QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 77 [QS. 16:77]

وَ لِلّٰہِ غَیۡبُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ وَ مَاۤ اَمۡرُ السَّاعَۃِ اِلَّا کَلَمۡحِ الۡبَصَرِ اَوۡ ہُوَ اَقۡرَبُ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ
Walillahi ghaibus-samaawaati wal ardhi wamaa amrussaa’ati ilaa kalamhil bashari au huwa aqrabu innallaha ‘ala kulli syai-in qadiirun;

Dan milik Allah (segala) yang tersembunyi di langit dan di bumi.
Urusan kejadian Kiamat itu, hanya seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi).
Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
―QS. 16:77
Topik ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
16:77, 16 77, 16-77, An Nahl 77, AnNahl 77, An-Nahl 77
English Translation - Sahih International
And to Allah belongs the unseen (aspects) of the heavens and the earth.
And the command for the Hour is not but as a glance of the eye or even nearer.
Indeed, Allah is over all things competent.
―QS. 16:77

 

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 77

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 77. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah ﷻ menegaskan kesempurnaan ilmu-Nya tentang hal-hal yang gaib dan kemahakuasaan-Nya.
Di antara hal yang gaib itu ialah segala yang berada di luar jangkauan indra dan akal pikiran manusia, baik yang ada di langit, maupun yang ada di bumi.
Hanya Allah ﷻ yang mengetahui tentang apa yang ada di luar alam nyata ini.

Meskipun pengetahuan umat manusia tentang angkasa luar dan keadaan bumi saat ini sangat maju, namun yang belum mereka ketahui jauh lebih besar.
Ketika manusia sampai ke bulan, masih terbentang di muka mereka kegaiban dan kerahasiaan yang ada di planet Mars, Venus, dan lain-lain.
Padahal planet-planet tersebut bagaikan butir-butir pasir di tengah sahara yang luas jika dibanding dengan keluasan alam semesta ini.

Demikian pula mengenai keadaan bumi ini.
Tidak seorang pun sarjana geologi yang dapat memperkirakan dengan tepat kapan terjadinya gempa bumi atau meletusnya gunung berapi.
Bahkan pada diri manusia sendiri masih ada hal-hal yang merupakan misteri atau rahasia Allah yang belum diketahui manusia, walaupun sejak berabad-abad para ahli dalam bidang masing-masing berusaha memikirkan dan mengungkapkannya.
Tidak se-orang pun yang dapat memastikan apa yang akan dialami besok, kapan kematian datang kepadanya, dan di manakah dia akan dikuburkan.
Semua itu merupakan soal yang gaib bagi manusia.
Namun demikian, ketidaktahuan itu adalah rahmat Allah yang besar bagi manusia.
Mereka dapat menyusun rencana dan tindakan-tindakan yang sesuai dengan keinginan mereka.

Hari kiamat termasuk pula hal gaib.
Allah ﷻ menyebutkan secara khusus tentang hari kiamat karena masalah itu banyak mendapat penolakan dan sanggahan pada setiap zaman dan setiap bangsa.
Bahkan banyak orang yang mengingkarinya, dan menyatakan sebagai suatu hal yang tidak mungkin terjadi.

Allah merahasiakan waktu datangnya hari kiamat agar manusia tidak menghentikan kegiatan hidupnya.
Seharusnya manusia tidak perlu memikir-kan kapan hari kiamat itu terjadi, karena hal itu adalah urusan Allah.
Yang penting bagi mereka adalah menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang telah ditetapkan oleh Allah ﷻ

Persoalan hari kiamat bagi Allah ﷻ sangatlah mudah.
Kecepatan waktu peristiwa itu berlangsung secepat kedipan mata atau lebih cepat lagi.
Kecepatan ini menurut waktu yang bisa digambarkan oleh hitungan manusia karena pengaturan Allah terhadap alam semesta ini sesungguhnya tidak dapat dihubungkan dengan ruang dan waktu.
Mudah atau sukar, dan cepat atau lambat adalah ukuran manusia.
Allah sesungguhnya sangat kuasa atas segala perkara.
Bila Allah berkehendak atas sesuatu, Dia pun berfirman,
“Kun (Jadilah),”
maka terciptalah sesuatu itu.
Tidak satu pun yang dapat menghalangi kehendak-Nya.











16:77, 16 77, 16-77, An Nahl 77, tafsir surat AnNahl 77, An-Nahl 77



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta