QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 80 [QS. 16:80]

وَ اللّٰہُ جَعَلَ لَکُمۡ مِّنۡۢ بُیُوۡتِکُمۡ سَکَنًا وَّ جَعَلَ لَکُمۡ مِّنۡ جُلُوۡدِ الۡاَنۡعَامِ بُیُوۡتًا تَسۡتَخِفُّوۡنَہَا یَوۡمَ ظَعۡنِکُمۡ وَ یَوۡمَ اِقَامَتِکُمۡ ۙ وَ مِنۡ اَصۡوَافِہَا وَ اَوۡبَارِہَا وَ اَشۡعَارِہَاۤ اَثَاثًا وَّ مَتَاعًا اِلٰی حِیۡنٍ
Wallahu ja’ala lakum min buyuutikum sakanan waja’ala lakum min juluudil an’aami buyuutan tastakhiffuunahaa yauma zha’nikum wayauma iqaamatikum wamin ashwaafihaa wa-aubaarihaa wa-asy’aarihaa atsaatsan wamataa’an ila hiinin;

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).
―QS. 16:80
Topik ▪ Al Qur’an turun secara berangsur-angsur
16:80, 16 80, 16-80, An Nahl 80, AnNahl 80, An-Nahl 80

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 80

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 80. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan nikmat-nikmat yang dianugerahkan Nya kepada manusia untuk dijadikan tanda keesaan Nya.

Allah menganugerahkan rumah bagi manusia.
Rumah-rumah itu tidak hanya tempat tinggal atau berlindung dari hujan dan panas tetapi juga rumah itu menciptakan suasana aman damai dan tenteram serta menumbuhkan kasih sayang dan rasa kesetiaan di antara penghuninya.
Dari rumah tangga yang baik, lahir manusia yang baik.
Agama Islam menetapkan aturan untuk menjamin kehormatan rumah tempat diam.
Dilarang seorang manusia masuk ke rumah orang lain, sebelum memberi salam kepadanya atau meminta izin dari penghuninya, meskipun dia petugas negara tanpa alasan yang dibenarkan.
Tidak dibenarkan seseorang memeriksa rumah orang lain dengan alasan apapun, tidak boleh mengintai-intai penghuninya sehingga menimbulkan kurang aman bagi keluarga rumah itu.

Demikian itulah dasar pengertian rumah, baik rumah bagi bangsa-bangsa yang sudah menetap ataupun bagi bangsa pengembara.
Kepada bangsa pengembara seperti halnya Badui Allah subhanahu wa ta’ala memberikan nikmat kepada manusia dengan menyediakan kulit binatang ternak untuk keperluan tempat tinggal mereka.
Mereka membangun kemah-kemah dan pondok-pondok mereka dari kulit dan bulu-bulu ternak itu sewaktu mengembara di padang pasir sambil mengembala ternak mereka.
Benda-benda tersebut mudah dan ringan dibawa berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain.
Nikmat Allah lainnya kepada manusia ialah kemanfaatan bulu dan kulit binatang ternak itu untuk keperluan pakaian, alat-alat keperluan rumah tangga dan lain-lainnya.
Seperti bulu domba (wool), kulit unta, bulu kulit kambing.
Barang-barang ini merupakan barang-barang yang dapat mereka perdagangkan sejak zaman dahulu sampai sekarang.

Dari ayat ini, dapat diambil suatu dalil hukum bahwa kulit dan bulu dari ternak yang halal dimakan adalah suci.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah subhanahu wa ta’ala telah membekali kalian dengan kemampuan untuk mendirikan rumah sebagai tempat tinggal.
Allah telah menjadikan untuk kalian dari kulit binatang–onta, sapi, kambing dan sebagainya–tenda-tenda sebagai tempat tinggal dan dapat kalian bawa dengan mudah ketika berjalan dan bermukim.
Allah juga membuat kalian mampu untuk menjadikan rambut dan bulu binatang itu sebagai alas, tempat kalian bersenang-senang hingga ajal yang telah ditentukan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Allah menjadikan bagi kalian rumah-rumah kalian sebagai tempat tinggal) tempat kalian menetap di dalamnya (dan Dia menjadikan bagi kalian rumah-rumah dari kulit binatang ternak) seperti kemah-kemah dan tenda-tenda (yang kalian merasa ringan) ketika membawanya (di waktu kalian berjalan) mengadakan perjalanan (dan waktu kalian bermukim, dan dijadikan-Nya pula, dari bulunya) dari bulu domba (bulu unta) (dan bulu kambing) (alat-alat) perabot rumah tangga kalian, seperti permadani dan perhiasan dinding rumah (dan perhiasan) yang kalian dapat menikmatinya (sampai waktu yang tertentu) sehingga barang-barang itu rusak.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah menjadikan untuk kalian rumah-rumah kalian sebagai istrirahat dan tempat tinggal bersama keluarga kalian, sedang kalian bermukim di pemukiman yang menetap.
Dia menjadikan bagi kalian, saat safar, kemah-kemah dari kulit binatang ternak yang ringan kalian bawa pada waktu bepergian, dan ringan untuk kalian dirikan pada waktu kalian bermukim setelah menempuh perjalanan.
Dia menjadikan untuk kalian dari bulu domba, onta dan kambing, sebagai perkakas bagi kalian berupa selimut, pakaian, penutup, permadani dan perhiasan, yang kalian nikmati hingga waktu tertentu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang serba lengkap kepada hamba-hamba-Nya, yaitu Dia menjadikan bagi mereka rumah-rumah tempat mereka menetap dan menutupi dirinya, serta mereka meng­gunakannya untuk berbagai manfaat dan kegunaan lainnya.
Dia menjadikan bagi mereka kulit binatang ternak yang dapat digunakan sebagai kemah-kemah yang mereka merasa ringan membawanya dalam perjalanan, lalu mereka memasangnya bila hendak bermukim.
Kemah-kemah itu dapat mereka gunakan sebagai tempat tinggal mereka, baik dalam perjalanan maupun di tempat tinggal mereka.
Untuk itulah disebutkan oleh firman-Nya:

…yang kalian merasa ringan (membawa)nya di waktu kalian berjalan dan waktu kalian bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba.

Istilah suf untuk bulu domba, aubar untuk bulu unta, dan asy’ar untuk bulu kambing, sedangkan damir yang ada kembali kepada al-an’am (binatang ternak).

…alat-alat rumah tangga.

Yakni kalian membuat darinya alat-alat rumah tangga, yang dimaksud ialah harta.
Menurut pendapat lainnya perhiasan, dan menurut pendapat yang lainnya lagi adalah pakaian.
Tetapi pendapat yang benar lebih umum daripada semuanya itu, karena sesungguhnya hal tersebut dapat dibuat menjadi permadani, pakaian, dan lain sebagainya, serta dapat dijadikan harta dengan memperjualbelikannya.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa asas artinya perhiasan.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, Al-Hasan, Atiyyah Al-Aufi, Ata Al-Khurrasani, Ad-Dahhak, dan Qatadah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…sampai waktu (tertentu).

Yakni sampai batas waktu yang tertentu.


Kata Pilihan Dalam Surah An Nahl (16) Ayat 80

ASY’AAR
أَشْعَار

AWBAAR:
Awbaar adalah jamak dari al wabar mu’annatsnya adalah al wabarah, artinya bulu unta, arnab dan sebagainya seperti bulu kambing. Ahlal wabaar maknanya masyarakat pedalaman atau orang Badwi karena mereka mendirikan rumah dari bulu binatang. Akhadza syai a bi wabarihi artinya mengambil keseluruhannya.

Al-Kafawi berkata,
Al wabaar ialah bulu unta dan hewan liar.”

Lafaz awbaar disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah An Nahl (16), ayat 80.

Ibn Abbas, Al Khazin, An Nasafi, Al ­Baidawi berpendapat, makna awbaar dalam ayat di atas ialah bulu unta.

Begitu juga dengan pendapat Al Qurtubi, Ibn Katsir, dan yang disebut dalam Tafsfr Al Jalalain.”

Lafaz awbaar dalam ayat di atas bermakna bulu unta.

ASY’AAR:
Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah asy sya’r atau asy syi’r artinya bulu-bulu yang tampak pada kulit manusia dan lainnya, atau apa yang tumbuh pada badan, bukan seperti bulu domba atau bulu yang ada pada unta.

Lafaz asy’aar disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah An Nahl (16), ayat 80.

Al Baidawi berkata,
“Makna asy’aar dalam ayat di atas ialah bulu-bulu yang ada pada kambing biasa,”

Begitu juga dengan pendapat Al Khazin, beliau mengungkapkan ayat ini adalah kinayah (kiasan) yang kembali kepada hewan ternak, dan lafaz asy’aar disandarkan kepada bulu kambing biasa. Penafsiran yang demikian ditafsirkan oleh An Nasafi'” dan diriwayatkan oleh Ibn Abbas.

Ayat ini menerangkan tentang dibolehkan menggunakan jenis-jenis bulu itu sebagai bekalan, harta benda atau pakaian walau­ pun dari bangkai hewan.

Kesimpulannya, makna asy’aar pada ayat di atas adalah bulu-bulu kambing biasa.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:76-77

Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 80 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 80 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 80 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:80
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.4
Ratingmu: 4.6 (14 orang)
Sending







Pembahasan ▪ makalah Tafsir an-nahl 80

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta