QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 67 [QS. 16:67]

وَ مِنۡ ثَمَرٰتِ النَّخِیۡلِ وَ الۡاَعۡنَابِ تَتَّخِذُوۡنَ مِنۡہُ سَکَرًا وَّ رِزۡقًا حَسَنًا ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیَۃً لِّقَوۡمٍ یَّعۡقِلُوۡنَ
Wamin tsamaraatin-nakhiili wal a’naabi tattakhidzuuna minhu sakaran warizqan hasanan inna fii dzalika li-aayatan liqaumin ya’qiluun(a);

Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezeki yang baik.
Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.
―QS. 16:67
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan tumbuh-tumbuhan ▪ Ayat yang berhubungan dengan Abu Jahal
16:67, 16 67, 16-67, An Nahl 67, AnNahl 67, An-Nahl 67

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 67

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 67. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam pada itu Allah subhanahu wa ta’ala meminta perhatian para hamba Nya agar memperhatikan buah kurma dan anggur.
Dari kedua buah-buahan itulah manusia dapat mengambil sarinya untuk dijadikan sakar, yaitu minuman yang tersusun dari zat gula, zat tepung dan zat asam.
Sakar ini berubah-ubah bentuknya ada kalanya menjadi gula, adakalanya menjadi tepung dan adakalanya menjadi khamar, terserah kepada formulasi kimianya.
Sebagai penjelas ayat, dapatlah dikemukakan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas beliau berkata: “Sakar ialah minuman yang diharamkan yang berasal dari buah kurma dan anggur.
Rezeki yang baik ialah makanan yang halal yang diambil dari kurma dan anggur seperti cuka, dan buah sala, kurma dan sale anggur.

Jadi dari kurma dan anggur itu manusia dapat mengambil sari buahnya dan dari sari-sari itu dapat diciptakan berbagai macam makanan.
Di antaranya ada yang memudaratkan dan di antaranya ada yang bermanfaat, yang memudaratkan ialah apabila dari kedua jenis buah-buahan itu dibuat minuman yang memabukkan.
Minuman seperti itu dilarang oleh syara’, karena berbahaya bagi kesehatan mereka.
Sedang makanan yang bermanfaat ialah yang tidak memabukkan seperti cuka, sari buah sale, kurma dan sale anggur.

Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan lagi bahwa dalam penciptaan kedua macam tumbuh-tumbuhan itu terdapat tanda-tanda yang cerah yang menunjukkan keesaan Tuhan bagi orang-orang yang mempergunakan pikirannya untuk meneliti, memperhatikan dan mengambil ibarat dari kejadian tumbuh-tumbuhan yang disebutkan dalam ayat itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dari buah kurma dan anggur yang telah Kami karuniakan, kalian dapat membuat minuman yang buruk dan memabukkan atau makanan lainnya yang baik dan halal.
Dan sesungguhnya pada karunia itu terdapat pertanda kekuasan dan kasih sayang Allah bagi kaum yang mau menggunakan akal pikiran mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan dari buah kurma dan anggur) terdapat jenis buah-buahan (yang kalian dapat membuat minuman yang memabukkan daripadanya) dimaksud khamar yang dapat memabukkan.

Di sini kata muskiran disebutkan dengan memakai mashdarnya, yaitu sakaran.

Hal ini diturunkan sebelum adanya pengharaman khamar (dan rezeki yang baik) seperti selai kurma, anggur kering, cuka dan sirup.

(Sesungguhnya pada yang demikian itu) hal yang telah disebutkan itu (benar-benar terdapat tanda) yang menunjukkan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala (bagi orang-orang yang berakal) yang memikirkannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Di antara nikmat-nikmat Kami yang Kami berikan kepada kalian, ialah buah kurma dan anggur yang kalian petik, lalu kalian menjadikannya sebagai khamar yang memabukkan (ini sebelum pengharamannya) dan makanan yang baik.
Sesungguhnya pada apa yang telah disebutkan itu benar-benar terdapat bukti atas kekuasaan Allah bagi orang-orang yang memikirkan bukti-bukti itu lalu mereka mengambil pelajaran darinya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan dari buah kurma dan anggur, kalian buat minuman yang memabukkan.

Hal ini menunjukkan bahwa khamr dihalalkan menurut syara’ sebelum ada pengharamannya, sekaligus menunjukkan makna persamaan antara yang memabukkan yang terbuat dari perasan buah kurma dan yang terbuat dari perasan buah anggur.
Demikianlah menurut mazhab Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Ahmad serta jumhur ulama.
Hukum yang sama diberlakukan pula terhadap semua jenis minuman ini yang terbuat dari gandum, jewawut, jagung, dan madu, seperti yang telah disebutkan secara rinci oleh sunnah, dan di sini tidak akan diuraikan pembahasannya secara rinci.

Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik.
Minuman yang memabukkan ialah minuman haram yang terbuat dari keduanya (kurma dan anggur), sedangkan yang dimaksud dengan rezeki yang baik ialah hal-hal yang dihalalkan dari hasil keduanya.

Menurut riwayat yang lain, yang memabukkan adalah yang diharamkan, sedangkan rezeki yang baik ialah yang dihalalkan.
Dengan kata lain, hasil yang kering dari kedua jenis buah ini (kurma dan anggur) dan jenis minuman lain yang terbuat dari keduanya yang tidak memabukkan, seperti minuman perasan anggur dan kurma sebelum berubah menjadi keras, begitu pula cuka yang dihasilkan dari keduanya, seperti yang telah disebutkan oleh sunnah.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.

Penyebutan akal dalam ayat ini sangat tepat, karena akal merupakan bagian yang termulia dari manusia.
Untuk itulah maka Allah mengharam­kan kepada umat ini semua jenis minuman yang memabukkan demi menjaga akal mereka.

Sehubungan dengan buah kurma dan buah anggur ini, Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkannya pula dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka.
Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
Mahasuci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
(Q.S. Yasin [36]: 34-36)


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 67 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 67 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 67 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:67
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.9
Ratingmu: 4.9 (15 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs 16:67 ▪ tafsir qs 16:67

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta