Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Nahl

An Nahl (Lebah) surah 16 ayat 58


وَ اِذَا بُشِّرَ اَحَدُہُمۡ بِالۡاُنۡثٰی ظَلَّ وَجۡہُہٗ مُسۡوَدًّا وَّ ہُوَ کَظِیۡمٌ
Wa-idzaa busy-syira ahaduhum bil antsa zhalla wajhuhu muswaddan wahuwa kazhiimun;

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.
―QS. 16:58
Topik ▪ Keluasan ilmu Allah
16:58, 16 58, 16-58, An Nahl 58, AnNahl 58, An-Nahl 58
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 58. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta'ala mengungkapkan keadaan orang-orang musyrik serta sikap mereka apabila mereka mempunyai anak perempuan yaitu apabila seorang diri mereka diberi kabar bahwa istrinya melahirkan anak perempuan muramlah muka mereka, karena kejengkelan dan kemarahan yang diliputi ras malu terhadap kaumnya.

Perasaan serupa itu disebabkan oleh perasaan mereka sendiri bahwa anak-anak perempuan itu hanyalah memberikan malu kepada kaumnya, karena anak-anak perempuan itu tidak dapat membantu mereka dalam peperangan, dan apabila mereka kalah perang anak-anak perempuan menjadi tawanan-tawanan yang dibawanya sebagai rampasan.
Sebenarnya mereka terhukum oleh perasaan mereka sendiri karena anggapannya bahwa wanita itu martabatnya tiada lebih dari barang yang boleh diwariskan.

An Nahl (16) ayat 58 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nahl (16) ayat 58 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nahl (16) ayat 58 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan apabila seseorang dari mereka menerima kabar bahwa telah terlahir untuknya seorang anak perempuan, wajahnya menjadi hitam karena merasa sedih dan ia pun amat bermuram durja.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan) ia mempunyai anak perempuan yang baru dilahirkan (maka jadilah) maka berubahlah (roman mukanya menjadi hitam) dengan perubahan yang menunjukkan kedukaan dan kesusahan (dan dia sangat marah) marah sekali, maka mengapa mereka menisbatkan anak-anak perempuan terhadap Allah subhanahu wa ta'ala?

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apabila ada orang yang mengabarkan kepada salah seorang dari mereka dengan kelahiran anak perempuan, maka menjadi hitamlah wajahnya; karena tidak suka dengan apa yang didengarnya, dan penuh dengan duka dan kesedihan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya.

Yakni tampak murung karena sedih dengan karunia anak yang diterimanya.

...dan dia sangat marah.

Yaitu diam karena sangat sedih.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nahl (16) Ayat 58

KADZHIIM
كَظِيم

Az Zamakhsyari berkata,
ia dalam wazan fa'il yang bermakna maf'ul seperti firman Allah wahuwa makdzhuum dari kadzhama, asal maknanya adalah penuh dan menutupnya dengan rapat seperti wadah yang penuh air lalu ditutup rapat agar tidak tumpah."

Sedangkan dalam bentuk fa'il ini, ia mengandung makna tutup pin tu, yang sedih lagi berduka.

Disebut tiga kali yaitu dalam surah:
-Yusuf (12), ayat 84;
-An Nahl (16), ayat 58;
-Az Zukhruf (43), ayat 17.

Di dalam surah Yusuf, lafaz kadzhiim disandarkan kepada Nabi Ya'qub.
Allah berfirman:

وَٱبْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ ٱلْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ

Az Zamakhsyari menafsirkannya dengan, "di dalam dirinya penuh dengan kemarahan ke atas anak-anaknya dan tidak menampakkan apa yang menyakitkan mereka"

Mujahid berkata: ia bermakna kadzhiimal huzn (penuh kesedihan) atau al huzn (dia bersedih).

Ad Dahhak juga menyatakan, maknanya al kamiid (amat berduka).

Qatadah menafsirkan, dia menyembunyikan kesedihan di dalam dirinya dan tidak berkata-kata dengan sesuatu yang tercela atau tidak berkata-kata kecuali kebaikan.

As Suddi menyatakan, dan dia berduka karena marah.

Ibn Zaid berkata: al kadzhiim adalah yang tidak berkata-kata, amat berduka dan sedih sehingga dia tidak bercakap dengan mereka.

Sedangkan dalam surah An Nahl dan Az Zukhruf, kata ini menceritakan tentang adat orang kafir yang apabila mendapat anak perempuan, mereka bersedih dan berduka.
Allah berfirman:

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

Al Maraghi menafsirkan, "Apabila salah seorang dari mereka yang menjadikan bagi Allah anak-anak perempuan dianugerahkan dengan kelahiran anak perempuan, wajah mereka menjadi hitam karena bersedih hati, dipenuhi dengan kemarahan yang teramat lebih dari kedukaan."

Kesimpulannya, kata kadzhiim bermakna amat berduka dan bersedih disebabkan kebencian atau kemarahan kepada sesuatu.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:535-536

Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan "An Nahl" yang berarti "lebah" karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya:
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah",
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni'matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur'anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur'an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra' ayat 82).

Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya ni'mat-ni'mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni'mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti'aadzah (a'Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da'wah dalam Islam.


Gambar Kutipan Surah An Nahl Ayat 58 *beta

Surah An Nahl Ayat 58



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nahl

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.6
Rating Pembaca: 4.8 (20 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku