Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 92 [QS. 16:92]

وَ لَا تَکُوۡنُوۡا کَالَّتِیۡ نَقَضَتۡ غَزۡلَہَا مِنۡۢ بَعۡدِ قُوَّۃٍ اَنۡکَاثًا ؕ تَتَّخِذُوۡنَ اَیۡمَانَکُمۡ دَخَلًۢا بَیۡنَکُمۡ اَنۡ تَکُوۡنَ اُمَّۃٌ ہِیَ اَرۡبٰی مِنۡ اُمَّۃٍ ؕ اِنَّمَا یَبۡلُوۡکُمُ اللّٰہُ بِہٖ ؕ وَ لَیُبَیِّنَنَّ لَکُمۡ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ مَا کُنۡتُمۡ فِیۡہِ تَخۡتَلِفُوۡنَ
Walaa takuunuu kaallatii naqadhat ghazlahaa min ba’di quu-watin ankaatsan tattakhidzuuna aimaanakum dakhalaa bainakum an takuuna ummatun hiya arba min ummatin innamaa yabluukumullahu bihi walayubai-yinanna lakum yaumal qiyaamati maa kuntum fiihi takhtalifuun(a);
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.
Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain.
Allah hanya menguji kamu dengan hal itu, dan pasti pada hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.
―QS. An Nahl [16]: 92

Daftar isi

And do not be like she who untwisted her spun thread after it was strong (by) taking your oaths as (means of) deceit between you because one community is more plentiful (in number or wealth) than another community.
Allah only tries you thereby.
And He will surely make clear to you on the Day of Resurrection that over which you used to differ.
― Chapter 16. Surah An Nahl [verse 92]

وَلَا dan jangan
And (do) not
تَكُونُوا۟ kalian menjadi
be
كَٱلَّتِى seperti orang perempuan
like her who
نَقَضَتْ merusak/mengurai
untwists
غَزْلَهَا benangnya
her spun yarn
مِنۢ dari
after *[meaning includes next or prev. word]
بَعْدِ sesudah
after *[meaning includes next or prev. word]
قُوَّةٍ kuat
strength
أَنكَٰثًا tenunan/pintal
(into) untwisted strands;
تَتَّخِذُونَ kamu menjadikan
you take
أَيْمَٰنَكُمْ sumpahmu
your oaths
دَخَلًۢا tipu daya
(as) a deception
بَيْنَكُمْ diantara kamu
between you,
أَن bahwa
because
تَكُونَ kamu adalah
is
أُمَّةٌ umat/golongan
a community
هِىَ ia
[it]
أَرْبَىٰ lebih banyak
more numerous
مِنْ dari
than
أُمَّةٍ umat/golongan
(another) community.
إِنَّمَا sesungguhnya hanyalah
Only,
يَبْلُوكُمُ mengujimu
Allah tests you *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah
Allah tests you *[meaning includes next or prev. word]
بِهِۦ dengannya
by it.
وَلَيُبَيِّنَنَّ dan sungguh Dia akan menjelaskan
And He will make clear
لَكُمْ bagi kalian
to you
يَوْمَ pada hari
(on) the Day
ٱلْقِيَٰمَةِ kiamat
(of) the Resurrection,
مَا apa
what
كُنتُمْ kalian adalah
you used (to)

Tafsir Al-Quran

Surah An Nahl
16:92

Tafsir QS. An Nahl (16) : 92. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah mengumpamakan orang yang melanggar perjanjian dan sumpah itu sebagai seorang wanita yang mengurai benang yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.
Demikian itu adalah gambaran tingkah laku orang gila dan orang bodoh.


Pelanggaran terhadap bai’at perjanjian atau sumpah berarti menjadikan sumpah sebagai alat penipuan sesama manusia.
Sebab jika satu golongan atau seseorang membuat perjanjian dengan golongan lain yang lebih besar dan kuat daripadanya untuk menenteramkan hati mereka, kemudian jika ada kesempatan, dia mengkhianati perjanjian itu, maka tingkah laku seperti demikian itu dipandang sebagai suatu penipuan.


Allah ﷻ melarang tingkah laku demikian karena termasuk perbuatan bodoh dan gila, walaupun dia dari golongan yang kecil berhadapan dengan golongan yang besar.
Lebih terlarang lagi jika golongan besar membatalkan perjanjian terhadap golongan yang lebih kecil.


Diriwayatkan bahwa Mu’awiyah, khalifah pertama Dinasti Bani Umaiyyah, pernah mengadakan perjanjian damai dengan Kaisar Romawi dalam jangka tertentu.
Menjelang akhir perjanjian damai tersebut, Mu’awiyah membawa pasukannya ke perbatasan dengan rencana bila saat perjanjian itu berakhir dia langsung akan menyerang.

Lalu seorang sahabat bernama Amr bin Anbasah berkata kepadanya,
"Allahu Akbar, wahai Mu’awiyah, tepatilah janji, jangan khianat, aku pernah mendengar Rasul ﷺ bersabda:


Barang siapa ada perjanjian waktu antara dia dengan golongan lain, maka sekali-kali janganlah dia membatalkan perjanjian itu sampai habis waktunya.
(Riwayat Imam Ahmad)


Setelah Mu’awiyah mendengarkan peringatan temannya itu, dia pun pulang membawa kembali pasukannya.

Demikianlah Islam menetapkan ketentuan-ketentuan dalam tata pergaulan antara manusia untuk menguji di antara mereka siapakah yang paling kuat berpegang kepada perjanjian yang mereka adakan sendiri, baik perjanjian itu kepada Allah dan rasul-Nya seperti bai’at, ataupun kepada sesama manusia.
Pada hari kiamat kelak akan kelihatan:
mana yang hak dan mana yang batil serta mana yang jujur dan mana yang khianat.

Segala perselisihan akan dijelaskan, masing-masing akan mendapat ganjaran dari Allah ﷻ

Tafsir QS. An Nahl (16) : 92. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Janganlah kalian–dalam mengingkari sumpah setelah sumpah itu dikukuhkan–seperti perempuan gila yang sedang menenun dengan tekun, hingga ketika telah menjadi kain, tenunan itu dirusaknya kembali hingga bercerai berai.
Sementara itu pula kalian menjadikan sumpah sebagai alat untuk menipu dan memperdayai kelompok lain karena kalian merasa lebih banyak dan lebih kuat dari mereka, atau dengan tujuan memihak kelompok lain yang menjadi musuh mereka karena kelompok baru itu lebih kuat.


Atau kalian bermaksud mencari kekuatan dengan cara berkhianat.
Ketahuilah, bahwa semua itu adalah ujian dari Allah.


Apabila kalian memilih untuk menepati janji, maka kalian akan mendapat keuntungan dunia-akhirat.
Sebaliknya jika kalian memilih berkhianat, kalian akan merugi.


Di hari kiamat Allah akan menjelaskan persoalan-persoalan yang kalian perselisihkan di dunia selama ini dan akan memberi balasan sesuai amal perbuatan kalian[1].


[1] Kedua ayat di atas memberikan pernyataan bahwa asas hubungan antar muslim dan non muslim, selain keadilan, adalah menepati janji.


Kedua ayat ini pun menegaskan bahwa hubungan antarnegara hanya bisa terjalin dengan menepati janji, dan bahwa negara- negara Islam, setiap kali mengadakan perjanjian selalu didasarkan pada penyebutan nama Allah yang mengandung janji dan jaminan- Nya.
Ada tiga hal yang jika dilaksanakan oleh negara-negara di dunia, maka cita-cita perdamaian akan tercapai.


Pertama, perjanjian antarnegara yang telah dibuat bersama tidak dibenarkan sama sekali untuk dijadikan sebagai alat menipu.
Dan upaya penipuan selamanya tidak dapat dibenarkan dalam hubungan kemanusiaan secara total, baik pada tataran individu, masyarakat dan bangsa.


Kedua, menepati janji adalah sebuah kekuatan.
Sehingga siapa pun pihak yang melanggar perjanjian, sama artinya merobohkan unsur- unsur kekuatan yang telah dibangunnya, persis seperti perempuan bodoh yang merusak tenunannya sendiri setelah selesai.
Ketiga, melanggar perjanjian adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun seperti upaya membangun kekuatan sendiri, melegitimasi tindakan-tindakan ekspansif dan sebagainya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Janganlah kalian membatalkan janji kalian, sehingga perumpamaan kalian seperti perempuan yang memintal benang dengan kuat, kemudian ia menguraikannya.
Kalian menjadikan sumpah-sumpah yang kalian ucapkan ketika mengadakan perjanjian sebagai alat penipu terhadap orang-orang yang kalian mengadakan perjanjian dengan mereka.


Kalian membatalkan janji, ketika kalian mendapati suatu kelompok yang lebih banyak harta dan manfaatnya daripada orang-orang yang kalian berjanji kepada mereka.
Sesungguhnya Allah hanyalah menguji kalian dengan apa yang diperintahkan kepada kalian berupa menepati janji, dan melaarang kalian dari membatalkannya.


Sungguh Dia akan menjelaskan kepada kalian pada hari kiamat apa yang dahlu kalian perselisihkan di dunia, yaitu beriman kepada Allah dan kenabian Muhammad

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan) merusak


(benangnya) hasil apa yang telah dipintalnya


(yang sudah dipintal dengan kuat) sudah dijadikan benang


(menjadi cerai-berai kembali) lafal ankaatsan berkedudukan menjadi hal, bentuk jamak daripada lafal naktsun, artinya mencerai-beraikan benang yang sudah dipintal kuat.
Hal ini merupakan gambaran tentang seorang wanita penduduk kota Mekah, ia setiap hari memintal benang, tetapi sesudah benang itu jadi, lalu ia uraikan kembali, wanita itu dikenal sebagai wanita yang tolol


(kalian menjadikan) lafal tattakhidzuuna menjadi hal dari dhamir lafal takuunuu, artinya janganlah kalian seperti wanita yang tolol itu, yaitu kalian menjadikan


(sumpah kalian sebagai alat penipu) arti dakhalan ialah memasukkan sesuatu bukan pada tempatnya dan ia bukan merupakan bagian daripadanya, makna yang dimaksud ialah menimbulkan kerusakan atau tipu muslihat


(di antara kalian) seumpamanya kalian merusak sumpah itu


(disebabkan) lafal an di sini asalnya lian


(adanya satu golongan) satu kelompok


(yang lebih banyak) jumlahnya


(dari golongan yang lain).
Disebutkan bahwa mereka mengadakan sumpah perjanjian pertahanan dengan suatu golongan, tetapi bila mereka melihat ada golongan yang lain yang lebih kuat dan lebih banyak jumlahnya, lalu mereka merusak dan membatalkan perjanjiannya dengan golongan yang pertama itu, kemudian mereka mengadakan perjanjian pertahanan dengan golongan yang baru dan yang lebih kuat itu.


(Sesungguhnya kalian dicoba) diuji


(oleh Allah dengannya) yakni dengan perintah supaya kalian memenuhi sumpah, agar Dia melihat siapakah yang taat di antara kalian dan siapa yang durhaka.
Atau membuat suatu umat yang kuat agar Dia melihat apakah mereka memenuhi janjinya atau tidak.


(Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepada kalian apa yang dahulu kalian perselisihkan itu) sewaktu di dunia menyangkut masalah sumpah dan masalah-masalah lainnya, kelak Dia akan mengazab orang yang melanggar sumpahnya dan akan memberi pahala kepada orang yang memenuhinya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang meng­uraikan benangnya sesudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai-berai kembali.

Abdullah ibnu Kasir dan As-Saddi mengatakan bahwa wanita itu adalah seorang wanita yang kurang akalnya, ia tinggal di Mekah di masa silam.
Apabila telah memintal sesuatu, ia menguraikannya kembali sesudah kuat pintalannya.

Mujahid, Qatadah, dan Ibnu Zaid mengatakan, hal ini merupakan perumpamaan bagi orang yang membatalkan sumpahnya sesudah mengukuhkannya.
Pendapat ini lebih kuat dan lebih jelas, tanpa memandang apakah di Mekah ada wanita yang menguraikan pintalannya itu ataukah tidak.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…menjadi cerai-berai kembali.

Dapat diartikan bahwa lafaz ankasa ini adalah isim masdar, artinya ‘wanita itu menguraikan kembali pintalannya menjadi cerai-berai’.
Dapat pula diartikan sebagai badal dari khabar kana, yakni ‘janganlah kalian menjadi orang yang gemar melanggar sumpahnya’, bentuk jamak dari نَكْثٍ berasal dari نَاكِثٍ.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

…kalian menjadikan sumpah (perjanjian) kalian sebagai alat penipu di antara kalian.

Yakni makar dan tipu muslihat.

disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak dari golongan yang lain.
(QS. Al-Hijr [15]: 92)

Artinya, kalian mau berpakta dengan orang lain bila mereka lebih banyak jumlahnya daripada jumlah kalian demi ketenangan kalian.
Tetapi bila kalian mempunyai kesempatan untuk berkhianat, maka kalian berkhianat terhadap mereka.
Karenanya Allah subhanahu wa ta’ala, melarang sikap tersebut, sebagai gambaran pihak yang sedikit terhadap pihak yang lebih banyak.
Bilamana dalam keadaan demikian Allah subhanahu wa ta’ala, melarangnya, maka terlebih lagi bila disertai dengan kemampuan dan kekuatan (untuk berbuat khianat), tentunya lebih dilarang.

Dalam surat Al-Anfal telah kami ceritakan kisah Mu’awiyah, ketika terjadi perjanjian gencatan senjata antara dia dengan Raja Romawi.
Manakala perjanjian gencatan senjata itu hampir habis, Mu’awiyah berangkat bersama pasukannya menyerang mereka.
Dan tepat di saat habisnya masa gencatan senjata, Mu’awiyah telah berada di dekat negeri mereka, maka Mu’awiyah langsung menyerang mereka tanpa menyadari bahwa Mu’awiyahlah pihak yang menyerang (yang memulai dahulu).
Maka berkatalah Amr ibnu Anbasah kepadanya,
"Allah Mahabesar, hai Mu’awiyah.
Tepatilah perjanjianmu, janganlah kamu berbuat khianat! Karena aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

‘Barang siapa yang antara dia dan suatu kaum terdapat suatu perjanjian, maka janganlah dia melepaskan ikatannya sebelum habis masa berlakunya’."

Maka Mu’awiyah r.a. surut mundur dan pulang bersama pasukannya.


Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
disebabkan adanya suatu golongan yang lebih banyak daripada golongan yang lain.
(QS. Al-Hijr [15]: 92)
Arba artinya lebih banyak, yakni lebih kuat.


Mujahid mengatakan, dahulu di masa Jahiliah mereka biasa mengadakan perjanjian pakta di antara sesama mereka.
Bilamana suatu golongan menjumpai golongan lain yang lebih banyak jumlahnya daripada diri mereka serta lebih kuat, maka dirusaknyalah perjanjian pakta yang ada, lalu mereka mengadakan perjanjian pakta yang baru dengan golongan yang lebih kuat itu.
Maka dilaranglah mereka dari perbuatan seperti itu.
Ad-Dahhak, Qatadah, dan Ibnu Zaid telah mengatakan hal yang semisal.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Sesungguhnya Allah hanya menguji kalian dengan hal itu.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan, makna yang dimaksud ialah Allah menguji mereka dengan adanya golongan yang lebih banyak.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa Allah sengaja menguji kalian melalui perintah-Nya yang menganjurkan agar kalian memenuhi janji kalian.

Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepada kalian apa yang dahulu kalian perselisihkan.

Kemudian Allah akan memberikan balasan kepada setiap orang yang beramal sesuai dengan baik buruk amalnya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nahl (16) Ayat 92

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abu Bakr bin Abi Hafsh bahwa Sa’idah al-Asadiyyah adalah seorang gila, yang kerjannya hanyalah mengepang dan mengurai kembali rambutnya berulang kali.
Ayat ini (an-Nahl: 92) turun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang selalu mengikat janji, tapi tidak menepatinya.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nahl (16) Ayat 92

ANKAATSA
أَنكَٰثً

Ia adalah bentuk jamak dari kata an nakts yang berarti apa yang dirobek dari kemah dan baju usang, kemudian dipintal kembali.

Kata ini apabila disandarkan kepada al ‘ahd bermakna melanggar ataupun membatalkan perjanjian.
Ungkapan hablun nukitsa bermakna tali yang dirusakkan.

Lafaz ankaatsa disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah An Nahl (16) ayat 92.
Ibnu Katsir berpendapat, lafaz ini mengandung dua alternatif.

Pertama, ia menjadi ism masdar yang bermakna anqadha (penguraian).
Kedua, ia menjadi khabar (predikat) bagi lafaz kaana yang bermaksud janganlah menjadi orang yang menguraikan.

Ibnu Manzur berkata,
"Makna lafaz ankaatsa dalam ayat ini ialah pintalan dari bulu (domba) atau rambut yang dipintal dan ditenun.
Apabila tenunan atau pintalan itu usang, ia dipotong kecil dan benangnya yang terpintal itu dilepaskan satu-persatu, ia dicampurkan dengan bulu atau benang yang baru dan dilekatkan dengannya, lalu dipukul dengan palu, dipintal-pintal sekali lagi dan digunakan kembali."

At Tabari berkata,
"Makna ankaatsaa ialah setiap sesuatu yang dilepaskan atau dirobek setelah dipintal, dan "nakatsa al habl" bermakna ikatan tali dilepaskan selepas menjadi kuat.
Maksud di sini adalah melanggar perjanjian dan ikatan."

Ibnu Qutaibah berkata,
"Ayat ini adalah perumpamaan bagi yang berjanji dengan Allah dan bersumpah dengannya serta mengingkari perjanjian dan sumpahnya itu," sebagaimana disebut dalam ayat Allah dalam surah An Nahl:

وَأَوْفُوا۟ بِعَهْدِ ٱللَّهِ إِذَا عَٰهَدتُّمْ وَلَا تَنقُضُوا۟ ٱلْأَيْمَٰنَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا

Artinya, "Janganlah kamu melanggar janji-janjimu setelah kamu menegaskannya.
Apabila kamu berbuat dernikian, kamu sama seperti seorang perempuan

Kesimpulannya, lafaz ankaatsa bermakna menguraikan atau merobek pintalan yang kokoh.

Maksud ayat di atas adalah perumpamaan bagi mereka yang mengingkari dan melanggar sumpah atau perjanjian yang dikukuhkan dengan nama Allah, yang memintal dan menenun, lalu melepaskan benang tenunan itu sehingga terurai.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:56-57

Unsur Pokok Surah An Nahl (النحل)

Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan "An Nahl" yang berarti "lebah" karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah",
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Alquran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu, ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula "An Ni’am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Keimanan:

▪ Kepastian adanya hari kiamat.
▪ Ke-Esaan Allah.
▪ Kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya.
▪ Pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

▪ Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang dihalalkan.
▪ Kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut seperti marjan dan mutiara.
▪ Dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa.
▪ Kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan.
▪ Kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah.
▪ Larangan membuat buat hukum yang tak ada dasarnya.
▪ Perintah membaca isti’aadzah (a’uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk).
▪ Larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Asal kejadian manusia.
▪ Madu adalah untuk kesehatan manusia.
▪ Nasib pemimpin-pemimpin palsu di hari kiamat.
▪ Pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan.
▪ Ajaran moral di dalam Islam.
▪ Pedoman dakwah dalam Islam.

Audio Murottal

QS. An-Nahl (16) : 1-128 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 128 + Terjemahan Indonesia
QS. An-Nahl (16) : 1-128 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 128

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nahl ayat 92 - Gambar 1 Surah An Nahl ayat 92 - Gambar 2
Statistik QS. 16:92
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, “Lebah”) adalah surah ke-16 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya : “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”.
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Alquran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra’ ayat 82).
Surah ini dinamakan pula “An-Ni’am” artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni’am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra’
Sending
User Review
4.2 (12 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
16:92, 16 92, 16-92, Surah An Nahl 92, Tafsir surat AnNahl 92, Quran An-Nahl 92, Surah An Nahl ayat 92
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 16:92

More Videos

Kandungan Surah An Nahl

۞ QS. 16:1 • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Kiamat telah dekat

۞ QS. 16:2 Tauhid UluhiyyahSifat Masyi’ah (berkehendak) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 16:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 16:7 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 16:8 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:9 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 16:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:11 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:14 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:15 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:16 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:17 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:18 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 16:19 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:20 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:21 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Waktu kiamat tidak diketahui • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:22 Tauhid UluhiyyahAl Wahid (Maha Esa) • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 16:23 • Keluasan ilmu Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:24 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:25 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 16:26 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:27 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:28 • Keluasan ilmu Allah • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir

۞ QS. 16:29 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 16:30 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama surga

۞ QS. 16:31 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Memasuki surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 16:32 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Saat kematian seorang mukmin • Keluarnya ruh orang mukmin

۞ QS. 16:33 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:34 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 16:35 • Mendustai Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 16:36 Tauhid Uluhiyyah • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 16:37 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:38 • Allah menepati janji • Mengingkari hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 16:39 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:40 • Kekuasaan Allah • Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 16:41 • Pahala iman • Perbuatan dan niat • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 16:42 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:44 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:45 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:46 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:47 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 16:48 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid Uluhiyyah

۞ QS. 16:49 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 16:50 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 16:51 Tauhid UluhiyyahAl Wahid (Maha Esa)

۞ QS. 16:52 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 16:53 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:54 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:56 • Mendustai Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 16:57 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba

۞ QS. 16:60 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 16:61 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 16:62 • Mendustai Allah • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Nama-nama surga • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 16:63 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:64 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:65 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:66 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:67 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:68 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:69 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:70 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 16:71 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:72 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:73 Tauhid Uluhiyyah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:74 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:75 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 16:76 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 16:77 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kiamat telah dekat

۞ QS. 16:78 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:79 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:81 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:82 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:83 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:84 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:85 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:86 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 16:87 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:88 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 16:89 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:91 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:93 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 16:94 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:95 • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 16:96 • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 16:97 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 16:98 • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 16:99 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 16:100 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 16:101 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:102 • Allah memperkokoh orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Peranan dan tugas JibrilHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:103 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:104 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Siksa orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 16:105 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 16:106 • Azab orang kafir • Kembali kufur • Siksa orang kafir • Perbuatan dan niat • Dosa-dosa besar

۞ QS. 16:107 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Kebaikan yang ada di alam akhiratHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 16:108 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 16:109 • Azab orang kafir

۞ QS. 16:110 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 16:111 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 16:112 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 16:113 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:115 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbuatan dan niat •

۞ QS. 16:116 • Mendustai Allah • Bid’ah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:117 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:118 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 16:119 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 16:120 • Islam agama para nabi

۞ QS. 16:121 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 16:123 • Islam agama para nabi

۞ QS. 16:124 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 16:125 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:128 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

Ayat Pilihan

Engkau masukkan malam ke dalam siang & Engkau masukkan siang ke dalam malam.
Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati,
Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.
Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)
QS. Ali ‘Imran [3]: 27

Dari apakah Allah menciptakannya?
Dari setetes mani,
Allah menciptakannya lalu menentukannya,
kemudian Dia mematikannya & memasukkannya ke dalam kubur,
kemudian bila Dia menghendaki,
Dia membangkitkannya kembali.
QS. ‘Abasa [80]: 18-22

Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit & di bumi.
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
QS. Fatir [35]: 38

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Pesan utama dari kandungan Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut ...

Correct! Wrong!

+

Array

Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah ...

Correct! Wrong!

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Baqarah adalah surah ke-2 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.121 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.

Pendidikan Agama Islam #26
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #26 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #26 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus Istilah Islam

hasan shahih

Apa itu hasan shahih? Apa yang dimaksud dengan hadits hasan shahih? Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjawab: “Hadits yang diberikan dua penilaian sekaligus ini -yaitu hasan dan shahih- tidaklah l...

Al Maani

Apa itu Al Maani? Allah itu Al-Mani’ . Artinya Maha Pencegah, Allah berkuasa untuk mencegah hamba-hamba-Nya dari perbuatan yang memancing dosa sesuai dengan kehendak-Nya. Tidak semua permohona...

Zainab bint Jahsy

Siapa itu Zainab bint Jahsy? Zainab binti Jahsy bin Ri`ab al-Asadiyyah (زينب بنت جحش بن رئاب الأسدية‎) atau lebih dikenal dengan Zainab binti Jahsy (lahir pada tahun 33 Sebelu...