QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 86 [QS. 16:86]

وَ اِذَا رَاَ الَّذِیۡنَ اَشۡرَکُوۡا شُرَکَآءَہُمۡ قَالُوۡا رَبَّنَا ہٰۤؤُلَآءِ شُرَکَآؤُنَا الَّذِیۡنَ کُنَّا نَدۡعُوۡا مِنۡ دُوۡنِکَ ۚ فَاَلۡقَوۡا اِلَیۡہِمُ الۡقَوۡلَ اِنَّکُمۡ لَکٰذِبُوۡنَ
Wa-idzaa raaal-ladziina asyrakuu syurakaa-ahum qaaluuu rabbanaa ha’ulaa-i syurakaa’unaal-ladziina kunnaa nad’uu min duunika fa-alqau ilaihimul qaula innakum lakaadzibuun(a);

Dan apabila orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata,
“Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau.”
Lalu sekutu mereka menyatakan kepada mereka,
“Kamu benar-benar pendusta.”
―QS. 16:86
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
16:86, 16 86, 16-86, An Nahl 86, AnNahl 86, An-Nahl 86
English Translation - Sahih International
And when those who associated others with Allah see their
“partners,”
they will say,”
Our Lord, these are our partners (to You) whom we used to invoke besides You.”
But they will throw at them the statement,
“Indeed, you are liars.”
―QS. 16:86

 

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 86

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 86. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini disebutkan bahwa ketika orang-orang yang menyekutukan Allah ﷻ melihat sembahan-sembahan mereka pada hari kiamat, mereka pun berkata kepada Allah sambil menuduh sembahan-sembahan itu,
“Mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau.”
Mereka menunjuk kepada sembahan itu untuk mengalihkan dosa yang mereka pikul kepadanya.
Mereka mengira dengan berbuat demikian mereka dapat menghindarkan diri dari azab neraka atau menguranginya.

Sebenarnya mereka sudah mengetahui pasti akan dimasukkan ke dalam neraka, namun sudah menjadi sifat manusia, mereka masih mencari-cari jalan untuk membebaskan diri dari kebinasaan itu.
Keadaan mereka seperti seorang yang akan tenggelam, sehingga akan memegang apa saja yang tersentuh oleh tangan untuk menyelamatkan diri.
Ketika mereka berusaha mengalihkan penderitaan itu kepada sembahan-sembahan mereka, sembahan itu segera melontarkan tuduhan bahwa mereka benar-benar pendusta.
Orang-orang musyrik menyembah selain Allah ﷻ atas kesadaran dan kemauan sendiri, bukan karena perintah dari sembahan-sembahan itu.
Seperti dalam firman Allah:

وَاتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اٰلِهَةً لِّيَكُوْنُوْا لَهُمْ عِزًّا ﴿۸۱﴾ كَلَّا سَيَكْفُرُوْنَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُوْنُوْنَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا ﴿۸۲﴾

Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka.
Sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka.
(Maryam [19]: 81-82)