QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 60 [QS. 16:60]

لِلَّذِیۡنَ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ بِالۡاٰخِرَۃِ مَثَلُ السَّوۡءِ ۚ وَ لِلّٰہِ الۡمَثَلُ الۡاَعۡلٰی ؕ وَ ہُوَ الۡعَزِیۡزُ الۡحَکِیۡمُ
Lil-ladziina laa yu’minuuna bil-aakhirati matsalussau-i walillahil matsalul a’la wahuwal ‘aziizul hakiim(u);

Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk, dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi, dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
―QS. 16:60
Topik ▪ Kekuasaan Allah
16:60, 16 60, 16-60, An Nahl 60, AnNahl 60, An-Nahl 60

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 60

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 60. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala memberikan penjelasan secara umum tentang keadaan orang-orang musyrik itu bahwa orang-orang yang tidak mau mempercayai terjadinya hari akhir dan hari pembalasan mempunyai sifat yang jelek seperti halnya orang-orang musyrikin itu.

Yaitu mereka hanya menginginkan keturunan anak laki-laki saja sebagai pelanjut cita-citanya dan membenci anak-anak perempuan karena takut kelaparan, dan menganggap kedudukan anak laki-laki lebih terhormat dari pada anak-anak perempuan dan juga mereka mengubur anak-anak perempuan hidup-hidup karena takut mendapat hina dan kepapaan.
Tindakan-tindakan mereka itu apabila ditinjau dari segi kejiwaan adalah menunjukkan kelemahan, kepicikan dan kebakhilan yang berlebih-lebihan.

Sebaliknya Allah bersifat yang mulia yaitu Dia itu Maha Esa tidak memerlukan anak, dan tidak ada Tuhan sebenarnya yang berhak disembah kecuali Dia.
Allah mempunyai sifat Maha Sempurna Maha Tinggi, Maha Berkuasa, Maha Mengetahui dan lain-lain sifat lagi yang disebut di dalam Alquran.

Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta’ala menandaskan bahwa Allah Maha Berkuasa yang tidak dapat diunggulinya oleh yang lain dan Maha Bijaksana yang tidak mau berbuat terkecuali sesuai dengan kebijaksanaan Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat dengan pahala serta siksa yang akan diberikan saat itu, bagi mereka adalah keadaan yang buruk, yaitu memerlukan anak laki-laki dan membenci anak- anak perempuan.
Sebaliknya, bagi Allah segala sifat yang Mahatinggi.
Dia Mahakuasa atas segala sesuatu sehingga tidak memerlukan anak laki-laki.
Dia pun Mahaperkasa yang tidak membutuhkan penolong.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Bagi orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat) yaitu orang-orang kafir (ada perumpamaan yang buruk) sifat yang buruk, yaitu kebiasaan mereka mengubur hidup-hidup anak-anak perempuan padahal mereka membutuhkannya (dan bagi Allah ada perumpamaan yang maha tinggi) sifat yang maha tinggi, yaitu bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia (dan Dialah Yang Maha Perkasa) di dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) di dalam mengatur makhluk-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan tidak beramal untuknya itu mempunyai sifat yang buruk, yaitu lemah, butuh, jahil ddan kufur, sedang Allah mempunyai sifat-sifat yang luhur berupa kesempurnaan dan tidak butuh kepada makhluk-Nya.
Dia Mahaperkasa dalam kekuasaan-Nya, lagi Maha Bijaksana dalam perencanaan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk.

Maksudnya, kekurangan itu hanyalah pantas dinisbatkan kepada mereka.

…dan Allah mempunyai sifat Yang Mahatinggi.

Yakni Kesempurnaan yang mutlak dari segala seginya, hal inilah yang pantas dinisbatkan kepada Allah.

…dan Dialah YangMahaperkasa lagi Mahabijaksana.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 60 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 60 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 60 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:60
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.8
Ratingmu: 4.2 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim