Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Najm (Bintang) – surah 53 ayat 11 [QS. 53:11]

مَا کَذَبَ الۡفُؤَادُ مَا رَاٰی
Maa kadzabal fu’aadu maa raa;
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

―QS. An Najm [53]: 11

Daftar isi

The heart did not lie (about) what it saw.
― Chapter 53. Surah An Najm [verse 11]

مَا tidak

Not
كَذَبَ mendustakan

lied
ٱلْفُؤَادُ hati itu

the heart
مَا apa

what
رَأَىٰٓ dia lihat

it saw.

Tafsir Quran

Surah An Najm
53:11

Tafsir QS. An-Najm (53) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa kebanyakan manusia menyangka bahwa ia telah menggambarkan apa yang dilihatnya, padahal hatinya belum yakin terhadap apa yang telah ia lihat, tidak demikian penglihatan dan keyakinan Muhammad ﷺ terhadap Jibril meskipun kedatangannya kepada Muhammad ﷺ kerap kali berbeda bentuknya, karena Muhammad ﷺ telah mengetahui bentuk yang aslinya.



Karena Allah ﷻ menguatkan keterangan bahwa kedatangan Jibril menyamar dalam bentuk seorang sahabat yang bernama Dihyah Al-Kalbi tidaklah menghilangkan ciri-cirinya karena Muhammad ﷺ pernah melihat bentuknya yang asli sebelum itu, yaitu di Gua Hira ketika menerima wahyu pertama, walaupun kemudian Jibril menampakkan diri lagi dengan rupa yang lain.

Tafsir QS. An Najm (53) : 11. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Hati Muhammad tidak mengingkari apa yang dilihat oleh matanya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Alquran itu diajarkan kepada Muhammad oleh malaikat yang sangat kuat, yaitu Jibril alaihisalam yang berakal cerdas.
Jibril menampakkan diri kepada Rasulullah dalam bentuk aslinya, sedangkan ia berada di ufuk yang tinggi.


Kemudian ia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
Ia sedemikian dekat dengan Muhammad sepanjang dua busur panah atau lebih, bahkan lebih dekat lagi.


Lalu, Allah menyampaikan kepada hamba-Nya Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang telah Dia wahyukan melalui perantara Jibril alaihisalam.
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tiada mendustakan) dapat dibaca Kadzaba atau Kadzdzaba, artinya tiada mengingkari


(hati) atau kalbu Nabi ﷺ


(apa yang telah dilihatnya) dengan mata kepalanya sendiri tentang rupa malaikat Jibril.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Khalid, dari Musa ibnu Ubaidah, dari Muhammad ibnu Ka’b yang mengatakan bahwa para sahabat pernah bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah Engkau pernah melihat Tuhanmu?"
Maka beliau ﷺ menjawab:
Aku melihat-Nya dengan pandangan hatiku sebanyak dua kali.
Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
(QS. An-Najm [53]: 11)

Ibnu Jarir meriwayatkan hadis ini dari Ibnu Humaid, dari Mahran, dari Musa ibnu Ubaidah, dari Muhammad ibnu Ka’b, dari sebagian sahabat Nabi ﷺ yang menceritakan bahwa kami bertanya,
"Wahai Rasulullah ﷺ, apakah engkau pernah melihat Tuhanmu?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Aku tidak melihat-Nya dengan mataku, tetapi aku melihat-Nya dengan mata hatiku sebanyak dua kali.
Kemudian beliau ﷺ membaca firman-Nya:
Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat (lagi).
(QS. An-Najm [53]: 8)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan pula kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah Al-Ansari, telah menceritakan kepadaku Abbad ibnu Mansur yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ikrimah tentang makna firman-Nya:
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
(QS. An-Najm [53]: 11)
Maka Ikrimah menjawab,
"Apakah engkau ingin agar aku menceritakan kepadamu bahwa beliau ﷺ pernah melihat-Nya?"
Aku menjawab,
"Ya."
Ikrimah berkata,
"Benar, beliau telah melihat-Nya, kemudian melihat-Nya lagi."
Abbad ibnu Mansur mengatakan bahwa lalu ia bertanya kepada Al-Hasan tentang masalah ini.
Maka Al-Hasan menjawab, bahwa Nabi ﷺ pernah melihat Keagungan, Kebesaran, dan Kemuliaan-Nya.


Telah menceritakan pula kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Mujahid, telah menceritakan kepada kami Abu Amir Al-Aqdi, telah menceritakan kepada kami Abu Khaldah, dari Abul Aliyah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya,
"Apakah engkau pernah melihat Tuhanmu?"
Nabi ﷺ menjawab:
Aku melihat sungai, dan aku melihat di balik sungai ada hijab, dan aku melihat di balik hijab ada nur (cahaya);
aku tidak melihat selain itu.

Hadis ini garib sekali.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Aswad ibnu Amir, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Qatadah, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Aku telah melihat Tuhanku.

Maka sesungguhnya hadis ini sanadnya dengan syarat sahih, tetapi hadis ini merupakan ringkasan dari hadis Manam (mimpi Nabi ﷺ), seperti yang juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad;
disebutkan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ayyub dari Abu Qilabah, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
bahwa Tuhannya datang kepadanya dalam penampilan yang terbaik —yakni dalam mimpinya—.
Lalu Tuhan berfirman,
"Hai Muhammad, tahukah kamu mengapa mala’ul a’la (para malaikat penghuni langit) berselisih?"
Aku (Nabi ﷺ) menjawab,
"Tidak."
Lalu Allah meletakkan tangan -Nya di antara kedua tulang belikatku, hingga aku merasakan kesejukannya menembus sampai kepada kedua susuku, atau leherku, maka sejak itu aku mengetahui semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Hai Muhammad, tahukah kamu, apakah yang diperselisihkan oleh al-mala’ul a’la?
Aku menjawab,
"Ya, mereka berselisih tentang kifarat-kifarat dan derajat-derajat."
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Hai Muhammad, apakah kifarat itu?"
Aku menjawab,
"Diam di masjid seusai menunaikan tiap-tiap salat (fardu), berjalan melangkahkan kaki menuju ke tempat-tempat salat berjamaah, dan menyempurnakan wudu di saat-saat yang tidak disukai.
Barang siapa yang mengerjakan hal tersebut, niscaya hidup dengan baik dan mati dengan baik, sedangkan mengenai dosa-dosanya (diampuni hingga) seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya."
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Hai Muhammad, apabila engkau salat, ucapkanlah doa ini, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau kekuatan untuk mengerjakan amal-amal kebaikan dan menghindari kemungkaran-kemungkaran dan menyukai orang-orang miskin.
Dan apabila Engkau hendak menimpakan cobaan kepada hamba-hamba-Mu, cabutlah aku kembali ke sisi-Mu dalam keadaan tidak terkena cobaan’."
Nabi ﷺ bersabda,
"Dan derajat-derajat itu ialah memberi makan (kaum fakir miskin), menyebarkan salam, dan mengerjakan salat di malam hari di saat manusia tenggelam dalam tidurnya."


Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Mu’az dalam tafsir surat Sad.

Ibnu Jarir meriwayatkan hadis ini melalui jalur lain dari Ibnu Abbas dengan teks yang berbeda dan disertai tambahan yang garib.
Untuk itu Ibnu Jarir mengatakan:

telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Isa At-Tamimi, telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnu Umar Ibnu Sayyar, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Sa’id ibnu Zurabi, dari Umar ibnu Sulaiman, dari Ata, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda,
"Aku pernah melihat Tuhanku dalam penampilan yang terbaik, lalu Dia berfirman kepadaku, ‘Hai Muhammad, tahukah kamu apakah yang diperselisihkan oleh al-mala’ul a’la?
Aku menjawab, ‘Tidak, wahai Tuhanku,’ lalu Dia meletakkan tangan -Nya di antara kedua tulang belikatku, maka aku merasakan kesejukannya menembus sampai ke susuku (dadaku), dan aku mengetahui semua yang terjadi di langit dan yang di bumi.
Lalu aku berkata, ‘Ya Tuhanku, mereka berselisih tentang derajat-derajat dan kifarat-kifarat;
melangkahkan kaki menuju ke salat Jumat, dan menunggu datangnya waktu salat lain sesudah menunaikan salat.’ Aku berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menjadikan Ibrahim sebagai khalil (kekasih)-Mu, dan Engkau telah berbicara langsung kepada Musa, dan Engkau telah melakukan anu dan anu.’ Maka Allah subhanahu wa ta’ala menjawab, ‘Bukankah Aku telah melapangkan dadamu, bukankah Aku telah menghapus semua dosamu, dan bukankah Aku telah melakukan anu untukmu dan bukankah Aku telah melakukan anu untukmu?’ Lalu Allah subhanahu wa ta’ala membukakan bagiku banyak hal yang Dia tidak memberi izin kepadaku menceritakannya kepada kalian."

Ibnu Abbas mengatakan bahwa itulah yang dimaksud oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Kitab-Nya yang mengatakan:
Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
(QS. An-Najm [53]: 8-11)

Maka Dia menjadikan cahaya penglihatanku ke dalam hatiku, dan aku melihat-Nya dengan hatiku.


Tetapi hadis ini daif.

Al-Hafiz ibnu Asakir telah meriwayatkan berikut sanadnya sampai kepada Hubar ibnul Aswad r.a., bahwa Atabah ibnu Abu Lahab ketika berangkat menuju negeri Syam dalam misi dagangnya, sebelumnya ia mengatakan kepada penduduk Mekah,
"Ketahuilah, bahwa aku tidak percaya dengan malaikat yang mendekat, lalu bertambah dekat lagi."
Kemudian perkataannya itu sampai terdengar oleh Rasulullah ﷺ, maka beliau bersabda,
"Allah akan melepaskan salah seekor dari singa-singaNya untuk menyerangnya."
Hubar mengatakan bahwa ia ada bersama kafilah yang menuju ke negeri Syam itu, lalu kami beristirahat di suatu tempat yang terkenal banyak singanya.
Hubar menceritakan bahwa ia benar-benar melihat ada seekor singa yang datang, kemudian singa itu mengendus kepala tiap-tiap orang dari kaum seorang demi seorang, hingga sampailah pada Atabah, lalu ia langsung menyambar kepalanya di antara mereka.

Ibnu Ishaq dan lain-lainnya menyebutkan di dalam kitab Sirah, bahwa peristiwa itu terjadi di Az-Zarqa, dan menurut pendapat yang lain di As-Surrah.
Disebutkan bahwa malam itu Atabah dicekam oleh rasa takut, lalu mereka menempatkan Atabah di tengah-tengah di antara mereka;
mereka tidur di sekelilingnya.
Lalu datanglah seekor singa dan mengaum, kemudian melangkahi mereka semua menuju ke tempat Atabah dan langsung menyambar kepalanya.

Unsur Pokok Surah An Najm (النجم)

Surat An Najm terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al lkhlash.

Nama "An Najm" (Bintang), diambil dari perkataan "An Najm" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Allah bersumpah dengan "An Najm" (bintang) adalah karena bintang-bintang yang timbul dan tenggelam, amat besar manfaatnya bagi manusia sebagai pedoman bagi manusia dalam melakukan pelayaran di lautan, dalam perjalanan di padang pasir, untuk menentukan peredaran musim dan sebagainya.

Keimanan:

Alquran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan perantaraan Jibril `alaihis salam.
▪ Kebatilan penyembah berhala.
▪ Tak ada seseorangpun memberi syafa’at tanpa izin Allah.
▪ Tiap-tiap orang hanya memikul dosanya sendiri.

Hukum:

▪ Kewajiban menjauhi dosa-dosa besar.
▪ Kewajiban bersujud dan menyembah Allah saja.

Lain-lain:

Nabi Muhammad ﷺ melihat malaikat Jibril 2 kali dalam bentuk aslinya, yaitu sekali waktu menerima wahyu pertama, dan sekali lagi di Sidratul Muntaha.
▪ Anjuran supaya manusia jangan mengatakan dirinya suci karena Allah sendirilah yang mengetahui siapa yang takwa kepada-Nya.
▪ Orang-orang musyrik selalu memperolok-olokkan Alquran.

Audio Murottal

QS. An-Najm (53) : 1-62 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 62 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Najm (53) : 1-62 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 62

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Najm ayat 11 - Gambar 1 Surah An Najm ayat 11 - Gambar 2
Statistik QS. 53:11
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah An Najm.

SuraH An-Najm (bahasa Arab :النّجْم) adalah surah ke-53 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Ikhlas.
Nama An Najm yang berarti bintang, diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 53
Nama Surah An Najm
Arab النجم
Arti Bintang
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 23
Juz Juz 27
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 62
Jumlah kata 359
Jumlah huruf 1432
Surah sebelumnya Surah At-Tur
Surah selanjutnya Surah Al-Qamar
Sending
User Review
4.4 (14 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

53:11, 53 11, 53-11, Surah An Najm 11, Tafsir surat AnNajm 11, Quran An-Najm 11, Surah An Najm ayat 11

Video Surah

53:11


More Videos

Kandungan Surah An Najm

۞ QS. 53:5 • Pengajaran Jibril kepada Nabi tentang syariat

۞ QS. 53:6 • Sifat Jibril

۞ QS. 53:18 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 53:21 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:23 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 53:25 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 53:26 • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Syafaat hanya milik Allah semata • Syafaat para nabi dan malaikat

۞ QS. 53:27 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 53:28 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:30 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 53:31 • Segala sesuatu milik Allah • Keadilan Allah dalam menghakimi • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 53:32 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wasi’ (Maha Luas) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 53:33 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 53:35 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 53:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:38 • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 53:39 • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 53:40 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 53:41 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 53:42 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 53:43 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 53:44 • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 53:45 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 53:46 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 53:47 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 53:48 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 53:49 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 53:50 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:51 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:52 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:53 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:54 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:55 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 53:57 • Nama-nama hari kiamat • Kiamat telah dekat

۞ QS. 53:58 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 53:59 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:60 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:61 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:62 • Kewajiban hamba pada Allah

Ayat Pilihan

Berpeganglah kamu kepada tali (agama) Allah, dan jangan kamu bercerai berai, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kau dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah persatukan hatimu, lalu jadilah kamu karena nikmat Allah, orang yang bersaudara
QS. Ali ‘Imran [3]: 103

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri & suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
QS. Al-A’raf [7]: 55

Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu,
dan bertakwalah kepada Allah & ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya.
Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.
QS. Al-Baqarah [2]: 223

Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang.
Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 5

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Arti al-Kaafirun adalah ...

Correct! Wrong!

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

+

Array

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Kamus Istilah Islam

Tahun Qomariyah

Apa itu Tahun Qomariyah? Kalender qomariyah menggunakan sistem perhitungan bulan , yang ditandai oleh bulan sabit , biasanya diterapkan dalam ajaran Islam sebagai penentuan waktu bagi kaum Muslimin, m...

ibadurahman

Apa itu ibadurahman? iba.du.rah.man hamba-hamba Allah; yayasan ini sama sekali bukan milik keluarga, melainkan milik umat Islam, yakni milik ibadurahman … •

mardud

Apa itu mardud? mar.dud ditolak karena diragukan kebenarannya ; ditolak karena kemusyrikan … •