Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Nahl

An Nahl (Lebah) surah 16 ayat 80


وَ اللّٰہُ جَعَلَ لَکُمۡ مِّنۡۢ بُیُوۡتِکُمۡ سَکَنًا وَّ جَعَلَ لَکُمۡ مِّنۡ جُلُوۡدِ الۡاَنۡعَامِ بُیُوۡتًا تَسۡتَخِفُّوۡنَہَا یَوۡمَ ظَعۡنِکُمۡ وَ یَوۡمَ اِقَامَتِکُمۡ ۙ وَ مِنۡ اَصۡوَافِہَا وَ اَوۡبَارِہَا وَ اَشۡعَارِہَاۤ اَثَاثًا وَّ مَتَاعًا اِلٰی حِیۡنٍ
Wallahu ja’ala lakum min buyuutikum sakanan waja’ala lakum min juluudil an’aami buyuutan tastakhiffuunahaa yauma zha’nikum wayauma iqaamatikum wamin ashwaafihaa wa-aubaarihaa wa-asy’aarihaa atsaatsan wamataa’an ila hiinin;

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).
―QS. 16:80
Topik ▪ Al Qur’an turun secara berangsur-angsur
16:80, 16 80, 16-80, An Nahl 80, AnNahl 80, An-Nahl 80
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 80. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan nikmat-nikmat yang dianugerahkan Nya kepada manusia untuk dijadikan tanda keesaan Nya.

Allah menganugerahkan rumah bagi manusia.
Rumah-rumah itu tidak hanya tempat tinggal atau berlindung dari hujan dan panas tetapi juga rumah itu menciptakan suasana aman damai dan tenteram serta menumbuhkan kasih sayang dan rasa kesetiaan di antara penghuninya.
Dari rumah tangga yang baik, lahir manusia yang baik.
Agama Islam menetapkan aturan untuk menjamin kehormatan rumah tempat diam.
Dilarang seorang manusia masuk ke rumah orang lain, sebelum memberi salam kepadanya atau meminta izin dari penghuninya, meskipun dia petugas negara tanpa alasan yang dibenarkan.
Tidak dibenarkan seseorang memeriksa rumah orang lain dengan alasan apapun, tidak boleh mengintai-intai penghuninya sehingga menimbulkan kurang aman bagi keluarga rumah itu.

Demikian itulah dasar pengertian rumah, baik rumah bagi bangsa-bangsa yang sudah menetap ataupun bagi bangsa pengembara.
Kepada bangsa pengembara seperti halnya Badui Allah subhanahu wa ta'ala memberikan nikmat kepada manusia dengan menyediakan kulit binatang ternak untuk keperluan tempat tinggal mereka.
Mereka membangun kemah-kemah dan pondok-pondok mereka dari kulit dan bulu-bulu ternak itu sewaktu mengembara di padang pasir sambil mengembala ternak mereka.
Benda-benda tersebut mudah dan ringan dibawa berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain.
Nikmat Allah lainnya kepada manusia ialah kemanfaatan bulu dan kulit binatang ternak itu untuk keperluan pakaian, alat-alat keperluan rumah tangga dan lain-lainnya.
Seperti bulu domba (wool), kulit unta, bulu kulit kambing.
Barang-barang ini merupakan barang-barang yang dapat mereka perdagangkan sejak zaman dahulu sampai sekarang.

Dari ayat ini, dapat diambil suatu dalil hukum bahwa kulit dan bulu dari ternak yang halal dimakan adalah suci.

An Nahl (16) ayat 80 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nahl (16) ayat 80 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nahl (16) ayat 80 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah subhanahu wa ta'ala telah membekali kalian dengan kemampuan untuk mendirikan rumah sebagai tempat tinggal.
Allah telah menjadikan untuk kalian dari kulit binatang--onta, sapi, kambing dan sebagainya--tenda-tenda sebagai tempat tinggal dan dapat kalian bawa dengan mudah ketika berjalan dan bermukim.
Allah juga membuat kalian mampu untuk menjadikan rambut dan bulu binatang itu sebagai alas, tempat kalian bersenang-senang hingga ajal yang telah ditentukan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Allah menjadikan bagi kalian rumah-rumah kalian sebagai tempat tinggal) tempat kalian menetap di dalamnya (dan Dia menjadikan bagi kalian rumah-rumah dari kulit binatang ternak) seperti kemah-kemah dan tenda-tenda (yang kalian merasa ringan) ketika membawanya (di waktu kalian berjalan) mengadakan perjalanan (dan waktu kalian bermukim, dan dijadikan-Nya pula, dari bulunya) dari bulu domba (bulu unta) (dan bulu kambing) (alat-alat) perabot rumah tangga kalian, seperti permadani dan perhiasan dinding rumah (dan perhiasan) yang kalian dapat menikmatinya (sampai waktu yang tertentu) sehingga barang-barang itu rusak.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah menjadikan untuk kalian rumah-rumah kalian sebagai istrirahat dan tempat tinggal bersama keluarga kalian, sedang kalian bermukim di pemukiman yang menetap.
Dia menjadikan bagi kalian, saat safar, kemah-kemah dari kulit binatang ternak yang ringan kalian bawa pada waktu bepergian, dan ringan untuk kalian dirikan pada waktu kalian bermukim setelah menempuh perjalanan.
Dia menjadikan untuk kalian dari bulu domba, onta dan kambing, sebagai perkakas bagi kalian berupa selimut, pakaian, penutup, permadani dan perhiasan, yang kalian nikmati hingga waktu tertentu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang serba lengkap kepada hamba-hamba-Nya, yaitu Dia menjadikan bagi mereka rumah-rumah tempat mereka menetap dan menutupi dirinya, serta mereka meng­gunakannya untuk berbagai manfaat dan kegunaan lainnya.
Dia menjadikan bagi mereka kulit binatang ternak yang dapat digunakan sebagai kemah-kemah yang mereka merasa ringan membawanya dalam perjalanan, lalu mereka memasangnya bila hendak bermukim.
Kemah-kemah itu dapat mereka gunakan sebagai tempat tinggal mereka, baik dalam perjalanan maupun di tempat tinggal mereka.
Untuk itulah disebutkan oleh firman-Nya:

...yang kalian merasa ringan (membawa)nya di waktu kalian berjalan dan waktu kalian bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba.

Istilah suf untuk bulu domba, aubar untuk bulu unta, dan asy'ar untuk bulu kambing, sedangkan damir yang ada kembali kepada al-an'am (binatang ternak).

...alat-alat rumah tangga.

Yakni kalian membuat darinya alat-alat rumah tangga, yang dimaksud ialah harta.
Menurut pendapat lainnya perhiasan, dan menurut pendapat yang lainnya lagi adalah pakaian.
Tetapi pendapat yang benar lebih umum daripada semuanya itu, karena sesungguhnya hal tersebut dapat dibuat menjadi permadani, pakaian, dan lain sebagainya, serta dapat dijadikan harta dengan memperjualbelikannya.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa asas artinya perhiasan.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Sa'id ibnu Jubair, Al-Hasan, Atiyyah Al-Aufi, Ata Al-Khurrasani, Ad-Dahhak, dan Qatadah.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...sampai waktu (tertentu).

Yakni sampai batas waktu yang tertentu.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nahl (16) Ayat 80

ASY'AAR
أَشْعَار

AWBAAR:
Awbaar adalah jamak dari al wabar mu'annatsnya adalah al wabarah, artinya bulu unta, arnab dan sebagainya seperti bulu kambing. Ahlal wabaar maknanya masyarakat pedalaman atau orang Badwi karena mereka mendirikan rumah dari bulu binatang. Akhadza syai a bi wabarihi artinya mengambil keseluruhannya.

Al-Kafawi berkata,
"Al wabaar ialah bulu unta dan hewan liar."

Lafaz awbaar disebut sekali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah An Nahl (16), ayat 80.

Ibn Abbas, Al Khazin, An Nasafi, Al ­Baidawi berpendapat, makna awbaar dalam ayat di atas ialah bulu unta.

Begitu juga dengan pendapat Al Qurtubi, Ibn Katsir, dan yang disebut dalam Tafsfr Al Jalalain."

Lafaz awbaar dalam ayat di atas bermakna bulu unta.

ASY'AAR:
Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah asy sya'r atau asy syi'r artinya bulu-bulu yang tampak pada kulit manusia dan lainnya, atau apa yang tumbuh pada badan, bukan seperti bulu domba atau bulu yang ada pada unta.

Lafaz asy'aar disebut sekali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah An Nahl (16), ayat 80.

Al Baidawi berkata,
"Makna asy'aar dalam ayat di atas ialah bulu-bulu yang ada pada kambing biasa,"

Begitu juga dengan pendapat Al Khazin, beliau mengungkapkan ayat ini adalah kinayah (kiasan) yang kembali kepada hewan ternak, dan lafaz asy'aar disandarkan kepada bulu kambing biasa. Penafsiran yang demikian ditafsirkan oleh An Nasafi'" dan diriwayatkan oleh Ibn Abbas.

Ayat ini menerangkan tentang dibolehkan menggunakan jenis-jenis bulu itu sebagai bekalan, harta benda atau pakaian walau­ pun dari bangkai hewan.

Kesimpulannya, makna asy'aar pada ayat di atas adalah bulu-bulu kambing biasa.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:76-77

Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan "An Nahl" yang berarti "lebah" karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya:
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah",
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni'matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur'anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur'an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra' ayat 82).

Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya ni'mat-ni'mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni'mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti'aadzah (a'Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da'wah dalam Islam.


Gambar Kutipan Surah An Nahl Ayat 80 *beta

Surah An Nahl Ayat 80



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nahl

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.4
Rating Pembaca: 4.6 (14 votes)
Sending







✔ maksud dari surat an nahl auat 80