Surah An Nisaa' 10, Tafsir surat AnNisaa 10, Quran AnNisa 10, An-Nisa’ 10, Surah An Nisa ayat 10

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 24 [QS. 42:24]

24. Ataukah mereka, orang-orang kafir itu masih terus mengatakan, “Dia, Muhammad, telah mengada-adakan kebohongan tentang Allah dengan mengatakan bahwa Al-Qur’an itu adalah firman-Nya, padahal dia buk … 42:24, 42 24, 42-24, Surah Asy Shyuura 24, Tafsir surat AsyShyuura 24, Quran Asy Syura 24, Asy-Syura 24, Surah Asy Syura ayat 24

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 62 [QS. 10:62]

Pada ayat sebelumnya dijelaskan bahwa apapun yang dikerjakan oleh manusia baik ketaatan maupun kemaksiatan, maka tidak sedikit pun terlewatkan dari pengetahuan Tuhan, lalu pada ayat ini dijelaskan ten … 10:62, 10 62, 10-62, Surah Yunus 62, Tafsir surat Yunus 62, Quran Yunus 62, Surah Yunus ayat 62

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hadis Mu’allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #6

Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … pewaris penyinar di alam kubur sebuah petunjuk penyemangat pelindung Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #19

Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … mencari kenikmatan dunia sebelum datangnya kiamat tambah yakin dengan kebesaran Allah

Pendidikan Agama Islam #1

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Ali ‘Imran ayat 173 An-Naml ayat 40 Al-Fatihah ayat

Instagram