An Naml (Semut) – surah 27 ayat 89 [QS. 27:89]

مَنۡ جَآءَ بِالۡحَسَنَۃِ فَلَہٗ خَیۡرٌ مِّنۡہَا ۚ وَ ہُمۡ مِّنۡ فَزَعٍ یَّوۡمَئِذٍ اٰمِنُوۡنَ
Man jaa-a bil hasanati falahu khairun minhaa wahum min faza’in yauma-idzin aaminuun(a);

Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu.
―QS. 27:89
Topik ▪ Iman ▪ Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat ▪ Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat
27:89, 27 89, 27-89, An Naml 89, AnNaml 89, An-Naml 89

Tafsir surah An Naml (27) ayat 89

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 89. Oleh Kementrian Agama RI

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan membawa arnal kebaikan, ia akan memperoleh balasan yang lebih baik dari amalnya sendiri, dan diberi tempat kediaman yang nyaman dan kekal dalam surga Na’im, mereka aman tenteram dari kejutan yang dahsyat pada Hari Kiamat itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Setiap orang yang melakukan kebajikan di dunia, beriman dan ikhlas menaati Allah, maka dia akan mendapatkan pahala yang lebih besar dari apa yang dia kerjakan.
Orang-orang yang berbuat kebajikan itu akan selamat dari rasa takut dan panik pada hari kiamat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Barang siapa yang membawa kebaikan) yakni membawa pengamalan kalimah “La ilaha illallah” kelak di hari kiamat (maka ia memperoleh kebaikan) pahala (daripadanya) disebabkan, lafal Khairun di sini bukan mengandung arti Tafdhil, karena tiada suatu pekerjaan pun yang lebih baik daripadanya.
Di dalam ayat lain disebutkan bahwa pahala itu ialah sepuluh kali lipat daripadanya (sedangkan mereka) orang-orang yang datang membawanya (daripada kejutan yang dahsyat pada hari itu) dapat dibaca Faza’i Yaumaidzin dan Faza’in Yaumaidzin (merasa aman tenteram).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Barangsiapa yang datang dengan mentauhidkan Allah, iman kepada-Nya dan beribadah hanya kepada-Nya semata serta amal-amal shalih di Hari Kiamat, maka dia mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah yang lebih baik dan lebih utama darinya, yaitu surga.
Mereka juga aman dari ketakutan yang paling besar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sedangkan mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari kejutan yang dahsyat pada hari itu.
(An Naml:89)

Sama seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat).
(Al Anbiyaa:103)

Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari kiamat.
(Fussilat: 40)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).
(Saba’:37)


Kata Pilihan Dalam Surah An Naml (27) Ayat 89

FAZA’
فَزَع

Arti kata faza’a adalah perasaan tidak suka dan tertekan yang dialami oleh seseorang karena menghadapi sesuatu yang menakutkan. Perasaan seperti ini merupakan bentuk dari kekuatiran, kecemasan dan kerisauan.

Al Fayruiz Abadi mengatakan baawa arti faza’a adalah kepanikan dan ketakutan, bentuk jamaknya adalah afzaa’.

Kata ini diulang dua kali dalam Al Qur’an, yaitu pada surah:
-Al Anbiyaa’ (21), ayat 103;
-An Naml (27): 89.

Dalam kedua ayat tersebut kata faza’a digunakan untuk menggambarkan dahsyatnya keadaan yang terjadi pada hari kiamat, sehingga semua manusia panik, takut, cemas, khawatir dan risau.

Ibn Abbas mengatakan bahawa yang dimaksudkan dengan faza’al akbar adalah keadaan dahsyat yang menakutkan pada hari kiamat, ketika manusia dibangkitkan dari kubur.

Sedangkan Imam Al Hasan Al Basri mengatakan bahawa maksud faza’al akbar adalah ketika manusia digiring menuju neraka.

Abu As Su’ud turut menjelaskan bahawa rasa takut itu muncul setelah perhitungan amal selesai dan manusia diperlihatkan seksa dan azab. Namun pada kedua ayat di atas Allah menegaskan bahawa orang-orang yang beriman dan beramal kebajikan tidak akan merasa susah ataupun khawatir menghadapi keadaan tersebut. Mereka aman dari kecemasan dan kerisauan yang dirasakan oleh orang kafir.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:430

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu’araa’.

Dinamai dengan “An Naml”,
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan “An Naml” (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni’mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah ni’mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu’min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu’min
Al Qur’an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu’minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur’an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah An Naml (93 ayat)

Audio

Qari Internasional

An Naml (27) ayat 89 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
An Naml (27) ayat 89 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
An Naml (27) ayat 89 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An Naml - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 93 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah27
Nama SurahAn Naml
Arabالنمل
ArtiSemut
Nama lainSulaiman, Tha Sin
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu48
JuzJuz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat93
Jumlah kata1166
Jumlah huruf4795
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnyaSurah Al-Qasas
4.5
Ratingmu: 4.9 (21 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/27-89







Pembahasan ▪ tafsir pendidikan surah an-naml ayat 89-90

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta