QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 86 [QS. 27:86]

اَلَمۡ یَرَوۡا اَنَّا جَعَلۡنَا الَّیۡلَ لِیَسۡکُنُوۡا فِیۡہِ وَ النَّہَارَ مُبۡصِرًا ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوۡمٍ یُّؤۡمِنُوۡنَ
Alam yarau annaa ja’alnaallaila liyaskunuu fiihi wannahaara mubshiran inna fii dzalika li-aayaatin liqaumin yu’minuun(a);

Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi?
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
―QS. 27:86
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan malam dan siang ▪ Azab orang kafir
27:86, 27 86, 27-86, An Naml 86, AnNaml 86, An-Naml 86

Tafsir surah An Naml (27) ayat 86

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 86. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah menyampaikan berita yang sangat menakutkan tentang kedahsyatan Hari Kiamat, maka Allah subhanahu wa ta’ala pada ayat ini mengemukakan dalil-dalil keesaan-Nya, tentang kepastian akan datangnya hari berbangkit dan dalil-dalil tentang benarnya Muhammad ﷺ sebagai utusan Allah.
Apakah orang-orang yang mendustakan Hari Kiamat itu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan waktu itu ada siang dan ada malam, yang datangnya secara bergiliran.
Malam untuk waktu istirahat dari kesibukan dan kelelahan bekerja pada siang harinya, untuk berkumpul secara santai dengan keluarganya di rumahnya masing-masing, dan untuk memulihkan kembali seluruh tenaga dan kekuatan guna menyelesaikan tugas pada keesokan harinya.
Hari yang terang benderang telah menunggu mereka pula untuk melanjutkan usaha mereka mencari nafkah bagi diri dan keluarganya.
Tidakkah mereka memikirkan, bahwa kesemuanya diatur dan dikemudikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Yang Maha Kuasa, yang dapat menghidupkan dan mematikan dan membangkitkan mereka setelah mati?
Kejadian yang diatur secara rapi dan teratur itu menjadi dalil pula atas kebenaran para rasul yang diutus Allah kepada manusia.
Sebagaimana siang dan malam banyak mengandung manfaat dan faedah bagi kehidupan manusia, maka demikian pula diutusnya para Rasul itu membawa kemanfaatan yang besar sekali bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia sampai di akhirat.
Sesungguhnya pada kejadian-kejadian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka telah menyaksikan bahwa Allah menciptakan malam sebagai waktu istirahat, meciptakan siang terang benderang sebagai waktu bekerja dan mencari nafkah.
Pada gejala-gejala alam itu sungguh terdapat bukti-bukti yang jelas akan ketuhanan dan kemahaesaan Allah bagi orang-orang yang mau merenungkan lalu beriman kepada-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan) maksudnya telah menciptakan (malam supaya mereka beristirahat padanya) sama dengan orang-orang lain (dan siang yang menerangi?) supaya mereka dapat berusaha padanya.

(Sesuugguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda) yang menunjukkan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala (bagi orang-orang yang beriman) di sini hanya disebutkan mereka yang beriman, karena hanya mereka sajalah yang dapat mengambil manfaat dari hal ini untuk mempertebal keimanan mereka, berbeda halnya dengan orang-orang kafir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang-orang yang mendustakan tersebut tidak memperhatikan ayat-ayat Kami, bahwa Kami menjadikan malam sebagai waktu istirahat dan mereka pun tidur padanya, sedangkan siang sebagai waktu untuk berusaha demi kehidupan mereka??
Sesungguhnya pada pengaturan malam dan siang mengandung petunjuk bagi kaum yang beriman kepada kesempurnaan kuasa Allah, keesaan-Nya dan keagungan nikmat-nikmat-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya.
(An Naml:86)

Yaitu di malam yang gelap, agar mereka dapat beristirahat dan jiwa mereka menjadi tenang serta tubuh mereka diam untuk istirahat dari kelelahan dan kepayahannya selama siang harinya.

dan siang yang menerangi.
(An Naml:86)

Yakni terang benderang untuk memudahkan mereka bekerja dan mencari upaya penghidupan, juga bepergian, berniaga, dan lain sebagainya yang menjadi urusan keperluan mereka.

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
(An Naml:86)


Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu’araa’.

Dinamai dengan “An Naml”,
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan “An Naml” (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni’mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah ni’mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu’min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu’min
Al Qur’an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu’minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur’an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah An Naml (93 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Naml (27) ayat 86 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Naml (27) ayat 86 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Naml (27) ayat 86 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Naml - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 93 & Terjemahan


Gambar

[ngg src=”tags” ids=”27-86″ display=”basic_thumbnail” images_per_page=”6″ number_of_columns=”2″ order_direction=”DESC”]



Statistik Q.S. 27:86
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah27
Nama SurahAn Naml
Arabالنمل
ArtiSemut
Nama lainSulaiman, Tha Sin
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu48
JuzJuz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat93
Jumlah kata1166
Jumlah huruf4795
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnyaSurah Al-Qasas
4.8
Ratingmu: 4.6 (28 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/27-86







Pembahasan ▪ qs an naml ayat 86

Video

Panggil Video Lainnya

[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta