Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Nahl

An Nahl (Lebah) surah 16 ayat 77


وَ لِلّٰہِ غَیۡبُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ وَ مَاۤ اَمۡرُ السَّاعَۃِ اِلَّا کَلَمۡحِ الۡبَصَرِ اَوۡ ہُوَ اَقۡرَبُ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ
Walillahi ghaibus-samaawaati wal ardhi wamaa amrussaa’ati ilaa kalamhil bashari au huwa aqrabu innallaha ‘ala kulli syai-in qadiirun;

Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi.
Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi).
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
―QS. 16:77
Topik ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
16:77, 16 77, 16-77, An Nahl 77, AnNahl 77, An-Nahl 77
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 77. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menyatakan kesempurnaan ilmu Nya tentang hal-hal yang gaib dan ke Maha Kuasaan-Nya di antara hal yang gaib itu, ialah segala yang berada di luar jangkauan indra dan akal pikiran manusia baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi.
Hanyalah Allah subhanahu wa ta'ala sendiri yang memiliki pengetahuan apa yang ada di luar alam nyata ini.

Meskipun pengetahuan umat manusia pada zaman sekarang sangat luas tentang angkasa luar dan keadaan bumi, namun yang belum mereka ketahui jauh lebih besar dari apa yang sudah mereka ketahui.
Ketika manusia sampai ke bulan, masih terbentang di muka mereka kegaiban dan kerahasiaan yang di planet Mars, Venus dan lain-lainnya.
Padahal planet-planet tersebut bagaikan beberapa butir pasir di tengah sahara yang luas jika dibanding dengan keluasan alam semesta ini.

Demikian pula mengenai kegaiban dan kerahasiaan dalam bumi ini.
Tak seorangpun sarjana geologi dapat mengatakan kapan terjadinya gempa bumi, atau meletusnya gunung berapi.
Bahkan tentang kegaiban dan kerahasiaan yang ada pada diri manusia masih tetap tersembunyi walaupun sejak berabad-abad para ahli dalam bidangnya memikirkannya.
Tak seorangpun yang dapat memastikan apa yang akan dialami besok, hari kapankah kematian datang kepadanya, di manakah dia akan dikuburkan, semuanya itu soal yang gaib bagi manusia.
Tetapi adalah suatu rahmat Tuhan yang besar bagi manusia bahwa mereka tidak mengetahui apa yang bakal terjadi pada dirinya besok atau lusa.
Sehingga mereka harus merenungkan dirinya besok atau lusa.
Sehingga mereka harus merenungkan dirinya dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan, lalu menyusun rencana tindakan-tindakan sesuai dengan keinginan mereka.

Hari kiamat termasuk pula hal gaib.
Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan secara khusus perkara hari kiamat itu, karena masalah hari kiamat itu banyak mendapat sangkalan dan sanggahan pada setiap zaman dan pada setiap bangsa.
Bahkan banyak orang yang mengingkarinya, dan menyatakan sebagai suatu hal yang tidak mungkin terjadi.

Allah subhanahu wa ta'ala merahasiakan waktunya, agar manusia tidak menghentikan kegiatan hidupnya.
Seharusnya manusia tidaklah perlu memikirkan kapan hari kiamat itu terjadi.
Sebab hal itu adalah urusan Tuhan, yang pokok bagi mereka menyelaraskan hidup mereka dengan petunjuk-petunjuk yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala

Perkara hari kiamat bagi Allah subhanahu wa ta'ala sangatlah mudah.
Kecepatan waktu peristiwa itu berlangsung secepat kerlipan mata atau lebih dekat daripada itu.
Kecepatan ini menurut waktu yang digambarkan oleh hitungan manusia.
Pengurusan Allah terhadap alam semesta ini sesungguhnya tidak dapat dihubungkan dengan ruang dan waktu.
Mudahkah atau sukar, cepat atau lambat, itu adalah ukuran dari segi manusia.
Allah sesungguhnya sangat kuasa atas segala perkara.
Bila Allah berkehendak atas sesuatu Diapun berfirman: "kun" (adalah) maka terciptalah suatu itu.
Tidak suatupun yang dapat menghalangi kehendak Nya.

An Nahl (16) ayat 77 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nahl (16) ayat 77 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nahl (16) ayat 77 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hanya Allahlah yang mengetahui rahasia segala persoalan gaib di langit dan di bumi yang tidak dapat diketahui hamba-Nya.
Sesungguhnya persoalan datangnya hari kiamat dan hari kebangkitan manusia--dalam pandangan Allah--sama gampang dan cepatnya dengan memejamkan pelupuk mata, bahkan lebih cepat dari itu.
Dan sesungguhnya Allah Mahabesar kekuasan-Nya dan tidak sesuatu pun di dunia ini dapat menundukkan-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan kepunyaan Allahlah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi) artinya Allah mengetahui semua yang gaib pada keduanya (Tidak adalah kejadian kiamat itu melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat lagi) karena hal itu berlangsung hanya dengan kalimat kun terjadilah ia.
(Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kepunyaan Allahlah pengetahuan segala yang ghaib (tersembunyi) di langit dan bumi.
Perihal kaiamat, dalam hal kedatangannya yang cepat, hanyalah seperti sekejap mata, bahkan lebih cepat daripada itu.
Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan tentang pengetahuan dan kekuasaan-Nya Yang Mahasempurna atas segala sesuatu.
Dia mengetahui apa yang gaib yang ada di langit dan di bumi, dan hanya Allah-lah yang mempunyai pengetahuan tentang perkara gaib.
Maka tiada seorang pun yang diberi-Nya ilmu gaib ini kecuali bila Allah menghendakinya untuk memperlihatkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya.
Kekuasaan Allah Mahasempurna, tiada dapat ditentang dan tiada dapat dicegah.
Dan bahwa Allah'itu apabila menghendaki sesuatu, Dia tinggal berfirman kepadanya, "Jadilah kamu!" Maka jadilah ia.
Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.
(Al Qamar:50)

Dengan kata lain, apa yang dikehendaki-Nya akan terjadi dalam sekejap mata.
Hal yang sama disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat ini, yaitu:

Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi) Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Sama halnya dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kalian (dari kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja.
(Luqman:28)

Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan "An Nahl" yang berarti "lebah" karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya:
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah",
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni'matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur'anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur'an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra' ayat 82).

Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya ni'mat-ni'mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni'mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti'aadzah (a'Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da'wah dalam Islam.


Gambar Kutipan Surah An Nahl Ayat 77 *beta

Surah An Nahl Ayat 77



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nahl

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.7
Rating Pembaca: 4.3 (11 votes)
Sending







✔ isi kandungan surat an nahl ayat 77, Kandungan surat an nahl ayat 77

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku